Jalan Gula Surabaya, Spot Foto Unik Bertema Bangunan Tua

Jl. Gula Surabaya, walau hanya berupa gang kecil yang diapit gedung-gedung tua, tapi cukup banyak dikunjungi orang, terutama mereka yang hobi fotografi. -

Jalan Gula Surabaya
Menatap plang Jalan Gula, biar makin manis.

Di suatu pagi yang tidak hujan, aku bersama temenku Andre, bermodal motor bebek empat tak, kami menerobos padatnya lalu lintas kota Surabaya. Tujuan kami ke Jalan Gula, sebuah tempat hunting foto-foto urban decay yang cukup populer di Kota Pahlawan, dengan view bangunan-bangunan lawas sebagai menu andalannya.

Meski bukan tukang foto profesional apalagi fotografer ulung, aku langsung mengiyakan saat Andre mengajak jalan-jalan ke Jalan Gula. Aku sudah sering mendengar tentang bagusnya tempat itu. Penasaran ingin ke sana tapi tak sempat-sempat dan juga memang belum tahu tempat tepatnya di sebelah mana.

Banguan tua jalan Gula Surabaya
Ganteng yang tertutup tabir kegelapan.

Kebetulan Andre arek Suroboyo asli, jadi dia yang sudah paham lokasi itu bisa menjadi penunjuk jalan yang aman dan terpercaya. Selain itu, dengan pergi dengannya, nanti di lokasi pemotretan dia bisa berperan ganda menjadi model sekaligus gantian sebagai tukang ambil gambar.

Aslinya berkunjung ke Jalan Gula dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2.000 dan biaya kebersihan Rp seikhlasnya. Tapi karena aku tiba di sana kepagian, yang bahkan tukang parkirnya saja belum datang, membuat kunjungan kami ke Jalan Gula pagi itu benar-benar gratis. Padahal kalau ada penjaganya, wisatawan bisa meminjam sepeda tua untuk properti foto.

Spot foto unik Surabaya
Siapa yang mau, menghuni gedung tua... #rock

Hari yang masih terlalu pagi, ditambah cuaca mendung yang sempat dihiasi rintik-rintik gerimis, membuat suasana horror semakin terasa saat kami tiba di Gedung Tua Jalan Gula. Tempat ini hanya berupa gang kecil sepanjang sekitar 50 meter, yang di kanan kirinya berdiri bangunan kuno yang terbengkalai dan mungkin memang sengaja tidak dipugar demi daya tarik pariwisata.

Warna cat di dinding-dindingnya sudah sangat kusam bahkan menghitam. Begitu juga semen yang menutup tembok, sudah banyak yang terkelupas sehingga menampakkan batu batanya yang rapuh dan pudar. Di sisi yang lain, lumut-lumut liar dan tumbuhan pakis tampak tumbuh subur tak terawat. Sementara di bagian dinding yang masih utuh, dipenuhi tulisan semprotan pilox karya anak bangsa.

Gedung tua Gang Gula Surabaya
Aku ngantuk. Kamu siapa?

Belum lagi kusen-kusen jendela yang reot, daun jendelanya yang lapuk, serta teralis besi yang berlumur karat, semakin menambah lengkap kesan horror lorong Jalan Gula. Dan tempat ini justru menarik karena semua itu. Andai direnovasi, misalnya dindingnya disemen lagi dan dicat ulang, aku yakin gang Gula menjadi biasa saja dan tak lagi menarik.

Pada masa penjajahan kompeni Belanda, gedung tua di Jalan Gula ini adalah gudang tembakau. Sudah sangat lama bangunan ini dibiarkan kosong bahkan tanpa penerangan. Sehingga kalau malam, menurut Andre suasananya sangat menyeramkan. Malah katanya sudah beberapa kali dijadikan lokasi syuting acara-acara semacam 'Uji Nyali' televisi swasta. Selain itu, tempat ini juga kerap digunakan untuk lokasi foto preweding berkonsep bangunan tua.
Karena sebenarnya gang ini adalah jalan, bukan tempat wisata, jadi jangan kesal kalau nanti teman-teman berkunjung ke sini, terus saat asyik foto-foto, ada orang atau kendaraan lewat. Aku aja mengalami itu. Udah pasang gaya ganteng maksimal dan siap difoto, tahu-tahu ada motor lewat. Ya, mau tak mau memang harus minggir dulu.

Berikut ini beberapa hasil menggila di Jalan Gula beberapa waktu lalu.

Foto unik Jl. Gula Surabaya
Saat tak ada bahu untuk bersandar, masih ada SCTV untuk semua.

Foto keren di Jalan Gula Surabaya
Inilah Andre...

Hunting foto ke jalan Gula
Bikin tembok semakin terlihat kotor aja!

Fotografi Surabaya
Lagi serius main DU Speed Booster.

Bangunan kuno di Jalan Gula
Salam empat jari.

Selain yang di atas, ada beberapa foto lain yang aku pajang di Instagram. Ini salah satunya.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Arizuna Zukirama (@zuckici) pada

Kalau teman-teman traveler berminat berburu foto berlatar belakang bangunan tua seperti di atas, silakan datang saja ke Jalan Gula. Alamat Jalan Gula, ya di Jalan Gula sih, hehe. Lengkapnya Jl. Gula Bongkaran, Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Arah-arahnya agak susah dijelaskan. Tergantung posisi keberangkatannya dari sebelah mana. Karena waktu itu aku dari pusat kota, lokasi Jln. Gula kira-kira 200 meter arah barat dari Jembatan Merah. Lebih gampangnya silakan cek Google Maps, dikombinasikan dengan nanya ke orang-orang selama menuju lokasi. Soalnya tempatnya nyelempit dan kalau mata tidak jeli memperhatikan, bisa-bisa terlewati.

Spot bangunan tua di Surabaya
Cuma duduk biasa. Bukan duduk persoalan apalagi duduk permasalahan. Iya.

Saran aku datang ke sini sebaiknya agak siangan. Saat sang juru kunci Gang Gula sudah datang. Karena kalau ada penjaganya, pengunjung bisa meminjam sepeda tua untuk properti foto, sehingga konsep foto urban yang dihasilkan semakin maksimal. Sekaligus bisa bertanya-tanya tentang sejarah bangunan-bangunan yang ada di sana. Tidak perlu kuatir gosong meski Surabaya terkenal dengan hawa panasnya. Cuaca di lokasi dijamin sejuk. Panas matahari terhalangi oleh tingginya bangunan-bangunan tua itu sendiri, dan juga pepohonan di ujung gang.


Jangan Lewatkan

27 comments:

  1. Saya cuma mau bilang satu hal....KEREN...., tempat begitu bisa jadi kelihatan keren....spertinya fotografernya udah pro....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlihat dari penngambilan angel dan teknik pemotretan yang terbilang cukup artistik ya bang...

      Delete
    2. Hahaha. Terima kasih Bang Purba dan Kang Maman. :)

      Delete
  2. Kalau di jakarta, ada kota tua, cocok buat yang suka fotografi bertema bangunan2 klasik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kapan-kapan nanti aku bisa berkunjung ke kota Tua di ibu Kota itu. :)

      Delete
  3. Bikin tembok semakin terlihat kotor aja! <- ini maksudnya yg difoto ya mas :)
    semakin banyak anak muda yg demen sama yg tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena yang tua legih bersahaja, hehehe...

      Delete
    2. yang tua lebih agresif kali,,,,

      Delete
    3. Hahaha. Sampeyan selalu paham dengan apa yang saya maksud. :)

      Delete
  4. ini kalo jualan di gang gula ini laku kali ya. belum ada yang jualan kayanya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak tau juga, Mang, entah laku atau kagak. Soalnya lokasinya emang sepi sih. Kalau jualan takut nggak ada yang beli mungkin...

      Delete
  5. ketuaannya bangunan di jalan Gula tersebut mengingatkan ketika saya melewati jalan gula bersama pacar kala itu kita berdua foto bersama, eladala dibelakangnya ada penampakan...iya di jalan Gula itu...tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. kemana adminnya ya? tamunya udah bererod ngantri noh...

      mau follow juga malah eror kolomnya, nggak jadi deh tuh

      Delete
    2. Wah beneran nggak nih ceritanya, Mang? Haha. Kalau benar seru juga tuh..

      Delete
  6. menambahkan filter pada photonya jadi seperti di luar negeri... jadi lebih vintage gmn gitu... aslinya kyk kumuh ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau lokasinya ggak kumuh kok, Mas. Bersih karena ada penjaganya juga. Cuma memang bangunannya sengaja dibiarin tua tak terawat seperti itu..

      Delete
  7. potonya terkesan serem mas....untunya aktionnya pake kaca mata....serenya tergantikan tampang keren

    ReplyDelete
  8. aakkkk kemaren pas aku di surabayaaaaa

    tau gitu kann aku nebeng gaul sama kamu kak huhuhuhuy

    malah keren banget lagi hasil pict nya disana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah, salahnya gak ngabarin pas ke sini. :)

      Delete
  9. Keren tempate gan. Kapan2 tak kesitu juga :)

    ReplyDelete
  10. Tapi sayang sekali, tangan-tangan jahil mencorat-coret dinding. Memang cocok untuk photo-photo praweding, nuansa tua dan alami punya daya tarik sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kalau menurut aku coretan-coretan itu malah menambah bagus, hehe.

      Delete

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.