Inilah 5 Makanan yang Kaya Kandungan Probiotik Alami

Tidak semua bakteri yang ada di dunia ini memiliki sifat parasit atau merugikan manusia, nyatanya ada banyak sekali diantaranya yang justru berperan baik di dalam membantu untuk mengobati beberapa jenis penyakit, khususnya adalah yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Salah satu jenisnya adalah probiotik, pastinya tidak begitu asing dengan istilah yang satu ini mengingat pada beberapa jenis produk makanan terkadang disertai dengan kandungan probiotik atau bakteri baik. Probiotik untuk kesehatan saluran cerna adalah yang paling umum dijumpai.

Yogurt

Pada dasarnya kegunaan dari probiotik ini begitu banyak, selain untuk menjaga kesehatan saluran cerna, maka juga dimanfaatkan untuk meningkatkan sistem imuns, karena ikut serta bekerja dalam melawan bakteri jahat yang masuk kedalam tubuh. Selain dari suplemen, sebenarnya ada banyak sekali jenis makanan yang disertai dengan kandungannya, diantaranya adalah:

1. Yogurt

Yogurt, merupakan salah satu olahan susu yang di fermentasi dengan menggunakan beberapa jenis bakteri baik, diantaranya adalah Lactobacillus atau Acidophillus yang memiliki banyak peran baik di dalam menjaga kesehatan pencernaan, dapat membantu lancarkan pencernaan.

2. Kefir

Kefir, kefir ini sendiri sebenarnya juga termasuk hasil fermentasi, namun susu kambing, bukan susu sapi yang kaya akan kandungan antioksidan di dalamnya.

3. Sauerkraut

Sauerkraut, ini adalah makanan yang berasal dari fermentasi sayuran, diantaranya adalah kol yang sudah dimasak dengan bumbu-bumbu juga sebelumnya, dikenal kaya akan probiotik dan vitamin, sayuran fermentasi yang satu ini juga banyak digunakan untuk mengatasi masalah alergi.

4. Tempe

Tempe, hasil fermentasi dari kacang kedelai yang sering dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari ini tak hanya dikenal enak, melainkan juga kaya akan kandungan gizi dan mengandung probiotik.

5. Kimchi

Kimchi, merupakan makanan khas dari Korea yang terbuat dari fermentasi sayuran seperti lobak, kol dan juga sawi dengan tambahan bumbu-bumbu tertentu, menghasilkan rasa yang asin, asam dan juga gurih. Tak hanya enak, melainkan juga dikenal kaya akan manfaat bagi kesehatan.

Sumber probiotik untuk kesehatan saluran cerna ini dapat dikonsumsi setiap hari, ada juga versi suplemennya yang bisa didapatkan di Go Apotik.

Cara Mencairkan Uang JHT Secara Manual di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2019

Kali ini ZUCKICI.COM akan membahas bagaimana cara dan apa saja syarat-syarat klaim dana JHT tahun 2019 secara manual di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) dengan memanfaatkan sistem antrian online.

Untuk diketahui, saat ini ada beberapa cara yang bisa ditempuh dalam mengurus pencairan dana JHT (Jaminan Hari Tua). Antara lain bisa dicairkan secara online menggunakan layanan E-klaim JHT. Bisa juga diurus secara offline dengan datang langsung ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek terdekat, di kantor-kantor POS tertentu yang ditunjuk BPJS Ketenagakerjaan, dan bisa jugajug bank-bank SPO (Service Point Office) yang berkerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti bank BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN.

Nah di episode ini, saya hanya akan membahas tata cara mencairkan dana JHT secara manual dengan datang langsung ke kantor cabang BPJSTK terdekat, tentunya dengan memanfaatkan layanan antrian online. Karena sekarang ini, apabila mau mengurus pencairan saldo JHT di kantor cabang, peserta wajib registrasi antrian secara online terlebih dahulu. Aturan ini sudah berlaku sejak bulan Juli tahun lalu. Jadi kalau kita datang begitu saja ke kacab, tanpa mendaftar antrian on-line sebelumnya, maka pengajuan klaim dana JHT tidak akan dilayani.

Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Harap diperhatikan juga, yang aku tulis ini adalah prosedur klaim dana JHT 100% atau seluruhnya bagi peserta BPJS TK yang telah berhenti bekerja. Bukan pencairan uang JHT sebesar 10% atau 30% bagi peserta yang masih bekerja.

Baca Juga: Cara Cek Saldo JHT BPJSTK Lewat SMS Ternyata Gampang Banget!

Baiklah tanpa memperpanjang mukadimah, langsung saja ke penjelasan tahap demi tahap mengambil dana JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) full secara langsung di kantor cabang terdekat.

Syarat dan Ketentuan

Pertama-tama tentunya yang perlu diperhatikan jika ingin mengajukan pencairan dana JHT BPJS TK sebesar 100% adalah memenuhi semua syarat dan ketentuannya terlebih dahulu. Apa saja syarat dan ketentuannya? Berikut ini rinciannya:

  • Sudah tidak bekerja minimal 1 bulan. Baik itu karena mengundurkan diri/resign, kontrak kerja yang telah selesai, pemutusan hubungan kerja (PHK), cacat total permanen, meninggal dunia dan sebab-sebab lainnya. Jika berhenti kerjanya belum ada sebulan, maka dana JHT belum bisa cair.
  • Pada saat mengajukan pencairan peserta belum bekerja lagi alias sendang menganggur. Jika sebelumnya sudah berhenti bekerja di PT. A, tapi kemudian sudah bekerja lagi di PT. B, maka tabungan JHT yang dikumpulkan selama bekerja di PT. A belum bisa diklaim.
  • Kartu atau kepesertaan BPJSTK sudah benar-benar non aktif. Artinya perusahaan sudah menghentikan iuran dan juga melapor ke BPJS Ketenagakerjaan bahwa peserta sudah tidak bekerja. Jika kepesertaann BPJS Ketenagakerjaan masih terdeteksi aktif walaupun sudah berhenti bekerja, maka mohon maaf dana JHT juga belum bisa diambil.

Persyaratan Berkas

Jika syarat dan ketentuan di atas sudah terpenuhi semua, lanjut ke tahap berikutnya yaitu syarat kelengkapan berkas atau dokumen. Apa saja persyaratan berkas yang harus dilengkapi untuk mencairkan dana JHT BPJSTK 100%? Berikut ini rinciannya:
  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  2. KTP Elektronik asli dan fotokopi.
  3. KK (Kartu Keluarga) asli dan fotokopi.
  4. Paklaring/Surat Pengalaman Kerja/Surat Rekomendasi.
  5. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama peserta yang bersangkutan, tidak boleh buku tabungan orang lain siapapun itu.
  6. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) jika dana JHT yang akan dicairkan saldonya di atas 50 juta.

Semua dokumen persyaratan tersebut harus lengkap. Kurang satu berkas saja pengajuan klaim akan ditolak. Selain harus lengkap, data-data penting antara berkas yang satu dengan berkas yang lainnya harus juga cocok dan sama. Jika ada perbedaan data misalnya tanggal lahir di KTP berbeda dengan tanggal lahir di KK, atau nama di KTP tidak sama dengan nama di kartu BPJS Ketenagakerjaan, maka pengajuan akan ditunda sampai data-data yang berbeda tersebut diperbaiki di instansi terkait atau membuat surat keterangan beda data.

Berkas Persyaratan Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Dan satu hal lagi, berkas-berkas yang saya cantumkan di atas merupakan persyaratan klaim JHT bagi peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri atau sering disebut juga resign. Untuk peserta BPJS TK yang berhenti kerja karena PHK/dipecat, habis kontrak, akan meninggalkan Indonesia selamanya, diterima jadi PNS/TNI/Polri, meninggal dunia dan sakit/cacat permanen, syarat-syarat berkasnya berbeda.

Jadi, peserta BPJSTK harus paham dengan penyebab ia berhenti bekerja, karena berkas yang disertakan untuk mengklaim dana JHT akan disesuaikan dengan alasan berhenti kerja dari perusahaan. Untuk info selengkap-lengkapnya tentang perbedaan berkas persyaratan klaim JHT berdasarkan penyebab peserta berhenti bekerja, silahkan Klik Disini.


Registrasi Antrian Online

Jika semua syarat dan ketentuan sudah terpenuhi, kemudian berkas-berkas persyaratannya juga telah lengkap dan data-datanya sudah valid semua, langsung saja ke tahap berikutnya yaitu memesan nomer antrian secara online.

Untuk mengambil uang JHT di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan sekarang memang tidak perlu lagi datang shubuh agar kebagian nomor antrian. No antrean bisa dipesan atau dibooking dari rumah dengan menggunakan komputer ataupun handphone yang terhubung dengan internet.

Cara daftar antrian online ialah dengan mengakses website BPJS TK khusus registrasi antrian online yaitu: www.antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id kemudian mengisi data-data yang diminta mulai dari NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama sesuai KTP Elektronik, nomor KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau no kartu BPJS Ketenagakerjaan, dan nomer HP yang masih aktif.

Kemudian pilih wilayah pelayanan dan kantor cabang pelayanan yang Anda inginkan, kemudian silahkan menentukan sendiri jam kedatangan dan jadwal kedatangan sesuai dengan quota yg tersedia. Petunjuk selengkapnya tentang tata cara mendaftar antrian on-line untuk pencairan dana JHT manual di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, silahkan Klik Disini.


Datang ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan

Jika sudah berhasil registrasi antrian secara online dan mendapatkan kode booking, selanjutnya kita tinggal datang ke kantor BPJS TK sesuai dengan hari dan jam yang tertera diantriannya yang kita pilih saat registrasi. Wajib banget ini. Soalnya jika kelewatan pengajuan klaim JHT kita akan ditolak dan terpaksa harus mengurus ulang antrian on-line. Jadi sebaiknya harus sudah berada di kantor BPJS Ketenagakerjaan setidaknya 30 menit sebelum antrian dipanggil.

Saat sudah tiba di kantor BPJS TK, tunjukkan kode booking yang kita miliki atau bukti sudah registrasi antrian online ke petugas sekuriti. Nanti petugas akan memberikan formulir klaim JHT, formulir ceklis kelengkapan berkas, surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun.

Silakan isi formulirnya, ceklis juga kelengkapan berkas-berkasnya, tandatangani surat pernyataan sudah tidak bekerja lagi tadi di atas materai 6000, setelah itu satukan dengan seluruh berkas persyaratan klaim JHT kemudian masukkan ke dalam box yang telah disediakan. Jangan ragu untuk bertanya kepada petugas jika ada hal-hal yang tidak dimengerti. Setelah itu kita tinggal duduk manis menunggu panggilan.

Saat dipanggil menghadap meja teller, berkas-berkas kita akan diperiksa, kita akan sedikit ditanya-tanya untuk mencocokkan dengan data-data yang ada di berkas. Jika semua data akur, kita akan difoto, diminta tanda tangan dan sidik jari. Selesai!


Menunggu Dana JHT Cair ke Rekening

Setelah melewati semua tahap di atas berarti proses administrasi pengajuan klaim saldo JHT secara langsung di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) dengan menggunakan layanan antrian online telah rampung. Selanjutnya tinggal menunggu dana cair ke dalam rekening dengan estimasi waktu pencairan 5 hingga 7 hari kerja (Sabtu, Minggu dan libur nasional tidak terhitung). Namun perihal tersebut disesuaikan dengan informasi dan verifikasi data di kantor cabang yang kita pilih untuk mengurus klaim.

Seperti itulah tata cara mencairkan dana JHT secara manual di kantor cabang Jamsostek/BPJS TK tahun 2019. Semoga bermanfaat bagi rekan-rekan yang membutuhkannya. Jangan lupa klik bagikan lewat sosial media Facebook, Twitter dan juga pesan WhatsApp agar banyak yang mengetahui informasi ini. Terima kasih.

Inilah Berkas-berkas Persyaratan Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Berdasarkan Penyebab Peserta Berhenti Bekerja

Kali ini ZUCKICI.COM akan membahas perbedaan berkas-berkas atau dokumen sebagai syarat untuk mengambil uang JHT BPJS TK. Buat teman-teman yang bekerja di perusahaan, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya program JHT (Jaminan Hari Tua) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), atau yang dulunya dikenal dengan nama Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) ini. Program JHT wajib diikuti oleh setiap pekerja di Indonesia, termasuk tenaga kerja asing yang bekerja di negara +62 ini. Bahkan sekarang, para PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang bekerja merantau ke mancanegara juga diwajibkan ikut program-program BPJS Ketenagakerjaan.

Logo BPJS Ketenagakerjaan

Sebenarnya BPJS Ketenagakerjaan memiliki 3 program lain selain JHT, yaitu JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JKM (Jaminan Kematian) dan JP (Jaminan Pensiun). Akan tetapi dari 4 program tersebut, JHT yang memang paling banyak dibicarakan. Program ini semacam menabung selama bekerja, dengan iuran bulanannya sebesar 5,7% dari gaji tenaga kerja per bulan. Dengan rincian 3,7% dibayar oleh perusahaan/pemberi kerja, dan 2% dipotong dari upah tenaga kerja. Nantinya dana yang sudah terkumpul, ditambah pengembangannya atau bunganya, bisa dicairkan seluruhnya (100%) setelah kita tidak bekerja lagi. Atau bisa juga dicairkan sebagian (10% atau 30%) asalkan kita sudah 10 tahun bekerja.

Baca Juga: Cara Mudah Mengetahui Jumlah Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek) Lewat SMS

Baiklah, untuk di artikel ini, ZUCKICI.COM hanya akan membahas persyaratan dokumen pencairan uang JHT BPJS Ketenagakerjaan full alias 100% untuk peserta yang telah berhenti bekerja. Sementara untuk klaim JHT sebesar 10% dan 30% bagi peserta BPJS TK yang masih aktif bekerja, akan dibahas di postingan berikutnya.

Alasan seseorang tidak bekerja lagi di perusahaan bisa bermacam-macam, seperti resign, dipecat, habis masa kontrak, sakit permanen dan juga meninggal dunia. Nah dari berbagai perbedaan penyebab seseorang karyawan berhenti bekerja tersebut, kelengkapan dokumen atau berkas persyaratan klaim JHT yang harus disertakan juga berbeda-beda. Meski bedanya tidak terlalu banyak, tapi wajib dipenuhi karena kalau tidak maka dana JHT tidak akan cair.

Berikut inilah rincian berkas-berkasnya:

Berhenti Bekerja Karena Resign

Untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti kerja karena kamauan sendiri alias mengundurkan diri atau lebih dikenal dengan sebutan resign, saat ingin mencairkan JHT, berkas-berkas yang wajib dipersiapkan adalah:
  1. Kartu peserta BPJS-TK/Jamsostek asli beserta foto kopi.
  2. Foto kopi dan asli KTP Elektronik.
  3. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga)
  4. Paklaring atau Surat Pengalaman Kerja
  5. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

Berhenti Bekerja Karena Dirumahkan

Jika karyawan berhenti kerja karena terkena PHK (Pemberhentian Hubungan Kerja) atau dipecat, syarat-syarat dokumen pencairan dana JHT yang harus disiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. Fotokopi KTP elektronik dan menyertakan aslinya.
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan yang asli.
  4. Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan.
  5. Fotokopi dan asli akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) 
  6. Fotokopi buku rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi.

Khusus untuk berkas akte perjanjian bersama yang di keluarkan oleh Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), hanya diperuntukkan bagi peserta yang di-PHK setelah 1 September 2015 dan seterusnya. Jika di PHK sebelum tanggal 1 September 2015, maka tidak perlu membawa berkas tersebut.

Berhenti Bekerja Karena Berakhirnya Masa Kontrak

Untuk karyawan kontrak yang sudah tidak bekerja lagi karena sudah habis kontrak, jika ingin mengurus pencarian tabungan JHT, berkas-berkas yang wajib dibawa antara lain:
  1. Kartu peserta BPJS-TK/Jamsostek asli dan foto copy.
  2. KTP asli beserta fotokopi.
  3. Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
  4. Paklaring/Surat Pengalaman Kerja asli dan fotokopi.
  5. Membawa surat PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) yang pertama kali diterima.
  6. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi.

Berhenti Bekerja Karena Diterima PNS

Bagi pekerja perusahaan yang resign karena lulus jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), berkas-berkas persyaratan ketika mau mengurus klaim saldo JHT adalah sebagai berikut ini:
  1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek asli beserta foto kopi.
  2. Foto kopi dan asli KTP Elektronik.
  3. Foto kopi dan asli KK (Kartu Keluarga)
  4. SK Pengangkatan PNS asli dan fotokopi.
  5. Foto kopi rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi, tidak boleh buku tabungan orang lain meskipun itu keluarga sendiri.

Berhenti Bekerja Karena Meninggal Dunia

Untuk peserta BPJS TK yang telah berpulang ke Rahmatullah, prosedur pencairan dana JHT diurus oleh ahli waris. Dan berikut ini dokumen-dokumen yang harus dilengkapi oleh ahli waris:
  1. Kartu peserta BPJSTK/KPJ yang asli dan fotokopi milik almarhum
  2. Fotokopi KTP elektronik peserta dengan menunjukan yang asli.
  3. Fotokopi Kartu Keluarga peserta dengan menunjukkan yang asli.
  4. Fotokopi KTP elektronik ahli waris dengan menunjukkan yang asli.
  5. Surat Kematian asli dari pejabat yang berwenang atau fotokopi legalisir.
  6. Surat keterangan ahli waris.
  7. Fotokopi surat nikah dengan menunjukkan yang asli.
  8. Fotokopi rekening tabungan ahli waris.

Berhenti Bekerja Karena Mengalami Cacat Total Tetap

Peserta BPJS TK yang mengalami sakit berat permanen atau cacat total tetap, bisa mengambil semua uang JHT miliknyanya. Berkas-berkas persyaratan yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:
  1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. Surat Keterangan dari perusahaan asli dan fotokopi 
  3. KTP Elektronik asli dan fotokopi.
  4. Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
  5. Surat keterangan sakit mengalami cacat total tetap dari Rumah Sakit.
  6. Buku Tabungan asli dan fotokopi.

Apabila peserta BPJS TK yang mengalami cacat total tetap tersebut tidak bisa datang sendiri ke kantor BPJS TK, maka bisa dikuasakan ke orang lain. Dan orang yang diberi kuasa harus membawa dokumen-dokumen pendukung berupa:
  1. Surat Kuasa dari peserta BPJS TK.
  2. KTP Elektronik asli dan salinannya.

Sudah Memasuki Usia Pensiun

Jika pekerja sudah memasuki usia pensiun maka sudah bisa mengajukan pencairan uang JHT. Di tahun 2019 ini, usia pensiun pekerja Indonesia adalah 57 tahun. Selanjutnya usia pensiun tersebut akan bertambah 1 tahun setiap 3 tahun sekali, dan akan berhenti alias tidak naik lagi nanti ketika sudah mencapai usia pensiun 65 tahun. Berkas-berkas yang harus dilampirkan dalam pengajuan klaim dana JHT bagi peserta BPJSTK yang sudah memasuki usia pensiun adalah sebagai berikut:
  1. Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan asli dan fotokopi.
  2. Fotokopi KTP elektronik dan menyertakan aslinya.
  3. Fotokopi KK (Kartu Keluarga) dan yang asli.
  4. Surat keterangan dari perusahaan asli dan salinannya. 
  5. Fotokopi buku rekening tabungan beserta aslinya atas nama pribadi.

Berhenti Bekerja Sebagai TKI

Untuk TKI (Tenaga Kerja Indonesia) atau sekarang dikenal dengan nama PMI (Buruh Migran Indonesia), jika ikut program JHT juga bisa mencairkan dana JHT miliknya setelah berhenti jadi TKI dan pulang ke Indonesia. Berikut syarat-syarat dokumen yang harus dilengkapi:
  1. Kartu peserta BPJSTK asli dan fotokopi.
  2. Fotokopi dan asli EKTP.
  3. Fotokopi dan asli KK.
  4. Surat keterangan PHK dari perwakilan pemerintah RI di negara penempatan atau surat keterangan PHK dari pelaksana penempatan TKI atau surat keterangan PHK dari perusahaan tempat TKI bekerja.
  5. Fotokopi buku rekening Peserta.

Berhenti Bekerja Karena Akan Meninggalkan Indonesia


Peserta BPJS TK yang akan meninggalkan wilayah Indonesia dan tak akan kembali lagi, diperbolehkan mencairkan uang JHT sesuai dengan jumlah saldo yang dimilikinya. Berkas-berkas persyaratannya adalah:
  1. KPJ (Kartu Peserta Jamsostek)/BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Surat keterangan habis kontrak/Surat keterangan mutasi ke luar negeri/Surat keterangan berakhirnya masa tugas di Indonesia.
  3. Pasport.
  4. Visa bagi pekerja WNI.
  5. Pernyataan tidak akan bekerja lagi di Indonesia.
  6. Buku rekening tabungan asli dan fotokopinya.

Demikianlah perbedaan berkas-berkas persyaratan pencairan uang JHT 100% berdasarkan penyebab seseorang berhenti bekerja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat-sobit pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mengurus pencairan uang JHT seluruhnya alias 100%.

Untuk cara pencairannya bisa dilakukan secara online melalui layanan E-klaim JHT. Bisa juga secara offline di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan dengan registrasi antrian online terlebih dahulu. Atau bisa juga klaim JHT secara manual tanpa antrian online di KCP (kantor cabang perintis) BPJS TK, di SPO bank-bank yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan seperti bank BRI, BNI, Mandiri, Bukopin, BCA, BJB dan BTN, dan bisa juga di Kantor POS Indonesia.

Baca Juga: Cara Mendapat No Antrian Online Supaya Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Lebih Cepat dan Mudah

Dan jangan lupa, selain syarat-syarat kelengkapan berkas seperti yang telah disebutkan di atas, ada syarat kategori atau ketentuan untuk bisa mencairkan dana JHT secara full, yaitu paling tidak sudah berhenti bekerja selama satu bulan. Jika belum ada sebulan, maka pengajuan klaim JHT dipastikan tidak akan diproses. Kemudian juga ketika hendak mengajukan pencairan JHT, status peserta belum bekerja lagi alias sedang menganggur. Jika terbukti sudah bekerja lagi, maka klaim JHT pasti akan ditolak.

Intinya klaim JHT 100% hanya bisa dilakukan ketika status kepesertaan sudah non aktif karena sudah tidak bekerja lagi, dan perusahaan telah menghentikan iuran dan melaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan bahwa peserta yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi.

HONOR 10 Lite, Smartphone Terbaik Buat Kamu Yang Aktif dan Penuh Percaya Diri

Hari gini, ponsel bukan hanya sekedar alat komunikasi telepon dan pesan singkat, tapi juga sudah menjadi sarana mencari hiburan, alat mencari uang, dan juga sebagai media mengekspresikan diri lewat foto-foto dan video, baik untuk sekedar kenang-kenangan maupun untuk dibagikan di sosial media. Mayoritas milenial memang suka foto-foto. Ketika traveling, lagi nongkrong bersama teman-teman, narsis sendirian, habis memasak makanan, melihat kejadian unik, bahkan tiket nonton bioskop saja sering menjadi sasaran pemotretan.

Nah, buat kamu yang demen mengabadikan berbagai momen seperti itu, kamu musti kudu harus wajib menjajal Honor 10 Lite!

Launching Honor 10 Lite di Indonesia

Untuk diketahui, Honor 10 Lite merupakan smartphone terbaru dari Honor yang secara resmi diluncurkan pada hari Rabu 27 Februari 2019 kemarin di Jakarta, yang juga disiarkan langsung lewat livestreaming di Fanpage Facebook Honor Indonesia. Kenapa aku bilang smartphone ini pas banget buat yang hobi cekrak-cekrek?

Sebab smartphone yang kemampuan kamera selfienya merupakan penerus dari Honor 9 dan Honor 10 ini memang dirancang untuk memanjakan kamu yang ekspresif, aktif, energik dan penuh percaya diri. Bayangin aja, Honor 10 Lite dilengkapi kamera depan beresolusi 24 MP, yang memiliki kemampuan pixel-binning dan bisa mengenali setidaknya delapan adegan berbeda atau Al 8 skenario.


Selain kemampuan pengenalan Al 8 skenario, kamera depan Honor 10 Lite ini juga didukung oleh kompensasi eksposur teknologi fusi cahaya 4-in-1, yang membuat gambar selfie terlihat lebih detail, lebih indah dan juga lebih jelas, baik ketika diambil pada pagi, siang sore, maupun malam hari.

Bukan hanya itu, kamera depan Honor 10 Lite juga didukung pengenalan wajah 3D dan fungsi kecantikan AI yang memungkinkan perangkat untuk menyesuaikan efek kecantikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan warna kulit kamu. Teknologi AI memang kembali dihadirkan Honor untuk memberikan warna di smartphone barunya ini. Misalnya dengan teknologi AI pada Mode Portrait, kamu bisa mengubah bentuk wajah, warna, cahaya di sekelilingnya, ukuran dan warna dari mata serta memutihkan gigi. Keren banget bukan?

Untuk menopang kinerjanya, Honor 10 Lite diotaki oleh prosesor Kirin 710, didukung pula dengan RAM 4GB, ROM 64GB serta GPU Turbo 2.0. Untuk dayanya, smartphone ini dilengkapi baterai 3400 mAh yang bisa bertahan untuk teleponan hingga 19 Jam. Sementara jika hanya dalam posisi standby bisa sampai 612 Jam. Untuk sistem operasinya, Honor 10 Lite menjalankan EMUI 9 berbasis Android Pie dengan beberapa fitur yang tercakup antara lain Adaptive Battery, Adaptive Brightness, dan Android Dashboard.


Berikut ini speksifikasi lengkap Honor 10 Lite:

Desain
DewDrop FullView Screen
3D Curved Design
Vibrant Gradient Color

Colors/Warna
Sky Blue
Midnight Black

Processor dan Memori
Huawei Kirin 710, Octa Core (4 x Cortex A73 2.2 GHz + 4 x Cortex A53 1.7 GHz)
RAM : 4 GB
ROM : 64 GB
GPU Turbo 2.0

Software
EMUI 9.0 (Based On Android 9)

Display
6.21 – inch 2340 x 1080p FHD display
Over 90% screen-to-body ration
19.5:9 bezel-less display
Multi touch-sensitive screen

Front Camera
24 MP AI Front Camera
F/2.0 aperture
AI recognition of 8 scenarios
4-in-1 light fusion technology exposure compensation technology.
3D Potrait lighting with multiple lightning option
Soft Lightning
Butterfly Lightning
Split Lightning
Classic Lightning
Stage Lightning

Rear Camera
13 MP + 2 MP Kamera utama
F/1.8 + F/2.4 Aperture
Handheld night photography enabled by Ai Powered Image stabilization (AIS)
AI Portrait mode

Size & Weight
154.8 mm (H) * 73.64 mm (W) * 7.95 mm (D)
Approx. 162g ( include the Batterai)

Baterai
3400 mAh
3G Call standby Up To 19 Jam
Standbye Time : Up To 612 Jam.

Interface
Headset Type 3.5mm
Micro USB
Nano-SIM or MicroSD card slot

Sensors
Fingerprint sensor
Proximity Sensor
Ambient light sensor
Digital Compass
Gravity Sensor

Pilihan Warna dan Harga Smartphone Honor 10 Lite

Honor 10 Lite hanya dibanderol dengan harga Rp 3.299.000 yang bisa kamu beli secara online di Shopee, dan juga secara offline di toko mitra Honor termasuk Erafone, dan HONOR store. Untuk pemasaran di Indonesia, Honor 10 Lite hadir dengan 2 varian warna, yaitu Sky Blue dan Midnight Black.

Jadi kamu pilih yang mana nih?

Apakah Absensi Online Merupakan Solusi Karyawan Dengan Tempat Dinas Jarak Jauh?


Tidak dapat dipungkiri, waktu kehadiran akan menjadi kontrol pihak management perusahaan mengenai kinerja karyawannya. Absensi merupakan salah satu data autentik yang harus dijaga keasliannya. Beberapa perusahaan mengenakan sanksi berupa pemotongan gaji jika beberapa karyawannya tidak tepat waktu karena hal ini erat kaitannya dengan produksi perusahaan. 

Pastinya, perusahaan tidak mau merugi dengan memberikan gaji sama antara karyawan yang rajin dan disiplin dalam bekerja dengan karyawan yang bermalas malasan. Fingerprint masih menjadi favorite perusahaan bahkan instansi pendidikan saat ini. Bagaimana jika karyawan tersebut di tugasnya di luar kota atau di cabang perusahaan yang lain, apakah fingerprint masih relevan? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut ini:


1. Apa itu absensi online?


Absensi ini dilakukan menggunakan tools aplikasi absensi online, dimana rekap absensi realtime sangat dibutuhkan oleh admin pusat kantor. Oleh karena itu absensi online bisa menjadi solusi untuk karyawan yang ada di luar kantor. Absensi online adalah sistem yang tidak memerlukan mesin absensi, sehingga memungkinkan karyawan di luar kantor dapat melakukan absensi melalui ponsel mereka. 

Absensi ini bekerja dengan cara, karyawan mengirimkan jam kehadiran serta mengirim foto yang menunjukkan kehadiran mereka di tempat kerja dalam kondisi realtime. Data tersebut akan diolah admin dengan mudah dan cepat. Selain itu, perusahaan dapat mengurangi biaya kebutuhan mesin absensi.


2. Efisiensi biaya dari pengurangan mesin absensi


Dengan absensi online, perusahaan multibranch akan lebih mudah melakukan kontrol pada admin pusat. Karena data yang dikirim realtime. Selain itu perusahaan tidak perlu menyediakan banyak mesin absensi di tiap branch. 

Jika ada 100 cabang di seluruh daerah berapa biaya tiap mesin absensi jika diakumulasi. Hal mengenai biaya juga bisa dijadikan sebagai pertimbangan.


3. Realtime data dapat meminimalisir kecurangan


Dengan adanya data berupa foto dan waktu tiba di tempat kerja. Admin akan langsung mengetahui realtime yang ada dan tidak bisa dilakukan pengubahan data. 

Data akan disimpan pada karyawan dan admin sehingga tidak rentan terhadap adanya kecurangan dari admin ataupun karyawan.


4. Analisa karyawan menjadi lebih mudah


Sudah disinggung beberapa kali mengenai data yang dikirim dalam pembahasan sebelumnya. Begitulah sistem ini bekerja, dengan adanya data realtime yang dikirim dan diterima, maka dengan mudah perusahaan pusat lebih mudah melakukan kontrol kinerja atau reward dan punishment kepada karyawan.


5. Adanya efektifitas lebih bagi karyawan


Dengan adanya sistem absensi online lebih mempercepat proses bekerja. Setiap pekerja yang ditugaskan mungkin akan memiliki banyak keperluan di luar kantor, misal seperti survey lapangan atau bertemu klien di luar kantor, jika harus ke kantor dilanjutkan ke tempat kerja pasti akan memperumit pekerjaan. Akan lebih efektif dan efisien jika absensi melalui smartphone mereka.

Jadi tunggu apalagi untuk mengganti sistem absensi di perusahaan anda segera beralihlah ke Aplikasi HR terbaik di Indonesia, LinovHR. 

LinovHR merupakan salah satu HR Software terbaik hasil karya putra – putri tanah air. Fitur dan fungsinya lengkap untuk membantu tugas tim HR menjadi lebih efektif dan terotomatisasi. Coba LinovHR sekarang juga, gratis.

Menekan Angka Malnutrisi, Meningkatkan Angka Harapan Hidup Anak Indonesia

Anak-anak menjalani masa dimana pertumbuhan dan perkembangan fisiknya akan berjalan dengan sangat pesat. Hal tersebut merupakan kunci karena pertumbuhan dan perkembangan fisik anak akan menentukan angka harapan hidup anak-anak. Agar pertumbuhan dan perkembangan fisiknya terjaga, maka setiap orang tua perlu melakukan berbagai langkah mulai dari memberikan asupan gizi terbaik untuk anak-anak, hingga membantu memberikan lingkungan hidup yang sehat agar kesehatannya terjaga.

Anak-anak Indonesia

Meskipun asupan gizi dan nutrisi sangatlah penting untuk diberikan kepada anak-anak, sayangnya masih banyak anak-anak Indonesia yang malnutrisi atau belum mendapatkan asupan nutrisi yang lengkap. Hal ini jelas perlu menjadi perhatian khusus karena ketika angka harapan hidup anak Indonesia menurun maka generasi penerus bangsa Indonesia juga nantinya akan mengalami penurunan. Sehingga, kita perlu berkontribusi bersama agar anak-anak bisa mendapatkan nutrisi terbaiknya dan meningkatkan angka harapan hidup anak Indonesia agar dapat menjadi generasi yang unggul di masa depan. Salah satu cara termudah yang bisa dilakukan yakni dengan melakukan donasi UNICEF Indonesia.

Melakukan donasi UNICEF Indonesia merupakan hal termudah yang bisa Anda lakukan. Karena, donasi melalui UNICEF akan membantu Anda untuk melakukan donasi secara lebih mudah dan terpercaya karena UNICEF merupakan lembaga dunia yang berada dibawah naungan PBB. Cara untuk melakukan donasi juga cukup mudah, berikut ini beberapa langkahnya :
  1. Kunjungi situs donasi UNICEF Indonesia https://www.supportunicefindonesia.org/
  2. Pilih “Donasi Sekarang!” untuk melakukan donasi
  3. Tentukan jenis donasi yang diinginkan apakah donasi jangka panjang atau donasi satu kali saja
  4. Masukkan nominal uang yang ingin Anda donasikan.  
  5. Masukkan nama, email dan nomor handphone untuk proses verifikasi
  6. Pilih metode pembayaran yang diinginkan dan lakukan pembayaran sesuai dengan metode yang telah dipilih.
  7. Anda dapat memilih pembayaran sesuai dengan jenis donasi yang diinginkan, mulai dari kartu kredit (untuk donasi jangka panjang dan donasi satu kali), sampai pembayaran melalui transfer bank dan gerai alfa mart (untuk donasi satu kali)
  8. Setelah melakukan pembayaran, verifikasi akan dikirimkan melalui sms dan email. Anda pun telah berhasil membantu memperbaiki nutrisi anak-anak di Indonesia dan meningkatkan angka harapan hidup anak Indonesia.