Saatnya Memanfaatkan Dana THR Untuk Beli Gadget Impian

Menerima THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi kita karyawan muslim setiap hari lebaran Idul Fitri tiba. Kehadiran THR tentu sangat membantu kita dalam memenuhi berbagai kebutuhan yang pasti meningkat di setiap lebaran, belum lagi biasanya dibarengi pula dengan kenaikan harga-harga barang yang terkadang cukup signifikan.

Dana THR yang kita terima bisa kita gunakan untuk membeli tiket mudik, baju baru, kue lebaran, bayar zakat, beli petasan, biaya jalan-jalan mengisi libur lebaran dan berbagai kebutuhan hari raya lainnya. Juga bisa digunakan untuk melunasi hutang bagi yang memiliki hutang. Sementara bagi yang tidak punya utang, ada baiknya dana THR ditambahkan saja ke dalam tabungan.

Selain semua itu, tidak ada salahnya kita memanfaatkan uang THR untuk membeli gadget yang sudah lama diidam-idamkan. Misalnya sudah lama kita ingin memiliki kamera digital, namun selama ini kita merasa sayang jika membelinya menggunakan uang gaji atau mengambil dari tabungan. Nah momen penerimaan THR bisa menjadi kesempatan kita untuk membeli kamera tanpa mengusik uang gaji atau pun tabungan.

Kamera Canon EOS M10
Canon EOS M10

Meskipun bukan merupakan barang kebutuhan pokok, namun saat ini kamera sudah menjadi gadget impian bagi banyak orang terutama kalangan anak muda. Dengan kamera seseorang bisa mengabadikan momen-momen penting atau sekedar untuk memotret hal-hal unik yang tak sengaja kita jumpai. Apalagi buat yang suka traveling, pasti rasanya tidak afdol jika berwisata tanpa membawa kamera.

Kemudian buat yang aktif di jejaring sosial seperti Instagram, pasti ingin banget foto dan video yang dipajang di akunnya adalah yang terbaik. Untuk itu tentu dibutuhkan kamera canggih yang mampu menghasilkan gambar berkualitas bagus, bukan sekedar kamera ponsel biasa!

Selain untuk sekedar bersenang-senang, jika diseriusi memiliki kamera juga bisa menjadi sumber pemasukan yang tidak boleh disepelekan. Jaman sekarang semakin banyak profesi yang melibatkan kamera. Misalnya saja selebgram, blogger, youtuber atau sekedar membuka jasa persewaan kamera. Intinya, memiliki kamera itu menyenangkan dan bahkan menguntungkan.

Jika dulu hanya fotografer dan wartawan saja yang akrab dengan kamera, saat ini hampir semua kalangan bisa memiliki dan mengoperasikan kamera. Dimana-mana kita sudah biasa melihat orang-orang sedang asyik memotret, ibu-ibu mengalungi kamera mirrorless, bapak-bapak menenteng kamera DSLR, atau remaja-remaja memanggul tongsis kamera aksi.

Hal tersebut karena sekarang ini untuk memiliki kamera bukanlah perkara sulit. Kita tidak perlu repot-repot keliling dari toko kamera yang satu ke toko kamera yang lain. Kita bisa mencarinya lewat di situs-situs belanja online ternama yang sudah banyak di Indonesia. Bahkan sebelum memutuskan membeli, kita bisa memilih-milih kamera mana yang spesifikasinya cocok dengan yang kita butuhkan. Kita juga bisa membandingkan dulu harga-harga kamera dari beberapa toko online, sehingga akhirnya kita bisa mendapatkan harga yang paling murah.

Selain cara membelinya yang begitu mudah, harga kamera saat ini juga bisa dibilang cukup 'murah'. Kamera bukan lagi barang wah yang hanya mampu dibeli oleh kalangan atas saja. Lihat saja harga kamera Canon di berbagai toko online, masih sangat terjangkau dengan uang THR kita. Padahal kita semua tahu, Canon merupakan merek kamera ternama dan sudah terkenal sejak lama.

Salah satunya Canon EOS M10, kamera berjenis mirrorless ini harganya cuma kisaran 4 jutaan saja.

Kamera Mirrorless Canon EOS M10
Kamera Mirrorless Canon EOS M10

Untuk diketahui, kamera mirrorless sekarang ini semakin banyak digandrungi masyarakat. Pasalnya kamera jenis ini ukurannya lebih ringkas serta memiliki bobot yang lebih ringan dibanding kamera DSLR, sehingga praktis dibawa kemana-mana. Tapi jangan salah, walau kecil tapi kamera mirrorless tetap memiliki performa yang membanggakan dan bisa diandalkan. Seperti kamera Canon EOS M10 ini, meskipun berbody mungil, namun mampu menghasilkan foto dan video yang tidak kalah dengan kamera DSLR.

Jadi, buat yang sudah lama ingin memiliki kamera namun sayang jika belinya pakai uang gaji, bisa dicoba mengakalinya dengan menggunakan uang THR. Jika selama ini gaji bulanan sudah kita alokasikan untuk belanja keperluan sehari-hari, bayar macam-macam iuran, bayar angsuran dan juga ditabung. Maka tak ada salahnya kita memakai uang THR untuk memanjakan diri dengan membeli gadget idaman, sebagai hadiah untuk diri sendiri setelah 12 bulan bekerja. Sehingga nanti disaat libur lebaran usai, kita kembali bersemangat untuk berkerja lagi!

Zuck Linn #22: Kewajiban Ngeband!



#22 Kewajiban Ngeband!

Semenjak peristiwa di restoran malam itu, Zuck dan Linn lebih hati-hati jika ingin bertemu. Sebisa mungkin menghindari tempat-tempat yang berpotensi kepergok Yonah ataupun Dewik. Seperti sabtu petang ini, Zuck mengajak Linn ketemuan di lantai 4 kampusnya.

Lantai 4 tersebut sekaligus atap bagi kampus. Jika siang panasnya bisa sangat mencekam, tapi kalau sore-sore atau malam hari, cukup memadai dijadikan tempat nongkrong-nongkrong memantau lalu-lintas kota Pekanbaru, sambil menikmati indahnya kelap-kelip lampu sein.

"Scandiva ini siapa sih? Giat banget komen di status kamu," tanya Linn yang sedang melihat-lihat dinding Facebook Zuck.

"Nggak kenal kok. Berteman di Facebook juga belum lama."

"Kalau dia komen, kamu jangan terlalu ngeladenin gini dong, Mas. Aku nggak suka!" kata Linn sambil cemberut.

"Iya, Beb. Maaf. Besok-besok enggak lagi-lagi," sahut Zuck berjanji. Tadi siang ia memang sempat berbalas-balasan komen dengan Scandiva. Orangnya asyik kalau komen lucu, tidak asal komen kayak aktivis Facebook kebanyakan.

Linn menutup Facebook-nya, beralih memandang langit petang yang mulai memunculkan bintang-bintang.

"Mas Zuck bintangnya apa?"

"Kenapa tiba-tiba nanyain bintang?"

"Jangan bales nanya!"

Belum sempat Zuck menjawab, ada kiriman WhatsApp dari Jabon. Isinya cuma mengingatkan malam ini malam minggu, jangan lupa ngeband!



Zuck dongkol sendiri membaca pesan itu. Pertama, tanpa perlu dingatkan, Zuck sudah ingat sekarang malam minggu waktunya ngeband! Kedua, Zuck sebenarnya sangat ingin hingga malam nanti terus bersama Linn. Tapi bagaimana lagi, inilah resiko pacaran sembunyi-sembunyi yang harus ia terima.

"Pulang yuk, Sayang. Kampusnya kayaknya udah mau tutup," ajak Zuck tiba-tiba.

"Ditanyain bintang gitu aja malah ngajak pulang. Emang nggak sekalian malam mingguan?"

"Ya masa malam mingguan masih gini? Ganti penampilan dululah. Mandi, ganti baju, pakai minyak rambut, operasi wajah...

"Jawab dulu bintangnya kamu apa?" potong Linn.

Ada rasa heran dalam benak Zuck, terhadap cewek-cewek yang percaya ramalan bintang, kemudian suka mencocok-cocokkan bintangnya dengan bintang cowoknya. Sebenarnya cowok juga banyak, tapi Zuck sudah tidak termasuk. Dulu waktu SMP memang sempat tersesat. Tiap beli majalah, yang dilihat pertama pasti rubrik horoskop, dan tentu saja ramalan zodiaknya yang dibaca duluan, setelah itu zodiak gebetannya. Zodiak-zodiak yang lain menjadi tidak penting. Sering memang yang diramalkan itu hampir sesuai kenyataan, tapi setelah Zuck mencoba membaca-baca zodiak yang lain, apa yang diramalkan untuk zodiak lain itu juga dialaminya. Zuck sempat stress. Sebenarnya dia salah bintang atau bagaimana?

Dan dulu Zuck pernah dirugikan secara materi gara-gara percaya bintang. Ceritanya dia tergoda ikutan ketik REG spasi Nama Bintang lalu kirim ke nomor tertentu. Zuck kecewa. Bukan karena ramalan untuknya jelek-jelek, melainkan SMS-SMS ramalan itu terus masuk meski Zuck sudah UNREG berulang kali. Setiap isi ulang, pulsanya langsung disedot tanpa izin. Zuck trauma sampai ganti kartu. Makanya sejak saat itu persetan dengan ramalan bintang!

"Pilihin dong yang bagus buat aku bintang apa?"

"Mana bisa gituuu!" Linn cemberut manja.

"Dulu waktu SMP bintangku Scorpio. Nggak tau kalau sekarang, mungkin RX-King."

Linn cemberut kuadrat.

Zuck tertawa sebentar, kemudian kepalanya mendongak ikut memandang langit. "Aku tuh sebenarnya nggak peduli bintangku scorpio, libra, kejora, bintang tujuh, bintang kelas. Bagiku, bisa menjadi bintang hatimu itu yang paling penting, Linn."

Linn tersenyum malu. "Yaudah ayo pulang saja."

Gebrack Band

--~=00=~--

Kuteriakan rasa
Lewat debu-debu di ujung sepatu
Tak mau lagi kumencintai cinta

Cinta itu menyakitiku
Suatu hari hampir mematikanku
Kerinduan tanpa tepi-tepi waktu
Menyiksa dalam tidur dan sadarku

Siang malam berakhir percuma
Ketika cinta yang kurasa
Dia cuma fatamorgana
Bagai jerat laba-laba
Tiada terbaca
Tapi perangkapnya nyata

Ku mau sendiri saja
Tanpa cinta ku mampu berdiri
Meniti hari berburu prestasi
Aku benci cinta...

So.. Lalilalii...
Oo.. Laolalaa...

Di sebuah studio musik murahan, Gebrack Band sedang asyik berlatih. Jabon sang gitaris yang sekaligus merangkap vokalis, lewat suaranya yang serak basah-basah dan pic control tidak terkontrol, tengah menyanyikan lagu 'anti cinta' ciptaannya sendiri. Diiringi hentakan periodik dari drum yang digebuk Zuck. Di posisi bass, Dade mempermainkan alat musiknya dengan betotan akurat. Sementara Woko yang juga memegang gitar, tidak kalah seru beraksi berjingkrak-jingkrak bahagia, berkhayal tengah berada di hingar bingar panggung konser, padahal justru mirip monyet dapat lemparan kacang.

Lima menit kemudian lagu berakhir.

"Makin hari makin kompak aja perform kita. Aku yakin suatu saat band kita akan menjadi sebuah band besar!" koar Jabon kepada kawanannya.

"Tapi sebaiknya kita segera nambah personil untuk posisi vokalis, pengganti Beno. Suara lu udah dangdut banget, Bon! Nggak pantes sama formasi baru band kita," sahut Dade mengeluarkan pendapat.

"Iya bener. Tadinya juga aku mau usul gitu, tapi males," Woko menimpali.



"Sebenarnya dari awal aku juga pengen usul itu, tapi aku kuatir kalian nggak setuju," celetuk Jabon. "Aku sendiri heran sama suaraku. Padahal kalau nyanyi sambil denger lagu pakai earphone, suaraku bagus banget. Asli! Tapi entah pas tanpa earphone, bisa hancur banget gini."

"Jadi gimana? Apa perlu kita adain audisi di 5 kota besar di Indonesia?" tanya Dade tanpa memperdulikan curhatan Jabon.

"Nggak perlu. Masing-masing kita sambil cari-cari aja, kalau ketemu yang suaranya ngerock, tawarin masuk ke band kita tanpa audisi," jawab Jabon.

Zuck tak sempat nimbrung, via chat WA ia sedang berjuang keras membujuk Linn yang sedang merajuk berat karena malam ini tidak diapeli.

--~=00=~--

Selanjutnya

Zuck Linn #21: Hampir Saja Ketahuan

Zuck Linn


#21 Hampir Saja Ketahuan

Akhirnya, tanpa sepengetahuan masyarakat luas, Zuck dan Linn sudah jadian. Bagi Linn, ini adalah kisah cintanya yang paling lucu dan membahagiakan. Zuck malah lebih bahagia dari itu. Dengan pacaran sembunyi-sembunyi, ia sudah seperti peribahasa sekali tepuk dua pulau terlampaui, bisa memiliki Linn sekaligus bisa tetap bersama Gebrack.

Dan malam itu sehabis keliling-keliling pakai RX King, Linn mengajak Zuck singgah ke sebuah restoran cepat saji cabang dari Amerika. Karena sudah jadian, Linn ingin mentraktir Zuck makan-makan.

Sejuk dan harumnya ruangan membuat perut mereka bertambah lapar begitu memasuki restoran. Tapi sejuknya memang kebangetan, serasa diterpa angin kencang pasca mandi air hangat. Beruntung bagi Zuck, malam itu ia mengenakan kupluk sehingga dinginnya tidak terlalu terasa.

"Dingin banget ya?" keluh Linn menggosok-gosok lengannya. Ia baru saja memesan makanan.

"Mau kupluk nggak?" tanya Zuck.

"Mau, Mas. Mau, mau," senyum manis Linn langsung mekar, menghiasi jawaban atas tawaran kekasih tersayangnya itu. Ia tampak kesenengan, seperti anak kecil yang akan dibelikan mainan baru.

Alinna Bilqis Quinova

Zuck melepas kupluknya, lalu bersiap memasangkannya ke kepala Linn.

"Lho, kok beginian sih, Mas?" Linn memandang Zuck tak mengerti.

"Lho, emangnya kenapa?" Zuck memandang Linn lebih tak mengerti.

"Tadi kan Mas bilangnya 'mau kupeluk nggak?' Gitu?" tanya Linn dengan muka dipolos-polosin.

Sesaat Zuck mencelos, sebelum akhirnya melengos menyembunyikan wajahnya yang hampir tergelak. Ditepuknya lembut kening Linn dua kali. "Kupluk, Sayang. Kupluk! Hadeh... Nggak usah pura-pura koplok!"

Linn tertawa sambil membekap mulut. Andai bukan di tempat umum, ia pasti sudah tertawa terbahak-bahak.

Sementara Zuck dengan sabar dan penuh kasih sayang, melanjutkan memasang kupluknya ke kepala Linn. Lalu tersenyum ketika selesai. "Kamu lucu kalau pakai kupluk, kayak Afika...

"Benua Afrika?!"

"Terserah. Bebas! Aku lagi dapet, males tengkar."

Linn kembali tertawa. Ia selalu gagal menahan tawa setiap kali berhasil membuat Zuck kesal.

"Aku emang sering mendadak bolot kalau sama kamu..."

"Kok malah aku yang salah?"

Linn mengangkat bahu, sambil menyelesaikan sisa tawanya. "Seandainya aku koma, trus cuma dengan Mas bisikin 'ayo dong siuman'. Aku pasti langsung sadar."

Zuck diam. Dalam hati menebak-nebak arah tujuan perkataan Linn.

"Soalnya aku dengarnya 'ayo dong ciuman'. Muahaha...

"Kan? Dasar anakan staples!" caci Zuck sambil tertawa kesal. Dan dengan gemas menarik kupluk di kepala Linn hingga ke bawah, membuat seluruh kepala Linn terbenam di dalam kupluk.

Sambil terus tertawa, Linn membuka kembali kupluk yang menutupi wajahnya itu. Saat proses pembukaan melewati mata, tawanya spontan terhenti, ekspresi wajahnya berubah ketakutan.

"Ada apa, Beb?" tanya Zuck keheranan melihat cepatnya perubahan wajah Linn.

"Ada Yonah, Mas. Aduh... Harus sembunyi di mana ini? Ke toilet apa ke dalam lesung pipi?" Linn panik sekali. Lalu tanpa pikir panjang, dia berjalan mengendap-ngendap ke kamar mandi restoran.

Zuck menengok ke belakang. Linn benar, ada Yonah dan Dewik yang sudah memasuki restoran. Cepat-cepat Zuck mengembalikan wajah ke arah semula. Tapi terlambat, Yonah sudah terlanjur memergokinya.

"Mas Zuck?" sapa Yonah.

"Iya saya sendiri," Zuck berusaha tenang.

"Sama siapa?"

"Sendiri."

Pelayan datang ke meja Zuck membawakan makanan yang tadi sudah dipesan Linn.

"Kok porsinya dua?" selidik Yonah melihat pelayan meletakkan makanan untuk dua orang.

Zuck tak berkutik. "Maksudnya tadi berangkatnya sendiri. Terus di sini nggak sengaja ketemu kenalan lama. Yaudah aku traktir aja dia. Mumpung banyak duit kan?"

Yonah manggut-manggut tapi tak percaya. "Terus sekarang mana temannya?"

"Ngapain sih nanya-nanya terus? Bisa jawab juga nggak ada hadiahnya."

Yonah menghela napas. Ia memilih mengalah dan tak ingin kepo lebih jauh lagi.

"Yonah kamu pesen makanannya. Aku ke toilet bentar," kata Dewik.

Zuck kelabakan. "Eh, Wik, tunggu!"

"Ada apa, Mas?"

"Gimana kalau aku cariin batu kecil buat kamu, trus kamu kantongin, ntar pasti kebeletnya sirna?" kata Zuck berupaya menawarkan bantuan.

"Nggak usah repot-repot, Mas. Terima kasih," tolak Dewik halus, kemudian beranjak ke toilet.
Gawat! Zuck yang semakin kelabakan, segera kirim pesan WA kepada Linn, memberitahu bahwa Dewik sedang ke arah toilet.

"Kayak ada yang aneh," gumam Yonah curiga.

"Udah sana kembali ke tempat masing-masing," Zuck mengibaskan tangan, mengusir tampan adiknya.



Yonah ngeloyor pergi mencari tempat tak jauh dari Zuck. Tak beberapa lama, Dewik sudah kembali lagi dengan wajah biasa-biasa saja. Melihat itu Zuck merasa plong banget. Itu berarti selama di toilet tadi, Dewik dan Linn tidak saling bertemu.

'Sayang gimana keadaan kamu?' Zuck bertanya via pesan WA.

'Aku selamat, Mas. Tapi aku pulang duluan naik taxi. Takut banget ketemu mereka.'

Zuck tergagap. Mungkin karena chemistry di antara keduanya sudah sangat kuat, tiba-tiba Zuck juga merasakan takut banget seperti yang Linn rasakan. Ia takut banget memikirkan siapa yang bertanggung jawab membayar makanan ini? Tadi kan Linn yang mau traktir?! Kok malah pulang duluan? Sementara Zuck sendiri tidak ada uang. Dompetnya ketinggalan di rumah gara-gara tadi tidak dibawa.

Di dalam ketakutan itu, Zuck menoleh ke arah Yonah yang kebetulan juga sedang melihatnya. Zuck mengangguk dan tersenyum manis. Yonah tidak menggubris. Zuck bangkit mendekati Yonah dengan langkah digagah-gagahin.

"Mm... Yonah. Kamu tau nggak, kalau kedatanganku ke sini adalah mau pinjem duit kamu?"

--~=00=~--

Zuck Linn #20: Jadian Diam-diam

Zuck Linn


#20 Jadian Diam-diam

"Aku balik ke rumah," pamit Linn sesampainya di luar. Setelah menatap Zuck sebentar dan memberinya seulas senyum, Linn melangkah menuju rumahnya yang didirikan di seberang jalan.

"Tunggu!" kejar Zuck meraih tangan Linn.

Langkah Linn terhenti. Darahnya berdesir merasakan hangat pegangan tangan Zuck di pergelangannya.

"Lepasin, Mas," katanya tapi tanpa usaha supaya terlepas, sepertinya justru membiarkan tangannya dijamah.

"Ini kesempatan terakhir. Kamu terima aku atau iya?!"

"Lepasin. Kita harus cepat pergi."

"Nggak perlu buru-buru. Jawab iya dulu."

"Memang harus buru-buru. Kalau masih di sini bisa ditabrak truk. Ini tengah jalan!"

Ilustrasi Gambar indahnya jatuh cinta

Zuck menoleh ke kanan dan ke kiri. "Hah, iya?!"

"Yaudah lepasin."

"Terima aku dulu?"

"Eh itu ada mobil datang!" kecoh Linn.

"Biarin. Terima aku dulu?"

"Nanti kita ditabrak."

"Biarin. Terima aku dulu!" paksa Zuck.

"Kalau ketabrak kamu tewas trus gagal jadian sama aku."

"Biarin. Eh, iya, ya?"

"Iya."

"Iya apa? Iya terima aku?"

"Iya."

"Iya?"

"Iya!"

"Nggak becanda?"

"Enggak."

"Bukan karena terpaksa?"

"Kok sekarang jadi kamu yang nggak percaya sih?"



Zuck tersenyum lega banget. Tapi tetap tak ingin melepas tangan Linn. Kali ini dituntunnya hingga ke seberang. "Cuma mau mastiin, apa yang akhirnya membuatmu nerima aku?"

"Kamu orangnya ngotot. Nggak gampang nyerah. Aku suka," jawab Linn juga tersenyum. Memandang Zuck penuh cinta. "Dan yang terutama, kamu orang yang baik."

"Huh!" Zuck langsung melepas tangan Linn. Berdirinya berubah membelakangi Linn. "Ternyata kamu nggak tulus. Nanti kalau aku udah nggak baik lagi, berarti kamu nggak cinta lagi?"

"Jangan gila!" Linn melangkah memutar dan berdiri tepat di depan Zuck. Ditatapnya mata Zuck tajam. "Justru kamu sendiri yang sebenarnya nggak tulus. Kamu jatuh cinta ke aku karena lesung pipi ini kan?" Linn tersenyum sambil menunjuk lesung pipinya sendiri. "Berarti nanti kalau cacat di pipi ini sembuh, kamu nggak akan cinta aku lagi?"

"Nggak bisa gitu. Udah duluan kamu yang nggak tulus."

"Kamu kali yang nggak tulus."

"Kamu aja."

"Kamu, Mas. Udah pokoknya kamu."

"Nggak mau. Aku sibuk. Udah kamu aja."

"Kamuuu!"

"Kamu. Iya, kamu."

Begitulah. Di hari pertama jadian saja mereka sudah saling tuduh yang tiada habis-habisnya.

--~=00=~--

Zuck Linn #19: Rahasia Yonah

Zuck dan Linn


#19 Rahasia Yonah

Dari acara reuni dadakan di tempat pangkas rambut Jabon, Zuck pulang menggunakan jasa bis kota jurusan Kubang. Tapi bis hanya mengantarkannya sampai ujung gang. Untuk sampai ke rumah, Zuck masih butuh waktu antara 10 sampai 11 menit berjalan kaki.

Pintu dalam keadaan terbuka saat Zuck tiba di rumah. Kondisi itu membuatnya tidak perlu repot-repot membukanya, bisa langsung masuk dan mungkin tanpa disadari oleh orang-orang rumah.

Tiba di kamar, Zuck berencana membuka jaket dan bajunya dan menggantinya dengan kaos hadiah kampanye Gerindra. Baru setengah resleting jaket diturunkan, sayup-sayup dari arah samping rumah terdengar Yonah sedang mengobrol dengan seseorang lewat telepon. Awalnya Zuck tak mau tahu, tapi saat mendengar ada namanya dan nama Linn disebut-sebut, Zuck langsung mencari asahan untuk mempertajam indra pendengarannya.

"Terima kasih ya, Linn, akhirnya kamu mau menolak Mas Zuck. Aku tau ini nggak mengenakkan buat kamu, buat Mas Zuck, dan juga buat aku. Tapi gimana lagi, inilah jalan terbaik. Aku nggak mau persahabatan kita terganggu jika kalian nekat jadian."

Zuck terduduk di tepi ranjang. Kakinya terasa lemas. Sekarang ia mengerti kenapa tadi malam Linn tidak jadi menerimanya. Ternyata Yonah gara-garanya!

"Pokoknya demi langgengnya persahabatan kita, nggak boleh ada yang macarin Mas Zuck! Kamu nggak boleh, Dewik juga jangan. Aku juga janji nggak akan pernah pacaran sama dia!"

Zuck menghela nafas berkali-kali. Tadinya ia ingin keluar dan memarahi Yonah. Apa haknya ikut campur urusan cintanya dengan Linn? Tapi kemudian Zuck sadar, Yonah juga berhak untuk itu.

"Aku abangnya, Linn sahabat baiknya. Dia hanya terlalu khawatir kalau aku jadian sama Linn, nanti bisa merusak semuanya," kata Zuck berbicara kepada lemari.

Lagipula Zuck merasa semua sudah terlambat. Ia kadung tergabung dalam Gebrack Band, band anti cinta, yang melarang personilnya punya pacar. Nekat kembali mendekati Linn jelas akan dicap penghianat dan terdepak dari sana. Zuck tidak mau berpisah dengan sahabat-sahabatnya itu. Di sisi lain, melepas Linn begitu saja juga bukan pilihan yang sesuai hati. Zuck tidak mau munafik, ia sangat mencintai Linn melebihi cintanya kepada produk Indonesia.

Zuck berbaring dengan lengan menyilang di jidat. Hatinya bimbang. Pikirannya bingung. Dua-duanya sangat Zuck inginkan. Baik Alinna Bilqis Quinova ataupun Gebrack Band. Zuck tidak bisa memilih salah satu, tapi juga tidak boleh memilih dua-duanya. Sungguh sebuah dilema besar! Bagaikan buah simalakama mentah, dimakan sepet, tak dimakan lapar.



Mendadak ada sesungging senyum di sudut bibir Zuck. Wajahnya berbinar mirip penyair mendapat ide bagus. Ia bergegas bangun, menaikkan kembali resleting jaketnya, kemudian keluar kamar menuju garasi.

"Lho, Mas Zuck, udah pulang?" Yonah sedikit terkaget-kaget.

Zuck hanya menoleh dan memberi senyum.

"Gimana tadi jalannya sama Kak Nivi?"

"Kita kan naik mobil. Bukan jalan?" jawab Zuck tanpa menghentikan langkah, bahkan justru lebih dipercepat. Tapi tiba-tiba langkah itu terhenti. Mukanya syok memandang garasi.

"Kenapa, Mas? Ada apa?" Yonah terheran-heran.

Beberapa saat Zuck masih terdiam. Setelah itu menoleh ke arah Yonah, menghembuskan nafas lega sambil mengelus-elus dada. "Nggak apa-apa. Kirain tadi ke mana mobil di garasi, taunya emang belum punya."

"Setan!" teriak Yonah. Kepalanya celingak-celinguk mencari benda yang kira-kira bisa dilemparkan tapi tidak mengakibatkan luka-luka.

Sayangnya Zuck sudah lebih dulu melesat pergi bersama motornya. Meninggalkan Yonah yang masih misuh-misuh.

Ilustrasi Gambar untuk cerpen

--~=00=~--

Zuck menghentikan motornya di depan rumah megah yang di halamannya ditumbuhi pohon jambu air dan mangga. Setengah menit setelah memencet bel, Uci datang.

"Mau ketemu Linna, Mbak?" Zuck menjelaskan maksud kedatangannya.

"Mbak Linn-nya ndak ada, Mas."

Zuck kukur-kukur kepala. Masa menghadiri acara pemakaman pejabat negara dari tadi malam belum pulang juga?

"Pergi ke mana ya, Mbak?"

"Tuh di depan, beli es campur."

Kepala Zuck memutar mengikuti tangan Mbak Uci yang menunjuk ke sebuah rumah di seberang jalan.

"Saya susul ke sana," pamit Zuck, kemudian berlari-lari manja menuju tempat jualan es campur.

Tiba di tempat, Linn agak kaget melihat kedatangan Zuck.

"Udah lama nunggu?" sapa Zuck super pede sembari duduk di depan Linn.

"Belum kok. Nah, itu udah datang," kata Linn saat melihat pelayan mengantar pesanan ke mejanya. "Mas nggak pengen nyoba? Es campur di sini manis lho, Mas. Kayak aku."

Zuck berdecak pelan. Di planet Namex juga, yang namanya es campur tentu saja manis. Entah kalau es campurnya campur puyer sakit kepala dan kenyataan yang sedang ia rasakan saat ini. Pasti pahit!

"Linn..." Zuck memanggil lembut.

"Iya, Mas," jawab Linn lima kali lebih lembut. Wajahnya merunduk, memperhatikan tangannya sendiri yang tengah memutar-mutar sendok di mangkok es campur.

"Melanjutan obrolan kita tadi malam. Jujur, sebenarnya kamu nggak ingin menolakku kan?" tanya Zuck langsung ke pokok persoalan.

Tidak ada tanggapan dari Linn. Ia sibuk sendiri mencicipi es campurnya seujung sendok. Lidahnya mengecap-ngecap. "Ini kenapa, ya, Mas. Es campurnya berasa kayak bukan kopi luwak?"

"Itu karena aku sayang kamu!" serobot Zuck. Berusaha menyabarkan diri untuk tidak menabok Linn pakai serutan es. Ngeselin! Ditanya cinta jawabnya kopi luwak. Rasanya Zuck ingin berteriak tepat di kuping Linn, bahwa saat ini tidak ada hal lain yang lebih penting selain sebuah jawaban jujur.

"Aku mau fokus minum es campur dulu, Mas. Jadi sebaiknya kita temenan aja."

"Bohong!" sahut Zuck cepat, ditatapnya Linn dalam-dalam. "Aku bisa melihat, ada cinta untukku di mata kamu."

"Ada gambar love-nya?" Linn mengucek-ngucek matanya.

"Ada gambar calon pacar kamu."

Linn balas menatap Zuck, hanya sanggup dua detik. "Ada gambarku juga di matamu. Kita kan lagi duduk berhadapan?"

"Sudahlah, Linn, nggak usah keluar jalur. Aku tau, sebenarnya kamu gak pengen nambah teman. Temanmu sudah banyak. Di Facebook aja hampir 5000 teman. Kamu pengen menerimaku jadi pacar, tapi nggak dibolehin sama Yonah. Iya kan? Aku dengar sendiri tadi pas kalian teleponan."

Linn tidak bisa lagi berkelit, tapi dari raut mukanya ia terlihat lega. "Nah berarti Mas udah tau semuanya. Memang gitu kemarin pagi sehabis Mas telepon, Yonah ngelarang aku dan Dewik jatuh cinta sama kamu. Katanya bisa merusak persahabatan."

"Bagaimana kalau kita jadian diam-diam, tanpa sepengetahuan Yonah dan Dewik?"

Alis Linn bertaut. Kemudian menggeleng. "Aku nggak mau membohongi mereka."

"Lebih parah kalau kamu menolakku, berarti kamu membohongiku sekaligus juga membohongi dirimu sendiri."

Linn menyuapi dirinya sendiri sesendok es campur, mengunyahnya perlahan-lahan sambil merenungi ucapan Zuck. Benar juga, menolak Zuck berarti berbohong terhadap dirinya sendiri, sebab sesungguhnya ia sangat ingin menerima Zuck. Dan berbohong itu perbuatan tercela.

"Tapi bukannya Mas Zuck punya pacar?"

"Iya, punya. Tapi nanti, setelah kamu nerima aku."

"Bukan aku! Tadi pagi posting foto berdua sama cewek itu siapa kalau bukan pacar?"

"Oh itu Nivi, bukan pacar. Sumpah."

"Bukan pacar kok perginya berduaan!" tuduh Linn dengan bibir menyungut.

"Nggak berduaan kok. Ada enam jiwa termasuk sopir. Cie cemburu ya?"

"Apa?! Cemburu?! Hahaha. Yaiyalah!"

"Jujur awalnya aku memang kegeeran, kirain mau diajak jalan ke tempat yang indah, taunya dibawa menghadiri presentasi bisnis MLM!"

"Hahaha..."

Tidak terbayangkan andai tadi kenyataan pahit itu dikatakan jujur pada Jabon, pasti teman-temannya bakal ramai ngakak meledek dirinya.

Begitulah yang sebenarnya. Zuck yang sudah ge-er sejuta perkara mengira akan diajak kencan di tempat spesial, ternyata cuma dibawa menghadiri persentasi MLM. Kalau Nivi jujur sejak awal Zuck tidak bakal sudi.

Ini modus baru, atau entah strategi MLM yang Nivi ikuti, menjemput calon downline dengan mobil mewah dan berbohong diajak ke tempat lain. Sebab, jika jujur diajak ke presentasi MLM, atau dipresentasikan langsung di tempat kemungkinan besar gagal. Sudah banyak orang yang trauma dengan MLM. Kalau di lokasi pertemuan, sudah dipersiapkan pembicara-pembicara terlatih, disertai pengakuan-pengakuan anggota mereka.

Ia tidak menyalahkan MLM. Cara kerjanya cukup masuk akal, merekrut dowline dan membuat jaringan sebanyak-banyaknya. Tapi itu kan bukan perkara gampang. Kalau yang menyerah dan gagal, sudah banyak bergelimangan di sekitarnya. Contoh paling dekat Woko.

Dulunya Woko adalah mahasiswa satu jurusan dengannya. Suatu hari ia tergiur ikut bisnis MLM obat-obatan dari Tiongkok. Modalnya hampir 3 juta. Cukup besar untuk mahasiswa berorangtua pas-pasan seperti Woko. Dan ia menyelewengkan duit dari orang tua-nya. Uang yang seharusnya untuk keperluan kuliah, Woko gunakan untuk masuk MLM.

Percaya diri Woko terlalu tinggi. Kalau kebanyakan orang kuliah sambil kerja, dia dengan bangganya mengaku kerja sambil kuliah.

"Sori, Ko, aku nggak berminat. Aku mau konsen di bola aja," tolak Zuck saat itu ketika Woko mengajaknya join.

"Kalau kamu nanti udah punya penghasilan ratusan juta, dapet awards pesawat pribadi dan kapal pesiar, kamu bisa beli Christiano Ronaldo buat ngelatih kamu. Kabarnya dia mau dijual sama Madrid."

"Sembarangan aja manusia diperjualbelikan! Ngelanggar HAM tauk!"



Tapi sabar terkadang ada batasnya. Kesabaran Woko dalam menerima penolakan demi penolakan mencapai titik jenuhnya. Pada suatu hari, ia memutuskan berhenti kuliah dan pergi ke Kalimantan Barat dengan alasan mau melebarkan bisnis MLM-nya di sana. Padahal aslinya dia kabur karena sudah tidak memiliki uang semester dan malu sama teman-teman karena bisnis MLM yang ia bangga-banggakan tak menghasilkan apa-apa.

Zuck tak tertarik dengan dunia MLM. Makanya tadi baru setengah jam pertemuan, ia meloloskan diri dan memilih menemui sahabat-sahabatnya di tempat pangkas rambut Jabon.

Tadi ketika reuni, Zuck berusaha terlihat baik-baik saja di depan teman-temannya. Padahal perasaannya sedang sangat kecewa dan ingin mengamuk. Dalam sehari semalam dua kali menjadi korban PHP. Linn dan Nivi. Hal itulah yang membuat Zuck langsung setuju dengan konsep band anti pacaran yang ditawarkan Jabon. Tadinya ia berpikir lebih baik jomblo saja!

"MLM itu apa sih, Mas?" tanya Linn kemudian.

Zuck melongo terpana. "Kalau nggak tau kenapa tadi ketawa?"

"Ya lucu aja. Mas-nya udah seneng-seneng mengira diajak jalan, taunya ke rapat MLM."

"Termasuk aku udah seneng-seneng nunggu di taman, taunya kamu nggak datang, itu juga lucu?"

"Itu kan karena Yonah," Linn merengut.

"Kan aku udah bilang, kita jadiannya diam-diam, jangan sampai Yonah tau."

"Yang itu kan ngomongnya barusan ini?"

"Jadi kamu nerima aku?" Zuck masih ngotot dengan keinginannya.

Linn tampak termenung. "Entahlah, Mas. Aku pulang dulu. Aku pikir-pikir dulu."

Mata Zuck yang sudah tampak lelah itu hanya memandangi kepergian Linn, selelah hatinya menghadapi sikap Linn, yang untuk jawab iya atau tidak saja harus berpikir seribu kali. Tapi ia tak boleh menyerah! Zuck kemudian menyusul dan mengawal Linn keluar warung es campur.

--~=00=~--

Berlibur Ke Kota-Kota Cantik Wilayah Indonesia Dengan Tiket Wings Air

Indonesia merupakan salah satu Negara dengan banyak destinasi liburan yang bisa dikunjungi saat musim berlibur, jadi tidak heran rasanya banyak wisatawan lokal maupun luar negeri lebih senang memilih liburan di wilayah Indonesia saja ketimbang wilayah luar negeri.

Liburan dengan Pesawat Wings Airline

Bagi Anda yang memiliki tiket Wings Air dan ingin berlibur di wilayah Indonesia, tentunya ada banyak destinasi atau kota wisata yang bisa menjadi tujuan untuk berlibur seperti:

Surabaya

Adanya patung Suro dan Buaya menjadi ikon kota Surabaya dengan predikat sebagai kota terbersih, sebuah kota yang berada di wilayah Indonesia yang kini juga banyak diincar oleh turis yang datang dari berbagai belahan dunia termasuk juga wisatawan lokal.

Monumen Suro dan Boyo di kota Surabaya
Tugu Suro dan Boyo - Dok Pribadi

Ada banyak tiket murah ke Surabaya yang bisa ditemukan untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang ada di kota ini, mulai dari menjajali keindahan Gunung Bromo yang sudah terkenal di dunia, Kenjeran yang selalu dipadati wisatawan, House of Sampoerna yang merupakan museum paling populer di Surabaya, Ekowisata Mangrove Wonorejo, dan masih banyak lagi tempat menarik lainnya (silahkan searching sendiri yah).

Natuna

Maskapai Wings Air juga bisa digunakan untuk berpergian ke wilayah Natuna, sebuah wilayah yang masih berada di kawasan Indonesia yang memiliki berbagai objek wisata menarik dan unik di dalamnya.

Meski tidak sepopuler wilayah lainnya yang mungkin karena lokasinya yang berada di daerah luaran Indonesia, namun wilayah ini banyak menyimpan tempat wisata yang sangat menarik dan wajib untuk dikunjungi seperti Pantai Batu Kasah, Batu Sindu, Pantai Sisi, Alif Stone Park yang bisa menjadi surganya dunia, pulau yang melegenda Pulau Senua, Selemot di desa Setengar, Pantai Tanjung, Pantau Teluk Buton, dan masih ada banyak destinasi wisata unik dan berbeda dari lainnya yang bisa ditemukan di wilayah Natuna.

Indahnya Alif Stone Park di Natuna, Kepri
Alif Stone Park - sumber: anitamayangtanjung.blogspot.com

Bandung

Siapa yang tidak kenal dengan wilayah yang satu ini, ada banyak objek wisata menarik dapat ditemukan di wilayah Bandung yang saat ini sangat ramai dibicarakan di media sosial terutama Instagram. Ada banyak objek wisata yang bisa dikunjungi nmulai dari wisata alam seperti Kawah Ciwidey yang sangat terkenal, Gunung Tangkuban Perahu yang ceritanya sudah melegenda, the lodge Maribaya yang terkenal seantero pemuda pemudi instagram, Situ Patenggang yang terkenal dengan kisah romantisnya, berbagai curug indah yang terkenal dengan cerita mistis dan keindahannya, dan masih banyak lagi.

Keindahan kawah putih Ciwidey Bandung Jawa Barat
Kawah Putih Ciwidey - Sumber: kawahputihciwidey.com

Untuk bisa menikmati berbagai objek wisata tersebut, ada banyak jenis transportasi yang bisa digunakan untuk datang ke wilayah ini mulai dari transportasi darat maupun udara. Jika ingin lebih nyaman, Anda bisa menggunakan tiket Wings Air untuk berkunjung ke wilayah Bandung atau bisa juga menggunakan tiket dari maskapai lainnya.

Masalembo

Jika tertarik dengan hal-hal yang berbau mistis seperti Segitiga Bermuda yang sudah terkenal sedunia karena mistisnya, di Indonesia ternyata juga terdapat sebuah wilayah yang aura mistisnya tidak kalah dari Segitiga Bermuda bernama Masalembo yang berada di Sumenep.

Foto keren pulau Masalembu
Pulau Masalembu - sumber: yusufwolfskin.wordpress.com

Meski terbilang mistis, namun kenyataannya kepulauan yang berada di Laut Jawa ini memiliki keindahan yang super. Ada 3 pulau utama di wilayah ini, yakni Pulau Masalembu, Pulau Masakambing, dan Pulau Kremaian. Objek wisata di kepulauan yang satu ini yakni pantai landau yang dibalut pasir putih, deburan ombak di wilayah ini tidak terlalu kencang jadi sangat cocok dijadikan sebagai tempat bersantai.

Jayapura

Selain bisa mendapatkan tiket murah ke Surabaya, Anda juga bisa mendapatkan tiket murah di wilayah Jayapura jika beruntung dengan menggunakan maskapai yang satu ini. Meski wilayahnya cukup jauh, namun wilayah ini memiliki banyak objek wisata yang menarik dan tentunya sangat wajib untuk dikunjungi dengan suasana yang beda dari lainnya.

Indahnya Teluk Youtefa Jayapura
Teluk Youtefa - sumber: wisatapapua.com

Di tahun 2017 ini, wilayah Jayapura juga memiliki banyak objek wisata yang sedang hits dan ramai dikunjungi, seperti Puncak Jayapura City, Air Cyclop Sentani, Air Terjun Kampung Harapan, Teluk Youtefa, Pantai Hamadi, dan masih banyak lagi berbagai objek wisata lainnya yang tentunya akan membuat pengalaman berlibur semakin sempurna.

Sumbawa

Wilayah Indonesia terluar memang jarang dikunjungi oleh masyarakat, karena lokasinya yang jauh serta sarana yang kurang mendukung. Meski begitu berbalik dengan kondisi yang ada, biasanya wilayah yang jarang dikunjungi memiliki berbagai objek wisata yang sangat menarik dan masih alami seperti misalnya di wilayah Sumbawa.

Ada banyak objek wisata terkenal di daerah Sumbawa, seperti misalnya Gunung Tambora, Pantai Kertasari, Pantai Maluk, Pantai Lariti, Pulau Moyo, dan berbagai objek wisata lainnya yang tersembunyi.

Pemandangan indah puncak gunung Tambora
Gunung Tambora - sumber: wijayaryputu.wordpress.com

Selain dari berbagai kota yang disebutkan di atas, tentunya masih ada banyak lagi wilayah di Indonesia yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk berlibur dengan menggunakan tiket Wings Air seperti wilayah Labuan Bajo, Yogyakarta, Cirebon, Bogor, Denpasar, Tanjungpinang, Mamuju, dan lainnya.