Membedah Kelebihan dan Kekurangan Antara Penerbit Mayor dengan Penerbit Indie

Untuk menerbitkan buku yang berkelas ada dua cara yang bisa digunakan; melalui penerbit Mayor atau penerbit Indie. Kenapa berkelas? Ya kalau cuma sekedar 'buku’ saja, tukang cetak buku Yasin juga bisa. Atau ngeprint sendiri terus dijilid sendiri juga sudah bisa disebut buku. Berkelas maksudnya memiliki tampilan Membedah Kelebihan dan Kekurangan Antara Penerbit Mayor dengan Penerbit Indie, cover yang artistik, jenis kertas yang bagus serta memiliki ISBN (International Standar Book Number). Dan hal itu tentu harus diserahkan kepada ahlinya, yaitu penerbit Mayor maupun penerbit Indie.

Secara fisik, kualitas buku baik dari penerbit Mayor maupun penerbit Indie tidak terlalu ada bedanya. Pengelola penerbit Indie biasanya sudah memiliki skil mendesain cover dan isi buku. Jenis kertasnya juga sama-sama bagus. Buku-buku Indie juga ber-ISBN selayaknya buku cetakan penerbit Mayor. Kalaupun ada Indie Publishing yang mencetak buku asal-asalan, itu pasti penerbit yang tak bertanggung jawab.

Baik penerbit Indie maupun penerbit Mayor memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Menerbitkan buku di dua penerbit tersebut ada keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri. Karena itu ada penerbit Mayor yang juga sekaligus memiliki penerbit Indie.

Lalu apa sih sebenarnya bedanya penerbit Indie dengan penerbit Mayor?

Buku-buku Penerbit Indie

Nah untuk mengetahui perbedaan antara penerbit Mayor dengan penerbit Indie, baca saja kelebihan dan kekurangannya yang akan diuraikan berikut ini.

Kelebihan Penerbit Mayor

Menerbitkan buku di Penerbit Mayor 100℅ gratis! Biaya produksi, distribusi dan promosi sepenuhnya ditanggung pihak penerbit.

Promosi yang dilakukan penerbit Mayor jauh lebih menjanjikan. Mereka sangat gencar promo di sosial media, yang mana sosial media penerbit Mayor rata-rata memiliki pengikut yang besar. Ketika menerbitkan buku baru, penerbit Mayor juga kerap mengadakan blog tour, kuis-kuis, give away, bahkan launching buku dengan menghadirkan langsung penulisnya.

Dalam sekali terbit, sebuah judul buku di Penerbit Mayor akan dicetak dalam jumlah banyak. Biasanya antara 2.000 hingga 5.000 eksemplar pada cetakan pertama. Selanjutnya kalau habis/best seller, akan diterbitkan lagi cetakan kedua, ketiga, dan seterusnya.

Sistem penjualan buku pada penerbit Mayor lebih bervariasi. Selain dijual di toko-toko buku ternama di seluruh Indonesia, penjualan juga dilakukan secara online, baik dengan cara order pada toko-toko buku online yang banyak beredar di dunia maya, ataupun memesan langsung kepada penerbit. Malah untuk penulis-penulis ternama, buku bisa diorder sebelum beredar di toko buku. Buku-buku produksi penerbit Mayor juga ada yang dijual dalam bentuk ebook di play store.

Kekurangan Penerbit Mayor

Prosesnya cukup lama! Untuk mendapat jawaban apakah naskah yang kita kirim diterima atau ditolak saja, kita harus menunggu antara empat hingga enam bulan. Sudah begitu kalau diterima, pihak penerbit juga masih butuh waktu lagi untuk mengedit naskah tersebut.

Royalti kecil. Royalti bagi penulis di penerbit Mayor tergolong rendah. Hanya 10℅ dari harga buku. Kalau bukumu dibanderol Rp 50.000, maka kamu sebagai pengarang yang sudah siang malam susah payah mengumpulkan ide, hanya mendapat bagian Rp 5.000. Royalti dibayar setiap 6 bulan dihitung dari total buku yang terjual. Dan jangan lupa, dari royalti 10℅ itu nanti masih akan dipotong pajak penghasilan. Agak memprihatinkan ya? Tapi memang begitulah. Makanya penulis sekaliber Darwis Tere Liye sampai menyetop kontrak penerbitan buku-buku karyanya.

Di penerbit Mayor kreatifitas penulis dibatasi. Jumlah maksimum dan minimum halaman harus sesuai aturan. Kalau ada bagian di dalam naskah yang tidak diinginkan penerbit, bagian tersebut akan diubah bahkan dihapus oleh editor.

Penerbit Mayor hanya menerima naskah dengan genre-genre tertentu. Bahkan untuk penulis pemula, naskah kumpulan cerpen atau naskah puisi tidak akan diterima.

Beberapa penerbit Mayor mewajibkan naskah dikirim dalam bentuk hard copy dan dijilid rapi. Hal ini tentu membuat penulis merasa agak ribet, di era internet seperti yang kita rasakan saat ini, kenapa tidak dikirim via email saja? Belum lagi harus keluar duit untuk biaya ngeprint dan ongkir ke penerbit.

Kelemahan Penerbit Indie

Menerbitkan buku di penerbit Indie, biaya produksi ditanggung oleh penulis. Setiap penerbit Indie memiliki tarif berbeda-beda dan mungkin masih bisa dinegosiasikan.

Penerbit Indie tidak menyetok buku karena tidak mencetak buku secara massal. Buku hanya akan dicetak ketika ada yang memesan. Sistem ini dikenal dengan nama POD (Print on Demand).

Promosi yang dilakukan penerbit Indie hanya sekedarnya saja. Paling hanya dipajang di websitenya dan di-share di sosmed. Sementara sosial-sosial media milik penerbit Indie biasanya cuma sosmed semenjana yang hanya memiliki pengikut sedikit. Jadi meskipun gencar dipromosikan tidak akan terlalu efektif. Kalau ingin bukunya laku, mau tidak mau penulis yang harus giat berpromosi sendiri.

Buku-buku keluaran penerbit Indie tidak dijual di toko-toko buku besar seperti Gramedia, Toko buku Gunung Agung, dan sebagainya. Buku Indie hanya dipasarkan secara online.

Keunggulan Penerbit Indie

Naskah dijamin diterima dan pasti dibukukan. Tentu saja dengan syarat isi naskahnya tidak melanggar hukum dan melanggar hak cipta, misalnya hasil copy paste, plagiat, hate speech, menyinggung sara, pornografi dan hal-hal yang melanggar hukum lainnya.

Bebas menerbitkan buku bergenre apa saja. Mau buku pertanian, kisah nyata bertemu gendruwo, kumpulan puisi, cerpen, primbon dan yang lain sebagainya Penerbit Indie siap memfasilitasinya, sepanjang tidak melanggar hukum dan isinya bisa dipertanggung jawabkan.

Jumlah halaman buku-buku terbitan penerbit Indie tidak dibatasi. Penulis diberi ruang yang seluas-luasnya. Mau menulis buku setebal bantal atau setipis selaput dara dipersilakan. 

Proses cepat. Hari ini dikirim, besok atau lusa sudah bisa langsung terbit. Kalaupun tidak secepat itu, tapi percayalah tidak akan sampai berhari-hari apalagi berbulan-bulan kayak penerbit sebelah.

Naskah cukup dikirim via surel alias surat elektronik alias email. Tidak perlu dalam bentuk print out. Penerbit Indie sangat paham penulis jaman now pasti maunya yang praktis-praktis.

Royalti besar! Menerbitkan buku di Penerbit Indie, penulis akan mendapat bagian yang lebih besar. Bisa hingga 70℅ bahkan 100℅.

Itulah perbedaan antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalau demikian, jadi pilih penerbit Mayor apa penerbit Indie?

Menurut aku, kalau tujuan menulis buku adalah materi dan ketenaran, penerbit Mayor adalah media yang tepat. Biarpun royaltinya terbilang kecil, kalau best seller pasti total pendapatannya sangat besar. Tapi kalau tujuannya adalah idealisme karya dan sekedar kebanggan pribadi, penerbit Indie bisa dijadikan alternatif. Happy Writing.

3 Cara Menerbitkan Buku Yang Akan Mewujudkan Mimpimu Menjadi Penulis

Di republik ini, meski minat baca rakyatnya tergolong rendah -kalah telak sama nonton sinetron dan main sosmed-, tapi minat orang-orang untuk menjadi penulis buku masih tetap tinggi. Berbagai strategi dilakukan demi mewujudkan impian tersebut. Ikut seminar-seminar menulis, membaca buku-buku kiat menulis, gabung di komunitas-komunitas kepenulisan, ngakrabin penulis-penulis ternama di jejaring sosial, dan tentu saja berusaha menulis naskah yang nantinya akan dibukukan. Terpampangnya nama pena di sampul buku, menjadi khayalan indah disela-sela kesibukan menyelesaikan naskah.

Dan setelah naskah rampung, selanjutnya adalah memikirkan proses penerbitan. Lewat penerbit mana karya yang sudah susah payah diketik itu akan dicetak menjadi sebuah buku.

Penulis Keren

Setidaknya ada tiga cara menerbitkan buku yang perlu teman-teman calon penulis ketahui. Dari tiga cara tersebut menurutku tak ada yang benar-benar unggul. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dimaklumi. Tapi satu yang pasti, semua orang siapapun itu, asal bisa menulis, pasti bisa menerbitkan buku! Pasti!

Berikut ini ketiga caranya:

Melalui Penerbit Mayor

Cara pertama adalah mengirim naskah ke penerbit Mayor semacam Gramedia, Bukune, Gagas Media, Bentang Pustaka, Diva Press, Penerbit Andi dan lain-lain. Tapi menawarkan naskah ke Penerbit Mayor harus siap dengan risiko penolakan. Penerbit jenis ini sangat selektif dalam memilih naskah yang akan dibukukan. Bahkan mungkin jauh lebih banyak naskah yang ditolak daripada yang diterima.

Agar naskah diterima, syaratnya adalah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh penerbit Mayor yang dituju. Tentang berapa maksimal jumlah halaman, genre apa yang diterima, dikirim melalui email atau via pos, dan berbagai persyaratan lainnya. Dan tiap-tiap Penerbit Mayor memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Syarat dan ketentuannya bisa dilihat di website mereka.

Karena sangat selektif dan banyaknya naskah yang masuk, Penerbit Mayor akan sangat lama memberikan jawaban atas nasib naskah yang dikirim apakah layak diterbitkan atau tidak (ditolak). Biasanya penulis akan dikabari antara 4 sampai 6 bulan sejak naskah dikirim.

Indie Publishing Kenapa Tidak?

Jangan putus asa jika karya berhargamu terus ditolak penerbit-penerbit Mayor, tawarkan saja ke penerbit Minor dijamin pasti akan terbit dalam waktu yang tidak terlalu lama! Penerbit Minor alias Penerbit Indie, memang tidak pilih kasih dalam mencetak naskah. Asal tidak melanggar hukum misalnya menjelek-jelekkan SARA dan mengandung pornografi, naskah bergenre apapun akan diterbitkan.

Memang untuk menerbitkan buku di Penerbit Indie, penulis harus menanggung sendiri biaya produksi. Kemudian buku tersebut juga tidak akan diedarkan di toko-toko buku besar kayak TB Gramedia. Buku-buku keluaran penerbit Indie kebanyakan hanya dijual secara online oleh penerbit dan sang penulis. Kadang ada juga yang dititipkan di toko-toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan sebagainya. Ada juga yang dijual dalam bentuk ebook di play store.

Tapi jangan berkecil hati walaupun buku terbit di bawah label Indie. Bisa merangkai kata hingga berlembar-lembar, kemudian menerbitkannya menjadi sebuah buku, adalah sebuah prestasi yang tidak semua orang mampu melakukannya. Banyak kok buku-buku Indie yang kualitasnya melebihi buku produksi Penerbit Mayor. Tidak sedikit juga penulis-penulis yang memilih Penerbit Indie untuk membukukan karya-karya mereka, walaupun sebenarnya punya kans menerbitkan di penerbit Mayor.

Meski dipasarkan secara online, asal dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan strategi yang tepat, penghasilan yang didapat dari buku Indie bisa sangat memuaskan. Terbit di penerbit Mayor pun kalau pada cetakan pertama cuma laku sedikit, penulis juga cuma dapat pendapatan kecil. Dan jangan lupa, royalti dari penerbit Indie jauh lebih tinggi dibanding penerbit Mayor.

Itu kalau yang tujuan utama menulis buku adalah materi. Karena banyak juga penulis buku Indie yang tujuannya karena idealisme! Ingin menerbitkan buku yang 100℅ sesuai dengan pemikirannya, tanpa mau mengikuti selera pasar dan tak ingin naskahnya diubah-ubah editor seperti yang dilakukan di penerbit-penerbit Mayor.

Baca Juga: (Membedah Kelebihan dan Kekurangan Antara Penerbit Mayor degan Penerbit Indie)

Self Publishing Juga Bisa!

Alternatif lainnya yaitu dengan cara Self Publishing alias menerbitkan sendiri naskahmu. Ini hampir sama dengan menerbitkan di Penerbit Indie seperti cara nomor dua di atas. Bedanya, kalau lewat Penerbit Indie di atas artinya kamu masih banyak berurusan dengan pihak lain, yaitu pihak Penerbit Indie. Sementara kalau Self Publishing, kamu sendiri yang mengurus segala proses penerbitan secara mandiri. 

Mulai dari mendesain cover, lay out, ukuran kertas, jenis huruf hingga jumlah halaman. Kemudian biar bukumu sekeren buku-buku yang dikeluarkan penerbit besar, kamu perlu membuat nama penerbit beserta logo penerbit yang nantinya dicantumkan di buku. Jangan lupa buatkan akta notaris untuk nama dan logo penerbit yang kamu buat tadi supaya memiliki badan hukum dan tidak dicap penerbit ilegal.

Dan sebelum dicetak, sebaiknya mengurus ISBN (International Standard Book Number) yang nantinya dicantumkan di sampul belakang dalam bentuk barcode. Dengan adanya ISBN membuat bukumu akan diakui secara internasional dan tersimpan dalam arsip perpustakaan nasional hingga limapuluh tahun ke depan.

Pada tahap percetakan kamu juga yang berperan sepenuhnya. Lebih bagus kalau memiliki mesin percetakan sendiri. Kalaupun tidak, bisa menggunakan jasa percetakan yang banyak tersebar di mana-mana. Bahkan ada beberapa tempat fotokopi dan tukang cetak undangan yang juga bisa mencetak buku.

Dengan kata lain, Self Publishing seperti ini membuat kamu resmi memiliki perusahan penerbitan sendiri. Kamu bebas menerbitkan buku-buku kamu berikutnya, dan juga bisa menerima naskah-naskah dari penulis lain untuk diterbitkan di perusahaanmu. Seru bukan?

Itulah beberapa cara menerbitkan buku yang bisa teman-teman pilih salah satu atau boleh juga kalau mau dijajal ketiga-tiganya. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Happy Writing.

Mulai Hari Ini, 1 Oktober 2017, Pendaftaran Mendaki Gunung Semeru Wajib Via Online

Gunung Semeru, dengan puncak Mahameru-nya yang berposisi di 3676 mdpl, paling tinggi di tanah Jawa, yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para Dewa, semakin hari semakin diminati para pendaki. Setiap musim pendakian tiba, gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini tak pernah sepi pendaki, baik pendaki dalam negeri maupun pendaki asing.

Mahameru dilihat dari kejauhan

Kabar terbaru bagi para calon pendaki Semeru dari dalam negeri, bahwa mulai hari ini, 1 Oktober 2017, telah diwajibkan pendaftaran pendakian secara online. Jadi per 1 Oktober 2017, pendaftaran atau pengajuan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) secara manual tidak akan diterima lagi, kecuali untuk pendaki-pendaki luar negeri. Khusus wisatawan mancanegara masih dibolehkan registrasi secara langsung di basecamp Ranu Pani.

Sebenarnya sistem booking online seperti ini sudah berlaku sejak lama, tapi selama ini hanya menjadi alternatif, dan para pendaki lebih banyak yang tetap memilih pendaftaran secara langsung. Hal ini mengakibatkan antrian panjang setiap kali kantor TNBTS dibuka. Juga kerap menyebabkan jumlah pendaki yang datang melebihi kuota karena tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Maka dengan diresmikannya sistem 100℅ booking online mulai hari ini, diharapkan situasi-situasi seperti tadi tidak akan terjadi lagi. Suka tidak suka, mulai sekarang calon pendaki Semeru harus mengajukan Simaksi melalui dunia maya.

Rombongan Pendaki Gunung Semeru

Tapi seharusnya layanan wajib registrasi online ini bisa menjadi kabar gembira bagi siapapun yang punya rencana berkunjung ke kawasan Gunung Semeru. Kita tidak perlu lagi ngariung kedinginan di depan kantor PTN resort Ranu Pani menanti kantor buka, berjubel mengantri formulir pendaftaran dan sibuk ke sana kemari mengisi biodata. Nantinya kita tinggal menyerahkan berkas (fotokopi kartu identitas, surat kesehatan dan surat izin dari orang tua bagi pendaki berumur 10 - 17 tahun) dan bukti transfer bank, kemudian mengikuti breafing, setelah itu bisa langsung memulai pendakian.

Metode booking online juga bisa membantu calon pendaki untuk mengetahui apakah di hari yang diinginkannya masih ada kuota atau tidak. Sekedar tambahan informasi, saat ini kuota pendakian ke gunung Semeru adalah maksimal 600 orang perhari. Jika dalam satu hari tertentu sudah ada terisi 600 pendaftar, maka tidak ada lagi kuota untuk pendaki lain pada hari tersebut. Makanya disarankan mendaftar sejak jauh-jauh hari.

Tidak perlu khawatir. Cara mendaftar atau registrasi pendakian gunung Semeru secara online sangat mudah. Silakan mengunjungi situs resmi Balai Besar (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) TNBTS yaitu bromotenggersemeru.org, pilih menu booking online, lalu isi data-data diri seluruh peserta. Pada email yang digunakan untuk mendaftar, akan ada balasan berisi total biaya yang harus dibayar. Setelah uang ditransfer, segera lakukan konfirmasi. Jangan lupa cetak bukti transfer, karena itu yang nantinya akan ditukar dengan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI).

Baca Juga: (Pantangan-pantangan Saat Mendaki Gunung Semeru)

Mendaki Gunung Gunung sendirian

Demikianlah informasi tentang mulai diwajibkannya sistem booking online bagi traveller dalam negeri yang ingin mendaki gunung Semeru. Semogya bermanfaat. Terima kasih sudah membaca and Happy Traveling!

Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Pendakian Gunung Semeru

Kawasan Gunung Semeru, yang meliputi Ranu Pani, Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Padang Savana, Hutan Cemara dan puncak Mahamerunya yang dihiasi letusan Jonggring Seloka setiap setengah jam sekali, memang senantiasa menarik hati traveller manapun untuk menjelajahi setiap jengkal keindahannya. Setiap musim pendakian dibuka, pengunjung TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) ini selalu membludak. Padahal untuk ke sini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi bagi wisatawan luar Jawa Timur. Fisik dan mental musti dipersiapkan dengan baik. Selain itu, Gunung Semeru juga memiliki berbagai bahaya dan pantangan yang pantang dilanggar!

Di artikel sebelumnya, aku sudah publish mengenai bahaya-bahaya yang ada di Gunung Semeru. Hari ini giliran pantangan atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama melakukan pendakian.


Puncak Gunung Semeru dari kejauhan

Tanah air Indonesia ini memiliki banyak gunung yang mana setiap gunung memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Karena itu, peraturan pendakiannya juga berbeda-beda. Bisa saja aturan yang ada di Gunung Arjuno tidak berlaku di Gunung Rinjani. Sesuatu yang di Gunung Semeru menjadi pantangan, di Gunung Merapi justru boleh dilakukan.

Selain kode etik dasar berpetualang alam yang berbunyi: -Jangan mengambil apa pun kecuali gambar, jangan meninggalkan apa pun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu-, mendaki Gunung Semeru masih memiliki banyak pantangan yang harus diketahui dan tentu saja harus wajib musti dipatuhi. Berikut ini penjelasannya:

  • Jangan mendaki Semeru secara ilegal tanpa mendaftar/registrasi dan membeli tiket. Petugas TNBTS tidak akan bertanggung jawab jika pendaki yang nyelonong tanpa mengantongi izin itu mengalami hal-hal yang tak diinginkan.
  • Tidak boleh mendaki melalui jalur lain selain Watu Jereng. Hingga saat ini, Watu Jereng adalah satu-satunya jalur resmi pendakian Semeru. Nggak usah sok-sokan membuka jalur baru atas alasan apapun!
  • Tidak diizinkan mendaki hingga ke puncak Mahameru. Batas akhir pendakian adalah kawasan Kalimati. Pendaki yang nekat sampai puncak, tidak akan mendapat asuransi andai mengalami kecelakaan, luka-luka atau bahkan tewas.
  • Dilarang memulai pendakian dari basecamp Ranu Pani saat malam hari. Maksimal start adalah jam 16.00 alias jam empat sore, bersamaan dengan tutupnya kartor TNBTS resort Ranu Pani.

Padang Savana Gunung Semeru


  • Dilarang berjalan sendirian. Biasanya pendaki yang jalan sendirian itu bukan karena jomblo, tapi karena sengaja memisahkan diri dari rombongan, tidak sabar ingin cepat-cepat sampai tujuan. Bahayanya berjalan sendiri itu kalau tiba-tiba terperosok ke dasar jurang yang dalam siapa yang tahu. Kalau tertimpa batu, batang pohon atau longsoran tanah, tidak akan ada yang segera memberikan pertolongan pertama. Trekking sendirian juga berpotensi diserang hewan buas. Yang paling menyeramkan, saat mengalami disorientasi pandangan karena kelelahan, pendaki yang berjalan sendirian bisa mudah tersesat, mengira jalur yang dilalui adalah jalur yang benar. Atau merasa seolah-olah mengikuti pendaki yang ada di depannya, padahal itu hanya ilusi.
  • Jangan sombong, bangga dengan kemampuan fisik sendiri, apalagi mengganggap Gunung Semeru hanyalah tantangan kecil. Pada saat aku mendaki, ada dua pendaki yang mengalami longsoran batu, yang satu meninggal yang satunya lagi luka berat. Nah kata bapak-bapak yang jualan makanan, pendaki yang mengalami cidera itu, sebelumnya sempat sesumbar akan menakhlukkan puncak Semeru dengan mudah. Nyatanya justru dia sendiri takhluk dipecundangi Semeru. Jangan lupa, alam memiliki caranya sendiri untuk mengalahkan kesombongan manusia.
  • Jangan mengucapkan kata-kata kotor. Bukan berarti tidak boleh ngomong, "Hei itu matrasmu kotor!" Bukan gitu. Maksudnya kata-kata kotor seperti mengumpat, memaki, misuh-misuh. Dan yang paling pantang, jangan berbicara mesum, apalagi berbuat!
  • Selama mendaki, jangan memetik, memutes, memotong dan mencabut tumbuhan-tumbuhan yang ada di kawasan Gunung Semeru.
  • Dilarang berburu, menangkap apalagi melukai satwa-satwa yang ada di kawasan Gunung Semeru.

Lokasi Kampung Ranu Kumbolo


  • Dilarang mendirikan tenda selain di areal-areal kemping yang telah ditentukan. Camp area yang disediakan ialah di sebelah utara dan barat Ranu Kumbolo serta di kawasan Kalimati.
  • Dilarang mandi di Ranu Kumbolo. Baik mandi di pinggiran dengan cara airnya diciduk apalagi mandi langsung jeguran ke dalam danau. Airnya sangat dingin. Kedalamnya juga misterius. Selain demi keselamatan, larangan berenang ini juga demi menjaga ekosistem danau.
  • Selama kemping di tepi danau Ranu Kumbolo, pengunjung dilarang memancing ikan apalagi memancing keributan.
  • Dilarang cuci muka di Ranu Kumbolo menggunakan sabun, facial foam, detergen dan berbagai pembersih yang mengandung bahan kimia. Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam busa sabun bisa mencemari air danau. Sekedar membasuh muka masih dibolehkan.
  • Tidak boleh gosok gigi menggunakan odol di tepi Ranu Kumbolo. Kalau mau sikat gigi, lakukan di lokasi yang jauh dari danau.
  • Tidak diizinkan mencuci peralatan masak dan peralatan makan di air danau. Hal ini untuk mencegah semakin tercemarnya air Ranu Kumbolo oleh minyak dan busa sabun dari peralatan yang dicuci.
  • Dilarang membuat api unggun selama pendakian. Sisa kayu, arang dan abu api unggun akan mengotori kawasan Gunung Semeru. Peraturan ini juga untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan.
  • Bagi perokok, jangan membuang putung rokok sembarangan. Selain mengotori lingkungan, sembrono membuang potong rokok bisa mengakibatkan kebakaran hutan, terutama jika mendaki saat musim kemarau panjang.
  • Dilarang membawa minuman keras dan obat-obatan terlarang misalnya cukrik, ciyu, ganja, shabu, pil PCC, lem kambing oplos bensin, ekstasi, pil anjing dan semacamnya. Mendaki dalam kondisi ngeflay itu sama dengan sedang berusaha bunuh diri.
  • Dilarang membawa senjata seperti pisau, badik, golok, arit, pedang, samurai, keris, tombak, senapan angin, AK 47 dan sebagainya. Benda tajam yang boleh dibawa hanyalah pisau perlengkapan masak.
  • Pantang membawa alat musik. Terkadang traveller kalau pergi kemping suka bawa gitar, harmonika dan gamelan. Trus malamnya gitaran sambil nyanyi-nyanyi. Kegiatan ini memang seru. Tapi hal itu tidak boleh dilakukan di kawasan Gunung Semeru.
  • Dilarang mengambil video menggunakan drone tanpa surat izin dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
  • Dilarang membawa spidol, tipe-x, cat, stiker dan pilok. Hal ini untuk menghindari pendaki alay melakukan tindakan vandalisme. Jika ingin membuat tulisan-tulisan di kertas untuk ditunjukkan saat foto-foto, lakukan saat di basecamp Ranu Pani, kemudian titipkan spidol pada petugas.
  • Dilarang membuang sampah baik sembarangan maupun tidak. Semua sampah yang dihasilkan selama pendakian wajib dikumpulkan dalam kantong sampah dan dibawa turun kembali ke basecamp Ranu Pani.
  • Saat summit attack, batu-batu di lereng Semeru tidak boleh digunakan untuk pegangan, dijadikan pijakan dan diduduki pas istirahat. Kultur pasir lereng Semeru yang begitu labil, bisa membuat batu terbongkah saat menerima beban lain. Selanjutnya batu akan menggelinding deras dan membahayakan pendaki-pendaki lain di bawahnya. Sudah ada beberapa pendaki Semeru yang menjadi korban tertimpa batu karena kecerobohan pendaki di atasnya. Sewaktu aku mendaki saja, ada orang mengalami kecelakaan ini. Satu orang mengalami cidera serius. Satunya lagi harus pulang dengan diantar mobil jenazah.
  • Tidak boleh memakai earphone atau pun headset saat summit attack. Supaya bisa mendengar jika ada teriakan batu jatuh atau aba-aba bahaya lainnya dari pendaki-pendaki lain.
  • Saat berada di puncak, jangan coba-coba mendekati kawah Jonggring Seloka. Gas yang keluar dari kawah mengandung racun yang sangat mematikan jika terhirup manusia. Jarak aman yang direkomendasikan adalah 1 kilometer dari bibir kawah.
  • Dilarang masih berada di puncak setelah jam 9 pagi. Di siang hari Mahameru harus steril dari aktivitas manusia.
  • Dilarang mengganggu alat pendeteksi gempa yang terdapat di puncak Mahameru. Kata petugas SaVer (Sahabat Volunter Semeru), alat itu sangat sensitif mencatat gerakan. Jadi kalau ada pendaki yang iseng menyentuh apalagi mengoyang alat tersebut, kantor TNBTS bisa geger, masyarakat Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang bisa kalang kabut mengira Semeru akan meletus.

Para Pendaki Gunung Semeru yang begitu keren membawa keril

Demikianlah larangan-larangan yang ada di Gunung Semeru. Cukup banyak memang. Tapi kalau mengaku sebagai pecinta alam garis keras, sudah seharusnya tidak keberatan mematuhi segala larangan tersebut.

Tapi percayalah, meskipun banyak peraturan yang melarang ini itu, tidak akan ada petugas yang mengawasi dan memastikan pendaki tidak melanggar larangan-larangan itu. Di sini dibutuhkan kesadaran hati nurani para pendaki itu sendiri, bahwa semua larangan itu adalah demi kebaikan dirinya sendiri, keselamatan pendaki-pendaki lain, dan juga demi kelestarian alam Semeru milik anak cucu kita di masa depan. Karena itu, sesama pendaki wajib mengingatkan jika ada pendaki lain yang melanggar peraturan! Happy Trekking. ^^

Candi Cetho Lereng Gunung Lawu, Perpaduan Apik Wisata Alam dan Sejarah Kerajaan Majapahit

Candi Cetho merupakan kompleks bangunan bersejarah bercorak agama Hindu yang berada di lereng Gunung Lawu. Candi yang dibangun pada masa-masa menjelang runtuhnya kerajaan Majapahit  ini, telah mengalami banyak pemugaran sehingga menjadi semegah seperti bisa kita lihat sekarang ini. Dulu, saat pertama kali ditemukan pada tahun 1842, kondisi Candi Cetho begitu memprihatinkan. Hanya berupa runtuhan bangunan yang tertutup lumut dan sebagian teruruk tanah.


Pesona Candi Cetho Karanganyar

Pagi itu, bersama travelmate Anggun Josie Pasemawati, aku mendatangi Candi Cetho untuk mengisi hari libur akhir pekan. Kami datang nggak dijemput pulang nggak diantar. Mirip-mirip jelangkung memang. Tapi tak apa.

Kami berangkat dari kota Surakarta kira-kira jam tujuh dan berharap ketika sampai tempatnya sudah buka. Menurut informasi yang kami peroleh dari sumber terpercaya, jam buka Candi Cetho adalah dari jam 08.00 pagi sampai jam 17.00 sore Waktu Indonesia Barat.

Lokasi atau alamat Cetho ada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Posisinya yang berada di ketinggian 1.496 mdpl, membuat suhu di kawasan Candi Cetho begitu sejuk dan kerap berkabut. Kawasan Candi Cetho juga merupakan jalur baru pendakian Gunung Lawu 3.266 mdpl, melengkapi dua jalur sebelumnya yang sudah lebih dulu populer; Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu.

Cara menuju lokasi Candi Cetho jika dari arah kota Solo kayak kami, ketika sampai di pertigaan Candi Sukuh pilih yang berbelok ke kiri. Jarak tempuhnya dari kota Solo ke pertigaan ini sekitar satu jam perjalanan. Sebaliknya, jika datangnya dari arah kota Tawangmangu atau Magetan, di pertigaan Candi Sukuh beloknya belok kanan. Dan nggak perlu khawatir, di persimpangan itu jalan yang mengarah ke Candi Cetho sangat mudah terlihat karena juga merupakan jalan besar dan ada papan petunjuk arah.

Indahnya Candi Cetho

Aku pribadi, dari pertigaan ke Candi Cetho menghabiskan waktu sekitar sejam. Jaraknya sebenarnya sudah tidak terlalu jauh. Hanya saja, suasana dan kondisi di jalan yang membuat aku tidak bisa melarikan motor kencang-kencang.

Misalnya saat melewati kebun teh Kemuning. Aku terpaksa melambatkan laju motor karena sambil tolah-toleh melihat indahnya pemandangan alam lereng gunung Lawu. Sesekali bahkan harus berhenti untuk foto-foto dan demi lebih khusyuk menikmati kecenya perkebunan teh yang terhampar luas bagaikan bentangan karpet hijau.

Selain terhambat oleh pemandangan indah, penyebab perjalanan kami tidak bisa cepat juga karena kondisi jalan yang banyak menanjak dan sesekali dihiasi lubang-lubang dari aspal yang mulai rusak mungkin akibat pergaulan bebas.

Foto cewek cantik di Candi Cetho

Bahkan dua kilometer menjelang tiba di kompleks Candi Cetho, treknya benar-benar berubah ganas. Berkelok-kelok disertai tanjakan-tanjakan yang tajam. Sudut kemiringannya mungkin mencapai 50 derajat. Hal yang wajar mengingat letak Candi Cetho berada di kaki gunung Lawu. Kendaraan harus merayap menyusuri lereng-lereng gunung untuk menuju lokasi. Kulihat beberapa pengunjung yang mengendarai motor bebek dan motor matic, terpaksa menurunkan penumpangnya karena motor tidak sanggup dipakai berboncengan.

Spot foto keren di Candi Cetho

Serunya saat aku ke sana, kabut di sekitar Candi Cetho sedang tebal banget. Lampu motor hanya tembus sekitar sembilan meter saja. Kalau tidak hati-hati bisa terperosok keluar badan jalan. Untungnya di setiap tikungan ada petugas yang memberi aba-aba.

Tiba di tempat, kami disambut beberapa warga sekitar yang mengibar-ngibarkan bendera menawarkan jasa parkir. Tapi aku memilih parkir di tidak jauh dari loket. Biaya parkir kendaraan di Candi Cetho untuk sepeda Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat alias mobil.

Sementara harga tiket masuk ke Candi Cetho adalah Rp 7.500. Harga segitu untuk turis lokal. Buat kamu yang berasal dari luar negeri harga karcisnya Rp 25.000. Selain itu masih ada biaya sewa kain Kapuh. Kain Kapuhnya bercorak kotak-kotak hitam putih mirip papan catur. Harga sewanya seikhlasnya. Setiap pengunjung yang masuk lokasi Candi Cetho wajib mengenakan kain Kampuh dengan cara diikat melingkar lebar di pinggang. Semacam tapih gitulah kalau dalam bahasa Jawanya. Tidak boleh dengan cara lain misalnya digunakan sebagai syal atau diikat kecil kayak sabuk. Kalau tidak tahu cara memasangnya, bisa minta bantu ke petugas-petugas yang bertugas di sana.

Luas kompleks percandian Cetho sekitar satu hektar dikelilingi ladang-ladang warga dan hutan lereng Gunung Lawu. Bangunan candinya memanjang naik berbentuk punden berundak-undak sebanyak 14 tingkat. Sembilan tingkat di antaranya sudah dipugar cantik dan terbuka untuk umum.

Setiap tingkatan atau punden memiliki spot foto yang keren-keren. Terutama di gapura utama yang berbentuk candi bentar yang ala-ala Bali itu. Di sana paling laris digunakan pelancong untuk foto-foto. Berdiri di gapura itu, kita akan disuguhi pemandangan alam di sekitar Candi Cetho yang begitu mempesona. Kalau cuaca cerah berawan tak berkabut, pengunjung bisa merasakan sensasi berdiri sejajar dengan awan.

Tapi seyogyanya setiap pengunjung bisa sedikit merenung, bahwa Candi Cetho bukan sekedar tumpukan batu yang bagus untuk background foto yang akan dipamer di sosial media. Di baliknya, tersimpan sejarah kelam kemunduran kerajaan Majapahit. Hasil penelitian mengungkapkan, pembangunan Candi Cetho adalah sebagai sarana pemujaan dan meruwat kerajaan Majapahit, yang pada masa itu terus dilanda konflik perpecahan jelang kehancurannya.

Setelah membeli karcis dan mengenakan kain Kampuh, kami mulai memasuki kompleks Candi Cetho. Cuaca begitu dingin. Kabut tebal menyelimuti kawasan candi membuat suasana tampak gelap meski hari sudah beranjak siang.

Di tingkat pertama kami disambut papan informasi tentang Candi Cetho dan sepasang arca penjaga yang berdiri saling membelakangi. Naik ke teras tingkat kedua, gantian megahnya gerbang berbentuk candi Bentar yang menyambut kami. Gapura ini merupakan bangunan tambahan saat pemugaran. Walau banyak para ahli arkeologi meragukan kebenaran keberadaan gerbang seperti itu di masa  Candi Cetho yang asli dulu, tapi tak bisa dipungkiri bahwa adanya gapura itu sukses membuat destinasi ini semakin menarik.

Dari tingkat tiga sampai tingkat lima lebih merupakan halaman candi. Masuk ke teras keenam ada gapura yang pada dindingnya berisi tulisan tahun pembuatan candi berserta tujuan pembangunannya dalam bentuk tulisan Jawa kuno.

Candi Cetho objek wisata unggulan di Karanganyar

Pengunjung Candi Cetho menggunakan kain Kampuh

Pemandangan indah di Candi Cetho

Di tingkatan-tingkatan selanjutnya, ada batu yang dijejer-jejer rapi menyerupai gambar kura-kura raksasa. Ada yang menyimbolkan alat reproduksi pria. Ada juga beberapa simbol beberapa jenis hewan. Ada beberapa arca dan tempat pertapaan. Dan di tingkat paling atas terdapat bangunan berbentuk kubus dibalut bendera merah putih. Tapi bagian puncak ini tertutup dan terkunci. Wisatawan tidak diperkenankan masuk.

Candi Cetho lereng Gunung Lawu

Kurang lebih dua jam aku dan Neng Josie jalan-jalan selow di kompleks Candi Cetho. Terbayang betapa hebatnya orang-orang pada masa lampau. Mendirikan tempat pemujaan di medan yang berat lereng gunung, lalu untuk melaksanakan peribadatan harus berjalan kaki mendaki gunung membelah belantara dalam suhu yang begitu dingin. Apa kabar aku yang untuk ke masjid berjarak 100 meter aja males-malesan?

Kiranya sampai di sini cerita tentang perjalanan kami ke Candi Cetho, pariwisata andalan Karanganyar, Jawa Tengah. Buat yang berniat ngetrip ke sini, jangan lupa selama di kompleks Candi menjaga perilaku serta sopan santun. Jangan bersenda gurau berlebihan, ketawa cekakakan, ngomong asal jeplak, jangan alay pecicilan dan jangan buang sampah sembarangan. Sebab selain objek wisata nan eksotis, Candi Cetho juga merupakan tempat pemujaan bagi umat Hindu yang sangat dikeramatkan. Happy Travelling.

Cara Meningkatkan Jumlah Pembaca Cerita di Wattpad Meski Memiliki Follower Sedikit

Halo. Kali ini aku akan membuka rahasia meningkatkan jumlah pembaca atau viewer cerita di Wattpad meski kita hanya memiliki follower sedikit.

Siapa sih yang nggak seneng kalau tulisan di Wattpad dibaca ribuan bahkan jutaan kali?

Semua author pasti akan senang dan berharap bisa seperti itu. Selain menjadi hal yang membahagiakan sekaligus membanggakan, larisnya sebuah cerita di Wattpad bisa menjadi pintu gerbang menjadi seorang penulis profesional bagi pengarangnya. Sudah banyak cerita-cerita di Wattpad yang ditawar penerbit untuk dibukukan malah ada yang sampai di filmkan. aku

Membaca Wattpad Novel Online

Tapi, agar cerita yang ditulis di Wattpad sukses dibaca hingga ribuan bahkan jutaan kali itu bukan perkara gampang! Butuh kerja keras dan strategi yang tepat. Lain hal kalau kamu seorang seleb Wattpad, yang memiliki pengikut puluhan ribu, memperoleh ribuan pembaca mungkin tidak akan terlalu sulit.

Sementara bagi para newbie, penulis-penulis pendatang baru di Wattpad, atau yang sudah lama punya akun tapi followersnya segitu-gitu aja, untuk mendapat 1000 view saja itu sulit serta butuh kesabaran. Kita yang harus aktif menjemput pembaca.

Baca Juga: (3 Cara Menerbitkan Buku yang Akan Mewujudkan Mimpimu Menjadi Penulis)

Tapi tidak perlu pesimis. Harus kudu musti wajib tetap semangat! Berikut ini ada beberapa tips mendongkrak jumlah pembaca, meski kita baru menjadi warga Wattpad yang belum memiliki banyak pengikut.

Cekidot!

Buat Cover Yang Unik dan Menarik

Meski ada quotes legendaris “Jangan menilai buku dari sampulnya!”, jangan lantas membuat cover asal-asalan. Para pembaca juga tidak akan peduli dengan quotes itu. Sampul yang terlihat bagus akan membuat netizen penasaran untuk membuka isinya.

Termasuk aku, umpama di beranda Wattpad ada rekomendasi lima cerita, pasti yang akan aku klik adalah buku dengan sampul yang paling unik dan menarik. Di situ kadang ungkapan 'jangan menilai buku dari kulitnya’ baru akan terbukti. Banyak cover-cover PHP, Pemberi Harapan Palsu. Sampulnya bagus banget, ternyata isinya biasa-biasa saja bahkan buruk!

Sebaliknya, ada beberapa buku bercover ala kadarnya, tapi nggak nyangka isinya warbyasah. Seperti buku genre humor yang sedang kubaca sekarang-sekarang ini. Keren dan lucunya lucu banget. Kalau mau ikutan membaca silakan Klik Disini!

Dalam dunia perbukuan termasuk dunia perbukuan online seperti Wattpad, cover turut mempengaruhi keberhasilan sebuah buku di pasaran. Cover bisa menjadi daya tarik pertama selain judul. Jadi kalau ingin karya yang akan dipublikasikan di Wattpad meraih sukses besar, salah satu langkah awal yang tak boleh diabaikan adalah membuat cover yang kece badai!

Cara membuat cover buku di Wattpad bermacam-macam. Malah ada aplikasi android khusus membuat sampul Wattpad namanya Covers By Wattpad. Bisa juga diracik sendiri lewat aplikasi edit foto seperti Photoshop, Pixlr Editor, Canva dan lain-lain. Atau kalau nggak bisa membuat sendiri, bisa pesan ke jasa pembuat sampul buku yang banyak beredar di internet.

Judul Yang Keren

Selain sampul, judul juga ikut andil dalam menarik minat readers untuk membaca karya kita. Membuat judul memang bukanlah pekerjaan yang mudah tapi sebenarnya juga tidak terlalu susah. Susah-susah gampang. Gampang-gampang susah.

Namun jika ingin buku yang kamu terbitkan di Wattpad dibaca banyak orang, jangan meremehkan faktor judul. Pikirkan judul yang unik, tidak pasaran, mampu membuat penasaran pembaca dan mudah merasuk dalam ingatan mereka.

Buat Prolog Sebagus-bagusnya

Prolog merupakan bagian awal sebuah buku cerita fiksi, yang bisa menentukan nasib buku tersebut apakah akan terus dibaca atau ditinggalkan.

Tanpa bermaksud mengesampingkan bagian-bagian lain, bagian prolog perlu diberi penanganan khusus. Tulis prolog sebaik-baiknya, sehingga mampu memikat pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya hingga akhir!

Share ke Sosial Media

Cara paling mudah meraup banyak pembaca adalah dengan membagikan setiap bagian cerita ke jejaring sosial dan surat elektronik. Jika mengakses melalui website di desktop (komputer/laptop), tinggal klik ikon-ikon sosmed yang ada di akhir setiap part. Media sosial yang tersedia cukup komplit seperti Facebook, Twitter, Google Plus, Tumblr, Pinterest dan Email.

Ikon Share berbagai Sosial Media

Sementara kalau via aplikasi Wattpad di smartphone Android ataupun iOS, media sharingnya jauh lebih banyak lagi. Bisa ke semua aplikasi sosial yang ada di gadget kamu, seperti BBM, WhatsApp, Line, ShareIt, Blogger, Instagram, SMS, Bluetooth dan aplikasi sosial lain yang terinstal di handphone kamu.

Dan biar sharingnya efektif, lakukan di waktu-waktu pengguna media sosial sedang banyak yang online. Tapi sebaiknya bagikan sewajarnya saja. Kalau terlalu sering bisa-bisa kita malah dianggap nyepam dan dihapus dari daftar pertemanan.

Promosikan di Blog Pribadi

Bagi author yang merangkap sebagai seorang blogger, punya kesempatan bagus merekomendasikan karya yang diposting di Wattpad kepada para pembaca blognya.

Dari pengamatanku, di search engine, tulisan-tulisan di blog lebih unggul dibanding tulisan yang ada Wattpad. Oleh karena itu, blog bisa menjadi media yang tepat untuk mempromosikan novel kamu yang dipublikasikan di Wattpad.

Cara mempromosikannya dengan menulis artikel review yang berisi sinopsis novel dan keunggulan-keunggulannya. Selain itu, juga bisa dengan membuat barner iklan di sidebar yang ditanami link menuju cerita kamu yang ada di Wattpad.

Rajin Membaca dan Mengapresiasi Karya Author Lain


Menjadi penulis tapi malas membaca apalah jadinya. Membaca adalah salah satu nutrisi penting bagi seorang penulis. Membaca akan memperkaya kosa kata. Dari membaca bisa mendapat banyak inspirasi. Tanpa membaca, lama-lama seorang penulis bisa mengalami kekeringan ide.

Dan sebagai penulis di Wattpad, membaca dan mengapresiasi karya author lain bisa mendapat lebih dari itu. Kita bisa memperoleh ilmu sekaligus berteman akrab dengan mereka. Di kesempatan lain, mereka pasti gantian membaca dan mengapresiasi tulisan kita.

Cara mengapresiasinya cukup dengan memberi vote dan komen setiap selesai membaca satu part karya mereka. Pastikan kamu benar-benar membaca tulisan mereka, sehingga komen yang kamu berikan tidak melenceng jauh dari isi cerita.

Sapa Mereka Para Kutu Buku

Tidak semua orang yang membuat akun Wattpad bertujuan untuk mempublikasikan karya. Banyak banget yang tujuannya murni sebagai pembaca. Ciri-cirinya; tidak memiliki karya, mengikuti banyak author, punya pengikut sedikit bahkan 0 followers, reading list-nya banyak, dan di riwayat aktivitas di dindingnya ia sangat aktif memberi vote dan komen pada buku-buku yang dibacanya.

Nah, kalau ketemu akun dengan ciri seperti itu, jangan sungkan menyapa mereka. Tawarkan ceritamu kepada mereka. Lakukan dengan kata-kata sopan dan bersahabat. Jangan memaksa.

Gabung di Komunitas

Banyak sekali komunitas-komunitas Wattpad di sosial media, termasuk di group-group sosial media messenger berbasis chating kayak Line, BBM dan WhatsApp. Bergabunglah di komunitas yang menurut kamu cocok. Tapi jangan sekedar gabung. Sesekali kamu harus aktif berdiskusi di dalam komunitas itu. Jangan cuma sekedar promosi-promosi cerita sendiri.

Biasanya di dalam group juga ada pengguna Wattpad yang berbaik hati menawarkan jasa merekomendasi cerita. Jangan sia-siakan kesempatan itu, coba tawarkan karya kamu.

Rutin Menulis

Salah satu ciri khas Wattpad adalah cerita yang diposting secara berkala part demi part. Mirip episode dalam sinetron TV. Supaya jumlah pembaca karangan kita terus naik, kita harus rutin menerbitkan kelanjutan cerita yang kita tulis sampai tamat. Entah satu hari satu part, tiga hari satu part, atau seminggu satu part.

Kalau tidak rutin meneruskan cerita, apalagi dibiarkan terbengkalai hingga berbulan-bulan, dijamin para pembaca lama akan lari dan sulit mendapatkan pembaca baru.

Membuat Banyak Part

Jika menulis untuk penerbit ada batas maksimal jumlah halaman dan karakter, menulis di Wattpad tidak ada aturan seperti itu. Author bebas menumpahkan imajinasi fiksi sebanyak yang dia mampu. Selama mampu menyajikan plot cerita yang menarik, syah-syah saja seorang pengarang di Wattpad menulis hingga ratusan part.

Cara ini sangat efektif meningkatkan jumlah viewer sebuah cerita. Misalnya kamu bisa menulis 100 part, kemudian dalam satu part dibaca 10.000 kali saja, tinggal dikalikan berapa total viewnya. Udah jutaan! Saking efektifnya, beberapa author ada yang sengaja menambah-nambah part yang padahal bukan termasuk plot cerita.

Membuat Judul Yang Nyerempet-nyerempet Buku Populer

Cara ini semacam mendompleng judul cerita lain yang sedang ngehits di Wattpad. Sering terjadi, membuat judul yang sedikit mirip dengan buku-buku yang sedang populer, juga akan berimbas kepada cerita yang berjudul mirip tersebut ikut laris manis. Hal ini terjadi karena sistem di Wattpad yang selalu merekomendasikan cerita-cerita serupa kepada pembacanya. Semakin banyak pembaca buku yang sedang ngetop itu, semakin sering pula buku-buku lain yang berjudul mirip-mirip tersebut direkomendasikan.

Misalnya ada buku berjudul ‘Wali Kelasku Tunanganku’ dibaca jutaan kali dan selalu masuk 10 besar ranking story Wattpad, nah terkadang ada author-author yang memanfaatkan situasi ini dengan memodifikasi judul tersebut tapi dengan jalan cerita yang berbeda. Misalnya diberi judul 'Asmara Wali Kelas’, 'Ada Apa Dengan Wali Kelas?’, 'Walikelas Berkelas’, 'Walikelas Vs Walikota’, dan sebagainya.

Isi Konten Yang Sebaik Mungkin!

Puncak dari segala cara di atas adalah isi buku yang bagus! Meliputi plot cerita yang menarik, nama-nama tokoh yang nggak pasaran, konflik yang bikin baper dan membuat penasaran pembaca untuk terus menikmati hingga part terakhir. Penempatan tanda baca yang tepat pada tempatnya. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami walau tidak mengikuti EYD secara paripurna.

Percuma saja kita rajin promosi ke lapak-lapak author lain, gencar share ke sosial media, sampul buku yang amat sangat artistik, judul buku yang super duper keren, prolog yang begitu memukau, tapi isi ceritanya justru amburadul dan sama sekali tidak menarik. Jalan cerita yang biasa-biasa saja bahkan cenderung tak jelas.

Apalagi kalau diperparah dengan banyaknya singkatan-singkatan bahkan terselip tulisan-tulisan alay. Kalau seperti ini, baru membaca dua atau tiga bagian saja, pembaca akan segera enyah dan tak akan kembali lagi.

Demikianlah tips meningkatkan jumlah pembaca tulisan di Wattpad bagi author yang hanya memiliki sedikit follower. Beberapa cara di atas sudah aku terapkan di novel Zuck Linn, novel komedi yang telah aku terbitkan di Wattpad. Dan hasilnya cukup lumayan menaikkan trafik pembaca meski di dunia orange tersebut aku hanyalah seorang fakir follower. Happy Writing. ^^