Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengunjungi Bendungan Mariam Tanjung Rejo, Wisata Murah Meriah di Way Kanan, Lampung

Beberapa waktu lalu saya jalan-jalan ke objek wisata bendungan Maryam Soponyono atau banyak juga yang menyebutnya bendungan Mariam Tanjungrejo. Lokasi Bendungan Maryam ini berada di Gang Fatmawati, RK 02, RT 01, Blok B, desa Tanjung Rejo, kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, provinsi Lampung. Menurut aku pribadi sih tempatnya cukup menarik. Lumayanlah untuk tempat rekreasi masyarakat di sekitarnya.

Akan tetapi kalau kamu dari luar daerah apalagi luar negeri, bagi aku destinasi ini kurang rekomended untuk didatangi. Akses menuju lokasi dari kota terdekat cukup susah. Jalannya rusak. Panorama yang disuguhkan juga B aja. Gak sebanding dengan lelahnya perjalanan untuk sampai ke tempat ini. Itu menurut aku lho, ya. Tapi kalau pada dasarnya kamu demen berpetualang ke destinasi-destinasi yang biasa-biasa saja dan tidak terkenal, silahkan berkunjung kesini dan nikmati perjalananmu.

Objek Wisata Bendungan Mariam Tanjung Rejo

Baca Juga: Tahap Demi Tahap Pendakian Gunung Semeru Hingga Puncak Mahameru 3676 Mdpl

Aku sendiri ke waduk Mariam Tanjung Rejo bukan semata-mata ingin traveling ke sana. Ceritanya aku sedang bersilaturahmi ke rumah bulek yang ada di desa Karya 3, kecamatan Serupa Indah, kabupaten Way Kanan, Lampung. Kebetulan waktu itu aku masih kerja di kota Metro. Jadi mumpung sedang di Lampung, aku sempatkan diri berkunjung ke rumah bibi. Ini pertama kalinya aku ke sana dan bertemu keluarga bulek setelah sekian lama terpisah. Dulunya keluargaku dan keluarga bulek sama-sama tinggal di Aceh. Kemudian pas di tanah rencong itu terjadi konflik tahun 2001, keluargaku pindah ke Riau, sedangkan keluarga bulek hijrah ke Lampung.

Aku berangkat dari kota Metro sekitar jam 9 pagi. Melewati beberapa kota mulai dari Gunung Sugih hingga Kotabumi, dan sampai di pasar Karya 3 sekitar jam 4 sore. Perjalananku dipandu sepenuhnya oleh Google Map. Karena saya belum pernah sekalipun ke sana, jadi butuh peta sebagai penunjuk jalan.

Dan ternyata, desa Karya 3 itu letaknya di dalam banget. Bahkan sekitar 25 kiloan menjelang sampai, musti melewati kebun karet dan kebun kelapa sawit yang begitu sepi dengan kondisi jalan yang buruk berlubang-lubang. Sempat was-was juga kalau tiba-tiba ada begal motor atau rampok di jalan. Apalagi motor yang kukendarai masih tergolong baru. Dengan membawa tas besar yang selain berisi pakaian, juga ada laptop dan kamera. Kalau sempat kena begal, kayaknya bisa nangis 7 hari 7 malam.

Soalnya tahu sendirilah Lampung itu kandung kesohor sebagai daerah yang rawan begal. Meskipun kalau menurut aku pribadi, tidak seseram bayangan orang-orang di luar Lampung. Hampir setahun aku di Lampung, Alhamdulillah aman dari tindak kejahatan apapun. Yang namanya begal, di daerah lain juga sebenarnya ada.

Termasuk perjalanan ke Karya 3 Way Kanan. Meski jalan yang aku lewati sangat sepi dan rusak, dengan melewati hutan karet dan kelapa sawit, Alhamdulillah aman-aman aja hingga sampai tujuan, bahkan hingga ketika balik lagi ke Metro.

Biarpun letaknya bisa dibilang di pedalaman, tapi desa Karya 3, kecamatan Serupa Indah, kabupaten Way Kanan, Lampung ini bisa dibilang sudah cukup maju. Pasarnya ramai dan banyak aneka jajanan dan kuliner kalau sore. Sudah ada Alfamart dan Indomaret. Penduduknya juga ramah-tamah. Tapi untuk kondisi jalan, memang tidak terlalu bagus untuk ukuran desa yang sudah semaju itu.

Terbiasa di kota Metro yang lebih ramai dan akses kemana-mana lebih mudah, memasuki hari ketiga di desa Karya 3, saya mulai dilanda boring. Melihat gelagat saya yang mulai bosan, saudara sepupu saya mengajak jalan-jalan ke beberapa tempat wisata di daerah tersebut. Pertama ke Zowtaa Garden, kemudian ke waduk Mariam Tanjungrejo ini. Meski sejujurnya tempatnya tidak bagus-bagus amat, tapi bolehlah ketimbang jenuh di rumah.

Destinasi Wisata Populer di Way Kanan Lampung

Sebenarnya di kabupaten Way Kanan ini banyak objek wisata air terjun, seperti air terjun Putri Malu, air terjun Curup Gangsa dan Curup Kereta. Tapi lokasinya jauh-jauh semua dari desa Karya 3. Yang paling dekat 3 jam. Jadi saudara saya keberatan jalan-jalan ke sana. Akhirnya milih destinasi-destinasi yang terdekat saja, yaitu tadi, bendungan Mariam Soponyono dan Zowtaa Garden.

Dari rumah bulek di Karya 3 ke bendungan Mariyam di Tanjung Rejo, butuh waktu tempuh sekitar setengah jam. Jaraknya sebenarnya tidak begitu jauh. Akan tetapi kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk membawa motor dengan kecepatan tinggi, membuat perjalanan menjadi lama. Aspalnya sudah banyak yang rusak, berlubang-lubang, dan banyak juga polisi tidurnya!

Pemandangan di danau Mariam juga sebenarnya biasa-biasa saja. Cuma kubangan air yang cukup luas, yang di sekitarnya banyak ditumbuhi tanaman pohon karet milik warga. Bendungan yang memiliki beberapa cabang alirang sungai ini lebarnya sekitar 100-120 meter dengan panjang kurang lebih 1 Km. Sangat sederhana.

Tapi jangan salah, meski pemandangannya biasa saja, tapi pengunjungnya benar-benar luar biasa! Asli ramai bener! Dari anak kecil, remaja, muda-mudi, orang tua, semuanya tumpah ruah di sana. Parkir kendaraannya saja sampai membludak baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Bahkan saya sampai tidak kebagian tempat parkir dan memarkirkan sepeda motor di bawah pohon karet.

Ramainya Pengunjung Bendungan Soponyono


Foto ramainya tempat parkir di tempat wisata

Selain menikmati panorama bendungan, pengunjung juga bisa berwisata keliling danau dengan naik perahu karet Basarnas dan juga perahu sepeda bebek air. Untuk perahu bebek, tarifnya Rp 10.000 untuk 10 menit. Dan itupun antriannya asli banyak banget! Sedangkan untuk tarif keliling danau naik perahu karet saya kurang tahu. Lupa cari informasi waktu itu.


Baca Juga: Sejuta Pesona Pantai Papuma Jember, Destinasi Wajib Dikunjungi Jika Kamu Traveling ke Jawa Timur

Selain fasilitas keliling danau naik perahu, di bendungan Mariam Sopoyono Negeri Agung ini juga disediakan spot-spot foto menarik yang diberi hiasan dan tulisan-tulisan ala-ala. Ada banyak pedagang makanan juga. Jadi kalau wisatawan lapar atau pengen ngopi, tinggal memilih salah satu warung diinginkan.

Foto Mantan adalah sampah


spot foto keren di Way kanan Lampung


foto will you marry me

Seluruh operasional objek wisata bendungan Mariam Soponyono ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) kampung Tanjung Rejo. Dan kabarnya tempat ini baru dibuka untuk wisatawan mulai tahun 2018 kemarin. Enaknya, untuk masuk mengunjungi kawasan wisata bendungan Maryam ini gratis. Tidak pakai tiket masuk. Cuma dikenakan biaya parkir sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor, dan Rp 10.000 untuk mobil. Agak kemahalan sih untuk destinasi wisata yang tidak wah tapi tarif parkirnya segitu.


Baca Juga: Kebun Teh Kemuning, Satu Lagi Tempat Bagus di Tawangmangu Untuk Travelling

Saya hanya sekitar 15 menit berada di dam Mariyam ini. Pemandangannya yang tidak terlalu menarik, ditambah tingkat keramaiannya yang kelewatan untuk tempat wisata sekecil itu, sehingga mau cari tempat duduk saja susah, membuat saya tidak betah untuk berlama-lama. Saya segera bergegas pulang setelah mengambil beberapa foto dan video untuk dokumentasi. Sebagai Blogger, tentunya pengalaman berdarma wisata ke bendungan Maryam bisa dijadikan bahan tulisan untuk blog dan video di YouTube.

Berikut video bagaimana ramainya pengunjung Bendungan Mariam Tanjung Rejo:


Artikel ini bukan bermaksud memberi ulasan jelek atau apa, tapi saya menulis sesuai apa yang saya lihat dan rasakan. Saya berharap semoga ke depannya, bendungan Maryam ini bisa jauh lebih baik lagi. Sehingga bisa menarik pengunjung dari luar daerah Way Kanan. Namun untuk masyarakat sekitar, waduk Mariam ini sudah cocok banget untuk dijadikan tempat nongkrong sore, memancing ikan, jalan-jalan menikmati akhir pekan, libur lebaran, liburan tahun baru dan hari-hari libur lainnya bersama sahabat, kekasih, kerabat dan keluarga. Happy traveling!

1 komentar untuk "Mengunjungi Bendungan Mariam Tanjung Rejo, Wisata Murah Meriah di Way Kanan, Lampung"

  1. Wah iyaa tempatnya B aja ya mas, dan memang mahal apalagi untuk tarif motor dikenakan 5000 dan mobil 10000. Seharusnya 2 sampai 3 ribu saja sudah cukup sebagai formalitas. Saya juga berharap semoga wisatanya semakin diperbagus lagi supaya disamakan dengan standart harga parkir yang menjulai tinggi.

    Btw saya habis liat video nya juga di channel youtube dan baru aja subscribe. Boleh subs balik mungkin mas ke channel Williana Nana? Terima kasih :D

    BalasHapus

Berlangganan via Email