Jalan Gula Surabaya, Spot Foto Unik Bertema Bangunan Tua

Jl. Gula Surabaya, walau hanya berupa gang kecil yang diapit gedung-gedung tua, tapi cukup banyak dikunjungi orang, terutama mereka yang hobi fotografi. -

Jalan Gula Surabaya
Menatap plang Jalan Gula, biar makin manis.

Di suatu pagi yang tidak hujan, aku bersama temenku Andre, bermodal motor bebek empat tak, kami menerobos padatnya lalu lintas kota Surabaya. Tujuan kami ke Jalan Gula, sebuah tempat hunting foto-foto urban decay yang cukup populer di Kota Pahlawan, dengan view bangunan-bangunan lawas sebagai menu andalannya.

Meski bukan tukang foto profesional apalagi fotografer ulung, aku langsung mengiyakan saat Andre mengajak jalan-jalan ke Jalan Gula. Aku sudah sering mendengar tentang bagusnya tempat itu. Penasaran ingin ke sana tapi tak sempat-sempat dan juga memang belum tahu tempat tepatnya di sebelah mana.

Banguan tua jalan Gula Surabaya
Ganteng yang tertutup tabir kegelapan.

Kebetulan Andre arek Suroboyo asli, jadi dia yang sudah paham lokasi itu bisa menjadi penunjuk jalan yang aman dan terpercaya. Selain itu, dengan pergi dengannya, nanti di lokasi pemotretan dia bisa berperan ganda menjadi model sekaligus gantian sebagai tukang ambil gambar.

Aslinya berkunjung ke Jalan Gula dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2.000 dan biaya kebersihan Rp seikhlasnya. Tapi karena aku tiba di sana kepagian, yang bahkan tukang parkirnya saja belum datang, membuat kunjungan kami ke Jalan Gula pagi itu benar-benar gratis. Padahal kalau ada penjaganya, wisatawan bisa meminjam sepeda tua untuk properti foto.

Spot foto unik Surabaya
Siapa yang mau, menghuni gedung tua... #rock

Hari yang masih terlalu pagi, ditambah cuaca mendung yang sempat dihiasi rintik-rintik gerimis, membuat suasana horror semakin terasa saat kami tiba di Gedung Tua Jalan Gula. Tempat ini hanya berupa gang kecil sepanjang sekitar 50 meter, yang di kanan kirinya berdiri bangunan kuno yang terbengkalai dan mungkin memang sengaja tidak dipugar demi daya tarik pariwisata.

Warna cat di dinding-dindingnya sudah sangat kusam bahkan menghitam. Begitu juga semen yang menutup tembok, sudah banyak yang terkelupas sehingga menampakkan batu batanya yang rapuh dan pudar. Di sisi yang lain, lumut-lumut liar dan tumbuhan pakis tampak tumbuh subur tak terawat. Sementara di bagian dinding yang masih utuh, dipenuhi tulisan semprotan pilox karya anak bangsa.

Gedung tua Gang Gula Surabaya
Aku ngantuk. Kamu siapa?

Belum lagi kusen-kusen jendela yang reot, daun jendelanya yang lapuk, serta teralis besi yang berlumur karat, semakin menambah lengkap kesan horror lorong Jalan Gula. Dan tempat ini justru menarik karena semua itu. Andai direnovasi, misalnya dindingnya disemen lagi dan dicat ulang, aku yakin gang Gula menjadi biasa saja dan tak lagi menarik.

Pada masa penjajahan kompeni Belanda, gedung tua di Jalan Gula ini adalah gudang tembakau. Sudah sangat lama bangunan ini dibiarkan kosong bahkan tanpa penerangan. Sehingga kalau malam, menurut Andre suasananya sangat menyeramkan. Malah katanya sudah beberapa kali dijadikan lokasi syuting acara-acara semacam 'Uji Nyali' televisi swasta. Selain itu, tempat ini juga kerap digunakan untuk lokasi foto preweding berkonsep bangunan tua. 

Jl. Gula Surabaya
Kehilangan tongkat...

Karena sebenarnya gang ini adalah jalan, bukan tempat wisata, jadi jangan kesal kalau nanti teman-teman berkunjung ke sini, terus saat asyik foto-foto, ada orang atau kendaraan lewat. Aku aja mengalami itu. Udah pasang gaya ganteng maksimal dan siap difoto, tahu-tahu ada motor lewat. Ya, mau tak mau memang harus minggir dulu.

Berikut ini beberapa hasil menggila di Jalan Gula beberapa waktu lalu.

Foto unik Jl. Gula Surabaya
Saat tak ada bahu untuk bersandar, masih ada SCTV untuk semua.

Foto keren di Jalan Gula Surabaya
Inilah Andre...

Hunting foto ke jalan Gula
Bikin tembok semakin terlihat kotor aja!

Fotografi Surabaya
Lagi serius main DU Speed Booster.

Bangunan kuno di Jalan Gula
Salam empat jari.

Selain yang di atas, ada beberapa foto lain yang aku pajang di Instagram. Ini salah satunya.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Arizuna Zukirama (@zuckici) pada

Kalau teman-teman traveler berminat berburu foto berlatar belakang bangunan tua seperti di atas, silakan datang saja ke Jalan Gula. Alamat Jalan Gula, ya di Jalan Gula sih, hehe. Lengkapnya Jl. Gula Bongkaran, Pabean Cantian, Kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Arah-arahnya agak susah dijelaskan. Tergantung posisi keberangkatannya dari sebelah mana. Karena waktu itu aku dari pusat kota, lokasi Jln. Gula kira-kira 200 meter arah barat dari Jembatan Merah. Lebih gampangnya silakan cek Google Maps, dikombinasikan dengan nanya ke orang-orang selama menuju lokasi. Soalnya tempatnya nyelempit dan kalau mata tidak jeli memperhatikan, bisa-bisa terlewati.

Spot bangunan tua di Surabaya
Cuma duduk biasa. Bukan duduk persoalan apalagi duduk permasalahan. Iya.

Saran aku datang ke sini sebaiknya agak siangan. Saat sang juru kunci Gang Gula sudah datang. Karena kalau ada penjaganya, pengunjung bisa meminjam sepeda tua untuk properti foto, sehingga konsep foto urban yang dihasilkan semakin maksimal. Sekaligus bisa bertanya-tanya tentang sejarah bangunan-bangunan yang ada di sana. Tidak perlu kuatir gosong meski Surabaya terkenal dengan hawa panasnya. Cuaca di lokasi dijamin sejuk. Panas matahari terhalangi oleh tingginya bangunan-bangunan tua itu sendiri, dan juga pepohonan di ujung gang.

Jembatan Baru Kenjeran, Spot Foto Paling Instagramable di Kota Surabaya

Setelah Suramadu, hadir satu lagi jembatan megah di kota Surabaya. Namanya Jembatan Kenjeran yang kabarnya menjadi salah satu dari 10 jembatan terbaik di dunia. -

Jembatan Baru Kenjeran Surabaya
Menoleh ke samping aja. Ke belakang banyak kenangan, eh genangan.

Bagi yang pernah jalan-jalan ke berbagai tempat di Surabaya, judul di atas mungkin rada-rada berlebihan. Bisa saja ada yang menilai kalau lokasi foto terbagus di kota buaya itu di bangunan tua di Jalan Gula, Gerbong Kereta Api Sidotopo, House Of Sampoena, Gang Dolly dan lain sebagainya. Penilaian anak-anak Instagram tentu banyak yang tidak sama.

Pun aku, walau masih tergolong anak Instagram kemarin sore, yang kebetulan hampir khatam mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di seputar kota Surabaya, memilih Jembatan Baru pantai Kenjeran lama, sebagai lokasi foto paling Instagramable. Maaf buat yang tak sependapat.

Ini salah satu foto aku di Jembatan Baru Kenjeran yang dimuat Instagram.

Foto kiriman Arizuna Zukirama (@zuckici) pada

Sudah lebih sekali aku berkunjung ke Jembatan ini. Kalau gak salah sekitar dua kali gitulah. Yang pertama dulu pas kebetulan lewat ada urusan kerja, mampir sebentar untuk cekrak-cekrek narsis nggak jelas sampai dapat ratusan foto. Dan kunjungan yang kedua terjadi belum lama ini, kala menjadi free guide untuk Neng Josie, solo backpaker asal Solo.

Uniknya Desain Jembatan Baru Kenjeran
Pagiku cerahku matahari bersinar, kugendong tas merahku di pundak. Guruku tersayang.. :D

Untuk yang kedua itu memang benar-benar untuk bertamasya. Bukan sekedar parkir terus pemotretan gak jelas. Meski di trip Kenjeran Bridge part 2 ini ritual foto-fotonya juga tetap ada. Habis bagaimana lagi, di era sosial media seperti yang kita rasakan saat ini, jalan-jalan jelas terasa kurang lengkap jika tidak dilengkapi dengan acara foto-fotoan. Ditambah lagi view Jembatan Kenjeran yang memang keren tiada tara, sukses membuat tangan gatel ingin segera mengaktifkan kamera.

Buat kalian yang mau tobat nakal dan ingin kembali ke jalan yang lurus, sebaiknya jangan ke Jembatan Kenjeran. Sebab meskipun ini jembatan, tapi bentuknya berkelok sehingga bentuk jalannya tidak lurus, muehehe. Tapi memang benar desain jembatannya cukup unik, melengkung bagus kayak tendangan pisang David Beckham. Banyak juga yang mengatakan mirip busur panah.

Foto di Jembatan Baru Kenjeran
Biarin jembatannya melengkung. Selama bukan janur kuning yang melengkung, masih ada kesempatan. #lah

Ukuran jembatan layang Kenjeran panjangnya 800 meter dengan lebar 32 meter. Sementara tingginya yang 12 meter itu ditopang oleh 12 tiang pancang. Selain untuk pemerataan ekonomi dan pembangunan terutama di kawasan Bulak, Surabaya, pembangunan jembatan ini juga untuk daya tarik pariwisata. Bahkan diharapkan bisa menjadi ikon baru kota Surabaya.

Kenapa jembatan ini begitu Instagramable? Karena pengunjung bisa berfoto-foto dengan latar panorama yang mantap. Ada pemandangan selat Madura, jembatan Suramadu di kejauhan, kampung warna-warni, Taman Hiburan Pantai (THP) pantai Kenjeran Lama, pagar jembatannya pun ditanami bunga-bunga, sehingga bisa menambah bagus hasil foto saat berpose di pinggir jembatan.

Foto pengunjung jembatan baru kenjeran
Jembatannya di atas air.

Lebih kerennya lagi, di bagian tengah jembatan, ada semacam anjungan atau panggung atau entah apa sebutan tepatnya aku kurang tahu. Yang pasti berbentuk rangka-rangka besi yang berdiri lumayan tinggi kayak menara. Pengunjung diperbolehkan naik dan berfoto-foto di atasnya.

Tapi khusus kaum wanita, kalau mau naik dilarang memakai rok. Tapi bukan berarti polos tak mengenakan apapun. Maksudnya harus memakai bawahan berupa celana. Karena begini, panggung itu lantainya dari besi berlubang-lubang seperti lubang jaring. Jadi kalau cewek naik memakai rok, terus pengunjung yang di bawah mendongak ke atas, you know lah apa yang akan terjadi.

Berikut ini beberapa foto aku dan neng Josie saat jalan-jalan ke jalan tol Jembatan Baru Kenjeran beberapa waktu lalu.

Pantai Kenjeran Lama
Background pantai Kenjeran Lama.

Foto cantik di Jembatan Kenjeran
Si manis jembatan Kenjeran.

Anjungan Jembatan Kenjeran
Naik ke sini dilarang memakai rok. Makanya aku pake celana.

berfoto di atas jembatang kenjeran
Tempatnya instagramable. Wajahnya instagenic.

Foto instagram jembatan kenjeran
Anjungan jembatan layang kenjeran.

berfoto di selat Madura
Berasa naik kapal.

Jembatan Suroboyo Kenjeran
No caption.

Kampung warna-warni pantai kenjeran lama
Di belakang ada pemandangan kampung warna-warni.

foto kampung warna-warni dari jembatang kenjeran
Yang di belakang itu sehat gak sih??

Senja Di Jembatan Layang Kenjeran
Sun set di Jembatan Kenjeran.

Kalau mau lebih berkesan lagi, sobat traveler silakan datang ke Jembatan Baru Kenjeran pada malam minggu. Khusus di malam tersebut, di Jembatan Kenjeren ada hiburan air mancur warna-warni yang begitu spektakuler mirip Wonder Full di Marina Bay, Singapura.

air mancur menari jembatan kenjeran
Di belakang yang warna biru itulah kolam air mancur menari. Tapi karena ini siang hari jadi belum dinyalain.

Tapi jangan sampai kelewatan, sebab pertunjukkan air mancur menari ini hanya berdurasi satu jam, malah kadang cuma 60 menit. Start pukul 20.00 dan berakhir 21.00 WIB. Tarian air mancur ini diiringi lagu Jembatan Merah dan Surabaya Oh Surabaya, serta dihiasi dengan tata cahaya yang cantik dan mempesona.

Sedikit tambahan informasi, jembatan yang dalam pembangunannya menelan anggaran hingga 199 milyar ini, menurut Bu Risma telah menjadi salah satu dari 10 jembatan terbaik di planet bumi. Membelah garis pantai Kenjeran Lama, menghubungkan Jalan Kenjeran menuju arah timur sampai ke Jalan Ir. Soekarno (MERR) dan Jalan Laguna Surabaya.

foto di jembatan kenjeran sore hari
Ngelirik helm tak bertuan.

Didirikan di atas Pantai Kenjeran Lama, tentu kehadiran jembatan ini bisa mempermudah pengunjung Taman Hiburan Pantai (THP) di Pantai Kenjeran Lama yang ingin melanjutkan rekreasi ke Pantai Ria Kenjeran Baru alias Kenjeran Park (KenPark).

Rugi kalau sudah sampai ke Pantai Kenjeran Lama tidak sekalian ke Pantai Ria Kenjeran Baru. KenPark tak kalah menarik, di sana ada beberapa tiruan bangunan-bangunan di luar negeri seperti Pagoda Tian Ti, Patung Dewi Kwan Im yang diapit sepasang naga raksasa, Patung Budha Catur Muka, Atlantis Land dan lain-lain.

pengunjung jembatan baru kenjeran
Di dalam keramaian aku masih merasa ganteng.

Bagaimana? Tertarik melancong ke Jembatan Baru Kenjeran? Buat kalian di luar kota, aku sarankan ke sini sabtu sore. Sorenya menyaksikan sun set, lalu berlanjut di malam hari menonton kerennya air mancur menari pantai Kenjeran. Dan kalau berminat pepotoan di atas anjungan jembatan, jangan lupa jangan memakai rok. Happy Traveling.

*****

Patung Buddha 4 Wajah Kenjeran, Bikin Liburan Berasa di Thailand

Patung Buddha 4 Rupa (Four Faced Buddha) yang berlokasi di kawasan wisata Kenpark Surabaya, dibuat mirip dengan Patung Tao Maha Phrom di Altar Erawan, Bangkok, Thailand. -

Patung Budha 4 Rupa di malam hari
Patung Buddha 4 Rupa di malam hari.

Di areal objek wisata Kenpark memang cukup banyak berdiri ikon-ikon yang terinspirasi dari bangunan-bangunan yang ada di luar negeri. Misalnya saja Pagoda Tian Ti (Sky World), yang terinspirasi dari Temple of Heaven di Beijing, China. Lalu yang terbaru Atlantis Land, Theme Park kelas dunia ini terinspirasi Universal Studio-nya Singapura. Dan satu lagi Patung Buddha 4 Wajah, bentuknya dibuat mirip dengan Patung Maha Brahma di Bangkok, Thailand.

Karena keberadaannya masih dalam satu kawasan, saat plesiran Kenpark beberapa waktu lalu, dari awal aku sudah niat banget singgah ke Monumen Dewa Catur Muka. Sayang lho, kalau ngetrip ke Pantai Ria Kenjeran tidak mengexplore semua ikon wisata yang terdapat di sana. Apalagi rata-rata tempatnya gratis tidak dikenakan tiket masuk, hal yang tentu saja sangat menenangkan hati dan dompet wisatawan level backpaker kayak aku begini.

Patung Dewa Catur Muka KenPark
Boleh foto-foto di sini. Tapi harus sopan kayak gini.

Waktu aku ke Patung Buddha Catur Muka cuma bayar parkir Rp. 2.000. Itupun dalam sekali parkir bisa mengunjungi dua ikon sekaligus; Patung Buddha dan Patung Dewi Kwan Im di Klenteng Sanggar Agung. Letak mereka berdekatan cuma terpisahkan jalan. Malah kalau mau berjalan sedikit agak jauh melewati Kya-kya Kenjeran, kita juga bisa sekaligus ke Pagoda Tian Ti dan Atlantis Land dalam sekali parkir.

Monumen Budha 4 Wajah Kenjeran Park
Kayak di Thailand ya. Itu ada Chantavit Dhanasevi.

Halaman di sekitar Patung Buddha cukup luas dan bersih, dikelilingi pepohonan tinggi, sehingga menghasilkan suasana yang asri. Di halaman depan ada kolam, yang waktu aku ke sana entah kenapa tidak ada airnya. Banyak pengunjung yang duduk-duduk di beton pagar kolam, ngobrol-ngobrol sembari sesekali-kali menengok ke arah Buddha yang tengah duduk tenang di singgasananya.

Sementara di sekitar tahta sang Buddha, selain kolam ikan dengan hiasan bunga teratai, juga terdapat empat buah patung gajah putih, ruang meditasi berarsistektur klenteng, dan patung Dewa Ganesha berkepala gajah.

4 Patung Gajah Putih di sekitar tahta Patung Budha
Ada gajah. Jadi pelan-pelan dalam melangkah.

Saat menjelajah Kenpark, Patung 'Four Faced Buddha' ini yang paling gampang terlihat dibanding ikon-ikon lainnya. Patung Dewi Kwan Im tertutup bangunan Kelenteng Sanggar Agung. Pagoda Tian Ti jauh dari jalan dan tertutup Kya-kya dan rimbunnya pepohonan. 

Berbeda dengan Patung Buddha 4 Muka yang lokasinya persis di pinggir jalan, menjulang gagah berwarna kuning emas, sehingga tampak begitu mencolok. Pertama kali masuk ke sini, aku sempat merasa seperti sedang kesasar ke Thailand. Aku bahkan tolah-toleh, siapa tahu ketemu ladyboy.

Kabarnya, biar kemiripannya tidak sekedar mirip, saat dibangun dulu bahan-bahan patungnya sengaja didatangkan langsung dari negeri gajah putih, Thailand. Pembangunannya sendiri dimulai bulan Juli 2003 dan resmi dibuka untuk umum sejak 9 November 2004.

Menempati tanah seluas 1,5 hektar, menelan dana hingga 4 miliar rupiah, dengan pilar-pilar serta pelapis patung yang terbuat dari emas, dilengkapi 12 lampu berbahan tembaga dan perunggu, wajar kalau Patung Buddha 4 Rupa di Kenjeran Surabaya ini tampak begitu megah terutama di malam hari.

Patung Buddha Catur Muka malam hari.
Patung Buddha Catur Muka Asta Hasta.

Tak hanya itu, tingginya yang secara keseluruhan mencapai 36 meter, membuat patung ini diganjar penghargaan sebagai patung Buddha tertinggi di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Patung Buddha Catur Rupa memiliki 8 tangan (Asta Hasta) dan 4 wajah yang menghadap ke arah empat penjuru mata angin. Catur Rupa dan Asta Hasta tersebut ternyata mengandung makna khusus.

Empat wajah melambangkan kebaikan Sang Buddha, yakni murah hati, pengasih, adil dan meditasi (perenungan). Sementara delapan tangan melambangkan kekuatan dari Sang Buddha. Uniknya, dari delapan tangan tersebut, masing-masing tangan memegang benda yang berbeda-beda, antara lain tasbih, tongkat kebesaran, cakram, cupu berisi air suci, kitab suci, kerang, teratai dan salah satu tangan kanan memegang dada.

Berkunjung ke sini sifatnya bebas tapi sopan. Sobat travellers bebas memotret dan berfoto-foto sepuasnya bahkan hingga mendekat ke singgasana Sang Buddha, tapi tetap wajib menjaga kesopanan. Sebab terkadang di sekitar patung ada umat Buddha sedang beribadat.

Spot Foto di Kenpark berlatar Patung Budhha 4 Wajah
Foto-foto yang kalo kata anak Instagram 'Dibuang sayang.'

Liburan ke Patung Dewa Catur Muka Asta Hasta
 Waktunya pulang...

Dengan segala kemegahan yang aku tulis di atas, Patung Buddha Empat Wajah layak dimasukkan di dalam list kunjungan saat sobat travellers jalan-jalan ke Surabaya. Terutama buat teman-teman yang demen wisata bernuansa religi dan menyukai bangunan-bangunan bernilai seni tinggi. Happy Travelling.
*****

Baca Juga: Melenggang Di Kya-Kya Shio Pantai Ria Kenjeran Surabaya

Melenggang di Kya-kya Shio Pantai Ria Kenjeran Surabaya

Kya-kya KenPark, cocok untuk tempat rehat saat sudah lelah menjelajah kawasan Kenpark. Di tempat ini tersedia aneka kuliner Jawa Timur dan ada pemandangan hutan mangrove di tepi laut. -

Kya-kya Kenjeran Park
Kya-kya Kenjeran Park.

Dari semua objek rekreasi yang aku datangi di areal Kenjeran Park, cuma Kya-kya Shio yang kuperlakukan sekedar mampir. Hanya berhenti sejenak untuk foto-foto ala kadarnya lalu lanjut jalan lagi. Bukan karena tempatnya tidak oke. Kya-kya sebenarnya bagus. Cuma memang tak ingin berlama-lama di sana.

Jadi ceritanya waktu itu, setelah puas mengitari Pagoda Tian Ti, aku dan Neng Josie sedang buru-buru dan sudah tidak sabar ke ikon most wanted di Kenpark, apalagi kalau bukan Monumen Dewi Kwan Im dengan sepasang patung raksasa naganya yang terkenal di kalangan travell lover itu.

Pusat Oleh-oleh Kenjeran Park
Foto-foto doang. Nggak mampir makan.

Nah, untuk sampai ke Klenteng Sanggar Agung lokasi di mana Patung Dewi Kwan Im berada, kami memang melewati Kya-kya Seaside. Kebetulan jarak ke Patung Dewi Kwan Im tidak terlalu jauh. Jadi kami jalan saja. Walau jalan kaki tapi tetap seru dan nggak kepanasan. Di atas kami ada kanopi bagus yang dihiasi lampion-lampion bergelantungan.

Dengan bangunan-bangunan penuh warna yang mirip-mirip istana di Disneyland, Kya-kya Kenjeran sebenarnya cukup bagus dan fotoable. Terdapat gapura berdesain 12 shio lengkap untuk menyambut para wisatawan. Yang suka berburu makanan, di Kya-kya Sidesea ada deretan pujasera dan food court menyajikan berbagai kuliner Jawa Timur. Lapak-lapak jualan makanan di Kya-kya Kenjeran ini kabarnya merupakan relokasi dari pusat jajanan Kya-kya Jepun.

Kya-kya Sidesea Pantai Ria Kenjeran
Kya-kya Sidesea sore hari.

Bergeser ke arah timur ke bibir pantai, ada arena bermain dan panorama hutan mangrove. Tempat ini disebut Kya-Kya Playground dan didominasi oleh permainan anak-anak seperti komedi putar, ayunan, perosotan, jungkat-jungkit, tangga lingkar, dan berbagai permainan anak lainnya.

Mengingat kawasan wisata Kenjeran Park yang cukup luas, Kya-kya sangat tepat sebagai tempat ampiran. Istirahat sambil mencoba hidangan khas Surabaya. Kemudian dengan banyaknya sarana permainan anak-anak, Kya-kya juga recommended untuk tempat liburan keluarga.

Aku yang merasa sudah sangat yakin bukan lagi anak-anak, memilih melewatkan tempat ini. Nggak lucu kalau aku main jungkat-jungkit apa lagi prosotan. Mau mampir makan, waktu itu lagi tempatnya sedang ramai, perut juga masih kenyang. Selain itu memang nggak ada duit juga sih ha ha.

Food Court dan Pujasera di Kya-kya Kenjeran.
Kya-kya KenPark aja penuh warna. Hidup kamu gimana?

Buat teman-teman yang memiliki rencana ngetrip ke Taman Hiburan Pantai (THP) KenPark, saat istirahat atau ingin makan mampir saja ke Kya-kya KenPark. Jangan tiru aku yang cuma melenggang kangkung tanpa dosa. Apalagi kalau ingin membeli oleh-oleh jajanan, Kya-kya Sidesea adalah tempat yang tepat. Happy Traveling.
*****

Baca Juga: Kenalkan, Atlantis Land, Wahana Paling Baru Di Kenpark Surabaya

Kenalkan, Atlantis Land, Wahana Paling Baru di Kenpark Surabaya

Atlantis Land Kenjeran Park Surabaya merupakan theme park kelas dunia yang dikonsep mirip Universal Studios Singapore (USS) dan Dinsneyland. -

Atlantis Land Wahana Baru di Pantai Ria KenjeranWahana Baru di Kenpark.

Sejatinya Atlantis Land belum resmi dibuka untuk umum. Sampai berita ini diturunkan, proyek yang didesain oleh arsitek asal Australia ini pembangunannya masih terus berlangsung. Untuk bagian depan sudah tampak sangat bagus. Namun saat mengintip ke dalam, akan terlihat kondisinya yang masih belum rapi.

Rencananya jika tidak ada halangan, Atlantis Land akan dibuka pada pertengahan tahun 2017 ini. Namun kalau melihat banyaknya wahana yang belum rampung, bisa saja molor hingga akhir tahun atau bahkan hingga tahun 2018 baru beroperasi.

Atlantis Land Wahana Baru di Pantai Ria Kenjeran
Gantengnya Jawa Timur. :D

Dibangun di atas tanah seluas 15 hektar, dan digadang-gadangkan bakal sekelas Universal Studio di Singapura, Atlantis Land telah menjadi destinasi wisata yang pembukaannya paling ditunggu-tunggu oleh warga Surabaya dan sekitarnya. Di tempat ini kabarnya akan berisi beraneka macam wahana permainan, kuliner, museum dan berbagai jenis pertunjukan.

Tapi kendati masih dalam masa pembangunan, setiap harinya halaman dan teras Atlantis Land sudah banyak dikunjungi orang. Termasuk aku, beberapa waktu lalu ketika jalan-jalan ke Pantai Ria Kenjeran, juga meluangkan waktu mampir ke tempat yang dari jauh terlihat bagaikan istana peri di negeri dongeng.

Istana Atlantis Land Kenpark Surabaya
Dari jauh mirip istana.

Saat sudah di dekat, Atlantis Land memang benar-benar seperti istana. Dinding depan bangunan utamanya berwarna biru laut bergaris-garis ombak putih. Di bagian atap ada ikon istana menjulang tinggi berwarna cokelat. Sementara di kanan dan kiri bangunan utama tadi, ada bangunan yang ornamen dindingnya bermotif belahan kayu.

Ornamen bangunan bermotif belahan kayu di Atlantis Land
Ornamen bangunan bermotif belahan kayu.

Kemudian di bagian halaman, ada kolam air mancur yang di tengah-tengahnya ada maskot Atlantis Land berupa patung raja kodok menunggangi raksasa kura-kura. Awalnya pas pandangan pertama, aku sempat suudzon itu adalah patung bebek karena posenya yang nungging. Terus gara-gara perutnya yang garis-garis kuning, sempat berubah pikiran bahwa itu bukan bebek, melainkan lebah madu.

Tapi setelah dilihat secara baik-baik dari depan, melihat jenggotnya yang panjang, memakai mahkota sambil mengacungkan senjata trisula, ternyata itu patung raja kodok. Patung tersebut merupakan simbol penahluk kerajaan laut. Sesuai dengan tema wisata yang nantinya akan ditawarkan di Atlantis Land, yaitu Adventure Kingdom.

Maskot Atlantis Land, Patung Raja Kodok Menaiki Raksasa Kura-kura
Maskotnya Atlantis Land dilihat dari belakang.

Di bagian depan kolam, ada wall of fame bertuliskan Atlantis Land. Untuk saat-saat ini, di sekitar patung raja kodok dan di depan tulisan Atlantis Land inilah yang paling sering digunakan untuk berfoto-foto oleh para pengunjung.

Apalagi kalau ke sini pada malam hari, kegiatan foto bisa semakin seru dengan adanya air mancur berwarna-warni. Air mancur tersebut memang hanya dihidupkan pada malam hari dari pukul 18.00 sampai 21.00 WIB.

Wall of Fame Atlantis Land Kenpark Surabaya
Lokasi foto paling hits di Atlantis Land

Kehadiran Atlantis Land ini tentu akan semakin memperbanyak pilihan destinasi saat berekreasi ke Kenpark. Melengkapi ikon-ikon yang sebelumnya sudah ada seperti Pagoda Tian Ti, Patung Dewi Kwan Im di Kelenteng Sanggar Agung, Patung Dewa Catur Muka (4 Wajah), Kya-Kya Sea, Side Kya-Kya 12 Shio, Waterpark Kenjeran dan lain sebagainya.

Dan dengan konsep wisata ala Universal Studio dan Disneyland, membuat kita tak perlu jauh-jauh lagi ke luar negeri jika ingin liburan theme park. Cukup ke Kenpark Surabaya, Jawa Timur, fasilitas hiburannya tak akan jauh berbeda. Kita tunggu saja. Semoga benar-benar coming soon di tahun 2017 ini.

Liburan ke Atlantis Land Surabaya

Spot Foto Bagus di KenparkAwkward phothos :)

Namun meskipun belum beroperasi, tidak ada salahnya kalau teman-teman kebetulan ngetrip ke Surabaya mampir ke Atlantis Land. Mumpung masih gratis. Karena belum buka, informasi harga tiket masuk ke Atlantis Land juga belum ada. Happy Traveling.

*****
Baca Juga: Serunya Menghabiskan Sore Di Surabaya North Quay (SNQ)

Serunya Menghabiskan Sore di Surabaya North Quay (SNQ)

Surabaya North Quay (SNQ) merupakan tempat nongkrong sore-sore paling seru di kota Surabaya. -

Senja di laut Surabaya
Jreng... Tanjung Perak tepi laot, siapa sukak boleh ikot.

Sebagai runner-up kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya sepertinya ingin terus membuktikan kemetropolisannya dengan terus memunculkan bangunan-bangunan keren khas perkotaan. Salah satunya belum lama ini, lantai dua dan tiga Terminal Megah Gapura Surya Nusantara di pelabuhan Tanjung Perak, dimodifikasi cantik menjadi tempat piknik yang begitu ciamik.

Namanya Surabaya North Quay atau lebih terkenal dan sering disebut SNQ oleh orang-orang. Objek wisata maritim ini dikelola oleh PT Pelindo III. Dan resmi dibuka untuk umum sejak 27 Febuari 2016 lalu.

Terminal Megah Gapura Surya Nusantara
Halaman parkir Terminal Gapura Surya Nusantara.

Sudah dua kali aku bertandang ke SNQ dan selalu kerasan berlama-lama di sana. Kesan mewah langsung terasa begitu kita membuka pintu memasuki areal SNQ. Lantai yang bersih mengkilat kayak lantai kerajaan. Interior ruangan yang modern. Juga ada eskalator untuk memanjakan pengunjung turun naik dari lantai ke lantai. Di lantai bawah menjelang eskalator, ada deretan ATM bank-bank ternama. Jadi nggak perlu kuatir kehabisan uang cash saat ngetrip ke sini.

Lantai 2 SNQ
Lantainya kinclong parah.

Mendarat di lantai dua Terminal Gapura Surya, kita akan bisa langsung melihat laut Surabaya, karena dinding sebelah utara yang terbuat dari kaca bercorak kotak-kotak papan catur itu bisa tembus pandang. Banyak pelancong yang berhenti di sini sejenak untuk berfoto-foto.

Bagi yang demen shopping, lantai dua adalah tempat yang tepat karena terdapat banyak venue jualan. Sayangnya waktu aku ke sana, masih banyak pula lapak yang tutup atau entah memang masih kosong. Di lantai dua ini juga disediakan Mushalla bagi turis muslim yang ingin menunaikan kewajiban 5 waktu.

Lantai 2 Surabaya North Quay
Nampan di Lantai 2 SNQ.

Kalau tak punya modal buat belanja, bisa langsung naik ke lantai 3 yang menurutku merupakan tempat utama yang ditawarkan SNQ. Tempatnya asli kece berat. Terbagi dalam dua bagian; indoor dan outdoor.

Untuk indoor-nya ada food court yang menyajikan berbagai kuliner Jawa Timur seperti pecel, bebek goreng, lontong balap, soto ayam, rujak cingur, dawet, aneka kopi dan banyak lagi. Selain food court tadi, ada juga lapak-lapak berbagai produk kerajinan UMKM. Bagi wisatawan yang ingin membeli cinderamata atau pun oleh-oleh, wajib hukumnya mampir di sini.

Indoor Surabaya North Quay
Salah satu sisi indoor Surabaya North Quay.



Isi Indoor SNQ
Galeri foto kapal di lantai 3 SNQ.


Selanjutnya bagian outdor alias balkon. Outdor SNQ juga terbagi dalam dua wilayah, yakni balkon selatan dan utara. Dari balkon sebelah selatan, kita bisa melihat halaman parkir Gapura Surya Nusantara, dua jalan lurus membentang ke arah gerbang Tanjung Perak, jejeran kargo, lalu lalang kapal, serta truk-truk yang datang dan pergi.

Yang paling indah adalah balkon sebelah utara. Dari sana kita bisa menonton pulau Madura, jembatan Suramadu, mentari terbenam, kerlap-kerlip lampu kapal di malam hari, kemudian kalau beruntung kita juga bisa menyaksikan kapal bersandar. Seru banget bukan?

Suasana malam SNQ
"Tentang kapal, walau sebenarnya ia akan aman berada di pelabuhan, tapi memilih mengarungi lautan luas menantang ombak bahkan badai."

Di semua balkon dilengkapi beberapa umbrella table untuk tempat kongkow-kongkow sembari menikmati suasana SNQ. Pengunjung yang pesan makanan di food court, juga boleh dibawa ke umbrella table ini. Dan yang tak kalah menarik adalah Wall of Fame bertuliskan Surabaya North Quay. Segenap pengunjung pasti tidak ingin melewatkan berfoto di depan tulisan tersebut.

Dan yang tak kalah menarik sekali lagi, berkunjung ke SNQ ini tak dikenakan biaya alias gratis tis. Tidak ada harga tiket masuk. Hanya membayar biaya restribusi saat tiba di gerbang masuk areal pelabuhan sebesar Rp. 5000 untuk sepeda motor dan Rp. 7500 untuk mobil. Parkir kendaraan di halaman Gedung Gapura Surya Nusantara juga gratis. Cukup menunjukkan STNK asli sebagai persyaratannya.

Balkon Surabaya North Quay
Balkon Surabaya North Quay.

Surabaya North Quay buka saban hari dari jam 11.00 sampai jam 21.00 WIB. Tapi jam-jam paling ramai adalah sore hingga malam menjelang tutup. Di waktu-waktu tersebut panasnya kota Surbaya sudah tidak terasa, sehingga traveller bisa total menikmati senja beserta sun set laut Surabaya.

Kemudian saat malam tiba, suasana bisa berubah romantis oleh kerlap-kerlip lampu kapal laut yang bagaikan bintang-bintang di langit. Dan suasana romantis itu bisa semakin menjadi-jadi saat ada kapal pesiar bersandar di dermaga.

Tapi untuk view kapal berlabuh ini sepertinya tidak setiap hari ada. Dua kali aku mengunjungi SNQ, yang pertama tidak ada, yang kedua ada itu pun kapal penumpang biasa. Tapi nggak masalah walaupun bukan kapal besar yang megah dan mewah, tetap tidak mengurangi serunya nongkrong di SNQ.

Kapal pesiar bersandar di SNQ
View kapal parkir.

Puncak kunjungan ke SNQ biasanya terjadi pada hari sabtu dan minggu. Saat week end seperti itu, di SNQ ada tambahan hiburan berupa pertunjukkan live music. Jadi jangan kaget kalau teman-teman ke sini saat akhir pekan menemukan ruangan food court yang penuh, tidak kebagian umbrella table, dan banyak yang antri berfoto di depan tulisan papan nama Surabaya North Quay. Sebab SNQ saat ini memang tengah menjadi salah satu destinasi wisata paling hits di Kota Pahlawan.

Wall of Fame bertuliskan Surabaya North Quay
Wall of Fame bertuliskan Surabaya North Quay.

Kalau mau yang lebih seru lagi saat liburan ke SNQ, sobat traveller bisa ikutan fun trip yang dilaksanakan tiap hari sabtu menaiki kapal pesiar mini Artama. Rutenya ialah berlayar mengelilingi selat Madura, melihat patung Jalesveva Jayamahe, melewati kolong jembatan Suramadu dan tentu saja menyaksikan kesibukan pelabuhan Tanjung Perak dari sisi laut.

Sun set di Surabaya North Quay
Sun Set SNQ.

Memang untuk fun trip ini tidak gratis tapi masih cukup terjangkau. Sekali jalan biayanya Rp 75.000 ribu per orang. Dan barang siapa yang ingin kegiatan ikut fun trip harus reservasi terlebih dahulu, bisa dengan cara datang langsung ke kantor SNQ atau bisa juga reservasi via SMS ke nomor 085655182220.

Demikian sedikit catatan perjalananku ke Surabaya North Quay (SNQ). Sobat traveller silakan datang langsung untuk membuktikan keseruannya. Happy Traveling.

*****
Baca Juga: Ngadem Di Surabaya Zoo, Kebun Binatang Terbesar Se-Asia Tenggara