Yuk Ikut Gerakan Sejuta Wakif Milenial Bersama Dompet Dhuafa dan Tabung Wakaf

Hari rabu tanggal 23 Oktober 2019 kemarin, menjadi hari paling menyenangkan bagi saya sebagai seorang blogger. Pasalnya pada hari tersebut saya diundang untuk mengikuti acara keren bertajuk 'Meet Up! Wakaf, Media dan Blogger Gathering' yang diselenggarakan di Rumah Sakit AKA Media Dompet Dhuafa, Kecamatan Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur.


Kenapa sampai saya bilang 'paling menyenangkan'?

Pertama, ini adalah pertama kalinya saya ikut acara kumpul-kumpul bersama orang-orang yang sama-sama hobi ngeblog. Saya memang sudah lama ngeblog, tapi sampai sekarang tidak pernah ikut paguyuban ataupun komunitas-komunitas Blogger. Selama ini ngeblog dari kesunyian. Jadi begitu dapat email undangan untuk berkumpul dengan blogger-blogger lain, senangnya saya itu benar-benar senang banget!

Kedua, di Lampung ini saya ini termasuk pendatang baru. Baru sekitar enam bulan saya berada di provinsi berjuluk Sai Bumi Rua Jurai ini. Sebagai orang baru, tentunya saya merasa terhormat diajak di event sekeren Blogger Meet Up Wakaf Lampung, padahal mungkin banyak blogger-blogger asli Lampung lainnya yang lebih layak mendapat undangan tersebut.

Ketiga, sebagai warga baru, tentunya saya belum memiliki banyak kenalan di Lampung. Dan berkat Media dan Blogger Gathering yang ditaja Dompet Dhuafa ini, Alhamdulillah saya jadi memiliki teman-teman baru, terlebih teman-teman baru ini sama-sama penggiat media baik itu blogger maupun wartawan. Jadi senangnya semakin menjadi-jadi. Karena dalam acara ini, selain dihadiri teman-teman dari Komunitas Tapis Blogger, juga hadir Abang-abang wartawan dari beberapa media seperti TVRI, Republika, dan lain-lain.

Keempat, ini yang paling membahagiakan buat saya. Dari acara ini, saya mendapat ilmu dan pengetahuan baru tentang Dompet Dhuafa. Selama ini memang sudah kerap mendengar tentang Dompet Dhuafa, tapi baru pada hari tersebut saya bisa mengetahuinya lebih jauh serta mengenalnya lebih dalam.


Sebelumnya saya kira, Dompet Dhuafa adalah lembaga penyalur donasi dari masyarakat untuk kaum dhuafa berupa bantuan uang tunai, sembako, dan rumah. Tapi ternyata tidak hanya itu. Lewat penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh Pak Bobby P Manullang selaku General Manager Mobilisasi Dompet Dhuafa, serta dr. Agus Tiono selaku Manajer Operasional RS AKA Medika Sribhawono, saya jadi tahu bahwa Dompet Dhuafa lebih luas lagi peranannya dalam kemanusiaan. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga pengembangan sosial.

Di bidang pendidikan misalnya, Dompet Dhuafa telah mengembangkan wakaf produktif pada Sekolah SMART Ekselensia di Parung dan Cibinong. Kemudian juga Pesantren Hafidz Village yang akan dibangun di Lido, Jawa Barat.

Di bidang ekonomi, Dompet Dhuafa mengembangkan Kampung Agroindustri di Kebun Indonesia Berdaya, Subang, Jawa Barat. Gula Semut Kelapa Alami, di Pacitan, Jawa Timur. Juga pengembangan Sentra Ternak, Perikanan, Kampung Wisata dan Pemberdayaan Ekonomi lainnya yang memberikan dampak sosial yang lebih luas dengan menghadirkan lapangan kerja, sehingga bisa mengurangi pengangguran dan dalam pengentasan kemiskinan.

Sementara di sektor kesehatan, Dompet Dhuafa telah mengoperasikan beberapa rumah sakit dan masyarakat dhuafa bisa mendapatkan layanan gratis di Rumah Sakit tersebut. Di antaranya, RS Rumah Sehat Terpadu di Parung, Bogor, yang telah melayani lebih dari 15 ribu dhuafa per bulan. Dan juga RS AKA Medika Sribhawono, tempat dilaksanakannya 'Wake Up! Wakaf, Media & Blogger Gathering' ini.


"Kami sangat terima kasih banyak kepada RS AKA Sribhawono, yang telah banyak membantu istri saya selama berobat mulai dari bulan juni 2018  sampai mei 2019. Kami bisa meneruskan pengobatan di jakarta tidak ada hambatan apapun, karena di bantu oleh RS. AKA Sribhawono. Baik dari segi transportasi dan keperluan yang lainnya di fasilitasi oleh RS AKA Sribhawono," pengakuan Abdul Azizi, salah satu penerima manfaat Rumah Sakit AKA Medika DD Sribhawono.

Acara 'Meet Up! Wakaf, Media dan Blogger Gathering' ditutup dengan hospital tour.

Yang paling berkesan bagi saya dalam acara ini adalah dicanangkannya Gerakan Sejuta Wakif (pewakaf) Milenial. Lewat gerakan tersebut, Dompet Dhuafa ingin mengajak kaum milenial untuk mulai berwakaf. Tidak perlu menunggu sampai memiliki penghasilan tinggi, saat sudah kaya atau ketika telah mapan. Para milenial yang masih SMA, kuliah, atau masih mulai merintis karir, juga bisa berwakaf meski dengan uang seharga secangkir kopi. Biarpun cuma Rp 10.000 atau Rp 20.000, itu sudah merupakan kontribusi dalam kemajuan bangsa.

Dari wakaf uang seharga secangkir kopi tersebut, nantinya akan disatukan dengan  wakaf produktif dari donatur lainnya, untuk kemudian disalurkan untuk kepentingan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan juga pengembangan sosial masyarakat Indonesia.

Cara donasinya juga sangat gampang dan kekinian sehingga ramah bagi kaum muda. Bisa melalui Dompet Dhuafa, dan bisa juga lewat Tabung Wakaf.

Tentunya, selain untuk kepentingan dunia dengan ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia, setiap wakaf yang anda berikan dengan ikhlas, manfaatnya akan didapatkan hingga ke akhirat. Karena wakaf anda akan menjadi amal jariyah, yang pahalanya akan terus mengalir bahkan ketika anda sudah meninggal dunia. Sebagaimana kata Pak Bobby P Manullang, "Siapakah manusia yang paling berbahagia? Manusia yang berhenti nafasnya, namun tidak berhenti pahalanya!"

Penggemar Manchester United kalau pas lagi sering menang.

Jangan Lewatkan

1 komentar:

  1. wah mantap, selain bisa ngeblog juga memberi manfaat untuk orang lain

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.