Sekarang Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Makin Mudah Dengan Menggunakan E-KTP, Tanpa Perlu Mengisi Formulir Lagi

Cara terbaru klaim saldo JHT Jamsostek/BPJS TK menggunakan KTP Elektronik mulai berlaku sejak tanggal 28 Maret 2019. Tentunya ini menjadi kabar gembira buat para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengambil tabungan JHT-nya. Sebab dengan dihadirkannya layanan ini, mengambil uang JHT tidak perlu lagi repot-repot mengisi formulir pengajuan klaim JHT. Peserta cukup menyerahkan E-KTP kepada petugas di kantor BPJS TK untuk ditap pada KTP Elektronik reader.

Hadirnya sistem tap e-KTP tentunya membuat proses pencairan dana JHT akan semakin cepat, mudah, praktis dan menyenangkan. Pasalnya kita tak perlu lagi pusing mengisi biodata di formulir. Selain itu pastinya layanan ini juga hemat dan ramah lingkungan karena akan mengurangi penggunaan tinta dan juga kertas. Seperti yang kita tahu, bahan dasar kertas adalah dari batang pohon. Itu berarti untuk membuat kertas harus menebang pohon. Dan menebang pohon berarti merusak habitat asli kuntilanak. Duh! Maksudnya menebang pohon bisa menyebabkan penggundulan hutan yang akhirnya menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor saat musim hujan. Jadi nggak salah kalau layanan KTP-el reader ini disebut layanan yang ramah lingkungan.

Mesin E-KTP Reader Untuk Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Layanan ini juga menunjukkan bahwa semakin banyak layanan publik yang diintegrasikan dengan KTP elektronik. Bahkan konon kabarnya, kementerian dalam negeri nantunya akan menjadikan e-KTP sebagai Nomor Identitas Tunggal untuk semua jenis layanan dan semua kebutuhan ad­ministrasi masyarakat, seperti layanan jaminan sosial, perbankan, SIM, dan pajak. Keren banget kan?

Baca Juga: Cara Mencairkan Uang JHT Secara Manual Di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2019

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau disingkat BPJS TK memang terus berinovasi dengan menghadirkan layanan-layanan digital terutama untuk mempermudah peserta dalam mengurus pencairan tabungan JHT (Jaminan Hari Tua). Walaupun sebenarnya produk asuransi dari BPJS TK ada 4: JP (Jaminan Pensiun), JHT (Jaminan Hari Tua), JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM (Jaminan Kematian), namun tidak bisa dipungkiri kalau JHT terutama dalam hal mengurus klaimnya merupakan topik yang paling banyak diperbincangkan oleh para pesertanya. Maka dari itu, pihak BPJSTK terus berinovasi mengembangkan berbagai fitur yang kece demi memanjakan para pesertanya ketika hendak mengajukan pencairan saldo JHT.

Di tahun 2018 lalu, BPJS Ketenagakerjaan telah menerapkan sistem antrian online, yang mana dengan layanan ini peserta bisa booking atau pesan nomor antrian secara online untuk pencairan dana JHT secara manual di kantor cabang BPJS TK. Sehingga kita tidak perlu lagi buru-buru datang ke kantor cabang BPJS TK pagi-pagi banget demi supaya kebagian nomor antrian.

Di tahun 2018 juga diluncurkan layanan Kartu Digital BPJS Ketenagakerjaan yang fungsinya sama dengan kartu fisik. Hadirnya layanan ini sangat membantu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mencairkan uang JHT tapi kehilangan kartu kepesertaannya. Peserta yang kehilanganan KPJ tidak perlu lagi membuat surat keterangan hilang dari kepolisian. Cukup dengan mencetak sendiri Kartu Digital BPJS Ketenagakerjaan yang terdapat di akun BPJSTKU miliknya ke dalam kertas foto atau kertas HVS.

Nah sekarang di tahun 2019 ini, BPJS Ketenagakerjaan atau yang dulunya dikenal dengan nama JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) ini, kembali melaunching sebuah layanan digital untuk mempermudah peserta menarik dana JHT-nya. Layanan tersebut berupa tap e-KTP. Dengan layanan ini, peserta tidak usah lagi mengisi formulir klaim JHT ketika sudah di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Cukup menyodorkan KTP elektronik kepada teller BPJS Ketenagakerjaan, lalu oleh petugas KTP Elektronik kita tersebut akan ditempelkan di sebuah alat bernama KTP-el Reader, kemudian kita diminta scan sidik jari di alat tersebut, setelah itu data-data kepesertaan kita akan langsung terlihat di layar. Selanjutnya petugas tinggal memverifikasi berkas-berkas persyaratan pencairan JHT yang lainnya.

Adapun berkas atau dokumen-dokumen persyaratan pencairan dana JHT Jamsostek adalah:
  1. KTP Elektronik.
  2. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  3. KK (Kartu Keluarga).
  4. Paklaring/Surat Pengalaman Kerja bagi peserta yang berhenti bekerja karena resign atau mengundurkan diri.
  5. Surat pemberhentian kerja bagi peserta yang berhenti karena PHK.
  6. Surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima bagi peserta yang berhenti bekerja karena habis kontrak.
  7. Buku rekening tabungan atas nama peserta.
  8. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) jika dana JHT yang akan dicairkan saldonya di atas 50 juta.

Jadi meskipun sudah ada layanan e-ktp reader, peserta tetap wajib membawa dokumen-dokumen persyaratan di atas. Dan yang terpenting, pastikan data-data seperti nama, tempat tanggal lahir, nama ibu kandung, cocok antara berkas yang satu dengan berkas yang lainnya. Jikalau ada data yang tidak valid, pencairan uang JHT akan ditangguhkan sampai data yang tidak sama itu disamakan atau diperbaiki. Apalagi sistem E-KTP Reader ini dilengkapi fitur biometrik, yang mampu memastikan validitas data pe­serta pada saat pengajuan klaim tabungan JHT. Apabila data-datanya dinyatakan valid, maka formulir permohonan JHT (Form F5) otomatis telah terisi hanya dengan menempelkan e-KTP peserta ke mesin Reader.

Pendeknya, layanan e-KTP reader ini hanya untuk mempersingkat proses pencarian JHT dengan melewati tahap pengisian formulir klaim saat di kantor BPJS TK. Untuk tahap-tahap yang lainnya masih tetap sama. Misalnya jika mau mengurus pencairan JHT secara manual di kantor cabang, peserta tetap wajib melakukan Registrasi Antrian Online terlebih dahulu. Sementara bagi yang mengajukan pencairan secara online menggunakan layanan E-klaim JHT, peserta tetap wajib mensubmit scan berkas-berkas persyaratannya. Layanan tap KTP Elektronik ini hanya dilakukan nanti ketika mendatangi kantor BPJS ketenagakerjaan untuk verifikasi berkas.

Kalau kamu penasaran dengan layanan keren yang juga ramah lingkungan ini, kamu bisa mendatangi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek yang ada di ibukota provinsi tempat tinggal kamu. Sebab untuk saat ini, layanan klaim uang JHT menggunakan KTP elektronik reader ini baru bisa digunakan di kantor BPJS TK di DKI Jakarta, dan juga di 33 Kantor Cabang/KCP BPJS Ketenagakerjaan di ibu kota provinsi seluruh Indonesia. Untuk selanjutnya akan segera menyusul untuk diterapkan di seluruh Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan seluruh Indonesia.

Baca Juga: Inilah Cara Mudah Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) Lewat SMS

Namun pastikan juga bahwa kamu sudah memenuhi syarat untuk mengambil uang JHT. Selain persyaratan dokumen yang telah disebutkan di atas, kamu juga harus sudah memenuhi syarat ketentuan untuk bisa mencairkan uang JHT seluruhnya yaitu sudah berhenti bekerja minimal satu bulan, kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan sudah non aktif minimal satu bulan, dan belum bekerja lagi alias sendang menganggur. Informasi selengkap-lengkapnya tentang syarat-syarat mengambil uang JHT BPJSTK, bisa teman-teman baca Di Sini.

Demikianlah informasi terbaru mengenai tata cara mencairkan dana JHT BPJS TK/Jamsostek menggunakan KTP Elektronik Reader. Dan sekali lagi harap diingat, layanan KTP Elektronik reader ini hanya untuk mempersingkat proses klaim JHT tanpa perlu lagi repot-repot mengisi formulir klaim. Untuk tahap-tahap yang lainnya masih sama seperti sebelumnya. Terima kasih sudah membaca. Silahkan share ke sosial media biar teman-teman yang lain turut mengetahui informasi ini.

Produk Skin Care yang Wajib Kamu Miliki untuk Kulit yang Lebih Cerah

Wanita dan kecantikan merupakan hal yang tak bisa dipisahkan. Setiap wanita pasti mengimpikan tampilan ideal mulai dari wajah hingga tubuh. Untuk itu lah wanita harus rajin dan telaten merawat tubuh maupun wajahnya. Khusus untuk wajah, perawatannya pun bermacam-macam. Mulai dari yang simpel sampai yang ribet. Mulai dari yang murah hingga mahal. Mulai dari yang organik alami hingga yang memakai bahan kimia. Semuanya disesuaikan dengan pilihan masing-masing.

Skincare untuk kulit yang lebih cerah

Untuk perawatan wajah, saat ini sudah banyak pproduk skin care yang dijual di pasaran. Produknya pun mudah di dapat seperti di supermarket ataupun di drug store. Biasanya produk skin care yang dijual di supermaret atau drug store memiliki harga yang terjangkau namun dengan kualitas yang juga tak kalah bagus. Sebagai pemula, kamu bisa memulai merawat wajahmu dengan produk skin care drug store. Agar kamu tidak bingung, berikut adalah sejumlah produk yang wajib kamu punya untuk merawat wajahmu agar memiliki kulit yang lebih cerah.

1. Sunscreen

Paparan sinar matahari saat ini terasa lebih panas. Diperlukan pelindung khususnya untuk kulit wajah agar efek negatif dari sinar UV tidak langsung merusak kulit. Sebelum kamu memakai make up, kamu harus memakai sunscreen pelindung wajah terlebih dahulu. Jika kamu bingung pilih sunscreen yang tepat, kamu bisa coba sunscreen dari Nivea.

2. Moisturizer

Kulit wajah harus selalu lembap untuk menghindari kanker kulit. Kamu bisa melembapkan wajah dengan moisturizer. Pilih moisturizer yang juga mengandung SPF agar kulitmu terlindung dari sinar UV.

Produk Nivea


3. Facial Wash

Produk skin care selanjutnya adalah facial wash. Facial wash berfungsi untuk membersihkan wajah hingga pori terdalam. Sebaiknya kamu rutin membersihkan wajah dengan facial wash 2 kali sehari.

4. Face Toner

Membersihkan wajah tak cukup sampai facial wash saja, untuk mengangkat kotoran lebih sempurna kamu bisa memakai face toner. Selain untuk menyempurnakan membersihkan wajah, menggunakan face toner bisa membuat wajahmu lebih segar dan lembap.

5. Serum

Untuk kulit yang cerah, kamu wajib memakai serum. Pilih serum dengan tipe brightening ataupun whitening. Pakai serum 2 kali, pada saat pagi sebelum memakai make up dan pada malam hari setelah memakai face toner.

Tips Maintenance Genset 6 Bulanan

Perawatan genset itu ada beberapa jenis dilihat dari durasi atau waktunya. Ada perawatan harian, minggunan, bulanan, 6 bulanan dan tahunan. Nah kali ini kita akan membahas mengenai pemeliharaan genset tiap 6 bulan. Apa saja hal-hal yang perlu dilakukan pada saat melakukan pemeliharaan tersebut.

Genset Caterpillar

Informasi ini berdasarkan sumber dari http://sewatama.com/id/product/power-rental/ yang dikenal sebagai pakar genset di Indonesia. Dijelaskan, merawat genset itu amat penting untuk memastikan mesin ini selalu siap untuk bekerja optimal.

Pada perawatan 6 bulanan yang perlu dilakukan adalah memeriksa level perlindungan termal pendingin tiap enam bulan. Gunakan tester yang sesuai untuk jenis cairan pendingin yang digunakan. Kemudian pada saat yang sama, periksa juga pada bagian belt untuk memastikan kondisinya masih baik dan bisa berfungsi dengan lancar.

Bila diperlukan, bisa juga mengganti oli mesin dan filter. Penggantian ini perlu dilakukan jika memang kondisi oli dan filter sudah waktunya untuk diganti. Pastikan untuk menggunakan minyak pelumas yang direkomendasikan agar tenaga genset ini bisa tetap berfungsi dengan baik.

Pada bagian filter udar dan filter bahan bakar juga perlu dicek. Biasanya filter ini termasuk komponen yang paling rentan karena tugasnya untuk melakukan penyaringan.

Kedua hal ini perlu diperhatikan saat melakukan perawatan genset. Tapi kadang hal ini yang sering diabaikan.

Selain itu, periksa juga pada bagian alternator. Jika kotor, harus dibersihkan. Komponen ini bisa berkurang fungsinya biasaya karena kotor, panas, dan lembab.

Kotoran dapat mencegah terjadinya perpindahan panas. Sedangkan kondisi panas dapat merusak komponen tersebut dan kondisi lembab membuatnya juga bisa tidak berfungsi dengan baik.

Oleh karena itu, selalu pastikan pada bagian alternator agar bisa berfungsi secara optimal.

Maintenance Genset Sewatama

Di Sewatama memberikan pedoman pemeliharaan genset terperinci yang harus diikuti. Dengan begitu mesin genset ini selalu bisa berfungsi dengan baik dan awet.

Yang perlu dilakukan agar genset ini tetap berkinerja optimal adalah dengan mengikuti jadwal perawatan genset dan servis sesuai waktunya. Dengan begitu genset ini nantinya bisa berfungsi dengan baik sampai bertahun-tahun.

Cari Smartphone Dengan Kualitas Suara Musik Terbaik? HONOR 8A Jawabannya!

Baiklah. Setelah beberapa waktu lalu aku mereview HONOR 10 Lite, kali ini aku akan kembali memperkenalkan smartphone yang nggak kalah keren yang juga sama-sama garapan dari HONOR, yaitu HONOR 8A. Buat kalian yang belum tahu, HONOR adalah smartphone e-brand terkemuka di dunia yang juga merupakan sub-brand dari HUAWEI, yang mana pada bulan Februari kemarin baru saja meluncurkan dua seri terbarunya: HONOR 10 Lite dan HONOR 8A.

Jika HONOR 10 Lite dirancang untuk kamu yang aktif, ekspresif dan penuh percaya diri, maka HONOR 8A dihadirkan untuk kamu-kamu para musik mania yang ingin mencari pengalaman yang luar biasa melalui musik dengan satu smartphone. Hari gini siapa sih yang nggak dengerin musik? Hampir semua orang menyukai musik. Dan HONOR 8A adalah pilihan yang tepat untuk menikmati musik di smartphone. Mau dengerin musik lewat streaming, lewat pemutar musik, atau lewat radio, dijamin mantul.

Smartphone Terbaru HONOR 8A

Karena HONOR 8A memang diciptakan dengan kualitas suara yang luar biasa untuk memanjakan telinga para penggunanya. Dengan rongga suara besar serta struktur dual-suspensi berpadu dengan speaker SmartPA berdaya tinggi, sehingga mampu menghasilkan peningkatan 30% dibandingkan dengan speaker generasi sebelumnya. Selain itu, HONOR 8A juga dilengkapi dengan kinerja baterai yang kuat 3020 mAh, membuat kamu bisa menikmati semua musik favoritmu sepuas-puasnya.

Untuk kinerjanya, HONOR 8A beroperasi dengan EMUI 9.0 yang berbasis pada Android 9 Pie, yang meningkatkan algoritme manajemen aplikasi latar belakang oleh AI, yang pastinya membuat operasi sistemnya berjalan lancar bahkan ketika digunakan dalam waktu yang lama. Smartphone ini juga dilengkapi dengan 3GB RAM dan 64GB ROM, sehinggga memberikan pengalaman penggunaan yang halus dan lancar dalam menjalankan aplikasi sehari-hari.

Dari segi tampilan luar, HONOR 8A mengadopsi layar dewdrop 6,09 inci, dengan screen-to-body ratio sebesar 87% untuk memberikan pengguna pengalaman yang lebih baik. Selain itu, layar smartphone HONOR 8A telah dilengkapi dengan uji sertifikasi kenyamanan mata dari TUV Rheinland, yang didedikasikan untuk mengurangi emisi cahaya biru untuk menghindari bahaya bagi mata dari paparan jangka panjang.

Berikut Spesifikasi Lengkap Honor 8A:

  • Ukuran Layar 6.09 inches
  • Resolusi HD+ 1560x720 pixels
  • OS ver EMUI 9.0 (Android 9 Pie)
  • CPU Mediatek MT6765 (MediaTek Helio P35) octa-core
  • Kecepatan CPU 4× Cortex-A53 2.3GHz+ 4× Cortex-A53 1.8GHz
  • Storage 32GB
  • External Storage Up to 512GB
  • RAM 3GB
  • Kamera Utama 13MP
  • Kamera Depan 8MP
  • Battery 3020 mAh
  • Dimensi 156.28 × 73.5 × 8 mm
  • Berat 150 g
  • Warna Midnight Black dan Sapphire Blue

Spesifikasi HONOR 8A


Sip deh spesifikasinya. Dan yang lebih sip lagi, kamu bisa mendapatkan semua fitur hebat itu dengan harga yang cukup terjangkau. HONOR 8A bisa kamu dapatkan dengan harga Rp1.899.000. Murah banget kan untuk ukuran smartphone dengan spek sekeren itu?

Mau dapetin lebih murah lagi?

Bisa banget! Tunggu saja pada tanggal 26 sampai 28 Maret 2019 besok, karena HONOR akan memberikan kejutan buat para konsumen dengan penawaran diskon besar-besaran dalam program Super Brand Day di Shopee. Promo ini berlangsung selama tiga hari ini berlaku untuk seluruh produk smartphone dan juga aksesoris seperti smartwatch dan headset HONOR. Pastinya termasuk HONOR 8A juga dong. Makanya catat tanggal mainnya. Jangan sampai ketinggalan.

Harga HONOR 8A di Shopee

Dan tidak hanya itu, nanti pada puncak acara Shopee Super Brand Day yaitu pada tanggal 28 Maret 2019, HONOR akan mengobral produknya dengan diskon hingga 60% serta menawarkan voucher belanja dan program cashback untuk pembeli. Dan di akhir program, akan dipilih top spender, yaitu konsumen dengan jumlah pembelian terbanyak, yang akan mendapatkan hadiah menarik. Wow!

Inilah 5 Makanan yang Kaya Kandungan Probiotik Alami

Tidak semua bakteri yang ada di dunia ini memiliki sifat parasit atau merugikan manusia, nyatanya ada banyak sekali diantaranya yang justru berperan baik di dalam membantu untuk mengobati beberapa jenis penyakit, khususnya adalah yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Salah satu jenisnya adalah probiotik, pastinya tidak begitu asing dengan istilah yang satu ini mengingat pada beberapa jenis produk makanan terkadang disertai dengan kandungan probiotik atau bakteri baik. Probiotik untuk kesehatan saluran cerna adalah yang paling umum dijumpai.

Yogurt

Pada dasarnya kegunaan dari probiotik ini begitu banyak, selain untuk menjaga kesehatan saluran cerna, maka juga dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem imuns, karena ikut serta bekerja dalam melawan bakteri jahat yang masuk kedalam tubuh. Selain dari suplemen, sebenarnya ada banyak sekali jenis makanan yang disertai dengan kandungannya, diantaranya adalah:

1. Yogurt

Yogurt, merupakan salah satu olahan susu yang di fermentasi dengan menggunakan beberapa jenis bakteri baik, diantaranya adalah Lactobacillus atau Acidophillus yang memiliki banyak peran baik di dalam menjaga kesehatan pencernaan, dapat membantu lancarkan pencernaan.

2. Kefir

Kefir, kefir ini sendiri sebenarnya juga termasuk hasil fermentasi, namun susu kambing, bukan susu sapi yang kaya akan kandungan antioksidan di dalamnya.

3. Sauerkraut

Sauerkraut, ini adalah makanan yang berasal dari fermentasi sayuran, diantaranya adalah kol yang sudah dimasak dengan bumbu-bumbu juga sebelumnya, dikenal kaya akan probiotik dan vitamin, sayuran fermentasi yang satu ini juga banyak digunakan untuk mengatasi masalah alergi.

4. Tempe

Tempe, hasil fermentasi dari kacang kedelai yang sering dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari ini tak hanya dikenal enak, melainkan juga kaya akan kandungan gizi dan mengandung probiotik.

5. Kimchi

Kimchi, merupakan makanan khas dari Korea yang terbuat dari fermentasi sayuran seperti lobak, kol dan juga sawi dengan tambahan bumbu-bumbu tertentu, menghasilkan rasa yang asin, asam dan juga gurih. Tak hanya enak, melainkan juga dikenal kaya akan manfaat bagi kesehatan.

Sumber probiotik untuk kesehatan saluran cerna ini dapat dikonsumsi setiap hari, ada juga versi suplemennya yang bisa didapatkan di Go Apotik.

Cara Mencairkan Uang JHT Secara Manual di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2019

Kali ini ZUCKICI.COM akan membahas bagaimana cara dan apa saja syarat-syarat klaim dana JHT tahun 2019 secara manual di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) dengan memanfaatkan sistem antrian online.

Untuk diketahui, saat ini ada beberapa cara yang bisa ditempuh dalam mengurus pencairan dana JHT (Jaminan Hari Tua). Antara lain bisa dicairkan secara online menggunakan layanan E-klaim JHT. Bisa juga diurus secara offline dengan datang langsung ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek terdekat, di kantor-kantor POS tertentu yang ditunjuk BPJS Ketenagakerjaan, dan bisa jugajug bank-bank SPO (Service Point Office) yang berkerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti bank BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN.

Nah di episode ini, saya hanya akan membahas tata cara mencairkan dana JHT secara manual dengan datang langsung ke kantor cabang BPJSTK terdekat, tentunya dengan memanfaatkan layanan antrian online. Karena sekarang ini, apabila mau mengurus pencairan saldo JHT di kantor cabang, peserta wajib registrasi antrian secara online terlebih dahulu. Aturan ini sudah berlaku sejak bulan Juli tahun lalu. Jadi kalau kita datang begitu saja ke kacab, tanpa mendaftar antrian on-line sebelumnya, maka pengajuan klaim dana JHT tidak akan dilayani.

Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Harap diperhatikan juga, yang aku tulis ini adalah prosedur klaim dana JHT 100% atau seluruhnya bagi peserta BPJS TK yang telah berhenti bekerja. Bukan pencairan uang JHT sebesar 10% atau 30% bagi peserta yang masih bekerja.

Baca Juga: Cara Cek Saldo JHT BPJSTK Lewat SMS Ternyata Gampang Banget!

Baiklah tanpa memperpanjang mukadimah, langsung saja ke penjelasan tahap demi tahap mengambil dana JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) full secara langsung di kantor cabang terdekat.

Syarat dan Ketentuan

Pertama-tama tentunya yang perlu diperhatikan jika ingin mengajukan pencairan dana JHT BPJS TK sebesar 100% adalah memenuhi semua syarat dan ketentuannya terlebih dahulu. Apa saja syarat dan ketentuannya? Berikut ini rinciannya:

  • Sudah tidak bekerja minimal 1 bulan. Baik itu karena mengundurkan diri/resign, kontrak kerja yang telah selesai, pemutusan hubungan kerja (PHK), cacat total permanen, meninggal dunia dan sebab-sebab lainnya. Jika berhenti kerjanya belum ada sebulan, maka dana JHT belum bisa cair.
  • Pada saat mengajukan pencairan peserta belum bekerja lagi alias sendang menganggur. Jika sebelumnya sudah berhenti bekerja di PT. A, tapi kemudian sudah bekerja lagi di PT. B, maka tabungan JHT yang dikumpulkan selama bekerja di PT. A belum bisa diklaim.
  • Kartu atau kepesertaan BPJSTK sudah benar-benar non aktif. Artinya perusahaan sudah menghentikan iuran dan juga melapor ke BPJS Ketenagakerjaan bahwa peserta sudah tidak bekerja. Jika kepesertaann BPJS Ketenagakerjaan masih terdeteksi aktif walaupun sudah berhenti bekerja, maka mohon maaf dana JHT juga belum bisa diambil.

Persyaratan Berkas

Jika syarat dan ketentuan di atas sudah terpenuhi semua, lanjut ke tahap berikutnya yaitu syarat kelengkapan berkas atau dokumen. Apa saja persyaratan berkas yang harus dilengkapi untuk mencairkan dana JHT BPJSTK 100%? Berikut ini rinciannya:
  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  2. KTP Elektronik asli dan fotokopi.
  3. KK (Kartu Keluarga) asli dan fotokopi.
  4. Paklaring/Surat Pengalaman Kerja/Surat Rekomendasi.
  5. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama peserta yang bersangkutan, tidak boleh buku tabungan orang lain siapapun itu.
  6. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) jika dana JHT yang akan dicairkan saldonya di atas 50 juta.

Semua dokumen persyaratan tersebut harus lengkap. Kurang satu berkas saja pengajuan klaim akan ditolak. Selain harus lengkap, data-data penting antara berkas yang satu dengan berkas yang lainnya harus juga cocok dan sama. Jika ada perbedaan data misalnya tanggal lahir di KTP berbeda dengan tanggal lahir di KK, atau nama di KTP tidak sama dengan nama di kartu BPJS Ketenagakerjaan, maka pengajuan akan ditunda sampai data-data yang berbeda tersebut diperbaiki di instansi terkait atau membuat surat keterangan beda data.

Berkas Persyaratan Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Dan satu hal lagi, berkas-berkas yang saya cantumkan di atas merupakan persyaratan klaim JHT bagi peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri atau sering disebut juga resign. Untuk peserta BPJS TK yang berhenti kerja karena PHK/dipecat, habis kontrak, akan meninggalkan Indonesia selamanya, diterima jadi PNS/TNI/Polri, meninggal dunia dan sakit/cacat permanen, syarat-syarat berkasnya berbeda.

Jadi, peserta BPJSTK harus paham dengan penyebab ia berhenti bekerja, karena berkas yang disertakan untuk mengklaim dana JHT akan disesuaikan dengan alasan berhenti kerja dari perusahaan. Untuk info selengkap-lengkapnya tentang perbedaan berkas persyaratan klaim JHT berdasarkan penyebab peserta berhenti bekerja, silahkan Klik Disini.


Registrasi Antrian Online

Jika semua syarat dan ketentuan sudah terpenuhi, kemudian berkas-berkas persyaratannya juga telah lengkap dan data-datanya sudah valid semua, langsung saja ke tahap berikutnya yaitu memesan nomer antrian secara online.

Untuk mengambil uang JHT di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan sekarang memang tidak perlu lagi datang shubuh agar kebagian nomor antrian. No antrean bisa dipesan atau dibooking dari rumah dengan menggunakan komputer ataupun handphone yang terhubung dengan internet.

Cara daftar antrian online ialah dengan mengakses website BPJS TK khusus registrasi antrian online yaitu: www.antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id kemudian mengisi data-data yang diminta mulai dari NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama sesuai KTP Elektronik, nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau no kartu BPJS Ketenagakerjaan, dan nomer HP yang masih aktif.

Kemudian pilih wilayah pelayanan dan kantor cabang pelayanan yang Anda inginkan, kemudian silahkan menentukan sendiri jam kedatangan dan jadwal kedatangan sesuai dengan quota yg tersedia. Petunjuk selengkapnya tentang tata cara mendaftar antrian on-line untuk pencairan dana JHT manual di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, silahkan Klik Disini.


Datang ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan

Jika sudah berhasil registrasi antrian secara online dan mendapatkan kode booking, selanjutnya kita tinggal datang ke kantor BPJS TK sesuai dengan hari dan jam yang tertera diantriannya yang kita pilih saat registrasi. Wajib banget ini. Soalnya jika kelewatan pengajuan klaim JHT kita akan ditolak dan terpaksa harus mengurus ulang antrian on-line. Jadi sebaiknya harus sudah berada di kantor BPJS Ketenagakerjaan setidaknya 30 menit sebelum antrian dipanggil.

Saat sudah tiba di kantor BPJS TK, tunjukkan kode booking yang kita miliki atau bukti sudah registrasi antrian online ke petugas sekuriti. Nanti petugas akan memberikan formulir klaim JHT, formulir ceklis kelengkapan berkas, surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun.

Silakan isi formulirnya, ceklis juga kelengkapan berkas-berkasnya, tandatangani surat pernyataan sudah tidak bekerja lagi tadi di atas materai 6000, setelah itu satukan dengan seluruh berkas persyaratan klaim JHT kemudian masukkan ke dalam box yang telah disediakan. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas jika ada hal-hal yang tidak dimengerti. Setelah itu kita tinggal duduk manis menunggu panggilan.

Saat dipanggil menghadap meja teller, berkas-berkas kita akan diperiksa, kita akan sedikit ditanya-tanya untuk mencocokkan dengan data-data yang ada di berkas. Jika semua data akur, kita akan difoto, diminta tanda tangan dan sidik jari. Selesai!


Menunggu Dana JHT Cair ke Rekening

Setelah melewati semua tahap di atas berarti proses administrasi pengajuan klaim saldo JHT secara langsung di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) dengan menggunakan layanan antrian online telah rampung. Selanjutnya tinggal menunggu dana cair ke dalam rekening dengan estimasi waktu pencairan 5 hingga 7 hari kerja (Sabtu, Minggu dan libur nasional tidak terhitung). Namun perihal tersebut disesuaikan dengan informasi dan verifikasi data di kantor cabang yang kita pilih untuk mengurus klaim.

Seperti itulah tata cara mencairkan dana JHT secara manual di kantor cabang Jamsostek/BPJS TK tahun 2019. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang membutuhkannya. Jangan lupa klik bagikan lewat sosial media Facebook, Twitter dan juga pesan WhatsApp agar banyak yang mengetahui informasi ini. Terima kasih.

Inilah Berkas-berkas Persyaratan Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Berdasarkan Penyebab Peserta Berhenti Bekerja

Kali ini ZUCKICI.COM akan membahas perbedaan berkas-berkas atau dokumen sebagai syarat untuk mengambil uang JHT BPJS TK. Buat teman-teman yang bekerja di perusahaan, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya program JHT (Jaminan Hari Tua) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), atau yang dulunya dikenal dengan nama Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) ini. Program JHT wajib diikuti oleh setiap pekerja di Indonesia, termasuk tenaga kerja asing yang bekerja di negara +62 ini. Bahkan sekarang, para PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang bekerja merantau ke mancanegara juga diwajibkan ikut program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Logo BPJS Ketenagakerjaan

Sebenarnya BPJS Ketenagakerjaan memiliki 3 program lain selain JHT, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKM (Jaminan Kematian) dan JP (Jaminan Pensiun). Akan tetapi dari 4 program tersebut, JHT yang memang paling banyak dibicarakan. Program ini semacam menabung selama bekerja, dengan iuran bulanannya sebesar 5,7% dari gaji tenaga kerja per bulan. Dengan rincian 3,7% dibayar oleh perusahaan/pemberi kerja, dan 2% dipotong dari upah tenaga kerja. Nantinya dana yang sudah terkumpul, ditambah pengembangannya atau bunganya, bisa dicairkan seluruhnya (100%) setelah kita tidak bekerja lagi. Atau bisa juga dicairkan sebagian (10% atau 30%) asalkan kita sudah 10 tahun bekerja.

Baca Juga: Cara Mudah Mengetahui Jumlah Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) Lewat SMS

Baiklah, untuk di artikel ini, ZUCKICI.COM hanya akan membahas persyaratan dokumen pencairan uang JHT BPJS Ketenagakerjaan full alias 100% untuk peserta yang telah berhenti bekerja. Sementara untuk klaim JHT sebesar 10% dan 30% bagi peserta BPJS TK yang masih aktif bekerja, akan dibahas di postingan berikutnya.

Alasan seseorang tidak bekerja lagi di perusahaan bisa bermacam-macam, seperti resign, dipecat, habis masa kontrak, sakit permanen dan juga meninggal dunia. Nah dari berbagai perbedaan penyebab seseorang karyawan berhenti bekerja tersebut, kelengkapan dokumen atau berkas persyaratan klaim JHT yang harus disertakan juga berbeda-beda. Meski bedanya tidak terlalu banyak, tapi wajib dipenuhi karena kalau tidak maka dana JHT tidak akan cair.

Berikut inilah rincian berkas-berkasnya:

Berhenti Bekerja Karena Resign

Untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti kerja karena kamauan sendiri alias mengundurkan diri atau lebih dikenal dengan sebutan resign, saat ingin mencairkan JHT, berkas-berkas yang wajib dipersiapkan adalah:
  1. Kartu peserta BPJS-TK/Jamsostek asli beserta foto kopi.
  2. Foto kopi dan asli KTP Elektronik.
  3. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga)
  4. Paklaring atau Surat Pengalaman Kerja
  5. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

Berhenti Bekerja Karena Dirumahkan

Jika karyawan berhenti kerja karena terkena PHK (Pemberhentian Hubungan Kerja) atau dipecat, syarat-syarat dokumen pencairan dana JHT yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. Fotokopi KTP elektronik dan menyertakan aslinya.
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan yang asli.
  4. Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan.
  5. Fotokopi dan asli akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) 
  6. Fotokopi buku rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi.

Khusus untuk berkas akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), hanya diperuntukkan bagi peserta yang di-PHK setelah 1 September 2015 dan seterusnya. Jika di PHK sebelum tanggal 1 September 2015, maka tidak perlu membawa berkas tersebut.

Berhenti Bekerja Karena Berakhirnya Masa Kontrak

Untuk karyawan kontrak yang sudah tidak bekerja lagi karena sudah habis kontrak, jika ingin mengurus pencarian tabungan JHT, berkas-berkas yang wajib dibawa antara lain:
  1. Kartu peserta BPJS-TK/Jamsostek asli dan foto copy.
  2. KTP asli beserta fotokopi.
  3. Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
  4. Paklaring/Surat Pengalaman Kerja asli dan fotokopi.
  5. Membawa surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.
  6. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi.

Berhenti Bekerja Karena Diterima PNS

Bagi pekerja perusahaan yang resign karena lulus jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), berkas-berkas persyaratan ketika mau mengurus klaim saldo JHT adalah sebagai berikut ini:
  1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek asli beserta foto kopi.
  2. Foto kopi dan asli KTP Elektronik.
  3. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga)
  4. SK Pengangkatan PNS asli dan fotokopi.
  5. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

Berhenti Bekerja Karena Meninggal Dunia

Untuk peserta BPJS TK yang telah berpulang ke Rahmatullah, prosedur pencairan dana JHT diurus oleh ahli waris. Dan berikut ini dokumen-dokumen yang harus dilengkapi oleh ahli waris:
  1. Kartu peserta BPJSTK/KPJ yang asli dan fotokopi milik almarhum
  2. Fotokopi KTP elektronik peserta dengan menunjukan yang asli.
  3. Fotokopi Kartu Keluarga peserta dengan menunjukkan yang asli.
  4. Fotokopi KTP elektronik ahli waris dengan menunjukkan yang asli.
  5. Surat Kematian asli dari pejabat yang berwenang atau fotokopi legalisir.
  6. Surat keterangan ahli waris.
  7. Fotokopi surat nikah dengan menunjukkan yang asli.
  8. Fotokopi rekening tabungan ahli waris.

Berhenti Bekerja Karena Mengalami Cacat Total Tetap

Peserta BPJS TK yang mengalami sakit berat permanen atau cacat total tetap, bisa mengambil semua uang JHT miliknyanya. Berkas-berkas persyaratan yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. Surat Keterangan dari perusahaan asli dan fotokopi 
  3. KTP Elektronik asli dan fotokopi.
  4. Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
  5. Surat keterangan sakit mengalami cacat total tetap dari Rumah Sakit.
  6. Buku Tabungan asli dan fotokopi.

Apabila peserta BPJS TK yang mengalami cacat total tetap tersebut tidak bisa datang sendiri ke kantor BPJS TK, maka bisa dikuasakan ke orang lain. Dan orang yang diberi kuasa harus membawa dokumen-dokumen pendukung berupa:
  1. Surat Kuasa dari peserta BPJS TK.
  2. KTP Elektronik asli dan salinannya.

Sudah Memasuki Usia Pensiun

Jika pekerja sudah memasuki usia pensiun maka sudah bisa mengajukan pencairan uang JHT. Di tahun 2019 ini, usia pensiun pekerja Indonesia adalah 57 tahun. Selanjutnya usia pensiun tersebut akan bertambah 1 tahun setiap 3 tahun sekali, dan akan berhenti alias tidak naik lagi nanti ketika sudah mencapai usia pensiun 65 tahun. Berkas-berkas yang harus dilampirkan dalam pengajuan klaim dana JHT bagi peserta BPJSTK yang sudah memasuki usia pensiun adalah sebagai berikut:
  1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. Fotokopi KTP elektronik dan menyertakan aslinya.
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan yang asli.
  4. Surat keterangan dari perusahaan asli dan salinannya. 
  5. Fotokopi buku rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi.

Berhenti Bekerja Sebagai TKI

Untuk TKI (Tenaga Kerja Indonesia) atau sekarang dikenal dengan nama PMI (Buruh Migran Indonesia), jika ikut program JHT juga bisa mencairkan dana JHT miliknya setelah berhenti jadi TKI dan pulang ke Indonesia. Berikut syarat-syarat dokumen yang harus dilengkapi:
  1. Kartu peserta BPJSTK asli dan fotokopi.
  2. Fotokopi dan asli EKTP.
  3. Fotokopi dan asli KK.
  4. Surat keterangan PHK dari perwakilan pemerintah RI di negara penempatan atau surat keterangan PHK dari pelaksana penempatan TKI atau surat keterangan PHK dari perusahaan tempat TKI bekerja.
  5. Fotokopi buku rekening Peserta.

Berhenti Bekerja Karena Akan Meninggalkan Indonesia


Peserta BPJS TK yang akan meninggalkan wilayah Indonesia dan tak akan kembali lagi, diperbolehkan mencairkan uang JHT sesuai dengan jumlah saldo yang dimilikinya. Berkas-berkas persyaratannya adalah:
  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek)/BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Surat keterangan habis kontrak/Surat keterangan mutasi ke luar negeri/Surat keterangan berakhirnya masa tugas di Indonesia.
  3. Pasport.
  4. Visa bagi pekerja WNI.
  5. Pernyataan tidak akan bekerja lagi di Indonesia.
  6. Buku rekening tabungan asli dan fotokopinya.

Demikianlah perbedaan berkas-berkas persyaratan pencairan uang JHT 100% berdasarkan penyebab seseorang berhenti bekerja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat-sobit pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengurus pencairan uang JHT seluruhnya alias 100%.

Untuk cara pencairannya bisa dilakukan secara online melalui layanan E-klaim JHT. Bisa juga secara offline di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dengan registrasi antrian online terlebih dahulu. Atau bisa juga klaim JHT secara manual tanpa antrian online di KCP (kantor cabang perintis) BPJS TK, di SPO bank-bank yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti bank BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN, dan bisa juga di Kantor POS Indonesia.

Baca Juga: Cara Mendapat No Antrian Online Supaya Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Lebih Cepat dan Mudah

Dan jangan lupa, selain syarat-syarat kelengkapan berkas seperti yang telah disebutkan di atas, ada syarat kategori atau ketentuan untuk bisa mencairkan dana JHT secara full, yaitu paling tidak sudah berhenti bekerja selama satu bulan. Jika belum ada sebulan, maka pengajuan klaim JHT dipastikan tidak akan diproses. Kemudian juga ketika hendak mengajukan pencairan JHT, status peserta belum bekerja lagi alias sedang menganggur. Jika terbukti sudah bekerja lagi, maka klaim JHT pasti akan ditolak.

Intinya klaim JHT 100% hanya bisa dilakukan ketika status kepesertaan sudah non aktif karena sudah tidak bekerja lagi, dan perusahaan telah menghentikan iuran dan melaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan bahwa peserta yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi.