Hal-hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Mencairkan Dana JHT BPJSTK

Ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan dan juga kamu persiapkan sebelum mengurus klaim uang JHT Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan. Persiapan ini sangat penting karena akan membuat proses pencarian tabungan JHT (Jaminan Hari Tua) kamu berjalan lancar dan langsung berhasil cair dalam sekali jalan! Tidak bolak-balik lagi ke kantor BPJS Ketenagakerjaan gegara ada persyaratan yang belum terpenuhi, dokumen kurang lengkap, biodata tidak valid dan sebab-sebab yang lainnya.

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh karena hingga saat ini masih ada saja peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang ketika mendatangi kantor cabang BPJS TK untuk mengajukan klaim dana JHT, asal datang saja tanpa persiapan dan pengetahuan yang memadai. Sehingga wajar kalau akhirnya kerepotan sendiri atau bahkan gagal pulang dengan tangan hampa akibat pengajuan klaimnya ditolak. Kejadian seperti ini tentunya sedikit banyak merugikan peserta yang bersangkutan apalagi kalau letak kantor BPJS ketenagakerjaan yang didatangi jauh dari tempat tinggal. Rugi waktu, rugi biaya, rugi pikiran!

Apa saja persiapan sebelum mencairkan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan?

Maka dari itu, agar pencairan tabungan dana JHT kamu langsung disetujui dalam sekali urus, kamu musti kudu harus wajib menerapkan tips-tips yang akan zuckici.com bagikan di artikel ini. Tips-tips ini hasil dari pengalaman admin pribadi, dan juga sudah dijalankan oleh beberapa teman admin ketika mereka meminta saran dan trik bagaimana agar proses klaim dana JHT lancar tanpa harus bolak-balik lagi ke kantor Jamsostek. Dan Alhamdulillah tips ini work ketika dipraktekkan oleh mereka.

Baca Juga: Cara Terbaru Membuat Akun BPJS Ketenagakerjaan Di Aplikasi BPJSTKu

Dan berikut ini tips atau hal-hal yang harus kamu lakukan ketika hendak mengurus klaim uang Jaminan Hari Tua (JHT), supaya proses pencarian menjadi lancar tanpa kendala apapun.


1. Kamu Harus Sudah Berhenti Bekerja Minimal Sebulan


Hal pertama yang musti kamu perhatikan sebelum mengajukan pencairan dana JHT adalah kamu harus sudah berhenti bekerja setidaknya satu bulan. Kurang satu hari saja, pengajuan klaim uang JHT kamu tidak akan disetujui.

Satu bulan ini dihitung dari tanggal terakhir kamu resmi berhenti bekerja sesuai yang tertulis di paklaring atau surat keterangan sudah berhenti bekerja. Silakan dicek di paklaring kamu, jika di sana tertulis kamu berhenti bekerja tanggal 27 Desember 2019, itu berarti pengajuan klaim uang JHT kamu baru bisa dilakukan paling cepat tanggal 28 Januari 2020. Sebelum itu tidak bisa.


2. Kamu Belum Bekerja Lagi di Perusahaan


Hal selanjutnya ialah pastikan pada saat kamu hendak mengurus pencairan saldo JHT, kamu dalam kondisi masih menganggur alias belum bekerja lagi di perusahaan manapun.

Meskipun sebelumnya kamu sudah resign dari deler Honda, tapi kalau kemudian sudah bekerja lagi di dealer Yamaha, maka tabungan JHT yang kamu kumpulkan selama bekerja di deler Honda belum bisa diambil. Dan jangan mencoba membohongi petugas BPJSTK dengan mengatakan bahwa kamu masih menganggur kalau sebenarnya kamu sudah bekerja kembali, karena kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kamu di perusahaan yang baru akan terdeteksi dengan mudah.


3. Siapkan Kartu BPJS TK


Berikutnya persiapkan kartu peserta Jamsostek (KPJ) atau kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan kamu. Wajib! Tanpa kartu ini, tabungan JHT kamu tidak akan bisa cair.

Lalu bagaimana jika kartu kepesertaannya hilang?

Apabila kartu BPJSTK kamu hilang, atau rusak sehingga tidak terbaca, kamu bisa cetak dari kartu digital BPJS Ketenagakerjaan yang terdapat di aplikasi BPJSTKu ataupun pada layanan personal service di website BPJS Ketenagakerjaan. Tutorial lengkap cara mencetak sendiri kartu digital BPJS Ketenagakerjaan bisa kamu baca Di Sini.


4. Pastikan Kartu BPJSTK Kamu Sudah Nonaktif


Selain harus memiliki kartunya, kamu juga harus memastikan bahwa kartu BPJS Ketenagakerjaan kamu tersebut sudah tidak aktif. Apabila kepesertaann BPJS Ketenagakerjaan ternyata masih aktif, JHT juga belum bisa dicairkan meskipun saat ini kamu sudah tidak bekerja. Penyebab kartu atau kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan masih aktif biasanya karena pihak HRD perusahaan belum atau mungkin lupa melaporkan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan bahwa kamu sudah berhenti bekerja.

Untuk mengetahui bagaimana cara melacak status kepesertaan atau kartu BPJS TK masih aktif atau sudah nonaktif, teman-teman bisa membacanya Di Sini.


5. Siapkan Paklaring


Tips selanjutnya adalah siapkan paklaring atau surat pengalaman kerja yang asli beserta salinannya satu lembar. Ini juga dokumen yang wajib ada tidak boleh tidak. Tanpa dokumen ini, pencairan JHT kamu pasti akan ditolak. Jadi kalau kamu tidak punya paklaring, kamu harus meminta berkas tersebut ke PT dimana kamu bekerja dulu.

Dalam proses klaim JHT, paklaring berfungsi sebagai bukti bahwa kamu pernah bekerja di suatu perusahaan dan benar-benar sudah berhenti bekerja di PT tersebut. Sebenarnya berkasnya tidak harus berupa paklaring atau surat pengalaman kerja. Boleh juga berupa surat keterangan, surat referensi atau juga surat rekomendasi dari perusahaan, yang isinya menerangkan bahwa surat tersebut digunakan untuk persyaratan klaim saldo JHT BPJS TK, dan juga mencantumkan tangal bulan dan tahun kapan kamu mulai bekerja, serta tanggal bulan dan tahun berapa kamu mengundurkan diri.


    Baca Juga: Cara Mencairkan Dana JHT BPJS TK Tanpa Paklaring


      6. Siapkan e-KTP


      Selanjutnya siapkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) kamu. Asli dan fotokopi satu lembar. KTP-nya harus KTP yang sudah elektronik. Jika belum punya KTP Elektronik, kamu wajib bikin dulu di kantor kecamatan atau di kantor Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) di wilayah kabupaten tempat tinggal kamu. Soalnya jika tidak memiliki e-KTP, uang JHT kamu tidak akan bisa diambil.

      Berhubung mengurus KTP Elektronik terkadang tidak langsung jadi. Entah karena Disdukcapil kehabisan blangko E-KTP atau sebab lainnya, kamu bisa meminta resi e-KTP-nya saja terlebih dahulu. Resi resmi tersebut bisa kamu gunakan untuk mengurus pencairan uang JHT, sebagai pengganti KTP elektrik kamu yang belum jadi.


      7. Siapkan Kartu Keluarga


      Tips selanjutnya adalah mempersiapkan KK atau Kartu Keluarga baik yang asli maupun fotokopinya satu lembar. Dokumen ini wajib dimiliki jika kamu ingin mengurus klaim uang JHT. Gunanya KK ialah untuk validitas data-data kamu pada verifikasi berkas di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Tanpa Kartu Keluarga, tabungan JHT kamu tidak akan pernah bisa cair.

      Jadi apabila kamu belum punya Kartu Keluarga, tunda saja keinginan kamu mencairkan JHT Jamsostek. Karena percuma. Pasti ditolak. Solusinya tentu saja kamu harus mengurus kartu keluarga terlebih dahulu, jika sudah jadi baru mengurus pencairan dana JHT. Demikian.


      8. Siapkan Buku Rekening


      Siapkan juga buku rekening tabungan bank asli dan salinannya satu lembar. Bank-nya bebas boleh bank apa saja kecuali bank titil, yang penting buku rekening tersebut atas nama kamu sendiri. Tidak boleh buku rekening orang lain siapapun itu meskipun itu keluarga kamu sendiri.

      Ke nomor rekening tersebutlah nantinya duit tabungan JHT kamu akan dikirimkan setelah pengajuan klaim disetujui. Jadi jika saat ini kamu belum memiliki buku tabungan, ayo silakan dibuat dulu. Sebab ini syarat wajib, yang berarti jika tanpa berkas ini dana JHT kamu tidak akan cair.


      9. Siapkan NPWP


      Spesial buat kamu yang memiliki saldo JHT di atas Rp 50.000.000, kamu wajib mempersiapkan kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) baik yang asli dan juga fotokopinya. Silakan ke kantor pajak di wilayah tempat tinggal kamu untuk mengurus pembuatan NPWP jika kamu belum punya. Karena ini juga berkas wajib yang harus disertakan di dalam mengurus klaim uang JHT BPJS Ketenagakerjaan a.k.a Jamsostek.


      10. Periksa Kecocokan Data


      Selain mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan mulai dari Kartu BPJS Ketenagakerjaan, E-KTP, Kartu Keluarga, Paklaring, Buku Rekening Tabungan hingga NPWP, kamu juga wajib memastikan kalau ejaan nama, serta tempat tanggal bulan dan tahun lahir kamu, cocok atau sama di semua dokumen-dokumen tersebut. Lebih jelasnya, nama dan TTL kamu harus sama baik di KPJ, KTP, KK, Buku Rekening, Paklaring dan NPWP.

      Apabila ada data yang tidak sama, kamu harus memperbaikinya terlebih dahulu ke instansi yang bersangkutan, atau boleh juga dengan membuat surat keterangan koreksi beda data dari PT tempat dulu kamu bekerja. Karena jika terdapat data yang berbeda, pengajuan klaim JHT kamu akan ditangguhkan oleh BPJS TK sampai kamu menyamakan data yang tak sama tersebut.

      Aturan ini diterapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan bahwa uang JHT kamu diambil oleh kamu sendiri sebagai pemilik dana tersebut. Tidak jatuh ke orang yang tidak berhak.


      11. Siapkan Map dan Materai 6000


      Biar proses klaim JHT kamu lancar, tenang serta rapi, silahkan beli map dan materai 6k sebelum berangkat ke kantor BPJSTK. Map digunakan untuk wadah bekas-bekas persyaratan beserta seluruh fotokopinya.

      Sementara materai Rp 6.000 nantinya untuk ditempel dan ditandatangani di surat pernyataan sudah tidak bekerja lagi pada saat sudah di kantor BPJS ketenagakerjaan. Jangan sampai saat sudah di kantor BPJS TK, kamu masih panik mencari toko alat tulis karena belum memiliki materai.

      Baca Juga: Sekarang Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Tidak Perlu Mengisi Formulir Lagi! Begini Caranya

      12. Ajukan Klaim JHT Sesuai Prosedur


      Setelah mempersiapkan hal-hal di atas dari 1 sampai 11, langkah terakhir adalah melakukan proses pencairan dengan mengikuti prosedur klaim JHT yang telah ditetapkan.

      Ada beberapa metode yang bisa kamu pilih, antara lain bisa diajukan langsung di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan, bisa diajukan melalui SPO bank-bank yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan bisa juga diajukan secara on-line menggunakan layanan E-klaim JHT.

      Ketiga cara tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Silahkan kamu pilih cara mana yang terbaik menurut kamu serta ikuti seluruh prosedur klaim JHT dari metode yang kamu pilih tersebut.

      Itulah beberapa hal atau tips yang harus kamu perhatikan dan persiapkan sebelum mengajukan klaim uang JHT Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan. Admin yakin, jika teman-teman menjalankan semua poin-poin di atas, dana JHT dijamin akan cair dalam sekali jalan. Tidak akan pusing karena bolak-balik memperbaiki data kependudukan atau melengkapi berkas-berkas yang belum ada.

      Terima kasih sudah membaca, jika menurut kamu artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan ke sosial media kamu supaya banyak sahabat-sahabat peserta BPJS Ketenagakerjaan lainnya membaca tips ini.

      Beberapa Alasan yang Membuat Aku Ingin Menonton Film 99 Nama Cinta

      Aku termasuk orang yang sangat selektif sebelum memutuskan menonton sebuah film di bioskop terutama film Indonesia. Bukan karena nggak cinta atau nggak mendukung film dalam negeri, tapi memang pernah beberapa kali dikecewakan oleh film tanah air. Dari mulai yang tak sesuai ekspektasi, sampai yang memang jelek banget penggarapannya. Jelas aku nggak ikhlas menghabiskan uang sekitar 80k untuk membeli tiket, minuman dan snack hanya untuk menyaksikan film yang tidak berkesan bahkan biasa saja.

      Makanya aku jadi begitu selektif dalam urusan menonton film. Bahkan sejak jauh hari sebelum film dirilis di bioskop aku sudah sedikit cari-cari informasi. Siapa sutradaranya, siapa penulis skenarionya, bagaimana promonya, seperti apa trailernya, bagaimana antusias publik terhadap film itu, serta tentunya siapa saja aktor dan aktris yang terlibat dalam film tersebut.

      Talia dan Kiblat dalam 99 Nama Cinta

      Talia & Kiblat. Source: @film_99namacinta

      Kalau sebuah film digarap oleh sutradara dan penulis berpengalaman, dibintangi oleh artis-artis ternama, trailernya menarik, apalagi kalau genre-nya sesuai dengan seleraku, dijamin aku nggak akan ragu lagi untuk menonton film tersebut. Contohnya Film 99 Nama Cinta. Film yang bakal tayang serentak di bioskop tanah air mulai 14 November 2019 ini, sudah masuk dalam list film yang akan aku tonton bulan depan. Bahkan bisa dibilang aku sudah tidak sabar untuk menonton film tersebut.

      Ada beberapa hal yang bikin aku nafsu banget pengen nonton film 99 Nama Cinta ini. Pertama adalah genre-nya. Dalam memilih tontonan di bioskop, aku paling menghindari film horror dan thriller yang terlalu banyak adegan sadisnya, serta film action yang lebih mengutamakan adegan gelut ketimbang kedalaman cerita.

      Sementara genre film kesukaanku adalah komedi, sci-fi, adventure, romance, sejarah dan religi. Nah, film 99 Nama Cinta ini, walaupun genrenya religi, namun dari berbagai informasi yang aku baca, juga ada unsur romance dan komedinya. Dan itu berarti, beberapa genre favoritku ada dalam satu film sekaligus. Makanya aku kudu musti harus wajib nonton film tersebut.

      Kedua, mereka yang bermain dalam film 99 Nama Cinta benar-benar aktor dan aktris ternama tanah air yang tidak perlu diperdebatkan lagi skill aktingnya. Di posisi pemeran utama wanita ada Acha Septriasa, yang beradu akting dengan pemeran utama pria yaitu Deva Mahenra. Jelas pasangan yang cocok banget mereka dalam film ini. Kebetulan sudah lama juga nggak melihat Acha Septriasa main film.

      Official Poster Resmi Film 99 Nama Cinta
      Official Poster Film 99 Nama Cinta

      Didukung pula oleh artis-artis kenamaan lainnya seperti Donny Damara, Ira Wibowo, Roby Purba, Adinda Thomas dan Susan Sameh. Ada juga hijaber asal negeri ginseng Ayana Moon, yang membuat film 99 Nama Cinta jadi ada sentuhan Korea-koreanya gitu. Selain itu juga diramaikan dua pemain film pendatang baru yaitu Chiki Fawzi dan Dzawin Nur.

      Ketiga, trailernya sangat menarik dan sukses bikin aku penasaran ingin menonton filmnya. Dalam trailer tersebut tampak Acha Septriasa (Talia) yang berperan menjadi seorang presenter gossip TV swasta dan Deva Mahenra (Kiblat) berperan sebagai seorang guru agama. Salut sama Deva Mahenra, yang terlihat cocok banget dengan perannya apalagi pas pakai peci dan berkalung sorban, benar-benar bisa persis plek kek ustadz.

      Chiki Fawzi juga, meski baru pertama kali main film tapi aktingnya sangat menarik. Dan tak cuma aktingnya saja, fashion hijab Chiki Fawzi yang berperan sebagai Husna ini juga terlihat imut dan lucu. Kayaknya bakal jadi tren dan diikuti oleh para ukhti nih nanti setelah filmnya tayang. Kalau penasaran, silahkan tonton saja trailernya dengan cara Klik Di Sini.

      Dan yang keempat, yang merupakan motivasi terbesar saya untuk menonton Film 99 Nama Cinta ini ialah karena adanya Dzawin Nur. Aku termasuk penggemarnya sejak dia ikut kompetisi stand up comedy di sebuah TV swasta. Sudah cukup lama aku mengikuti sosial medianya dan menonton video-videonya di YouTube terutama video-video pendakian gunung. Suka dengan pola pikir, gaya bicara serta kata-kata recehnya. Makanya ketika dia memajang poster resmi Film 99 Nama Cinta di Instagram dan mengumumkan kalau dia bermain dalam film tersebut, aku surprise banget dan langsung punya niat menonton filmnya.

      Dalam film yang digarap Garin Nugroho dan Danial Rifki ini, Dzawin berperan sebagai ustadz Bambu, dan tentunya ini cocok banget dengan latar belakang Dzawin yang memang seorang santri dan pernah bertahun-tahun mondok di pesantren.


      Dilihat dari trailer di atas, akting Dzawin juga bagus meski ini merupakan film pertamanya. Dan sepertinya, dialah yang memberikan sentuhan-sentuhan komedi dalam film 99 Nama Cinta ini. Kita tunggu saja 14 November nanti. Jangan lupa nonton, selain pesan religinya dapet banget, tapi juga sekaligus sangat menghibur.

      Ketagihan Praktisnya Pembayaran Pakai QR

      Perkembangan teknologi di berbagai bidang akhir-akhir ini begitu cepat dan seperti tak kenal kompromi. Jika tak mau mengikutinya, kita bisa dibilang kudet (kurang update) atau bahkan ketinggalan zaman. Sementara jika mau melek teknologi, tentunya kita akan mendapat manfaat dan kemudahan dari perkembangan teknologi tersebut.

      Termasuk teknologi di bidang pembayaran yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Jaman dulu jual beli menggunakan sistem barter alias tukar barang dengan barang. Kemudian seiring waktu, ketika sistem barter ini dirasa sangat merepotkan, munculah alat pembayaran berupa uang logam. Lama kelamaan uang logam juga dianggap merepotkan apalagi untuk pembayaran dalam jumlah besar. Akhirnya diperkenalkan uang kertas seperti yang kita kenal sekarang ini.

      Kemudian dengan teknologi yang terus berkembang, pembayaran tidak lagi hanya dengan menggunakan uang kertas dalam bentuk tunai. Bisa dengan pembayaran elektronik menggunakan kartu kredit dan bisa juga kartu debit dengan cara digesekkan ke mesin EDC.

      Dan ternyata tidak sampai di situ, di era serba digital atau industri 4.0 seperti sekarang ini, pembayaran juga bisa menggunakan uang digital. Adanya cara tentu membuat sistem pembayaran semakin mudah, cepat dan praktis karena kita tidak perlu lagi bayar dengan uang tunai, ribet menggesekkan kartu kredit atau kartu debit, atau meninggalkan KTP sebagai jaminan. Cukup bermodalkan smartphone, mengunduh aplikasi dompet digital (LinkAja, OVO, Gopay, DANA, dan lain-lain), lalu top up atau isi saldo uang digital, setelah itu bisa digunakan untuk pembayaran dengan cara tap ponsel atau scan kode QR (Quick Response) di merchant-merchant tertentu yang bekerjasama dengan aplikasi dompet digital yang kita gunakan.

      Gambar animasi Transaksi dengan scan kode QR

      Saya sendiri mulai sering menggunakan uang digital sejak akhir tahun 2018 kemarin. Waktu itu saya menggunakan My QR dari Bank BRI. Kebetulan saya memang sudah lama menjadi nasabah BRI, dan menggunakan Kartu ATM dan aplikasi BRI Mobile untuk berbagai keperluan transaksi. Ketika di aplikasi di BRI Mobile ada fitur My QR dan Tbank, saya pun registrasi My QR dan juga mengisi saldo T-Bank sebagai alternatif untuk urusan pembayaran selain menggunakan ATM dan aplikasi BRI Mobile.

      Kebetulan saya orang yang kerap berpergian baik untuk urusan kerja maupun traveling. Jadi saya perlu memanfaatkan uang digital untuk mempermudah kegiatan saya. Supaya ketika kemana-mana saya tidak perlu membawa banyak uang tunai, tidak lagi sering-sering ke ATM untuk mengambil uang, dan tak perlu bertransaksi via aplikasi BRI Mobile yang tarif SMS-nya begitu mahal. Dan pada saat itu merchant-merchant yang bekerjasama dengan BRI sudah banyak, jadi tidak kuatir saldo T-bank saya menganggur atau kelamaan tak terpakai.

      Transaksi pertama saya menggunakan QR adalah di sebuah rumah makan di kota Pekanbaru. Bukan karena tidak membawa uang tunai. Tapi ingin merasakan bagaimana praktisnya pembayaran dengan cara memindai kode QR. Dan memang benar-benar lancar, mudah dan sangat praktis.

      Akhirnya sejak saat itu saya kerap menggunakan saldo uang digital di T-bank dengan cara scan My QR untuk berbagai pembayaran. Sampai akhirnya pada 31 Maret 2019 kemarin, layanan uang digital Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang terdiri dari Mandiri e-cash, BNI UnikQu dan termasuk juga layanan uang digital yang saya gunakan yaitu BRI T-bank, bergabung ke LinkAja. Akhirnya saya juga beralih menggunakan LinkAja.

      Sampai hari ini saya masih terus menggunakan LinkAja, terutama untuk membeli pulsa handphone ataupun data internet. Pasalnya jumlah pulsa yang saya dapat, sesuai dengan jumlah uang yang dibayarkan. Misalnya saya beli pulsa 10.000 harganya tetap 10.000, sehingga saldo LinkAja yang dipotong cuma 10.000. Berbeda kalau saya beli pulsa di konter, pulsa 10.000 tapi bayarnya 12.000. Jelas ini sangat menguntungkan bagi saya yang memiliki pengeluaran pulsa yang cukup besar tiap bulannya.

      Selain untuk bayar-bayar pembelian online, saldo LinkAja juga sangat memudahkan saya untuk bayar-bayar pembelian offline di berbagai merchant LinkAja dengan cara scan kode QR. Mulai dari bayar tiket nonton, bayar tiket kereta api, mengisi BBM di SPBU, bayar makan dan minum di cafe, pangkas rambut di baber shop, dan banyak lagi.

      Rasanya benar-benar praktis dan efesien ketika bertransaksi menggunakan kode QR. Pembayaran juga terasa lancar karena tidak direpotkan dengan menghitung uang dan mengurusi uang kembalian. Bayar pakai QR juga aman, karena pastinya kita akan terhindar dari uang palsu.

      Sejak aktif menggunakan dompet digital, saya tidak khawatir ketika berpergian ketinggalan dompet atau lupa membawa kartu ATM. Yang penting masih bawa smartphone! Soalnya kalau smartphone, saya hampir tidak pernah lupa membawanya kemanapun pergi. Berbekal smartphone tersebut, saya masih bisa membeli banyak hal asalkan saldo LinkAja saya ada isinya.

      Untuk top up atau pengisian saldo LinkAja saya biasa melalui ATM. Kegiatan ini sebenarnya sama dengan mengambil duit di ATM, dimasukkan ke dalam dompet, lalu uang di dalam dompet tersebut nantinya juga akan dikeluarkan lagi untuk membayar berbagai pembelian secara cash. Isi saldo LinkAja juga sebenarnya tidak jauh berbeda, mengambil uang dari rekening tabungan kemudian dimasukkan dalam dompet tapi berupa dompet digital, lalu saldo dalam dompet digital tersebut bisa digunakan membayar berbagai pembelian dengan cara memindai kode QR yang ada di aplikasi. Seperti itu.
      #feskabi2019 #gairahkanekonomi #pakaiQRstandar #majukanekonomiyuk

      Yuk Ikut Gerakan Sejuta Wakif Milenial Bersama Dompet Dhuafa dan Tabung Wakaf

      Hari rabu tanggal 23 Oktober 2019 kemarin, menjadi hari paling menyenangkan bagi saya sebagai seorang blogger. Pasalnya pada hari tersebut saya diundang untuk mengikuti acara keren bertajuk 'Meet Up! Wakaf, Media dan Blogger Gathering' yang diselenggarakan di Rumah Sakit AKA Media Dompet Dhuafa, Kecamatan Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur.


      Kenapa sampai saya bilang 'paling menyenangkan'?

      Pertama, ini adalah pertama kalinya saya ikut acara kumpul-kumpul bersama orang-orang yang sama-sama hobi ngeblog. Saya memang sudah lama ngeblog, tapi sampai sekarang tidak pernah ikut paguyuban ataupun komunitas-komunitas Blogger. Selama ini ngeblog dari kesunyian. Jadi begitu dapat email undangan untuk berkumpul dengan blogger-blogger lain, senangnya saya itu benar-benar senang banget!

      Kedua, di Lampung ini saya ini termasuk pendatang baru. Baru sekitar enam bulan saya berada di provinsi berjuluk Sai Bumi Rua Jurai ini. Sebagai orang baru, tentunya saya merasa terhormat diajak di event sekeren Blogger Meet Up Wakaf Lampung, padahal mungkin banyak blogger-blogger asli Lampung lainnya yang lebih layak mendapat undangan tersebut.

      Ketiga, sebagai warga baru, tentunya saya belum memiliki banyak kenalan di Lampung. Dan berkat Media dan Blogger Gathering yang ditaja Dompet Dhuafa ini, Alhamdulillah saya jadi memiliki teman-teman baru, terlebih teman-teman baru ini sama-sama penggiat media baik itu blogger maupun wartawan. Jadi senangnya semakin menjadi-jadi. Karena dalam acara ini, selain dihadiri teman-teman dari Komunitas Tapis Blogger, juga hadir Abang-abang wartawan dari beberapa media seperti TVRI, Republika, dan lain-lain.

      Keempat, ini yang paling membahagiakan buat saya. Dari acara ini, saya mendapat ilmu dan pengetahuan baru tentang Dompet Dhuafa. Selama ini memang sudah kerap mendengar tentang Dompet Dhuafa, tapi baru pada hari tersebut saya bisa mengetahuinya lebih jauh serta mengenalnya lebih dalam.


      Sebelumnya saya kira, Dompet Dhuafa adalah lembaga penyalur donasi dari masyarakat untuk kaum dhuafa berupa bantuan uang tunai, sembako, dan rumah. Tapi ternyata tidak hanya itu. Lewat penjelasan-penjelasan yang disampaikan oleh Pak Bobby P Manullang selaku General Manager Mobilisasi Dompet Dhuafa, serta dr. Agus Tiono selaku Manajer Operasional RS AKA Medika Sribhawono, saya jadi tahu bahwa Dompet Dhuafa lebih luas lagi peranannya dalam kemanusiaan. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga pengembangan sosial.

      Di bidang pendidikan misalnya, Dompet Dhuafa telah mengembangkan wakaf produktif pada Sekolah SMART Ekselensia di Parung dan Cibinong. Kemudian juga Pesantren Hafidz Village yang akan dibangun di Lido, Jawa Barat.

      Di bidang ekonomi, Dompet Dhuafa mengembangkan Kampung Agroindustri di Kebun Indonesia Berdaya, Subang, Jawa Barat. Gula Semut Kelapa Alami, di Pacitan, Jawa Timur. Juga pengembangan Sentra Ternak, Perikanan, Kampung Wisata dan Pemberdayaan Ekonomi lainnya yang memberikan dampak sosial yang lebih luas dengan menghadirkan lapangan kerja, sehingga bisa mengurangi pengangguran dan dalam pengentasan kemiskinan.

      Sementara di sektor kesehatan, Dompet Dhuafa telah mengoperasikan beberapa rumah sakit dan masyarakat dhuafa bisa mendapatkan layanan gratis di Rumah Sakit tersebut. Di antaranya, RS Rumah Sehat Terpadu di Parung, Bogor, yang telah melayani lebih dari 15 ribu dhuafa per bulan. Dan juga RS AKA Medika Sribhawono, tempat dilaksanakannya 'Wake Up! Wakaf, Media & Blogger Gathering' ini.


      "Kami sangat terima kasih banyak kepada RS AKA Sribhawono, yang telah banyak membantu istri saya selama berobat mulai dari bulan juni 2018  sampai mei 2019. Kami bisa meneruskan pengobatan di jakarta tidak ada hambatan apapun, karena di bantu oleh RS. AKA Sribhawono. Baik dari segi transportasi dan keperluan yang lainnya di fasilitasi oleh RS AKA Sribhawono," pengakuan Abdul Azizi, salah satu penerima manfaat Rumah Sakit AKA Medika DD Sribhawono.

      Acara 'Meet Up! Wakaf, Media dan Blogger Gathering' ditutup dengan hospital tour.

      Yang paling berkesan bagi saya dalam acara ini adalah dicanangkannya Gerakan Sejuta Wakif (pewakaf) Milenial. Lewat gerakan tersebut, Dompet Dhuafa ingin mengajak kaum milenial untuk mulai berwakaf. Tidak perlu menunggu sampai memiliki penghasilan tinggi, saat sudah kaya atau ketika telah mapan. Para milenial yang masih SMA, kuliah, atau masih mulai merintis karir, juga bisa berwakaf meski dengan uang seharga secangkir kopi. Biarpun cuma Rp 10.000 atau Rp 20.000, itu sudah merupakan kontribusi dalam kemajuan bangsa.

      Dari wakaf uang seharga secangkir kopi tersebut, nantinya akan disatukan dengan  wakaf produktif dari donatur lainnya, untuk kemudian disalurkan untuk kepentingan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan juga pengembangan sosial masyarakat Indonesia.

      Cara donasinya juga sangat gampang dan kekinian sehingga ramah bagi kaum muda. Bisa melalui Dompet Dhuafa, dan bisa juga lewat Tabung Wakaf.

      Tentunya, selain untuk kepentingan dunia dengan ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa Indonesia, setiap wakaf yang anda berikan dengan ikhlas, manfaatnya akan didapatkan hingga ke akhirat. Karena wakaf anda akan menjadi amal jariyah, yang pahalanya akan terus mengalir bahkan ketika anda sudah meninggal dunia. Sebagaimana kata Pak Bobby P Manullang, "Siapakah manusia yang paling berbahagia? Manusia yang berhenti nafasnya, namun tidak berhenti pahalanya!"

      Berkat Transportasi Unggul, Kegiatan Jalan-jalan Saya Semakin Nyaman dan Aman

      Foto Bus Damri Di Pool kota Metro, Lampung

      Dari dulu saya memang suka banget jalan-jalan ke berbagai daerah dan boleh dibilang cukup sering melakukan aktivitas tersebut. Cek saja postingan saya baik di Instagram maupun di menu Wira Wiri blog ini kalau tidak percaya, di situ saya mempublikasikan beberapa kenangan saya manakala jalan-jalan ke berbagai tempat di Indonesia. Dan itu hanya sebagian kecil saja. Masih banyak cerita dan foto jalan-jalan yang belum sempat ataupun memang sengaja tidak saya bagikan di dunia maya.

      Memang dari kisah-kisah perjalanan saya tersebut tidak semuanya murni jalan-jalan yang berarti tamasya atau rekreasi. Sebagian ada yang awalnya untuk silaturahmi ke keluarga, namun kemudian sekalian dimanfaatkan untuk meng-explore destinasi-destinasi wisata yang terdapat di sekitar tempat tinggal famili saya tersebut. Misalnya tahun 2016 lalu saya pergi ke rumah Bulek di Blitar, Jawa Timur, sekalian saja saya manfaatkan untuk jalan-jalan ke pantai Anyer, pantai Gondo Mayit, Makam Bung Karno, Kampung Coklat, Air Terjun Sirah Kencong, bahkan sekalian mendaki gunung Bromo dan gunung Semeru yang berada di Malang.

      Atau ketika mengunjungi saudara sepupu yang berdomisili di Surabaya, sekalian saya gunakan muter-muter kota Pahlawan mengunjungi Tugu Pahlawan, Patung Surabaya, KBS, Kenpark (Kenjeran Park), SNQ, dan lain-lain. Pernah juga beberapa kali pulang ke tanah kelahiran di Nagan Raya, Nanggroe Aceh Darussalam. Tiap pulang ke sana pasti sekaligus ngetrip ke pantai-pantai barat Aceh yang begitu mempesona.

      Saya memang brojol di tanah rencong Aceh, lalu dulu pada saat provinsi berjuluk Serambi Mekkah itu terus dilanda konflik, saya ikut orang tua pindah ke Riau. Sementara saudara-saudara orang tua saya ada yang eksodus ke Kalimantan, Blitar, Lampung dan ada juga yang masih bertahan di Aceh. Itulah kenapa saya kerap jalan-jalan mengunjungi saudara yang berada di berbagai wilayah Indonesia. Supaya ikatan persaudaraan tidak putus, menyambung silaturahmi, dan tentunya sekaligus untuk piknik. Meskipun ada juga yang jalan-jalan saya memang murni untuk traveling, kayak pas waktu ke Jember, Solo dan Yogyakarta.

      Bicara jalan-jalan antar kota antar propinsi bahkan antar pulau seperti yang saya lakukan tersebut, tentunya tidak lepas dari yang namanya moda transportasi dan juga akses jalan. Keduanya harus saling mendukung. Kalau alat transportasinya bagus tapi jalannya buruk, tentu kita menjadi tidak nyaman dalam perjalanan. Dulu pernah saya mengalami kejadian seperti itu. Ketika melewati ruas jalan lintas timur di daerah Pelalawan, Riau. Beberapa kilometer kondisi jalannya rusak parah. Mobil-mobil harus antri bahkan ada yang terguling saking jeleknya kondisi jalan.

      Atau sebaliknya, jalannya mulus tapi moda transportasinya yang buruk dan tidak terawat. Sebagai penumpang pasti kita akan was-was merasa tidak aman. Takut terjadi hal-hal buruk yang mengancam keselamatan. Saya juga dulu pernah merasakan itu. Ketika hendak ke Jawa, setelah booking tiket ternyata dapatnya bus yang kondisinya sudah tidak meyakinkan. Untungnya tidak terjadi insiden dalam perjalanan, walau memang sempat mogok beberapa kali.

      Namun Alhamdulillah, di beberapa tahun terakhir ini setiap saya jalan-jalan, hal-hal tidak mengenakan tersebut sudah tidak ada lagi. Ketika saya melewati jalan lintas timur dekat kota Pelalawan yang tadinya rusak parah, sekarang sudah bagus banget. Kendaraan-kendaraan bisa melaju dengan lancar.

      Saat menulis artikel ini kebetulan saya sedang berada di Lampung, dan saya merasakan sendiri jalan lintas dari kota Metro ke Sukadana, lalu ke Way Jepara, kemudian lanjut ke Sribhawono, hingga ke kota Bandar Lampung, kondisi jalannya benar-benar mulus! Padahal dulunya selama bertahun-tahun banyak titik yang rusak bahkan rusak parah, sampai-sampai ada yang dijuluki 'joglangan sewu' karena banyaknya lubang di sepanjang jalan dan tak kunjung diperbaiki.

      Untuk alat transportasinya, tersedia bus Damri yang siap membawa penumpang ke berbagai kota di provinsi Lampung. Saya sempat mencoba naik Damri beberapa kali. Kondisinya bus-nya sangat baik, sehingga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang benar-benar terjamin.

      Waktu di Jawa juga saya merasakan perjalanan yang nyaman dan menyenangkan terutama kalau naik kereta api. Beli tiketnya gampang bisa via online sehingga bebas antri dan aman dari calo, bisa sampai tujuan tepat waktu, ruang penumpangnya lega, toilet bersih, tidak ada pengamen dan pedagang asongan.

      Stasiun kereta api Wlingi, Blitar

      Sudah tidak seperti dulu lagi dimana kualitas pelayanan kereta api sangatlah kurang memuaskan. Mulai dari ruang tunggu yang padat dipenuhi calon penumpang dan pengantar, gerbong kereta yang kotor, toilet yang sangat bau, banyak copet, penumpang tanpa karcis, pedagang asongan, jadwal kereta yang tidak teratur, sampai penumpang yang nekad naik di atas atap kereta api. Alhamdulillah sekarang semua itu sudah tidak ada lagi. Sekarang sudah begitu tertib, bersih, aman dan pastinya nyaman.

      Sebagai warga negara yang kerap jalan-jalan, tentu saya sangat bangga, bahagia sekaligus berterima kasih atas kerja keras Kementerian Perhubungan RI, yang telah terbukti sukses membangun berbagai infrastruktur transportasi dalam beberapa tahun terakhir ini. Berkat pembangunan tersebut, keselamatan, keamanan dan kenyamanan saya dalam perjalanan menjadi lebih terjamin.

      Hal itu saya ketahui dari membaca postingan di Fanpage Facebook resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia beberapa waktu lalu. Di sana dijelaskan bahwa dalam kurun waktu 5 tahun ini, Kemenhub memang telah melakukan pembangunan infrastruktur transportasi dengan pendekatan Indonesia Sentris untuk membuka keterisolasian, yaitu dengan memberikan dukungan aksesibilitas terhadap Daerah 3TP (Terluar, Terdepan, Tertinggal dan Perbatasan).

      Diantaranya melalui: penyediaan prasarana yaitu 18 rute tol laut dengan tujuan menekan disparitas harga di Indonesia Timur; 891 trayek angkutan perintis (angkutan jalan, SDP, KA, laut dan udara); dan pembangunan serta pengembangan 131 bandara di daerah rawan bencana, perbatasan dan terisolir.

      Dalam lima tahun ini sudah ada 18 rute tol laut, untuk menekan disparitas harga. 891 angkutan perintis di darat, kereta api, laut dan udara. Program Jembatan Udara untuk meningkatkan konektivitas logistik dengan menyediakan 39 rute yang dilayani sampai ke daerah 3TP untuk pemerataan serta kesenjangan ekonomi.

      Dukungan infrastruktur transportasi atas pengembangan kawasan wisata dengan penyediaan akses transportasi dari dan menuju kawasan wisata, baik sarana maupun prasarana pendukung.Telah banyak capaian yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan baik itu di sektor transportasi darat, laut, udara maupun kereta api.

      Banyaknya capaian pembangunan infrastruktur transportasi hingga ke daerah 3TP itu termasuk hingga ke kampung kelahiran saya di Aceh sana. Jalan-jalan di kampung saya tersebut sekarang sudah diaspal. Ketika saya pulang kampung beberapa waktu lalu, mobil travel-nya bersedia mengantar saya hingga ke depan rumah karena jalan depan rumah sudah di aspal. Padahal kampung saya cuma desa kecil. Namanya desa Sumber Daya, yang berada di Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

      Tentunya kita patut bersyukur dan mengapresiasi dengan banyaknya pembangunan telah dicapai Kementerian Perhubungan RI dalam 5 tahun ini, serta mendukung penuh pembangunan-pembangunan infrastruktur transportasi di tahun-tahun mendatang. Karena apabila transportasi unggul, Indonesia pasti maju! Dan buat yang hobi jalan-jalan kayak saya, akan merasakan kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam perjalanan.

      Kalau ingin mengetahui informasi lebih banyak serta kabar-kabar terbaru seputar infrastruktur dan moda transportasi, saya sarankan teman-teman mengunjungi website dan menjadi pengikut media sosial resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Berikut ini alamat:

      Hadapi Luka Bakar dengan Bahan Alami

      Panas dan nyeri, dua kata yang pasti akan Anda rasakan saat menderita luka bakar. Bahkan, beberapa orang kesulitan untuk bergerak saat memiliki luka bakar. Sehingga, wajar jika luka bakar merupakan salah satu luka yang perlu mendapatkan penanganan serius agar bisa disembuhkan lebih cepat.

      Untuk menyembuhkan luka bakar, Anda bisa menggunakan bahan-bahan herbal yang alami. Bahan-bahan tersebut tidak hanya berguna untuk menjaga kesehatan saja melainkan juga bisa digunakan untuk menyembuhkan luka bakar.

      Foto luka bakar diperban

      Apa sajakah bahan herbal yang dimaksud? Sebelum mengetahuinya, kunjungi laman berikut ini  https://www.guesehat.com/3-cara-merawat-luka-setelah-operasi terlebih dahulu.

      Air Dingin

      Saat mengalami luka bakar, hal pertama yang akan Anda rasaan tentu rasa nyeri dan panas akibat api yang menyambar kulit Anda. Rasa panas dan nyeri tersebut perlu diredakan segera agar Anda tidak merasa kesakitan saat menderita luka bakar. Untuk meredakannya, air dingin bisa menjadi bahan alami yang mudah untuk didapatkan. 

      Air dingin merupakan cara termudah untuk membuat luka bakar yang semula terasa panas jadi dingin seketika. Anda bisa membasuhkan air dingin pada area luka bakar secara perlahan. Selain bisa memberikan efek dingin, air dingin yang Anda basuhkan pada luka bakar juga berguna untuk membersihkan luka tersebut. Gunakan air yang bersih agar tidak ada bakteri yang ikut masuk ke dalam luka dan bisa menimbulkan infeksi.

      Arang Aktif

      Arang merupakan salah satu bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk membantu menyembuhkan luka bakar. Sifat arang aktif mampu membantu mencegah infeksi dan membersihkan luka dari benda-benda asing. Anda dapat menggunakan arang untuk membantu mengatasi luka bakar dengan cara mencampurnya bersama ramuan minyak seperti minyak zaitun.

      Oleskan campuran arang dan minyak agar luka bakar terbebas dari bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Jika ada serpihan yang menempel di kulit saat luka bakar terjadi, aplikasikan salep arang aktif dan tutuplah dengan menggunakan perban yang bersih selama beberapa jam. Nantinya, serpihan tersebut akan keluar tertarik oleh ramuan arang aktif yang Anda gunakan bersamaan dengan dicabutnya perban.

      Bagaimana Cara Mencairkan Dana JHT BPJS TK Tanpa Paklaring? Berikut Penjelasannya

      Topik kali ini tentang prosedur dan tata cara klaim uang JHT Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan jika tidak memiliki paklaring. Sebagaimana diketahui, syarat-syarat dokumen untuk pencairan tabungan Jaminan Hari Tua atau JHT adalah membawa KPJ (Kartu Peserta Jamsostek) atau Kartu BPJS TK, KTP Elektronik, KK (Kartu Keluarga), Buku Tabungan dan Paklaring. Kurang salah satu saja dari semua berkas persyaratan tersebut, maka pengajuan klaim kamu tidak akan diproses alias ditolak. Termasuk tentunya jika nggak punya paklaring, dapat dipastikan saldo JHT kamu tidak akan bisa cair!

      Dalam proses pencairan JHT, paklaring atau surat pengalaman kerja digunakan sebagai bukti bahwa kamu pernah bekerja di suatu perusahaan dan benar-benar telah berhenti bekerja di PT tersebut. Karena syarat utama untuk bisa mengambil uang JHT adalah harus sudah berhenti bekerja minimal satu bulan. Makanya di dalam paklaring harus tercantum periode kerja kamu. Tanggal dan bulan serta tahun kapan kamu mulai bekerja, hingga tanggal bulan dan tahun kamu resmi berhenti kerja.

      Sebenarnya berkasnya nggak harus berupa paklaring atau surat pengalaman kerja. Boleh juga berupa surat referensi atau juga surat rekomendasi untuk pencairan dana JHT dari perusahaan. Intinya, saat kamu resign, ada surat keterangan dari perusahaan, yang isinya menerangkan bahwa surat tersebut digunakan untuk mengurus klaim uang JHT, dan di dalamnya mencantumkan tangal bulan dan tahun kapan kamu mulai bekerja, serta tanggal bulan dan tahun berapa kamu mengundurkan diri.

      Contoh Paklaring Untuk klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek)

      Dan memang tidak bisa dipungkiri, saat ini cukup banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang posisinya telah berhenti bekerja tetapi tidak memiliki paklaring atau surat keterangan dari perusahaan, sehinggga pengajuan klaim JHT-nya menjadi terkendala. Penyebab tak memiliki paklaring tersebut bermacam-macam. Ada yang memang lupa atau entah sengaja tidak meminta berkas tersebut ke HRD perusahaan pada saat berhenti bekerja.



      Kondisi seperti itu beberapa kali saya temukan pada buruh-buruh panen di perusahaan perkebunan kelapa sawit yang didatangkan dari daerah-daerah pelosok. Karena rata-rata mereka berpendidikan rendah, sehingga kurang tahu dan peduli dengan program-program asuransi tenaga kerja BPJS Tk. Jadi saat ingin berhenti bekerja, yang langsung resign begitu saja tanpa permisi kepada pihak perusahaan. Kalau seperti itu, bagaimana HRD mau membuatkan paklaring?

      Ada juga yang sebenarnya telah meminta namun pihak HRD perusahaan tidak bersedia membuatkan paklaring, dengan alasan masa kerja cuma sebentar sehingga tidak layak diberi paklaring. Padahal, mau berapa lama pun masa kerja seseorang, ia berhak mengklaim dana JHT BPJST Ketenagakerjaan miliknya. Walaupun misalnya isi saldo JHT-nya cuma Rp 5.000, ia berhak mencairkannya kalau mau. Dan tidak harus paklaring atau surat pengalaman kerja jika alasannya gegara masa kerja cuma sebentar, HRD perusahaan bisa membuatkan surat referensi atau surat rekomendasi, sebagai berkas syarat pencairan uang JHT. Contoh surat referensi tersebut bisa teman-teman lihat Di Sini.

      Penyebab peserta BPJS TK tidak mempunyai paklaring lainnya adalah karena hilang atau rusak. Jadi sebenarnya sudah diberikan paklaring oleh perusahaan, akan tetapi karena tidak dijaga atau disimpan dengan baik, akhirnya raib entah kemana. Atau bisa juga rusak terbakar ataupun habis dimakan rayap.



      Lalu bagaimana jika tidak memiliki paklaring? Bisakah klaim uang JHT BPJS Ketenagakerjaan a.k.a Jamsostek tanpa melampirkan paklaring?

      Bisa atau tidaknya kamu mengambil dana JHT dengan tidak membawa Paklaring itu tergantung perusahaan tempat kamu bekerja dulu. Apabila perusahaan tersebut masih ada alias masih beroperasi, maka kamu tidak bisa mencairkan duit JHT tanpa paklaring. Mau tidak mau kamu harus berurusan kembali dengan mantan perusahaan untuk meminta dibuatkan paklaring. Itulah solusi satu-satunya pada saat ini. Entah nanti ke depannya semoga ada perubahan peraturan yang lebih memudahkan.

      Aturan yang sekarang memang sangat merepotkan bagi peserta BPJS TK yang telah berhenti bekerja namun tidak memiliki paklaring. Harus menghubungi kembali bekas perusahaan tempat bekerja untuk mengurus paklaring. Iya kalau lokasi perusahaan dekat dengan tempat tinggal, kalau jauh di luar provinsi apalagi di luar pulau, tentu sangat memberatkan. Belum lagi kalau sikap perusahaan acuh tak acuh, tidak peduli atau malah mempersulit eks karyawannya yang meminta paklaring, tentu semakin memberatkan.

      Maka di titik ini, ada peserta yang akhirnya pasrah membiarkan dana JHT-nya tidak diambil. Ada juga yang terpaksa memalsukan surat paklaring melalui calo pencairan dana JHT Jamsostek/BPJS TK. Membuat paklaring palsu, dengan tanda tangan HRD atau personalia palsu, serta stempel perusahaan palsu. Tapi cara ini tentu ilegal dan bisa berurusan dengan hukum jika ketahuan.

      Mengingat betapa krusialnya kedudukan paklaring dalam proses klaim JHT, bagi teman-teman yang saat ini masih bekerja, jika suatu saat nanti ingin resign, jangan sampai lupa mengurus Paklaring atau surat pengalaman kerja. Bisa juga surat rekomendasi atau surat referensi. Intinya di dalam surat tersebut menerangkan kamu pernah bekerja di perusahaan tersebut dari tanggal sekian-sekian, dan sudah berhenti bekerja per tanggal sekian-sekian.

      Dan jika sudah memilikinya, jagalah baik-baik berkas tersebut jangan sampai hilang atau rusak. Karena beneran susah banget mengurus klaim saldo JHT tanpa paklaring kalau perusahaan masih aktif. Beda ceritanya kalau perusahaan sudah tutup atau sudah nonaktif.

      Jika perusahaan sudah tutup tidak beroperasi lagi, pengajuan klaim dana JHT akan lebih mudah karena kamu tidak perlu menghubungi perusahaan untuk request paklaring. Sehingga uang Jaminan Hari Tua (JHT) kamu bisa dicairkan walau tanpa Paklaring. Lagipula secara logika juga tidak mungkin meminta paklaring kepada perusahaan yang sudah bubar. Sebagai gantinya, pada saat mengajukan klaim saldo JHT di kantor BPJS TK, kamu wajib membuat surat pernyataan di atas materai yang isinya menyatakan:

      • Kamu sebagai tenaga kerja benar-benar telah berhenti bekerja.
      • Perusahaan sudah benar-benar tutup.
      • Belum mengajukan pencairan JHT.
      • Jika ada silakan menyertakan fotokopi ID Card/Kartu Karyawan sewaktu kamu masih bekerja di perusahaan yang telah tutup tersebut.


      Jika sudah membuat dan menandatangani surat pernyataan tersebut, kamu bisa mencairkan tabungan JHT kamu walau nggak punya Paklaring. Namun tentu saja kamu musti melengkapi berkas-berkas dan dokumen persyaratan yang lainnya. Berkas-berkas tersebut meliputi:
      1. Kartu peserta BPJS-TK (Jamsostek) asli beserta foto kopi.
      2. KTP elektronik.
      3. KK (Kartu Keluarga).
      4. Buku rekening tabungan atas nama pribadi.

      Seperti itulah prosedur dan tata cara serta syarat mengambil uang JHT Jamsostek bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang tidak memiliki Paklaring, dengan catatan perusahaan tempat kamu bekerja dulu sudah benar-benar tutup. Sudah tidak aktif lagi. Jika perusahaan masih beroperasi, sampai saat ini belum ada cara lain selain meminta dibuatkan Paklaring lagi di perusahaan yang bersangkutan. Demikian.