Cara Mencairkan JHT Sebesar 10% dan 30% Untuk Peserta BPJS TK yang Masih Bekerja

Kali ini membahas bagaimana cara mengambil uang JHT sebesar 30% untuk biaya perumahan dan 10% untuk persiapan pensiun bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) aktif yang masih bekerja atau berstatus karyawan perusahaan. Jadi buat kamu yang belum tahu, bahwa selain bisa diklaim langsung seluruhnya alias 100%, uang tabungan JHT juga boleh diambil bertahap atau sebagian dulu. Besarnya dana JHT yang boleh diambil adalah 10% atau 30% dari total keseluruhan saldo.

Tujuan dari program pencairan JHT berkala atau sebagian tersebut supaya kamu yang statusnya masih bekerja, bisa mendapatkan modal untuk mempersiapkan pensiun dan modal untuk memiliki hunian pribadi. Misalnya untuk DP beli rumah. Sehingga diharapkan nanti ketika kamu sudah tidak bekerja lagi, kamu sudah mandiri menjalani masa tua serta sudah memiliki rumah sendiri.

JHT atau Jaminan Hari Tua, yang merupakan salah satu program andalan dari asuransi BPJS TK (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) memang terbukti sangat memberi manfaat bagi pekerja di Indonesia. Program ini semacam celengan selama kamu bekerja di perusahaan, yang iuran bulanannya dibayar secara gotong royong antara perusahaan dengan tenaga kerja. Besarnya iuran program JHT ini adalah 5,7% dari upah tenaga kerja per bulan. Dengan rincian 3,7% dibayar oleh perusahaan atau pemberi kerja, sementara yang 2% dipotong dari gaji kamu.



Selain memberi manfaat nanti di saat kamu sudah berhenti bekerja berupa pencairan tunai seluruh saldo yang telah terkumpul, JHT juga bisa kamu ambil manfaatnya walaupun saat ini masih aktif bekerja dengan cara mengambil sebagian saldonya saja, yaitu sebesar sepuluh persen atau yang tiga puluh persen. Dengan rincian, klaim JHT 10% untuk kamu gunakan sebagai persiapan pensiun, dan pencairan JHT 30% jika kamu ingin menggunakannya untuk dana perumahan.


Akan tetapi dari dua pilihan klaim JHT sebagian tersebut, kamu hanya boleh mencairkan salah satunya saja. Terserah mau yang sebesar 10% atau yang 30%. Tidak boleh dua-duanya. Dan kalau sudah pernah mencairkan JHT bertahap baik yang sebesar 10% atau 30%, maka kamu tidak bisa mencairkan JHT sebagian lagi. Pencairan selanjutnya adalah klaim JHT penuh alias 100%, dan itu baru bisa dilakukan nanti ketika kamu sudah berhenti bekerja, atau ketika sudah memasuki usia pensiun yaitu 57 tahun.

Syarat-syarat Mencairkan Dana JHT 10% & 30%


Bagi kamu yang saat ini masih aktif bekerja di perusahaan dan tertarik mencairkan dana JHT sebagian, entah itu yang 10% atau yang 30%, berikut ini syarat-syarat dan ketentuannya:

  • Sudah menjadi peserta Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan minimal 10 tahun.
  • Perusahaan tertib iuran dalam rentang waktu 10 tahun tersebut.
  • Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih aktif, artinya kamu masih berstatus karyawan di perusahaan.
  • Belum memasuki masa pensiun alias berusia di atas 57 tahun.

Dokumen-dokumen Persyaratannya


Selain persyaratan kriteria di atas, untuk klaim sebagian dana JHT sebesar 10% atau yang 30% kamu juga wajib melengkapi berkas-berkas atau dokumen persyaratannya. Berikut ini rincian dokumennya:


Untuk Pencairan JHT 10%:

  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. KTP elektronik asli dan fotokopi.
  3. Kartu Keluarga asli dan salinannya.
  4. Buku rekening tabungan atas nama pribadi asli dan fotokopi.
  5. Surat keterangan asli dari perusahaan bahwa kamu masih aktif bekerja dengan keterangan tertulis bahwa keterangan tersebut untuk pengajuan klaim JHT sebesar 10% untuk persiapan pensiun.
  6. Form pengajuan klaim JHT (F5) diisi lengkap. Formulir tersebut bisa diambil di kantor BPJS TK terdekat.
  7. Foto Terbaru Peserta yang bersangkutan.
  8. Khusus untuk peserta yang jumlah saldo JHT-nya sudah lebih 50 juta, wajib membawa kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) asli dan fotokopi.


Untuk Pencairan JHT 30%:

  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. KTP elektronik asli dan fotokopi.
  3. Kartu Keluarga asli dan salinannya.
  4. Buku rekening tabungan atas nama pribadi asli dan fotokopi.
  5. Surat keterangan asli dari perusahaan bahwa peserta masih aktif bekerja dengan keterangan tertulis bahwa keterangan tersebut untuk pengajuan klaim JHT sebesar 30% untuk biaya perumahan.
  6. Membawa dokumen perumahan yaitu antara lain tanda terima booking fee, standing instructions, SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit), dan akad kredit dari pihak perbankan.
  7. Form pengajuan klaim JHT (F5) diisi lengkap. Formulir tersebut bisa diambil di kantor BPJS TK terdekat.
  8. Foto Terbaru Peserta yang bersangkutan.
  9. Khusus untuk peserta yang jumlah saldo JHT-nya sudah lebih 50 juta, wajib membawa kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) asli dan fotokopi satu lembar.

Itulah syarat dokumen yang harus dilampirkan, untuk pencairan JHT bagi kamu peserta BPJS ketenagakerjaan yang masih aktif bekerja setelah 10 tahun masa kepesertaan, baik itu untuk pencairan yang 10% maupun yang 30%.

Prosedur Pencairan JHT 10% dan 30%


Untuk tata cara dan prosedur pencairan saldo JHT 10% dan 30%, tidak jauh berbeda dengan proses pencarian dana JHT pada umumnya yang sebesar 100%. Bisa dilakukan secara langsung dengan datang ke kacab BPJS Ketenagakerjaan terdekat di daerah kamu, dengan membawa seluruh berkas-berkas persyaratan yang telah disebutkan di atas.

Dan saat ini, untuk mengurus pencairan duit Jaminan Hari Tua di kantor cabang BPJSTK, peserta harus booking nomer antrian alias registrasi no antrean secara online terlebih dahulu. Sistem tersebut diberlakukan supaya proses klaim di kantor cabang lebih rapi dan teratur, tidak sesak dan ribut rebutan nomor antrean seperti sebelumnya. Tutorial lengkap cara mendaftar nomer antrian on-line bisa kamu baca Di Sini.

Selain dicairkan secara manual, pengajuan klaim dana JHT 10% dan 30% juga bisa kamu lakukan secara secara online melalui layanan e-Klaim JHT dengan mengirimkan scan-an dokumen-dokumen persyaratan. Nanti setelah pengajuan online kamu disetujui, kamu akan diundang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk menyerahkan berkas persyaratan yang asli untuk kepentingan validasi data faktual.

Dana JHT biasanya akan cair dan masuk ke dalam rekening sekitar 7 hari kerja setelah proses administrasi dan verifikasi dokumen di kantor cabang BPJSTK. Atau tinggal disesuaikan dengan informasi yang diberikan petugas di kacab BPJS Ketenagakerjaan tempat kamu mengurus klaim sebagian saldo JHT tentang berapa lama estimasikan waktu cairnya.


Baca Juga: Simak Perbedaan Berkas-berkas Persyaratan Pencairan Dana JHT BPJSTK Berdasarkan Penyebab Peserta Berhenti Bekerja


Pajak Progresif Untuk Klaim Dana JHT


Untuk diketahui, dalam pencairan JHT bertahap setelah 10 tahun kepesertaan ini, kamu akan dikenakan pajak progresif yang besarnya mulai 5% hingga 30%, yang disesuaikan dengan nilai saldo JHT kamu. Berikut rinciannya:


  • Jika saldo JHT kamu di bawah Rp 50 juta, akan dikenakan pajak sebesar 5%.
  • Jika saldo JHT kamu antara Rp 50 juta sampai Rp 250 juta, tarif pajaknya sebesar 15%.
  • Jika saldo JHT kamu antara Rp 250 juta sampa Rp 500 juta, kamu akan dikenakan pajak sebesar 25%.
  • Jika saldo JHT kamu sudah lebih dari 500 juta, maka tarif pajaknya adalah 30%.
  • Jika kamu tidak pernah mencairkan JHT bertahap atau sebagian karena 10 tahun masa kepesertaan ini, artinya saldo JHT kamu terus dibiarkan untuh hingga masa pensiun. Maka nanti ketika pencairan di usia pensiun (57 tahun), berapapun total jumlah saldonya, kamu hanya dikenakan pajak sebesar 5%.
  • Tapi jika dicairkan sebelum masa pensiun, dan saldo JHT kurang dari 50 juta, maka sama sekali tidak akan terkena potongan pajak.

Demikianlah artikel ZUCKICI.COM kali ini. Mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik dan bisa membantu kalian yang tengah mencari informasi tentang tata cara dan prosedur pencairan saldo JHT Jamsostek sebesar 10% untuk dana persiapan pensiun, dan 30% untuk biaya memiliki rumah, bagi kamu peserta asuransi BPJS Ketenagakerjaan yang statusnya masih bekerja di perusahaan.

Sulit Mendapatkan Antrian Online? Gak Usah Khawatir, Cairkan Saja Dana JHT Kamu di Bank yang Bekerjasama dengan BPJS TK

Tata cara mencairkan uang JHT melalui SPO bank-bank yang ditunjuk BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek). Yups, topik tersebut yang akan ZUCKICI.COM kupas di pertemuan kali ini. Tentunya metode klaim JHT via bank ini bisa menjadi alternatif yang patut teman-teman coba, mengingat saat ini kalau mau mengajukan pencairan secara langsung di kantor cabang BPJSTK, harus mendaftar atau booking nomor antrian secara online terlebih dahulu.

Meski sebenarnya tujuan dari layanan registrasi antrian online tersebut untuk mempermudah peserta dalam mengklaim tabungan JHT, supaya tidak perlu lagi datang pagi-pagi sekali agar kebagian nomor antri. Namun pada kenyataan banyak peserta yang justru merasa dipersulit. Selalu saja gagal mendapatkan no antrean meski daftarnya sudah dibela-belain dilakukan pada dini hari. Hal tersebut karena kuota antrian yang disediakan di setiap kacab Bpjs Tk memang sangat terbatas. Sehingga sering penuh dan banyak peserta yang tak kebagian.

Nah buat kamu yang selalu gagal dan gagal lagi mendapatkan no antrian on-line untuk pencairan di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, sebaiknya kamu menjajal mencairkan saldo JHT kamu di SPO (Service Point Office) bank-bank yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Karena di sana tidak diberlakukan sistem antrian online. Jadi bisa langsung diproses di hari yang sama pada saat kamu datang ke sana.



Lalu bagaimana sih prosedur mencairkan uang Jaminan Hari Tua atau JHT BPJS Ketenagakerjaan lewat bank? Berikut ini langkah-langkahnya:

Temukan Bank yang Melayani Klaim JHT


Pertama kamu harus mencari tahu dulu bank di daerah kamu yang telah bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) yang bisa digunakan untuk mengurus klaim tabungan JHT. Pasalnya, kantor cabang BPJSTK di tiap daerah terkadang bekerjasama dengan bank yang berbeda-beda.

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari sosial media resmi BPJS Ketenagakerjaan, untuk saat ini bank yang bisa melayani pengajuan klaim saldo JHT adalah bank BNI (Bank Nasional Indonesia) dan BJB (Bank Jabar Banten). Padahal beberapa waktu lalu, cukup banyak SPO bank yang bisa digunakan, mulai dari BRI (Bank Rakyat Indonesia), Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Bukopin, BTN (Bank Tabungan Negara), BCA (Bank Central Asia) dan bahkan Kantor POS Indonesia juga melayani pengajuan klaim. Tapi entah mungkin sekarang telah berubah peraturannya.

Untuk informasi pastinya, kamu bisa menanyakan langsung kepada bank-bank nasional yang berada di sekitar tempat tinggal kamu, apakah mereka melayani pencairan uang JHT atau tidak. Atau bisa juga dengan mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di kota kamu untuk menanyakan perihal tersebut. Nanti pihak BPJS TK akan melakukan pengecekan, untuk kemudian merekomendasikan bank apa dan unit mana yang bisa dipakai untuk pencairan duit JHT.

Fotografi Bagus dan Menarik Uang Kertas Rupiah

Pastikan Sudah Memenuhi Syarat-syaratnya


Setelah menemukan bank yang melayani pencairan dana JHT, sebelum berangkat ke sana pastikan kamu memang sudah memenuhi syarat untuk mengambil seluruh tabungan JHT kamu. Jangan sampai pengajuan klaim kamu ditolak gara-gara terdeteksi ada syarat yang belum kamu penuhi. Adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Sudah berhenti bekerja dari perusahaan minimal 1 bulan. Gak boleh kurang! Baik itu berhenti karena mengundurkan diri (resign), kontrak kerja yang telah selesai, pemutusan hubungan kerja (PHK), cacat total permanen, meninggal dunia dan sebab-sebab lainnya.
  • Pada saat mengajukan pencairan kamu harus dalam kondisi menganggur alias belum bekerja lagi di perusahaan manapun. Misalkan sebelumnya kamu sudah berhenti bekerja di PT. A, tapi sekarang kamu sudah jadi karyawan lagi di PT. B, maka tabungan JHT kamu yang dikumpulkan selama bekerja di PT. A belum bisa diambil.
  • Kepesertaan atau kartu BPJSTK kamu sudah benar-benar tidak aktif. Artinya, pihak perusahaan sudah menghentikan iuran dan juga melapor ke BPJS Ketenagakerjaan bahwa kamu sudah tidak bekerja. Jika kepesertaann BPJS Ketenagakerjaan masih terdeteksi aktif, walaupun sudah kamu berhenti bekerja, maka dana JHT juga belum bisa diklaim.

Persiapan Seluruh Berkas-berkas Persyaratannya


Selain syarat-syarat kriteria di atas, kamu juga wajib memiliki dokumen atau berkas-berkas persyaratan klaim JHT, yang nantinya akan kamu bawa ke bank untuk proses pencairan. Dokumen-dokumen tersebut antara lain:

  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan asli.
  2. KK (Kartu Keluarga) asli dan fotokopi.
  3. KTP elektronik asli beserta salinannya.
  4. Paklaring/surat pengalaman kerja/surat referensi/surat rekomendasi jika kamu berhenti karena resign.
  5. Surat keterangan Pemberhentian Kerja jika kamu berhenti bekerja karena PHK.
  6. Surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima untuk kamu yang berhenti bekerja karena habis kontrak.
  7. Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) apabila saldo JHT kamu lebih dari Rp 50.000.000.
  8. Buku rekening tabungan atas nama kamu, tidak boleh buku tabungan atas nama orang lain.

Karena pengajuan pencairan ini akan dilakukan di bank, kemungkinan untuk berkas buku tabungannya wajib menggunakan buku tabungan bank yang akan kamu gunakan untuk mengurus klaim. Umpamanya kamu mau mencairkan di bank BNI, maka kamu wajib memiliki rekening tabungan di BNI. Tidak usah khawatir jika belum punya, karena nanti pihak bank akan dengan senang hati membuatkan rekening tabungan buat kamu.

Proses Pengajuan Klaim JHT di Bank


Kalau semua syarat dan ketentuannya sudah terpenuhi, dokumen-dokumen persyaratannya juga sudah komplit tidak kurang satu pun, langkah selanjutnya kamu sudah bisa datang ke bank yang telah direkomendasikan BPJS Ketenagakerjaan untuk proses pencairan. Nanti sesampainya di bank, katakan secara baik-baik kepada security bank atau Costumer Service bahwa kedatangan kamu adalah untuk mengurus klaim dana JHT BPJSTK (Jamsostek). Bukan untuk membobol ATM apalagi mau merampok bank.

Nanti kamu akan diarahkan untuk mengisi formulir klaim saldo JHT, ceklis kelengkapan dokumen, serta menandatangani surat pernyataan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan manapun di atas materai 6000. Jika sudah, seluruh berkas dan juga formulir yang telah diisi tadi akan diperiksa oleh pegawai bank. Kalau sudah benar dan cocok semua, kamu sudah dibolehkan pulang dan tinggal menunggu tabungan JHT kamu cair masuk ke dalam rekening tabungan kamu.

Berkas pengajuan klaim dana JHT kamu tersebut, nantinya akan disatukan dengan berkas-berkas pengajuan klaim JHT milik peserta yang lain yang juga mengurus pencairan di bank tersebut. Setelah itu oleh pihak bank akan dikirim ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan setiap hari selasa dan jum'at.

Menunggu Dana JHT Cair


Karena diurus lewat bank, cairnya dana JHT memang akan sedikit lebih lama jika dibandingkan mengurus langsung ke kantor cabang BPJS ketenagakerjaan. Karena bisa dibilang pihak bank hanya sebagai perantara. Yang berhak menyetujui cair atau tidaknya dana JHT kamu tetap pihak BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasarkan pengalaman rekan saya yang beberapa waktu mengurus klaim dana JHT lewat bank BRI, lamanya dana JHT cair ke rekening tabungan jika mengurus pencairan melalui bank adalah 14 hari sejak berkas pengajuan dikirim ke BPJS Ketenagakerjaan oleh pihak bank. Namun untuk perihal tersebut, silahkan disesuaikan dengan informasi yang diberikan oleh pihak bank pada saat kamu mengajukan klaim. Bisa jadi lebih cepat, atau bahkan bisa juga malah lebih lama.

Seperti itulah cara terbaru mencairkan saldo JHT Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan lewat bank tahun 2019. Tentunya dengan adanya metode klaim JHT via bank ini, bisa menjadi alternatif bagi kamu yang mau nyairin uang JHT secara langsung di kantor cabang tapi selalu terkendala susahnya mendaftar antrian online.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa klik bagikan artikel ini di sosial media supaya banyak teman-teman peserta BPJS TK lain mengetahui informasi ini.

Curriculum Vitae dengan Bahasa Inggris Ternyata Jauh Lebih Diunggulkan untuk Melamar Kerja

Hal pertama yang harus dilakukan jika ingin melamar pekerjaan adalah membuat CV. Bagaimanapun CV atau curriculum vitae ini memiliki peran yang sangat penting apakah nantinya lamaran kamu akan diproses lebih lanjut ataukah tidak. Maka dari itu pastikan mulai dari sekarang kamu sudah memilikinya, sehingga nanti ketika sudah ada lowongan kerja kamu bisa langsung mendaftar, tidak perlu lama-lama lagi karena belum memiliki CV.

Membuat CV atau Resume Berbahasa Inggris

Namun penting juga buat kamu untuk memahami bagaimana cara membuat CV yang baik dan juga benar. Karena kalau dari segi CV saja sudah tidak menarik, pihak HRD perusahaan biasanya juga tidak akan memanggil kamu untuk proses selanjutnya yaitu wawancara atau interview. Salah satu cara agar CV atau resume kamu menarik di mata HRD ialah menuliskannya dengan menggunakan bahasa Inggris. Makanya saat ini cukup banyak para pencari kerja yang tidak lagi menggunakan daftar riwayat hidup berbahasa Indonesia, melainkan berbahasa Inggris karena bisa mendapatkan nilai lebih.

Dan itu memang benar, mereka yang menggunakan CV berbahasa asing ini nantinya akan mendapatkan nilai plus dalam melamar kerja. Hal tersebut karena:
  1. Membuktikan kemampuan berbahasa Inggris kamu, sehingga dianggap lebih unggul jika dibandingkan dengan calon pelamar yang lainnya. Di mana kebanyakan masyarakat Indonesia memang masih memakai CV yang berbahasa Indonesia. 
  2. Jadi nilai lebih di hadapan HRD, dengan CV berbahasa inggris ini ternyata juga bisa memberikan nilai lebih, khususnya dari segi soft skill yang dimiliki artinya kamu juga bisa berbahasa asing. 
  3. Peluang untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya juga semakin tinggi, keuntungan tambahan yang juga bisa dirasakan disini tidak lain adalah kemungkinan kamu dipanggil untuk wawancara atau tahap lanjutan dalam melamar pekerjaan juga akan semakin tinggi, dibandingkan dengan mereka yang kemampuannya standard atau biasa-biasa saja.

Sukses Mengikuti Interview Kerja

Jadi jangan ragu untuk menggunakan CV yang berbahasa asing, namun pastikan hanya riwayat hidup saja yang memakai bahasa Inggris, melainkan asah atau bekali diri kamu dengan kemampuan dalam berbahasa asing juga. Mulai ikuti les bahasa inggris untuk orang dewasa sekarang juga, cari lembaga les yang berkualitas, bukan abal-abal, seperti diantaranya adalah di English First, jaminan kualitas tenaga pengajar bahkan ada garansinya.

Apa Saja Bidang Pekerjaan Untuk TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Korea Selatan? Ini Dia Rinciannya

Apa aja jenis atau sektor pekerjaan di Korea Selatan yang bisa dilamar oleh PMI (Pekerja Migran Indonesia)? Bagi kamu yang memiliki keinginan merantau ke Korea jadi TKI atau yang sekarang disebut PMI, pasti pernah muncul pertanyaan demikian walaupun cuma mungkin sekedar di hati. Apakah kerjanya jadi sopir seperti TKI yang di Arab Saudi? Apa jadi pembantu rumah tangga kayak TKW di Hongkong? Apa bekerja di perkebunan kelapa sawit dan karet kayak pekerja Indonesia di Malaysia? Apa kerja kantoran? Jaga toko? Kang ojek?

Untuk diketahui, penempatan TKI ke Korea Selatan yang dikelola BNP2TKI bekerjasama dengan HRD Korea lewat program G to G (Government to Government), setidaknya sampai saat ini tidak ada untuk dijadikan asisten rumah tangga, sopir, merawat orang jompo, apalagi di bekerja di perkebunan sawit atau karet. Pekerjaan untuk TKI di Korea hanya pada sektor tertentu saja, yang mana telah ditetapkan dan disepakati oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Selatan.

Nah kalau kamu penasaran ingin tahu apa aja pekerjaan untuk para Pekerja Migran Indonesia di Korsel, lewat artikel ini saya akan berikan informasinya.



Berdasarkan dari apa yang disampaikan oleh BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) melalui sosial media resminya beberapa waktu lalu, bidang-bidang pekerjaan yang potensial untuk diisi oleh tenaga kerja Indonesia ialah:

1. Sektor Manufaktur


Sektor ini termasuk potensial karena membutuhkan banyak tenaga kerja. Dan memang, TKI yang sedang berada di Korea saat ini kebanyakan memang bekerja di sektor ini, namun tentunya pada industri atau pabrik yang berbeda-beda.

Berikut ini beberapa industri yang bisa dijajal oleh para PMI yang ingin bekerja ke Korea Selatan.

  • Otomotif
  • Elektronik.
  • Furniture
  • Tekstil.

2. Sekror Kontruksi


Seperti di Indonesia, perusahaan-perusahaan di Korea Selatan juga banyak yang bergerak di sektor konstruksi alias kerja bangunan.

Foto pria tampan dan ganteng rela bekerja sebagai buruh bangunan

Selain membangun rumah dan gedung, ada banyak hal lain yang dikerjakan oleh PMI ketika bekerja di sektor konstruksi. Seperti:

  • Pembuatan jalan dan jembatan.
  • Pembangunan fasilitas umum dan khusus.
  • Pembangunan fasilitas kelistrikan dan komunikasi.
  • Perusahaan penyewaan alat untuk pembangunan konstruksi.

3. Sektor Pertanian


Bekerja di sektor ini juga bisa menjadi pilihan bagi para PMI yang ingin bekerja ke Korea Selatan. Beberapa pekerjaan yang ditawarkan di sektor ini untuk para PMI yang ingin bekerja ke Korea Selatan adalah:

  • Memanen buah dan sayur.
  • Penanaman dan perawatan hasil tani.
  • Pengolahan hasil panen.

4. Sektor Jasa


Sektor ini merupakan bidang pelayanan. Ada beberapa bidang pekerjaan yang bisa dimasuki oleh para PMI yang ingin bekerja ke Korea Selatan di bidang ini, yaitu:

  • Reparasi alat rumah tangga.
  • Penyewaan jasa gedung.
  • Pelayanan pariwisata.
  • Pelayanan hotel.

5. Sektor Perikanan


Pada sektor perikanan atau fishing ini, tak hanya penangkapan ikan di laut, perusahaan pengolahan ikan juga termasuk. Berikut beberapa pekerjaan yang ditawarkan di sektor ini untuk para PMI yang ingin bekerja ke Korea Selatan:

  • Tambak perikanan.
  • Penangkapan ikan di laut.
  • Budidaya dan pengolahan hasil laut.

Itu saja daftar beberapa sektor pekerjaan untuk tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan. Jadi kalau kamu merantau ke Korea ingin bekerja sebagai supir, pembantu rumah tangga, kerja kantoran, perias artis, perawat orang jompo dan sebagainya, sampai saat ini negara Korea belum membutuhkannya. Cuma bidang pekerjaan yang telah disebutkan di atas tadi.

Dan itu pun, dari semua lowongan tersebut di atas, yang paling sering dibuka hanyalah untuk sektor manufaktur dan perikanan saja. Selebihnya sangat jarang.

Nah jika kamu tertarik menjadi pahlawan devisa ke Korea Selatan pada sektor-sektor pekerjaan yang telah disebutkan tadi, kamu bisa mendaftar ketika ada pengumuman pendaftaran ujian EPS-TOPIK (bahasa Korea) untuk penempatan PMI ke Korea, sesuai bidang pekerjaan yang kamu inginkan.

Pasalnya setiap kali ada pengumuman pendaftaran, biasanya hanya untuk satu sektor saja. Misalnya, kamu pinginnya bekerja di bidang perikanan, tapi ternyata pengumuman yang muncul adalah pendaftaran untuk sektor industri atau manufaktur. Tentunya kamu jadi tidak ingin mendaftar dan terpaksa harus menanti pengumuman selanjutnya.


Pengumuman pendaftaran CTKI ke Korea tersebut bisa kamu dapatkan di website BNP2TKI. Jadi kamu harus rajin-rajin cek situs BNP2TKI. Karena di website tersebut juga, berbagai informasi tentang penempatan CTKI ke Korea bisa kamu dapatkan, termasuk setiap kali ada pendaftaran penerimaan TKI.

Cara Memperpanjang SIM C Kendaraan Bermotor Ternyata Cukup Mudah dan Cepat

Cara mengurus perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi) C sepeda motor ternyata cukup mudah dan juga cepat. Setidaknya itu yang saya alami ketika beberapa waktu lalu memperpanjang SIM C di Sat Lantas Polres Kampar yang berada di kota Bangkinang.

Buat yang belum tahu dan sekedar penyegaran, SIM C adalah surat izin mengemudi yang harus dimiliki oleh pengendara sepeda motor. Selain SIM C, ada juga SIM A yang merupakan surat izin mengemudi yang diperuntukkan bagi driver mobil pribadi, mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat tidak melebihi 3.500 kg. Apabila yang dikemudikan mobil truk bermuatan lebih dari 3.500 kg, jenis SIM yang berlaku adalah SIM B1. Sementara kalau yang dikemudikan adalah kendaraan berat, truk gandengan, maka SIM yang wajib dimiliki adalah SIM B2.

Dan ada juga SIM D, ini adalah surat izin mengemudi untuk pengendara berkebutuhan khusus. Demikian sedikit informasi tentang macam-macam jenis SIM. Semoga menambah wawasan kamu tentang dunia otomotif. Sebenarnya masih ada lagi SIM Card, tapi kayaknya ini tidak berlaku di kendaraan model apapun. Bisanya hanya untuk kepentingan HP atau modem. Halah!

Baik! Balik lagi ke prosedur perpanjangan SIM C yang saya urus di Satlantas Polres kabupaten Kampar, yang merupakan kabupaten alamat yang tertera di KTP saya. Sebab untuk membuat dan juga memperpanjang SIM, harus dilakukan di Satlantas Polres yang sesuai dengan alamat di kartu tanda penduduk. Meskipun sebenarnya saya agak jarang berada di tempat yang sesuai alamat yang tertera di dokumen-dokumen kependudukan. Justru sering berada di luar daerah karena berbagai alasan dan urusan. Kabupaten Kampar, tepatnya kecamatan Kampar Kiri, adalah alamat orang tua saya.

Dan sebenarnya lagi, ketika saya mengajukan perpanjangan, masa berlakunya belum habis. Masih cukup panjang. Masih sekitar satu tahun dua bulan lagi baru kadaluarsa. Terpaksa saya perpanjangan karena tampangnya sudah jelek. Retak-retak karena pernah pada suatu hari tak sengaja terduduki ketika ditaruh di dompet.

Alasan lainnya kebetulan pada saat itu saya lagi pulkam ke Kampar, jadi mumpung berada di wilayah alamat sesuai KTP, saya proses saja perpanjangannya. Karena takutnya nanti pas masa berlakunya berakhir, saya sedang berada di luar daerah. Tau sendiri kan aturan yang sekarang, perpanjangan SIM harus dilakukan sebelum masa berlakunya habis. Telat satu hari saja, kita akan dianggap belum memiliki SIM dan harus bikin baru lagi. Dan bikin SIM baru tentu lebih sulit tantangannya karena harus ikut ujian teori dan ujian praktek.

Foto SIM C Untuk Pengemudi Sepeda Motor

Lalu apakah bisa memperpanjang SIM yang masa berlakunya masih lama? Masih setahun dua tahun?

Jawabannya adalah bisa! Saya buktinya. Bisa memperpanjang SIM C meski masa berlakunya masih satu tahun lebih.

Berikut ini tahap demi tahap mengurus perpanjangan SIM C sepeda motor di Satlantas Polres Kampar berdasarkan pengalaman pribadi saya.

1. Cek Kesehatan


Sesampainya di Satlantas Polres Kampar, tahap pertama yang wajib dilaksanakan untuk proses perpanjangan SIM adalah cek kesehatan terlebih dahulu. Tempat pemeriksaan kesehatannya di klinik yang berada di depan Polres, tepatnya di seberang jalan lintas Pekanbaru - Bukittinggi. Di sana ada beberapa tenaga kesehatan dari kepolisian yang siap memberikan pemeriksaan kesehatan untuk masyarakat Kampar yang akan mengurus SIM.

Dari pengalaman saya, tes kesehatan untuk pembuatan SIM di Polres Kampar sangatlah gampang. Tidak ada cek tekanan darah, test penglihatan mata, dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Cuma diminta KTP sama SIM yang akan diperpanjang, kamudian data-data diri di KTP disalin ke selembar Surat Kesehatan, ditanya tinggi badan dan berat badan, dimintai bayaran Rp 25.000. Setelah itu surat kesehatan sudah jadi.

2. Ujian Psikologi


Setelah mendapat Surat Kesehatan, tahap selanjutnya adalah mengikuti ujian psikologi. Di Polres Kampar, lokasi ujian Psikologi tepat di sebelah Klinik untuk cek kesehatan. Jadi cuma pindah bergeser sedikit saja.

Tidak perlu kuatir. Sama seperti pada saat cek kesehatan, test psikotes ini juga mudah. Meskipun memang benar mengikuti ujian, tapi saya lihat peserta-peserta ujian yang tidak mampu menjawab soal, diajari oleh pengawas sehingga jawabannya menjadi benar dan akhirnya bisa lulus.

Ujian Psikologi ini dikenakan biaya sebesar Rp 100.000, dan akan diberikan surat tanda lulus test Psikologi.

3. Mengisi Formulir Pengajuan Penerbitan SIM


Berbekal surat kesehatan dan surat keterangan lulus tes psikotes tadi, saya kemudian masuk ke dalam Satlantas untuk mengurus perpanjangan SIM. Syarat-syarat berkas memperpanjang SIM, selain surat Kesehatan dan surat lulus psikotes, juga harus membawa fotokopi KTP dan SIM lama yang mau diperpanjang.

Di ruang pembuatan SIM, kita akan diberi formulir oleh petugas. Cara mengisi formulir pengajuan penerbitan SIM juga cukup mudah. Cuma mengisi data diri, golongan SIM, jenis SIM apakah perpanjangan atau baru. Disediakan juga contohnya di setiap meja tentang bagaimana mengisi formulir.

4. Foto, Sidik Jari dan Tanda Tangan


Setelah formulir selesai diisi dan dikumpulkan, selanjutnya menunggu fase selanjutnya yaitu tahal identifikasi. Kita akan dipanggil ke ruang khusus untuk difoto, diambil sidik jari dan tanda tangan yang nantinya ditampilkan di SIM yang baru. Tidak lama kok. Sekitar 5 menit menunggu, saya sudah dipanggil untuk melaksanakan proses tersebut.

5. Penyerahan SIM Baru


Keluar dari ruang foto, selanjutnya saya tinggal menanti SIM barunya selesai dicetak. Kalau sudah dicetak, nama kita akan dipanggil untuk penyerahan kartu SIM C yang baru dengan masa berlaku hingga 5 tahun ke depan. Selain SIM baru, juga akan diberikan bonus sebuah buku 'Petunjuk Keselamatan Berlaku Lintas Untuk Pengemudi' yang diterbitkan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Korp Lalu Lintas.

Tarif perpanjangan SIM C atau PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) adalah Rp 75.000. Ditambah biaya membuat Surat Kesehatan Rp 25.000, dan biaya tes Psikologi Rp 100.000. Jadi total dana yang dikeluarkan untuk memperpanjang SIM C di Satlantas Polres Kampar adalah Rp 200.000.

Seperti itulah prosedur serta biaya memperpanjang SIM C di Sat Lantas Polres Kampar yang berada di kota Bangkinang, Riau. Untuk perpanjangan jenis SIM lainnya seperti SIM A, SIM B1, dan SIM B2 saya rasa tidak jauh berbeda. Karena pada saat melaksanakan ujian psikologi, saya juga satu ruangan dengan orang-orang yang mengurus perpanjangan SIM golongan lainnya.

Letak perbedaannya hanya pada biaya administrasi penerbitan golongan SIM. Untuk SIM C kayak saya biaya perpanjangannya Rp 75.000, sementara untuk SIM A, SIM B I, dan SIM B II adalah Rp 80.000. Dan waktu yang dibutuhkan untuk proses memperpanjang SIM dari awal sampai selesai tidak sampai 1 jam.

Ingin Bekerja Menjadi TKI Ke Korea Selatan? Ini Dia Syarat, Cara, Serta Biaya Resminya

Cara, syarat serta perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia) ke Korea Selatan. Kalau ngomongin Korea, pastinya banyak warga negara Indonesia yang pengen banget berkunjung ke sana. Kemajuan negaranya, keindahan kota-kota di sana, destinasi wisata yang keren-keren, ditambah lagi lagu-lagu K-POP dan drama Korea banyak yang populer di negara kita, membuat semakin banyak anak bangsa yang bermimpi bisa pergi ke Korea. Baik untuk sekedar jalan-jalan, bekerja menjadi TKI, maupun kombinasi kedua-duanya: bekerja sekaligus bisa traveling keliling Korea. Korea yang dimaksud di sini tentunya Korea Selatan, negerinya Lee Min Ho, Song Joong Ki, Song Hye Kyo, Gong Yoo, dan lain-lain. Bukan Korea Utara miliknya Kim Jong-un.

Negara yang terkenal dengan julukan negeri ginseng ini memang merupakan salah satu negara tujuan kerja yang banyak diminati CTKI (Calon Tenaga Kerja Indonesia). Selain karena negaranya sudah cukup maju, upah yang diberikan di sana juga cukup tinggi dibanding beberapa negara perantauan lainnya.

Lalu berapa sih gaji bekerja jadi TKI di Korea Selatan?

Saat ini, pekerja asing di pabrik-pabrik tertentu di Korsel, bisa mendapat bayaran hingga 30 juta per bulan. Tapi memang tidak semua sebesar itu. Ada juga yang cuma separuhnya. Namun serendah-rendahnya upah di Korea, pekerja setidaknya masih bisa menerima gaji bersih sekitar 10 juta tiap bulan.

Nah buat kamu yang punya mimpi merantau ke Korea namun tidak tahu bagaimana caranya, nggak tau harus mulai dari mana, lewat tulisan ini saya akan memberikan penjelasan mengenai prosedur penempatan TKI ke Korea Selatan.

Baca Juga: Daftar Jenis Pekerjaan Untuk TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Di Korea Selatan 

Untuk diketahui, sekarang ini penempatan pekerja Indonesia ke Korsel sudah sepenuhnya dikelola oleh pemerintah lewat BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), yang bekerja bareng dengan kementerian tenaga kerja Korea melalui program G2G (Government to Government). Jadi kalau ada pihak swasta, oknum LPK, agen penyalur, dan sebagainya yang mengiming-imingi kamu bisa lulus kerja di Korea, kamu perlu hati-hati.

Lulus atau enggaknya kamu dalam seleksi kerja ke Korea adalah tergantung kemampuan, skil dan kondisi kesehatan kamu sendiri. Tidak intervensi dari pihak manapun. Pasalnya proses penempatan TKI ke Korea dijamin beraih dan fair. Tidak ada suap, sogok menyogok, bantuan orang dalam, jimat dukun dan sebagainya.

TKI menikmati Suasana di Korea Selatan

Dan berikut ini tata cara mencari kerja ke Korea Selatan.

1. Memenuhi Segala Persyaratannya


Hal pertama jika kamu punya cita-cita mulya menjadi pahlawan devisa ke negeri Korea Selatan, kamu harus memenuhi segala syarat kriterianya. Antara lain:

  • Pendidikan terakhir minimal SMP sederajat. Bisa MTS (Madrasah Tsanawiyah) dan bisa juga Paket B.
  • Berusia minimal 18 dan maksimal 39 tahun pada saat pendaftaran.
  • Tidak sedang atau pernah menjalani hukuman tindak pidana berat akibat perbuatan kriminal atau lainya.
  • Tidak memiliki catatan pernah dideportasi dari Korea Selatan oleh Pemerintah Korea Selatan.
  • Tidak sedang dicekal bepergian ke luar negeri oleh Pemerintah Indonesia.
  • Diizinkan oleh keluarga yaitu izin orang tua bagi yang masih lajang, dan izin pasangan bagi yang telah menikah.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Tidak buta warna parsial.
  • Tidak sedang mengidap penyakit paru-paru, penyakit hepatitis, dan penyakit kelamin.
  • Tidak cacat jari dan amputasi.
  • Tidak pasang susuk dan benda asing lainnya di dalam tubuh.
  • Tidak hamil bagi perempuan.

2. Dokumen-dokumen Yang Diperlukan


Selain syarat kriteria, untuk mencari kerja ke Korea kamu juga harus memiliki berkas-berkas atau dokumen di bawah ini:

  1. KTP Elektronik.
  2. KK (Kartu Keluarga)
  3. Ijazah terakhir minimal SMP.
  4. Akte Kelahiran.
  5. Kartu Pencari Kerja (AK-1) atau Kartu Kuning.
  6. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari Polda.
  7. Paspor yang masih berlaku.
  8. Surat izin dari keluarga (orang tua/wali/suami/istri) yang diketahui lurah serta diberi stempel atau cap basah.
  9. Surat Keterangan Tidak Buta Warna yang dikeluarkan dokter dalam jangka waktu 6 bulan terakhir.
  10. Buku rekening tabungan pribadi.
  11. Email pribadi yang masih aktif.

3. Belajar Bahasa Korea


Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan untuk meraih mimpi bekerja ke Korea tentunya adalah menguasai bahasa Korea, baik berbicara, mendengar, menulis dan juga membaca. Kemampuan berbahasa Korea, selain untuk komunikasi nanti pada saat sudah bekerja di sana, juga yang akan diujikan setiap ada pendaftaran penerimaan pekerja ke Korea. Maka dari itu, kemampuan berbahasa Korea adalah mutlak wajib dan tak bisa ditawar-tawar.

Belajar bahasa Korea bisa kamu lakukan mandiri lewat buku-buku, video, internet, mengundang guru privat ke rumah kamu, dan sebagainya. Cara ini tentunya akan lebih murah.

Akan tetapi kalau kesulitan belajar sendiri, kamu bisa ikut kursus bahasa Korea di LPK (Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan) yang membuka kelas untuk calon TKI ke Korea. Kelebihannya jika belajar di LPK, kamu bisa mendapatkan ilmu-ilmu lainnya seputar proses bekerja ke Korea. Sehingga kamu bisa lebih siap saat ikut pendaftaran. Tapi tentunya biaya yang kamu keluarkan untuk belajar di LPK akan lebih mahal dibandingkan jika kamu belajar mandiri.

4. Melakukan Pra Pendaftaran Secara Online


Kalau sudah mahir berbahasa Korea, langkah selanjutnya adalah melakukan pra pendaftaran ketika ada pengumuman pendaftaran CPMI ke Korea dari website BNP2TKI. Pra pendaftaran ini dilaksanakan secara online melalui situs G2G BNP2TKI (g2g.bnp2tki.go.id), jadi bisa kamu lakukan di mana saja yang penting ada akses internet.

Dan ingat, pendaftaran penerimaan CPMI ke Korea ini tidak selalu ada, paling setahun cuma dua tiga kali. Jadi kamu musti rajin-rajin memantau situs BNP2TKI dan menjadi follower sosial medianya biar nggak ketinggalan info.

5. Membayar Biaya Ujian EPS-TOPIK


Setelah melakukan pra pendaftaran secara online, selanjutnya kamu harus membayar biaya ujian sebesar 24 USD alias dolar Amerika. Tinggal dikalikan saja dengan kurs rupiah terhadap dollar pada saat pembayaran. Pembayarannya dilakukan dengan cara ditransfer melalui bank BRI, baik lewat ATM, internet banking, maupun lewat teller. Tidak boleh menggunakan bank lain.

6. Verifikasi Dokumen dan Mengambil Kartu Ujian


Bagi kamu yang telah melakukan pra pendaftaran dan berkas-berkas yang dikirimkan pada saat pra pendaftaran tidak bermasalah, serta sudah membayar biaya ujian, kamu akan dipanggil untuk verifikasi dokumen sekaligus mengambil kartu ujian. Lokasi verifikasi berkas ini biasanya di kota-kota pulau Jawa. Dan kamu wajib datang sesuai jadwal yang telah ditentukan.

7. Mengikuti Ujian EPS-TOPIK


Ujian EPS-TOPIK (Employment Permit System – Test Of Proficiency In Korean) merupakan ujian tahap I. Berupa ujian bahasa Korea, yang berisi ujian membaca (pilihan ganda) dan ujian mendengar masing-masing 20 soal.

Ujian bahasa Korea ini juga dilaksanakan di kota-kota di pulau Jawa, bisa di Jakarta, Bandung atau Semarang. Dan kamu harus datang pada tanggal dan jam yang telah ditetapkan. Tidak tidak ada toleransi kalau sampai kamu telat.

8. Mengikuti Skill Test


Di seleksi tahap I atau ujian EPS-TOPIK biasanya banyak banget peserta yang tidak lulus. Lebih dari separuhnya. Nah kalau kamu beruntung lulus di ujian tahap pertama, kamu berhak mengikuti ujian tahap II yaitu skill test atau tes keterampilan. Tes keterampilan terdiri dari 3 bagian, yaitu test kekuatan fisik, test wawancara dan tes kemampuan dasar.

Skill test ini juga dilaksanakan di pulau Jawa, dan waktunya berbeda dengan ujian bahasa Korea. Tidak dalam satu waktu. Jadi buat kamu yang tinggal di luar Jawa, harus siap bolak balik untuk ikut ujian.

9. Mendapat Sertifikat Digital


Bagi kamu sukses lulus di kedua ujian tersebut di atas, kamu akan mendapatkan sertifikat digital atau e-sertifikat kelulusan. Tapi lulus ujian EPS-TOPIK dan skill test bukan berarti kamu lulus bekerja di Korea. Kamu harus mengirim lamaran kerja dulu ke HRD Korea. E-sertifikat tersebutlah yang akan kamu gunakan untuk melamar kerja ke Korea atau sering disebut sending data.

10. Medical Check Up


Sebelum sending data, kamu wajib MCU (medical check up) atau test kesehatan tahap pertama. Pemeriksaan kesehatan tersebut harus kamu lakukan pada Rumah Sakit atau Klinik yang telah ditentukan oleh BNP2TKI. Nggak boleh di tempat lain.

Nantinya data hasil dari medical checkup itu, juga kamu gunakan untuk mengirim lamaran kerja ke Korea bersamaan dengan e-sertifikat kelulusan dan berkas-berkas yang lain.

12. Membuat Akun EPS-TOPIK


Silahkan membuat akun EPS-TOPIK dengan cara registrasi di situs EPS Korea (eps.go.kr). Akun tersebut nantinya berguna banget untuk memantau perkembangan lamaran kerja kamu. Apakah dicancel, dikembalikan, kontrak kerja diterbitkan, ditandatangani, CCVI keluar, dan lain-lain.

13. Sending Data


Setelah memiliki e-sertifikat kelulusan dan hasil medical check up kamu dinyatakan Fit To Work, kamu sudah bisa sending berkas atau mengajukan lamaran kerja ke Korea. Selain e-sertifikat dan hasil MCU, untuk sending data kamu juga harus mempersiapkan KTP Elektronik, surat ijin keluarga, kartu pencari kerja (AK-1), buku tabungan dan akta kelahiran. Lamaran kerja ini dilakukan dengan sistem online di website G2G BNP2TKI (g2g.bnp2tki.go.id), jadi semua berkas-berkas lamarannya harus kamu scan terlebih dahulu.

Nanti berkas-berkas lamaran kerja kamu akan diverifikasi terlebih dahulu oleh BNP2TKI, untuk selanjutnya dikirimkan ke HRD Korea.

14. Mendapat SLC


Kalau berkas lamaran kamu sudah terkirim dan tidak dikembalikan, itu berarti kamu tinggal menunggu ada majikan pabrik atau perusahaan di Korea yang membutuhkan tenaga kamu untuk dipekerjakan di perusahaannya. Ketika kamu dibutuhkan, maka kamu akan mendapatkan SLC (Standard Labour Contract) atau kontrak kerja.

15. Mengikuti Preliminary Education


Tahap selanjutnya setelah kamu mendapatkan kontrak kerja atau SLC, kamu akan dipanggil untuk melaksanakan Preliminary Training selama 6 hari di Jakarta, atau bisa juga di Cirebon atau Semarang. Kegiatan Prelim ini berisi pelatihan-pelatihan dan berbagai pelajaran sebagai persiapan saat nanti kamu sudah bekerja dan tinggal di Korea sementara waktu sampai kontrak selesai.

Pada saat Preliminary Education selama 6 hari, juga akan ada pemeriksaan kesehatan tahap kedua.

16. CCVI Terbit dan Apply Visa


Setelah selesai mengikuti Preliminary Training, tahap berikutnya ialah menanti CCVI (Confirmation of Certification of Visa Issuance) yang diterbitkan oleh kantor imigrasi Korea sebagai syarat untuk pengajuan visa kerja di Kedutaan Korea Selatan. Kalau CCVI sudah keluar dan visa disetujui, kamu tinggal menunggu panggilan terbang. Yeay!

17. Terbang ke Korea Selatan


Sebelum diberangkatkan, kamu wajib membayar asuransi BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu. Kamu juga akan dibuatkan E-KTKLN atau Kartu Tanda Kerja Luar Negeri Elektronik. Setelah beres, kamu akan diterbangkan ke Korea beserta CTKI yang lainnya.

18. Training di KBIZ Korea Selatan


Sesampainya di Korea, kamu tidak bisa langsung bekerja. Melainkan akan dikumpulkan terlebih dahulu di gedung KBIZ atau gedung Pelatihan Korean Federation of SMEs Korea Selatan selama tiga hari bersama tenaga kerja asing lainnya dari berbagai negara lain. Di sana akan ada training dan juga tes kesehatan sekali lagi.

19. Mulai Bekerja!


Kalau kamu lulus medical check up pada saat training di KBIZ, kamu akan dijemput oleh perusahaan atau pemilik pabrik yang akan menjadi tempat kamu bekerja. Dengan begitu, berarti kamu telah sukses diterima kerja di Korea. Selamat! Dan kamu akan bekerja di sana sampai habis kontrak yaitu 4 tahun 10 bulan, dengan perpanjangan perjanjian kerja setiap tahun.

20. Biaya Bekerja ke Korea Selatan


Berapas sih biaya yang dibutuhkan untuk bekerja ke Korea Selatan? Berdasarkan rilis terbaru dari BNP2TKI, biaya resmi penempatan TKI ke Korea Selatan adalah sebagai berikut:

  • Biaya ujian 24 USD
  • Pemeriksaan Kesehatan Rp. 800.000
  • Visa Rp 864.000
  • BPJS Ketenagakerjaan 532.000
  • Prelim jika di Jakarta 320.000
  • Tiket Pesawat dan Handling 5.850.000

Sumber: BNP2TKI

Tapi apakah benar cuma segitu biayanya?

Tentu saja tidak, saudara-saudara!

Itu hanya biaya pokoknya saja. Belum mencakup biaya yang kamu keluarkan untuk belajar di LPK, biaya wira wiri pada saat verifikasi berkas, saat ujian EPS-TOPIK, saat tes keterampilan, mengikuti Prelim, apalagi buat kamu yang tinggal di luar Jawa, jelas ongkos transportasinya akan lebih mahal. Belum lagi biaya membuat SKCK, kartu pencari kerja, medical check up pertama, persiapan uang saku, uang jaga-jaga seandainya dideportasi, biaya-biaya fotocopy, dan mungkin masih ada biaya tak terduga lainnya. Makanya jangan heran kalau ada TKI di Korea yang sampai menghabiskan dana 20 juta bahkan lebih untuk membiayai semua prosesnya.

Seperti itulah alur resmi tahap demi tahap yang harus dilalui untuk bekerja menjadi TKI ke negara Korea Selatan. Mohon maaf jika tahap-tahapnya cuma dijelaskan secara ringkas. Kalau masih belum paham, dan ingin mempelajari setiap tahapannya dengan lebih jelas dan rinci, kamu bisa Klik Disini.

3 Kalangan Ini Wajib Memiliki Asuransi Jiwa

Asuransi perlindungan jiwa syariah ini belakangan tidak kalah populer jika dibandingkan dengan produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan konvensional. Apalagi bagi para muslim, yang cenderung memilih produk yang dikatakan sesuai dengan syariat agama. Maka jenis yang satu ini adalah pilihan terbaik untuk Anda.

Asuransi Kesehatan Generali

Asuransi jiwa pada dasarnya dapat dibeli oleh siapa saja guna perlindungan terhadap keluarga tercinta. Berikut ini diantaranya beberapa kalangan yang sebenarnya sangat wajib untuk dapatkan produk asuransi yang satu ini, yaitu:

1. Mereka yang bekerja di bidang yang resikonya sangatlah tinggi, atau dapat dikatakan sebagai pekerja berat. Misalnya adalah kalangan yang bekerja di bidang kontraktor, ataupun juga buruh pabrik, pekerjaan semacam ini beresiko tinggi terhadap kecelakaan, sehingga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan hendaknya membekali diri dengan produk asuransi terbaik.

2.  Satu-satunya tulang punggung bagi keluarga, juga harus membekali diri dengan asuransi ini, karena pastinya ada pemikiran yang kurang menyenangkan jika seandainya satu-satunya tulang punggung untuk keluarga nantinya tiba-tiba meninggal. Bagaimana nasib anak-anak dan juga istri tercintanya untuk lanjutkan hidup, tentu tidak ada yang membiayai kehidupan mereka bukan. Namun dengan adanya uang pertanggungjawaban asuransi ini tentunya akan sedikit meringankan hidup mereka.

3.  Ingin meninggalkan warisan untuk anggota keluarga, asuransi jiwa sebenarnya juga termasuk sebagai produk investasi di masa depan, hanya saja yang menikmatinya adalah orang-orang tercinta. Uang pertanggungjawaban yang diberikan dari asuransi ini sama halnya dengan sebuah warisan untuk mereka, apalagi jika jumlahnya besar karena sudah mendaftar sejak masih muda. Akan sangat membantu membiayai kehidupan mereka kedepannya. 


Jadi apa salahnya mulai dari sekarang Anda mencoba untuk mendaftar produk asuransi ini. sehingga memberikan rasa aman dan tenang. Selain asuransi jiwa maka satu jenis lagi yang patut dimiliki adalah asuransi kesehatan, beli di Generali, karena premi asuransi kesehatan Generali ini tergolong sebagai yang murah nilainya, aman untuk keuangan Anda pastinya.