Tips Liburan ke Berbagai Destinasi Dalam Satu Hari

Berlibur ke banyak tempat wisata dalam sehari itu bisa banget asal tahu cara mainnya. Metode jalan-jalan seperti ini memang cukup melelahkan. Tapi dijamin seru dan tingkat kepuasannya puas banget!

Terutama untuk penyuka jalan-jalan tapi sibuk dengan gawean sehingga jarang punya waktu melampiaskan hobi, cara seperti ini sering dilakukan demi mengejar ketertinggalan. Di saat kerjaan dari kantor yang seolah ada-ada saja, belum lagi harus sering lembur, maka begitu ada waktu dan kesempatan liburan, langsung borong ke beberapa tempat sekaligus.

Foto prian jalan ke gunung sendirian

Aku sendiri meski bukan orang sibuk terkadang mempraktekkan ini. Semata-mata karena aji mumpung. Misalnya mumpung sedang berada di Gorontalo, sekalian saja dijelajahi tempat-tempat wisata di sekitarnya. Soalnya belum tentu di hari-hari yang lain aku punya uang dan kesempatan lagi untuk kembali ke sana. Intinya dipuas-puasin daripada nanti pulangnya nyesel.

Baiklah. Karena sudah beberapa kali melakukan sistem liburan ke banyak tempat sekaligus dalam satu hari, maka izinkan lah aku membagikan tips-tipsnya di dalam blog ini. Eh barangkali ada teman-teman traveler yang kepingin menjajalnya.

Menetukan Lokasi

Agar trip ke banyak tempat dalam sehari berjalan sukses, penting untuk menentukan daerah tujuan sejak beberapa hari sebelum hari H. Sasaran yang tepat ialah ke daerah yang memiliki banyak tempat wisata dengan jarak-jarak yang tidak terlalu jauh. Dan itu bukan hanya Bali atau Lombok saja, banyak daerah lain di tanah air yang di sekitarnya dijejali tempat-tempat plesiran yang elok-elok. Misalnya Blitar, dalam waktu sehari bisa kok berkunjung ke pantai Pantai Tambak Rejo, Pantai Gondo Mayit, Kampung Cokelat, Candi Penataran, Makam Bung Karno, Kebun Teh Sirah Kencong, Air Terjun Sirah Kencong dan Telaga Rambut Monte. Aku pernah melakukannya meski malamnya langsung meriang haha.

Informasi tentang destinasi-destinasi wisata di satu daerah gampang banget didapat dari browsing di internet. Cukup ketik kata kunci tempat-tempat wisata di sekitar daerah tertentu, maka akan muncul hingga belasan destinasi. Tinggal pilih yang mana yang ingin didatangi. Mau didatangi semuanya juga dipersilakan jika sanggup.
Cek juga di Google Map untuk mengetahui lokasi tepatnya dari semua tempat yang ingin didatangi, sekaligus untuk mengetahui waktu tempuh dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Jangan lupa menyusun urutan perjalanannya, mana yang akan pertama didatangi, yang kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Berangkat Pagi

Mentang-mentang lagi liburan terus mau bangun siang begitu? Enak banget! Kalau sedang mengejar target liburan ke banyak tempat dalam sehari, jangan bangun kesiangan! Mbang khong kalau bahasa Cinanya. Musti start pagi-pagi dari rumah. Sebaiknya tiba di destinasi pertama sebelum jam 08.00 bersamaan dengan mulai dibukanya rata-rata lokasi wisata di Indonesia.

Backpacker keren keliling Indonesia

Itu jika tempat-tempat yang dituju tak jauh dari tempat tinggal. Jika jauh, ya cari penginapan entah itu hotel, rumah kerabat atau rumah penduduk setempat. Dan usahakan gimana caranya supaya sudah tiba di penginapan sore atau malam, supaya besok paginya bisa langsung bergerak.

Membawa Kendaraan Sendiri

Agar perpindahan dari satu destinasi ke destinasi lain berlangsung cepat, wajib hukumnya membawa kendaraan sendiri. Lebih bagus mobil pribadi yang dibawa dari rumah. Tapi kalau tidak memungkinkan membawa mobil pribadi karena tidak punya, bisa sewa kendaraan di lokasi. Sekarang ini rata-rata di daerah-daerah wisata terdapat persewaan mobil dan motor.

Mengandalkan angkutan umum sangat tidak disarankan. Nggak akan efisien. Mobil-mobil angkutan umum tidak akan benar-benar sampai ke titik lokasi. Nanti masih harus ngojek lagi. Selain itu, bukan rahasia umum kalau angkutan umum itu suka ngetem sesukanya dan sering berhenti menaik turunkan penumpang. Ini jelas akan menelan waktu.

Jangan Lupa Jas Hujan Kalau Naik Motor

Kalau naik motor jangan lupa sedia jas hujan sebelum hujan. Biarpun perkiraan cuaca di TVRI stasiun Brebes mengatakan cuaca akan cerah sepanjang hari, tapi kalau Yang Maha Kuasa sudah berkehendak menurunkan rezeki-Nya berupa hujan, badan meteorologi bahkan pawang hujan sekali pun akan dibuat plonga-plongo tak berguna.

Dan jika cuma sekedar hujan rintik-rintik, bukan hujan disertai angin ribut dan halilintar, tidak wajib bagi traveler untuk berhenti berteduh. Trabas aja udah! Nunut ngiyup menanti hujan reda karena takut kena pilek, hanya akan membuang waktu dalam mengejar rekor 7 destinasi dalam sehari. Di sinilah keberadaan jas hujan benar-benar diperlukan.

Cari Teman Perjalanan yang Sehati dan Sepikiran

Traveling model seperti ini memang lebih leluasa sendirian. Solo trip. Bebas sat set pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa takut ada yang merasa keberatan. Tapi seru juga kalau dilakukan berdua atau berombongan. Akan ada yang bisa diajak ngobrol dan disuruh-suruh motoin.

Foto berdua romantis sepasang kekasih di danau indah

Tentu saja syaratnya orang yang diajak harus sepakat dengan peraturan menjelajah ke berbagai lokasi wisata dalam satu hari. Harus siap dan tidak boleh memberontak ketika nanti baru setengah jam berada di sebuah destinasi, sudah diajak melanjutkan perjalanan lagi menuju destinasi berikutnya. Kalau tidak menemukan teman yang sehati dan sepikiran, daripada nanti ribut di tengah jalan, lebih baik jalan sendiri saja.

Bawa Power Bank

Selama ngetrip, kita pasti akan sering menggunakan ponsel untuk beberapa keperluan. Misalnya membuka Google Map mencari lokasi serta jalan yang mengarah ke lokasi tersebut. Dan yang tak terelakkan adalah mengaktifkan kamera untuk foto-foto, bikin video, live di sosial media dan mungkin juga ngevlog. Kegiatan ini pasti akan menguras baterai smartphone.

Power bank unik, murah, awet dan keren

Supaya traveling ke banyak tempat tak terhambat oleh ponsel yang mulai lowbat, membawa power bank merupakan sebuah keharusan yang tidak boleh ditawar. Berhenti di warung untuk numpang ngecas jelas akan membuang waktu. Cara terbaik adalah charging ketika dalam perjalan pindah dari destinasi ke destinasi selanjutnya. Jika naik motor, ketika mau pindah ke destinasi berikutnya, masukkan gadget dan powerbank ke dalam tas dalam kondisi mengisi daya. Seperti itu.

Bawa Pakaian Banyak

Tips terakhir adalah membawa pakaian sebanyak jumlah tempat rekreasi yang mau didatangi. Kalau akan ke enam lokasi, bawa pakaiannya juga enam setel. Mungkin cukup atasan saja. Baju dan jilbab. Bawahan cukup dua atau tiga. Daleman nggak usah. Tujuan nanti di setiap destinasi yang dikunjungi, bisa wara-wiri menggunakan busana yang berbeda.

Ini berguna untuk menipu teman-teman di Instagram. Saat secara berkala kita memposting foto-foto liburan tadi, mereka akan dengki karena mengira kita bentar-bentar liburan. Padahal faktanya cuma jalan-jalan sehari, tapi ke banyak tempat sekaligus. Muahaha.

Happy Traveling.

Catat! Alamat 21 Penerbit Mayor yang Menerima Karya Para Penulis Pemula

Di kesempatan yang menyenangkan ini, ZUCKICI.COM akan membagikan daftar alamat penerbit-penerbit Mayor yang menerima karya penulis pemula di seluruh Indonesia, -walau pada kenyataannya mayoritas penerbit Mayor hanya terpusat di kota Jakarta dan Yogyakarta-. Tapi terlepas dari itu, daftar alamat seperti ini sangat penting peranannya bagi para calon penulis, mengingat rata-rata penerbit Mayor meminta naskah dalam bentuk hard copy yang dikirim langsung ke alamat redaksi.

Beberapa penerbit Mayor lainnya ada yang masih membolehkan file naskah dikirim via email berupa teks maupun pdf. Ada yang justru mengharuskannya demi mengurangi penggunaan kertas. Untuk itu, dalam artikel ini juga dicantumkan alamat surel penerbit Mayor yang mau menerima penawaran naskah melalui email.

Tapi sebelumnya sudah tahu belum bahwa dalam hal penerbitan buku itu terdapat dua macam cara? Sudah? Sudah atau belum? Kalau belum, boleh dibaca ulasannya di artikel sebelum ini.


Lapak penjual buku bekas murah di pinggir jalan

Baiklah untuk menghemat ruang dan waktu, inilah daftar 21 penerbit Mayor yang menerima naskah penulis pemula.

1. Gramedia Pustaka Utama

Penerbit Gramedia pasti sudah tidak asing lagi bagi para penulis dan pembaca. Sudah tak terhitung buku-buku terbitan Gramedia meramaikan blantika buku nusantara, baik fiksi maupun non fiksi. Mulai dari jamannya serial Lupus karya Hilman Hariwijaya, hingga buku-buku kekinian seperti novel Hujan karya Tere Liye, Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, Jingga dan Senja oleh Esti Kinasih dan buanyak lagi.

Semua penulis pasti berharap banget bisa menerbitkan buku di Gramedia. Meski untuk menembus penerbit ini terbilang susah dan butuh kesabaran lebih bahkan untuk penulis ternama sekalipun. Peminatnya sangat banyak sehingga butuh waktu berbulan-bulan bagi penerbit untuk menyeleksi setiap naskah yang masuk.

Tapi biarpun seleksi naskahnya sangat ketat, antriannya panjang, saingannya juga cukup banyak, ada beberapa penulis yang akhirnya sukses menerbitkan buku pertamanya di Gramedia. Hal ini membuktikan bahwa penerbit Gramedia juga terbuka untuk penulis-penulis pemula.

Bagi yang ingin bersaing menerbitkan buku di Gramedia, kirimkan naskahmu yang sudah dijilid rapi ke alamat di bawah ini:

PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Kompas Gramedia Lantai 5
Jl. Palmerah Barat 29-37. Jakarta 10270

Website: gpu.id
Twitter: @gramedia

2. Elex Media Komputindo

Penerbit Elex Media Komputindo masih saudaraan sama Gramedia. Meski dulunya dikenal sebagai penerbit buku-buku komik, saat ini Elex Media Komputindo juga menerbitkan novel dan juga buku-buku Islami pada pada lini Quanta. Beberapa novel terbitan Elex Media Komputindo antara lain Pagi Gerimis karya Nurhasanah, Sepasang Kaos Kaki Hitam (SK2H) karya Ariadi Ginting yang ceritanya dulu sempat heboh di Kaskus, ada juga buku Teman Tapi Menikah karya pasutri Ayudia dan Ditto, dan masih banyak lagi.

Bagi yang berminat menawarkan naskah ke Elex Media Komputindo, silakan kirim naskah hard copy ke alamat:

PT Elex Media Komputindo
Gedung Kompas Gramedia Lantai 2
Jalan Palmerah Barat 29 – 37
Jakarta Pusat, 10270

Website: elexmedia.id
Twitter: @elexmedia

3. Grasindo

Penerbit Grasindo juga masih bagian dari Kompas Gramedia Group. Jika Elex Media Komputindo lebih banyak menghadirkan buku-buku komik, Grasindo banyak menelurkan buku-buku pelajaran. Meski demikian Grasindo juga menerima naskah-naskah fiksi berupa K-Fiction (Korean Fiction),Novel Komedi, Novel Islami, Wattpad Fiction dan Novel Lokal. Contoh novel-novel keluaran Grasindo diantaranya Dear, Mantan Tersayang oleh Ary Yogeswary, Safa’s Story karya Sirhayani, Barbielle karya Mpok Mercy Sitanggang dan lain-lain.

Untuk mengajukan naskah ke Penerbit Grasindo, bisa dikirim ke alamat di bawah ini:

PT Grasindo
Gedung Kompas Gramedia Blok 1/lantai 3
Jalan Palmerah Barat No. 29-37
Jakarta, 10270

Website: grasindo.id
Twitter: @grasindo_id

4. Penerbit Mizan

Mizan Publishing juga merupakan penerbit Mayor yang sudah sangat ternama dan tidak kalah dengan Gramedia. Penerbit yang sudah berdiri sejak tahun 1983 ini memiliki banyak lini untuk mengelompokkan banyaknya naskah yang masuk ke redaksi.

Untuk novel-novel remaja biasanya diterbitkan di DAR Mizan dan Pastel Books, contohnya Dilan Dia Dilanku tahun 1990, Dilan Dia adalah Dilanku tahun 1991, Milea Suara dari Dilan, semuanya karya Pidi Baiq.

Jika tertarik membukukan karya di Penerbit Mizan, berikut ini alamat redaksinya:

Mizan Publishing
Jln. Cinambo 135. Cisaranten Wetan, Bandung 40294

Website: mizanpublishing.com
Twitter: @PenerbitMizan

5. Gagas Media

Selain buku-buku non fiksi, Gagas Media banyak menerbitkan novel-novel romantis remaja dan dewasa muda, sebut saja Refrain karya Winna Efendi, Apapun Selain Hujan karangan Orizuka, Dia yang ditulis oleh Nonier, dan banyak lagi.

Salah satu syarat mengirimkan naskah ke Gagas Media adalah naskah sudah selesai dan dijilid rapi. Pemberitahuan mengenai nasib naskah apakah diterima atau ditolak akan diterima penulis antara 3 hingga 4 bulan kemudian.

Inilah alamat pengiriman naskah:

Redaksi Gagas Media
Jalan Haji Montong No. 57, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, DKI 12630.

Website: gagasmedia.net
Twitter: @GagasMedia

6. Bukune

Penerbit Bukune membuka lowongan naskah-naskah lucu berupa novel komedi dan kisah nyata pengalaman-pengalaman hidup yang kocak. Tapi tentu saja yang diterima adalah komedi berkualitas, menginspirasi dan tidak basi.

Bukune kerap menerbitkan karya para selebtwit dan blogger. Beberapa buku produksi Bukune antara lain Cado-cado karya Ferdiriva Hamzah, Luntang Lantung karangan Roy Saputra, Past & Curious karya Agung Satriawan, Relationshit karya Alit Susanto, dan lain-lain.

Penerbit yang salah satu pendirinya adalah Raditya Dika ini menerima naskah hanya dalam bentuk hard copy. Silakan dikirim ke alamat:

Redaksi Bukune
Jl. H. Montong No. 57
Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630

Website: bukune.com
Twitter: @Bukune

7. Media Kita

Media Kita adalah penerbit buku-buku yang anak muda banget. Penerbit ini masih satu group dengan Gagas Media dan Bukune. Buku-bukunya Boy Chandra rata-rata lahir di Media Kita. Misalnya Origami Hati, Jauh dan Cinta, Sebuah Usaha Melupakan, Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu, Satu di 2018 dan lain-lain.

Bagi yang ingin menerbitkan buku di Media Kita, file naskah bisa dikirim ke email: naskah@mediakita.com. Boleh juga dikirim dalam versi cetak ke alamat:

Redaksi Media Kita
Jl. H. Montong No. 57
Jagakarsa Ciganjur, Jakarta Selatan, 12630.

Website: mediakita.com
Twitter: @mediakita

8. Noura Books

Noura Books Publishing merupakan penerbit Mayor bagian dari Mizan Group. Baru-baru ini Noura Books menerbitkan dua buah novel yang diangkat dari cerita film Posesif dan Kartini. Buku Noura Books lainnya adalah Luka Dalam Bara karya Bernard Batubara.

Penulis yang berkarya di Nourabooks, bisa mengirimkan soft copy naskah ke alamat email: redaksi@noura.mizan.com

Sementara alamat naskah hard copy adalah:

Redaksi NOURA PUBLISHING
Jl. Jagakarsa Raya no. 40 Rt 07/04
Jagakarsa, Jakarta Selatan, 12620
Telp. 021-7888 0556

Website: nourabooks.co.id
Twitter: @nourapublising

9. DIVA Press

Penerbit Diva Press sering mengadakan lomba menulis berhadiah besar. Pernah beberapa tahun lalu hadiah utamanya jalan-jalan ke Malaysia menonton pagelaran MotoGP. Penerbit Diva Press juga rutin mengadakan pelatihan menulis gratis bertajuk Kampus Fiksi ke berbagai kota.

Buku-buku fiksi terbitan Diva Press contohnya Bingkai Magenta karya Ghyna Amanda, kemudian novel Le Mannequin; Hatiku Tidak Ada di Paris dan novel Pameran Patah Hati, dua-duanya ditulis oleh Mini GK.

Penerbit Diva Press menerima kiriman naskah dari semua kasta penulis baik yang masih pemula maupun yang sudah ternama. Naskah boleh dikirim ke email sekred.divapress@gmail.com

Sementara kantor Diva Press bercokol di:

Sampangan Gg. Perkutut No.325-B Jl. Wonosari, Baturetno, Banguntapan Yogyakarta, 55197.

Website: divapress-online.com & blogdivapress.com
Twitter: @divapress01

10. Bentang Pustaka

Sudah banyak buku-buku best seller yang dihasilkan Penerbit Bentang Pustaka. Novel-novel karya Andrea Hirata mulai dari yang pertama Laskar Pelangi hingga yang terbaru Sirkus Pohon, semuanya terbit di Bentang Pustaka. Serial Supernova yang ditulis Dee juga Bentang Pustaka penerbitnya. Novel TKI (Tenaga Kerja Istimewa) karya Naiqueen yang sempat booming di Wattpad juga sudah dibukukan dengan baik oleh Bentang Pustaka. Dan lain-lain.

Dan Bentang Pustaka membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapapun untuk menerbitkan buku dan meraih sukses seperti penulis-penulis tersebut. Meski termasuk penerbit Mayor papan atas, tapi cara pengiriman naskah ke Bentang Pustaka malah terbilang mudah. Tidak harus berupa naskah yang di-print out. Justru dianjurkan dikirim lewat email ke redaksi@bentangpustaka.com

Atau kalau tetap ngotot ingin mengirim via pos ini alamatnya:

Redaksi PT Bentang Pustaka

Jalan Plemburan No. 1 Pogung Lor, RT 11 RW 48 SIA XV Mlati, Sleman, DIY, 55284.

Website: bentangpustaka.com
Twitter: @bentangpustaka

11. Penerbit Andi

Penerbit Andi merupakan penerbit tua yang tetap eksis hingga hari ini. Perusahaan yang sudah berdiri sejak awal tahun 1980 ini menerbitkan segala jenis buku kecuali buku nikah. Buku fiksi terbitan Andi Publisher yang saat ini lagi laris dan wara-wiri di toko buku adalah Cahaya di Penjuru Hati by Alberthiene Endah.

Tertarik menerbitkan buku di sini? Silakan ajukan naskah terbaikmu baik via email ke: naskahbukuandi@gmail.com

Bisa juga melalui pos atau TIKI ke:

Penerbit Andi
Jalan Beo no. 38-40 Yogyakarta 55281
HP 085225509692

Website: penerbitandi.com
Twitter: @AndiBuku

12. Penerbit Stiletto Book

Dari logo penerbitnya yang bergambar sepatu hak tinggi, bisa disimpulkan kalau Stiletto Book adalah penerbit buku-buku yang cewek banget. Memang mayoritas buku-buku yang dihasilkan Stiletto Book bertemakan wanita. Misalnya Nuning Impian Maya karya Nuning Soesibjo, Remember Paris by Icha Ayi, dan lain-lain.

Temanya memang tentang wanita, tapi Stiletto Book menerima karya dari jenis kelamin apa saja. Para pejantan tangguh tidak dilarang ambil bagian menerbitkan buku di sini. Dan untuk mengirimkan naskah dianjurkan banget melalui email supaya tidak menghabis-habiskan kertas.

Kirimkan terlebih dahulu sampel naskahmu yang berupa 30 halaman pertama melalui email ke: redaksi@stilettobook.com

Jika pihak Stiletto Book terpesona dengan 30 halaman pertama naskahmu, kamu akan diminta mengirimkan seluruh isi naskah untuk dievaluasi lebih lanjut apakah layak terbit atau tidak.

Alamat kantor:

Penerbit Stiletto Book
Jalan Melati No. 171 Sambilegi Baru Kidul
Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta

Website: stiletto.com
Twitter: @Stiletto_Book

13. Penerbit Ikon

Penerbit Ikon merupakan Imprint dari penerbit Serambi. Beberapa buku populer yang dihasilkan penerbit Ikon di antaranya Jodoh Untuk Mira karya Alnira dan No Place Like Home oleh Alma Aridatha.

Ada juga buku-buku yang berasal dari penulis-penulis Wattpad seperti novel Fasava karya penulis Aniqotuz Zahro dengan nama akun @TheSkycraper. Kemudian novel Revan Reina milik Christa Bela yang bahkan sukses difilmkan.

Pasti ingin dong menerbitkan buku seperti nama-nama di atas? Kalau iya, jangan ragu-ragu mengirimkan karanganmu ke Penerbit Ikon. Boleh kok dikirim via email ke: redaksi@penerbitikon.com.

Mau dikirim via paket pos atau JNE juga boleh! Nih alamatnya:

Redaksi Penerbit Ikon
Jln. Rambutan VIII No. 4
Komplek Mahkamah Agung R.I Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Website: serambi.co.id
Twitter: @penerbitikon

14. Penerbit Inari

Penerbit Inari inilah yang membukuan novel Serendipity karya Erisca Febriani, penulis novel best seller Dear Nathan. Sekedar info, Serendipity dan Dear Nathan sama-sama novel karya Erisca Febriani yang sebelumnya di-posting di Wattpad dan meraup jutaan pembaca di sana. Bedanya, Dear Nathan diterbitkan melalui Penerbit Best Media, sementara Serendipity dibukukan oleh Penerbit Inari.

Kalau ingin menawarkan naskah ke Penerbit Inari, tak perlu dikirim via pos apalagi Gojek, cukup melalui email ke Naskah.Inari@gmail.com

Website: penerbitinari.com
Twitter: @penerbitinari

15. Penerbit Bintang Media

Bintang Media Publishing cukup banyak membukukan novel-novel yang berasal dari dunia orange alias Wattpad. Seperti misalnya Pangeran Kelas karya Hendra Putra, Annoying Boy karya Inesia Pratiwi,dua novel karya Yessy N yaitu The Bad Boy in Suit dan novel The Jerk Wants Me, novel EL karya Luluk HF dan banyak lagi.

Selain buku dari penulis-penulis di Wattpad, penulis dari kalangan umum juga boleh banget berkarya di Bintang Media. Kebetulan penerbit ini hanya menerima naskah lewat email saja. Ini alamatnya: bintangmediaqu@gmail.com

Website: penerbitbintangmedia.com
Twitter: @bintangmediaqu

16. Penerbit Kata Depan

Sepertinya Kata Depan masih tergolong pendatang baru di dunia penerbitan Mayor Indonesia. Meski begitu penerbit ini sudah menerbitkan buku-buku berkualitas kayak Be Calm Be Strong Be Grateful karya Wirda Mansyur. Ada juga buku-buku yang diadaptasi dari cerita-cerita di Wattpad seperti Auntum Rhapsody karya Amarissa dan The Perfeck Love yang ditulis Indah Riyana.

Kata Depan menerbitkan novel-novel bergenre romance remaja, romance dewasa muda dan novel inspiratif. Kalau teman-teman punya naskah fiksi bergenre seperti itu, coba kirim saja ke Kata Depan Publishing yang alamatnya:

Redaksi Kata Depan
Perum Executive Village E9
Jl. Curug Agung No. 36, Tanah Baru, Beji
Depok 16426

Website: katadepan.com
Twitter: @KataDepan_

17. Falcon Publishing

Mungkin banyak yang masih asing dengan nama Penerbit Falcon. Falcon Publishing lahir akhir tahun lalu dan merupakan cabang perusahaan dari Falcon Picture. Jika Falcon Picture bergerak di bidang produksi film, maka Falcon Publishing fokus di bidang penerbitan buku fiksi. Buku-buku keren yang sudah diluncurkan Falcon Publishing antara lain Anak Rantau karya A Fuadi, Anna dan Bara karangan Ghyna Amanda, Menemani Setiap Detik Rasa Sepi oleh Anindria Ryandisza, Jomblo Reebot karya Adhitya Mulya yang juga sudah diangat ke layar lebar oleh Falcon Picture.

Mumpung masih penerbit baru, sehingga mungkin masih belum banyak antrian dan saingan, buruan tawarkan naskahmu ke penerbit Falcon.

Cara pengajuan naskah ke penerbit Falcon sangat simpel, yaitu cukup mengirim 5 bab pertama naskah novel kamu via email ke publishing@falcon.co.id. Jika penerbit tertarik, kami akan dihubungi untuk dimintai naskah secara utuh.

Website: falconpublishing.co.id
Twitter: @falconfiksi

18. Gradien Mediatama

Penerbit Gradien Mediatama juga sangat welcome sama penulis-penulis pemula. Buku terbaru terbitan Gradien Mediatama adalah Simfoni Hujan karya penulis Tumblr bernama Tiflunium, Pada Sebuah Kata Pergi karya Gentakiswara. Buku paling seru yang pernah aku baca adalah serial Anak Kost Dodol yang ditulis Dedew Rieka.

Kalau ingin mencoba peruntungan menerbitkan buku di Gradien, silakan saja kirimkan naskah ke alamat email: redaksi@gradienmediatama.com

Website: gradienmediatama.com
Twitter: @gradien

19. Penerbit Twigora

Di bawah naungan PT Roro Jaya Sejahtera, Penerbit Twigora siap menjadi wadah bagi penulis-penulis pemula dalam menerbitkan karya. Buku-buku terbitan Twigora yang sudah beredar di toko buku di antaranya adalah karya-karya Christian Simamora seperti Come On Over, As Seen On TV, Marry Now Sorry Letter dan lain-lain. Ada juga novel Out Of Love karangan Adelia Azfar

Cara mengajukan naskah ke Twigora agak berbeda dengan penerbit-penerbit lain. Tidak melalui email juga bukan via pos. Caranya adalah dengan masuk ke website penerbit Twigora, kemudian meng-upload file naskah ke fitur yang telah disediakan.

Website: twigora.com
Twitter: @TWIGORA

20. Penerbit Haru

Haru Media alias Penerbit Haru menerbitkan novel-novel bertema Jepang dan Korea. Makanya banyak novel-novel terjemahan dari penulis-penulis Jepang dan Korea yang terbit di sini. Tapi bukan berarti penulis dalam negeri tidak diterima.

Buku-buku karya penulis lokal yang terbit di Haru Media seperti Oppa & I: Love
karya Orizuka dan Lia Indra Andriana, Melody to The Moon karya Arini Putri dan lain-lain.

Nah kalau teman-teman punya naskah fiksi berlatar Jepang, Korea, Indonesia, Taiwan, Malaysia, Zimbabwe dan sebagainya, coba saja tawarkan ke penerbit ini. Naskah dikirim via email ke naskah.haru@gmail.com

Website: penerbitharu.com
Twitter: @penerbitharu

21. Penerbit Republika

Penerbit Republika terkenal dengan buku-buku yang Islami. Novel-novelnya novelis kang Abik alias Habiburrahman El Shirazy rata-rata lahir di sini. Mulai dari Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih hingga Ketika Cinta Bertasbih 2 dan lain sebagainya. Sebagian novel-novel Darwis Tere Liye juga terbit di Republika.

Meski banyak menerbitkan buku-buku karya penulis kenamaan, Penerbit Republika cukup ramah buat penulis pemula yang bercita-cita menerbitkan buku. Silakan kirim naskah beserta biodata penulis, sinopsis, dan poin keunggulan naskah via email ke redaksipab@republikapenerbit.com

Kalau ingin dikirim dalam bentuk hard copy ini alamatnya.

REPUBLIKA PENERBIT
Jl. Kavling Polri Blok I No. 65 Jagakarsa,
Jakarta Selatan, 12260

Website: bukurepublika.id
Twitter: @bukurepublika

Demikianlah alamat-alamat penerbit Mayor yang menerima karya para penulis pemula. Sengaja aku sertakan alamat websitenya supaya teman-teman bisa cek langsung mengenai detail syarat-syarat pengiriman naskah. Di artikel ini masih terbatas, hanya sebatas alamat dan sedikit informasi tentang penerbit, untuk tahu selengkapnya mengenai tata cara dan persyaratan menawarkan naskah, teman-teman harus berkunjung ke situs penerbit yang bersangkutan. Iya, harus! Soalnya masing-masing penerbit memiliki persyaratan dan peraturan yang berbeda-beda.

Atau bisa juga kepoin Twitter resmi masing-masing penerbit yang nama akunnya juga sudah aku tulis itu. Di sana teman-teman bisa bertanya-tanya kepada adminnya tentang bagaimana mekanisme dan prosedur penerbitan. Selain itu, rata-rata di bio akun Twitter mereka mencantumkan link yang mengarah ke artikel tentang tata cara mengirimkan naskah. Happy Writing!

Membedah Kelebihan dan Kekurangan Antara Penerbit Mayor dengan Penerbit Indie

Untuk menerbitkan buku yang berkelas ada dua cara yang bisa digunakan; melalui penerbit Mayor atau penerbit Indie. Kenapa berkelas? Ya kalau cuma sekedar 'buku’ saja, tukang cetak buku Yasin juga bisa. Atau ngeprint sendiri terus dijilid sendiri juga sudah bisa disebut buku. Berkelas maksudnya memiliki tampilan elegan, cover yang artistik, jenis kertas yang bagus serta memiliki ISBN (International Standar Book Number). Dan hal itu tentu harus diserahkan kepada ahlinya, yaitu penerbit Mayor maupun penerbit Indie.

Secara fisik, kualitas buku baik dari penerbit Mayor maupun penerbit Indie tidak terlalu ada bedanya. Pengelola penerbit Indie biasanya sudah memiliki skil mendesain cover dan isi buku. Jenis kertasnya juga sama-sama bagus. Buku-buku Indie juga ber-ISBN selayaknya buku cetakan penerbit Mayor. Kalaupun ada Indie Publishing yang mencetak buku asal-asalan, itu pasti penerbit yang tak bertanggung jawab.

Baik penerbit Indie maupun penerbit Mayor memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Menerbitkan buku di dua penerbit tersebut ada keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri. Karena itu ada penerbit Mayor yang juga sekaligus memiliki penerbit Indie.

Lalu apa sih sebenarnya bedanya penerbit Indie dengan penerbit Mayor?

Buku-buku Penerbit Indie

Nah untuk mengetahui perbedaan antara penerbit Mayor dengan penerbit Indie, baca saja kelebihan dan kekurangannya yang akan diuraikan berikut ini.

Kelebihan Penerbit Mayor

Menerbitkan buku di Penerbit Mayor 100℅ gratis! Biaya produksi, distribusi dan promosi sepenuhnya ditanggung pihak penerbit.

Promosi yang dilakukan penerbit Mayor jauh lebih menjanjikan. Mereka sangat gencar promo di sosial media, yang mana sosial media penerbit Mayor rata-rata memiliki pengikut yang besar. Ketika menerbitkan buku baru, penerbit Mayor juga kerap mengadakan blog tour, kuis-kuis, give away, bahkan launching buku dengan menghadirkan langsung penulisnya.

Dalam sekali terbit, sebuah judul buku di Penerbit Mayor akan dicetak dalam jumlah banyak. Biasanya antara 2.000 hingga 5.000 eksemplar pada cetakan pertama. Selanjutnya kalau habis/best seller, akan diterbitkan lagi cetakan kedua, ketiga, dan seterusnya.

Sistem penjualan buku pada penerbit Mayor lebih bervariasi. Selain dijual di toko-toko buku ternama di seluruh Indonesia, penjualan juga dilakukan secara online, baik dengan cara order pada toko-toko buku online yang banyak beredar di dunia maya, ataupun memesan langsung kepada penerbit. Malah untuk penulis-penulis ternama, buku bisa diorder sebelum beredar di toko buku. Buku-buku produksi penerbit Mayor juga ada yang dijual dalam bentuk ebook di play store.

Kekurangan Penerbit Mayor

Prosesnya cukup lama! Untuk mendapat jawaban apakah naskah yang kita kirim diterima atau ditolak saja, kita harus menunggu antara empat hingga enam bulan. Sudah begitu kalau diterima, pihak penerbit juga masih butuh waktu lagi untuk mengedit naskah tersebut.

Royalti kecil. Royalti bagi penulis di penerbit Mayor tergolong rendah. Hanya 10℅ dari harga buku. Kalau bukumu dibanderol Rp 50.000, maka kamu sebagai pengarang yang sudah siang malam susah payah mengumpulkan ide, hanya mendapat bagian Rp 5.000. Royalti dibayar setiap 6 bulan dihitung dari total buku yang terjual. Dan jangan lupa, dari royalti 10℅ itu nanti masih akan dipotong pajak penghasilan. Agak memprihatinkan ya? Tapi memang begitulah. Makanya penulis sekaliber Darwis Tere Liye sampai menyetop kontrak penerbitan buku-buku karyanya.

Di penerbit Mayor kreatifitas penulis dibatasi. Jumlah maksimum dan minimum halaman harus sesuai aturan. Kalau ada bagian di dalam naskah yang tidak diinginkan penerbit, bagian tersebut akan diubah bahkan dihapus oleh editor.

Penerbit Mayor hanya menerima naskah dengan genre-genre tertentu. Bahkan untuk penulis pemula, naskah kumpulan cerpen atau naskah puisi tidak akan diterima.

Beberapa penerbit Mayor mewajibkan naskah dikirim dalam bentuk hard copy dan dijilid rapi. Hal ini tentu membuat penulis merasa agak ribet, di era internet seperti yang kita rasakan saat ini, kenapa tidak dikirim via email saja? Belum lagi harus keluar duit untuk biaya ngeprint dan ongkir ke penerbit.

Kelemahan Penerbit Indie

Menerbitkan buku di penerbit Indie, biaya produksi ditanggung oleh penulis. Setiap penerbit Indie memiliki tarif berbeda-beda dan mungkin masih bisa dinegosiasikan.

Penerbit Indie tidak menyetok buku karena tidak mencetak buku secara massal. Buku hanya akan dicetak ketika ada yang memesan. Sistem ini dikenal dengan nama POD (Print on Demand).

Promosi yang dilakukan penerbit Indie hanya sekedarnya saja. Paling hanya dipajang di websitenya dan di-share di sosmed. Sementara sosial-sosial media milik penerbit Indie biasanya cuma sosmed semenjana yang hanya memiliki pengikut sedikit. Jadi meskipun gencar dipromosikan tidak akan terlalu efektif. Kalau ingin bukunya laku, mau tidak mau penulis yang harus giat berpromosi sendiri.

Buku-buku keluaran penerbit Indie tidak dijual di toko-toko buku besar seperti Gramedia, Toko buku Gunung Agung, dan sebagainya. Buku Indie hanya dipasarkan secara online.

Keunggulan Penerbit Indie

Naskah dijamin diterima dan pasti dibukukan. Tentu saja dengan syarat isi naskahnya tidak melanggar hukum dan melanggar hak cipta, misalnya hasil copy paste, plagiat, hate speech, menyinggung sara, pornografi dan hal-hal yang melanggar hukum lainnya.

Bebas menerbitkan buku bergenre apa saja. Mau buku pertanian, kisah nyata bertemu gendruwo, kumpulan puisi, cerpen, primbon dan yang lain sebagainya Penerbit Indie siap memfasilitasinya, sepanjang tidak melanggar hukum dan isinya bisa dipertanggung jawabkan.

Jumlah halaman buku-buku terbitan penerbit Indie tidak dibatasi. Penulis diberi ruang yang seluas-luasnya. Mau menulis buku setebal bantal atau setipis selaput dara dipersilakan. 

Proses cepat. Hari ini dikirim, besok atau lusa sudah bisa langsung terbit. Kalaupun tidak secepat itu, tapi percayalah tidak akan sampai berhari-hari apalagi berbulan-bulan kayak penerbit sebelah.

Naskah cukup dikirim via surel alias surat elektronik alias email. Tidak perlu dalam bentuk print out. Penerbit Indie sangat paham penulis jaman now pasti maunya yang praktis-praktis.

Royalti besar! Menerbitkan buku di Penerbit Indie, penulis akan mendapat bagian yang lebih besar. Bisa hingga 70℅ bahkan 100℅.

Itulah perbedaan antara Penerbit Mayor dan Penerbit Indie dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalau demikian, jadi pilih penerbit Mayor apa penerbit Indie?

Menurut aku, kalau tujuan menulis buku adalah materi dan ketenaran, penerbit Mayor adalah media yang tepat. Biarpun royaltinya terbilang kecil, kalau best seller pasti total pendapatannya sangat besar. Tapi kalau tujuannya adalah idealisme karya dan sekedar kebanggan pribadi, penerbit Indie bisa dijadikan alternatif. Happy Writing.

3 Cara Menerbitkan Buku Yang Akan Mewujudkan Mimpimu Menjadi Penulis

Di republik ini, meski minat baca rakyatnya tergolong rendah -kalah telak sama nonton sinetron dan main sosmed-, tapi minat orang-orang untuk menjadi penulis buku masih tetap tinggi. Berbagai strategi dilakukan demi mewujudkan impian tersebut. Ikut seminar-seminar menulis, membaca buku-buku kiat menulis, gabung di komunitas-komunitas kepenulisan, ngakrabin penulis-penulis ternama di jejaring sosial, dan tentu saja berusaha menulis naskah yang nantinya akan dibukukan. Terpampangnya nama pena di sampul buku, menjadi khayalan indah disela-sela kesibukan menyelesaikan naskah.

Dan setelah naskah rampung, selanjutnya adalah memikirkan proses penerbitan. Lewat penerbit mana karya yang sudah susah payah diketik itu akan dicetak menjadi sebuah buku.

Penulis Keren

Setidaknya ada tiga cara menerbitkan buku yang perlu teman-teman calon penulis ketahui. Dari tiga cara tersebut menurutku tak ada yang benar-benar unggul. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dimaklumi. Tapi satu yang pasti, semua orang siapapun itu, asal bisa menulis, pasti bisa menerbitkan buku! Pasti!

Berikut ini ketiga caranya:

Melalui Penerbit Mayor

Cara pertama adalah mengirim naskah ke penerbit Mayor semacam Gramedia, Bukune, Gagas Media, Bentang Pustaka, Diva Press, Penerbit Andi dan lain-lain. Tapi menawarkan naskah ke Penerbit Mayor harus siap dengan risiko penolakan. Penerbit jenis ini sangat selektif dalam memilih naskah yang akan dibukukan. Bahkan mungkin jauh lebih banyak naskah yang ditolak daripada yang diterima.

Agar naskah diterima, syaratnya adalah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh penerbit Mayor yang dituju. Tentang berapa maksimal jumlah halaman, genre apa yang diterima, dikirim melalui email atau via pos, dan berbagai persyaratan lainnya. Dan tiap-tiap Penerbit Mayor memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Syarat dan ketentuannya bisa dilihat di website mereka.

Karena sangat selektif dan banyaknya naskah yang masuk, Penerbit Mayor akan sangat lama memberikan jawaban atas nasib naskah yang dikirim apakah layak diterbitkan atau tidak (ditolak). Biasanya penulis akan dikabari antara 4 sampai 6 bulan sejak naskah dikirim.

Indie Publishing Kenapa Tidak?

Jangan putus asa jika karya berhargamu terus ditolak penerbit-penerbit Mayor, tawarkan saja ke penerbit Minor dijamin pasti akan terbit dalam waktu yang tidak terlalu lama! Penerbit Minor alias Penerbit Indie, memang tidak pilih kasih dalam mencetak naskah. Asal tidak melanggar hukum misalnya menjelek-jelekkan SARA dan mengandung pornografi, naskah bergenre apapun akan diterbitkan.

Memang untuk menerbitkan buku di Penerbit Indie, penulis harus menanggung sendiri biaya produksi. Kemudian buku tersebut juga tidak akan diedarkan di toko-toko buku besar kayak TB Gramedia. Buku-buku keluaran penerbit Indie kebanyakan hanya dijual secara online oleh penerbit dan sang penulis. Kadang ada juga yang dititipkan di toko-toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan sebagainya. Ada juga yang dijual dalam bentuk ebook di play store.

Tapi jangan berkecil hati walaupun buku terbit di bawah label Indie. Bisa merangkai kata hingga berlembar-lembar, kemudian menerbitkannya menjadi sebuah buku, adalah sebuah prestasi yang tidak semua orang mampu melakukannya. Banyak kok buku-buku Indie yang kualitasnya melebihi buku produksi Penerbit Mayor. Tidak sedikit juga penulis-penulis yang memilih Penerbit Indie untuk membukukan karya-karya mereka, walaupun sebenarnya punya kans menerbitkan di penerbit Mayor.

Meski dipasarkan secara online, asal dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan strategi yang tepat, penghasilan yang didapat dari buku Indie bisa sangat memuaskan. Terbit di penerbit Mayor pun kalau pada cetakan pertama cuma laku sedikit, penulis juga cuma dapat pendapatan kecil. Dan jangan lupa, royalti dari penerbit Indie jauh lebih tinggi dibanding penerbit Mayor.

Itu kalau yang tujuan utama menulis buku adalah materi. Karena banyak juga penulis buku Indie yang tujuannya karena idealisme! Ingin menerbitkan buku yang 100℅ sesuai dengan pemikirannya, tanpa mau mengikuti selera pasar dan tak ingin naskahnya diubah-ubah editor seperti yang dilakukan di penerbit-penerbit Mayor.

Baca Juga: (Membedah Kelebihan dan Kekurangan Antara Penerbit Mayor degan Penerbit Indie)

Self Publishing Juga Bisa!

Alternatif lainnya yaitu dengan cara Self Publishing alias menerbitkan sendiri naskahmu. Ini hampir sama dengan menerbitkan di Penerbit Indie seperti cara nomor dua di atas. Bedanya, kalau lewat Penerbit Indie di atas artinya kamu masih banyak berurusan dengan pihak lain, yaitu pihak Penerbit Indie. Sementara kalau Self Publishing, kamu sendiri yang mengurus segala proses penerbitan secara mandiri. 

Mulai dari mendesain cover, lay out, ukuran kertas, jenis huruf hingga jumlah halaman. Kemudian biar bukumu sekeren buku-buku yang dikeluarkan penerbit besar, kamu perlu membuat nama penerbit beserta logo penerbit yang nantinya dicantumkan di buku. Jangan lupa buatkan akta notaris untuk nama dan logo penerbit yang kamu buat tadi supaya memiliki badan hukum dan tidak dicap penerbit ilegal.

Dan sebelum dicetak, sebaiknya mengurus ISBN (International Standard Book Number) yang nantinya dicantumkan di sampul belakang dalam bentuk barcode. Dengan adanya ISBN membuat bukumu akan diakui secara internasional dan tersimpan dalam arsip perpustakaan nasional hingga limapuluh tahun ke depan.

Pada tahap percetakan kamu juga yang berperan sepenuhnya. Lebih bagus kalau memiliki mesin percetakan sendiri. Kalaupun tidak, bisa menggunakan jasa percetakan yang banyak tersebar di mana-mana. Bahkan ada beberapa tempat fotokopi dan tukang cetak undangan yang juga bisa mencetak buku.

Dengan kata lain, Self Publishing seperti ini membuat kamu resmi memiliki perusahan penerbitan sendiri. Kamu bebas menerbitkan buku-buku kamu berikutnya, dan juga bisa menerima naskah-naskah dari penulis lain untuk diterbitkan di perusahaanmu. Seru bukan?

Itulah beberapa cara menerbitkan buku yang bisa teman-teman pilih salah satu atau boleh juga kalau mau dijajal ketiga-tiganya. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Happy Writing.

Mulai Hari Ini, 1 Oktober 2017, Pendaftaran Mendaki Gunung Semeru Wajib Via Online

Gunung Semeru, dengan puncak Mahameru-nya yang berposisi di 3676 mdpl, paling tinggi di tanah Jawa, yang dipercaya sebagai tempat bersemayamnya para Dewa, semakin hari semakin diminati para pendaki. Setiap musim pendakian tiba, gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini tak pernah sepi pendaki, baik pendaki dalam negeri maupun pendaki asing.

Mahameru dilihat dari kejauhan

Kabar terbaru bagi para calon pendaki Semeru dari dalam negeri, bahwa mulai hari ini, 1 Oktober 2017, telah diwajibkan pendaftaran pendakian secara online. Jadi per 1 Oktober 2017, pendaftaran atau pengajuan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) secara manual tidak akan diterima lagi, kecuali untuk pendaki-pendaki luar negeri. Khusus wisatawan mancanegara masih dibolehkan registrasi secara langsung di basecamp Ranu Pani.

Sebenarnya sistem booking online seperti ini sudah berlaku sejak lama, tapi selama ini hanya menjadi alternatif, dan para pendaki lebih banyak yang tetap memilih pendaftaran secara langsung. Hal ini mengakibatkan antrian panjang setiap kali kantor TNBTS dibuka. Juga kerap menyebabkan jumlah pendaki yang datang melebihi kuota karena tidak bisa diperkirakan sebelumnya. Maka dengan diresmikannya sistem 100℅ booking online mulai hari ini, diharapkan situasi-situasi seperti tadi tidak akan terjadi lagi. Suka tidak suka, mulai sekarang calon pendaki Semeru harus mengajukan Simaksi melalui dunia maya.

Rombongan Pendaki Gunung Semeru

Tapi seharusnya layanan wajib registrasi online ini bisa menjadi kabar gembira bagi siapapun yang punya rencana berkunjung ke kawasan Gunung Semeru. Kita tidak perlu lagi ngariung kedinginan di depan kantor PTN resort Ranu Pani menanti kantor buka, berjubel mengantri formulir pendaftaran dan sibuk ke sana kemari mengisi biodata. Nantinya kita tinggal menyerahkan berkas (fotokopi kartu identitas, surat kesehatan dan surat izin dari orang tua bagi pendaki berumur 10 - 17 tahun) dan bukti transfer bank, kemudian mengikuti breafing, setelah itu bisa langsung memulai pendakian.

Metode booking online juga bisa membantu calon pendaki untuk mengetahui apakah di hari yang diinginkannya masih ada kuota atau tidak. Sekedar tambahan informasi, saat ini kuota pendakian ke gunung Semeru adalah maksimal 600 orang perhari. Jika dalam satu hari tertentu sudah ada terisi 600 pendaftar, maka tidak ada lagi kuota untuk pendaki lain pada hari tersebut. Makanya disarankan mendaftar sejak jauh-jauh hari.

Tidak perlu khawatir. Cara mendaftar atau registrasi pendakian gunung Semeru secara online sangat mudah. Silakan mengunjungi situs resmi Balai Besar (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) TNBTS yaitu bromotenggersemeru.org, pilih menu booking online, lalu isi data-data diri seluruh peserta. Pada email yang digunakan untuk mendaftar, akan ada balasan berisi total biaya yang harus dibayar. Setelah uang ditransfer, segera lakukan konfirmasi. Jangan lupa cetak bukti transfer, karena itu yang nantinya akan ditukar dengan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI).

Baca Juga: (Pantangan-pantangan Saat Mendaki Gunung Semeru)

Mendaki Gunung Gunung sendirian

Demikianlah informasi tentang mulai diwajibkannya sistem booking online bagi traveller dalam negeri yang ingin mendaki gunung Semeru. Semogya bermanfaat. Terima kasih sudah membaca and Happy Traveling!

Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Pendakian Gunung Semeru

Kawasan Gunung Semeru, yang meliputi Ranu Pani, Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Padang Savana, Hutan Cemara dan puncak Mahamerunya yang dihiasi letusan Jonggring Seloka setiap setengah jam sekali, memang senantiasa menarik hati traveller manapun untuk menjelajahi setiap jengkal keindahannya. Setiap musim pendakian dibuka, pengunjung TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) ini selalu membludak. Padahal untuk ke sini dibutuhkan biaya yang tidak sedikit apalagi bagi wisatawan luar Jawa Timur. Fisik dan mental musti dipersiapkan dengan baik. Selain itu, Gunung Semeru juga memiliki berbagai bahaya dan pantangan yang pantang dilanggar!

Di artikel sebelumnya, aku sudah publish mengenai bahaya-bahaya yang ada di Gunung Semeru. Hari ini giliran pantangan atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama melakukan pendakian.


Puncak Gunung Semeru dari kejauhan

Tanah air Indonesia ini memiliki banyak gunung yang mana setiap gunung memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Karena itu, peraturan pendakiannya juga berbeda-beda. Bisa saja aturan yang ada di Gunung Arjuno tidak berlaku di Gunung Rinjani. Sesuatu yang di Gunung Semeru menjadi pantangan, di Gunung Merapi justru boleh dilakukan.

Selain kode etik dasar berpetualang alam yang berbunyi: -Jangan mengambil apa pun kecuali gambar, jangan meninggalkan apa pun kecuali jejak, jangan membunuh apapun kecuali waktu-, mendaki Gunung Semeru masih memiliki banyak pantangan yang harus diketahui dan tentu saja harus wajib musti dipatuhi. Berikut ini penjelasannya:

  • Jangan mendaki Semeru secara ilegal tanpa mendaftar/registrasi dan membeli tiket. Petugas TNBTS tidak akan bertanggung jawab jika pendaki yang nyelonong tanpa mengantongi izin itu mengalami hal-hal yang tak diinginkan.
  • Tidak boleh mendaki melalui jalur lain selain Watu Jereng. Hingga saat ini, Watu Jereng adalah satu-satunya jalur resmi pendakian Semeru. Nggak usah sok-sokan membuka jalur baru atas alasan apapun!
  • Tidak diizinkan mendaki hingga ke puncak Mahameru. Batas akhir pendakian adalah kawasan Kalimati. Pendaki yang nekat sampai puncak, tidak akan mendapat asuransi andai mengalami kecelakaan, luka-luka atau bahkan tewas.
  • Dilarang memulai pendakian dari basecamp Ranu Pani saat malam hari. Maksimal start adalah jam 16.00 alias jam empat sore, bersamaan dengan tutupnya kartor TNBTS resort Ranu Pani.

Padang Savana Gunung Semeru


  • Dilarang berjalan sendirian. Biasanya pendaki yang jalan sendirian itu bukan karena jomblo, tapi karena sengaja memisahkan diri dari rombongan, tidak sabar ingin cepat-cepat sampai tujuan. Bahayanya berjalan sendiri itu kalau tiba-tiba terperosok ke dasar jurang yang dalam siapa yang tahu. Kalau tertimpa batu, batang pohon atau longsoran tanah, tidak akan ada yang segera memberikan pertolongan pertama. Trekking sendirian juga berpotensi diserang hewan buas. Yang paling menyeramkan, saat mengalami disorientasi pandangan karena kelelahan, pendaki yang berjalan sendirian bisa mudah tersesat, mengira jalur yang dilalui adalah jalur yang benar. Atau merasa seolah-olah mengikuti pendaki yang ada di depannya, padahal itu hanya ilusi.
  • Jangan sombong, bangga dengan kemampuan fisik sendiri, apalagi mengganggap Gunung Semeru hanyalah tantangan kecil. Pada saat aku mendaki, ada dua pendaki yang mengalami longsoran batu, yang satu meninggal yang satunya lagi luka berat. Nah kata bapak-bapak yang jualan makanan, pendaki yang mengalami cidera itu, sebelumnya sempat sesumbar akan menakhlukkan puncak Semeru dengan mudah. Nyatanya justru dia sendiri takhluk dipecundangi Semeru. Jangan lupa, alam memiliki caranya sendiri untuk mengalahkan kesombongan manusia.
  • Jangan mengucapkan kata-kata kotor. Bukan berarti tidak boleh ngomong, "Hei itu matrasmu kotor!" Bukan gitu. Maksudnya kata-kata kotor seperti mengumpat, memaki, misuh-misuh. Dan yang paling pantang, jangan berbicara mesum, apalagi berbuat!
  • Selama mendaki, jangan memetik, memutes, memotong dan mencabut tumbuhan-tumbuhan yang ada di kawasan Gunung Semeru.
  • Dilarang berburu, menangkap apalagi melukai satwa-satwa yang ada di kawasan Gunung Semeru.

Lokasi Kampung Ranu Kumbolo


  • Dilarang mendirikan tenda selain di areal-areal kemping yang telah ditentukan. Camp area yang disediakan ialah di sebelah utara dan barat Ranu Kumbolo serta di kawasan Kalimati.
  • Dilarang mandi di Ranu Kumbolo. Baik mandi di pinggiran dengan cara airnya diciduk apalagi mandi langsung jeguran ke dalam danau. Airnya sangat dingin. Kedalamnya juga misterius. Selain demi keselamatan, larangan berenang ini juga demi menjaga ekosistem danau.
  • Selama kemping di tepi danau Ranu Kumbolo, pengunjung dilarang memancing ikan apalagi memancing keributan.
  • Dilarang cuci muka di Ranu Kumbolo menggunakan sabun, facial foam, detergen dan berbagai pembersih yang mengandung bahan kimia. Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam busa sabun bisa mencemari air danau. Sekedar membasuh muka masih dibolehkan.
  • Tidak boleh gosok gigi menggunakan odol di tepi Ranu Kumbolo. Kalau mau sikat gigi, lakukan di lokasi yang jauh dari danau.
  • Tidak diizinkan mencuci peralatan masak dan peralatan makan di air danau. Hal ini untuk mencegah semakin tercemarnya air Ranu Kumbolo oleh minyak dan busa sabun dari peralatan yang dicuci.
  • Dilarang membuat api unggun selama pendakian. Sisa kayu, arang dan abu api unggun akan mengotori kawasan Gunung Semeru. Peraturan ini juga untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan.
  • Bagi perokok, jangan membuang putung rokok sembarangan. Selain mengotori lingkungan, sembrono membuang potong rokok bisa mengakibatkan kebakaran hutan, terutama jika mendaki saat musim kemarau panjang.
  • Dilarang membawa minuman keras dan obat-obatan terlarang misalnya cukrik, ciyu, ganja, shabu, pil PCC, lem kambing oplos bensin, ekstasi, pil anjing dan semacamnya. Mendaki dalam kondisi ngeflay itu sama dengan sedang berusaha bunuh diri.
  • Dilarang membawa senjata seperti pisau, badik, golok, arit, pedang, samurai, keris, tombak, senapan angin, AK 47 dan sebagainya. Benda tajam yang boleh dibawa hanyalah pisau perlengkapan masak.
  • Pantang membawa alat musik. Terkadang traveller kalau pergi kemping suka bawa gitar, harmonika dan gamelan. Trus malamnya gitaran sambil nyanyi-nyanyi. Kegiatan ini memang seru. Tapi hal itu tidak boleh dilakukan di kawasan Gunung Semeru.
  • Dilarang mengambil video menggunakan drone tanpa surat izin dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).
  • Dilarang membawa spidol, tipe-x, cat, stiker dan pilok. Hal ini untuk menghindari pendaki alay melakukan tindakan vandalisme. Jika ingin membuat tulisan-tulisan di kertas untuk ditunjukkan saat foto-foto, lakukan saat di basecamp Ranu Pani, kemudian titipkan spidol pada petugas.
  • Dilarang membuang sampah baik sembarangan maupun tidak. Semua sampah yang dihasilkan selama pendakian wajib dikumpulkan dalam kantong sampah dan dibawa turun kembali ke basecamp Ranu Pani.
  • Saat summit attack, batu-batu di lereng Semeru tidak boleh digunakan untuk pegangan, dijadikan pijakan dan diduduki pas istirahat. Kultur pasir lereng Semeru yang begitu labil, bisa membuat batu terbongkah saat menerima beban lain. Selanjutnya batu akan menggelinding deras dan membahayakan pendaki-pendaki lain di bawahnya. Sudah ada beberapa pendaki Semeru yang menjadi korban tertimpa batu karena kecerobohan pendaki di atasnya. Sewaktu aku mendaki saja, ada orang mengalami kecelakaan ini. Satu orang mengalami cidera serius. Satunya lagi harus pulang dengan diantar mobil jenazah.
  • Tidak boleh memakai earphone atau pun headset saat summit attack. Supaya bisa mendengar jika ada teriakan batu jatuh atau aba-aba bahaya lainnya dari pendaki-pendaki lain.
  • Saat berada di puncak, jangan coba-coba mendekati kawah Jonggring Seloka. Gas yang keluar dari kawah mengandung racun yang sangat mematikan jika terhirup manusia. Jarak aman yang direkomendasikan adalah 1 kilometer dari bibir kawah.
  • Dilarang masih berada di puncak setelah jam 9 pagi. Di siang hari Mahameru harus steril dari aktivitas manusia.
  • Dilarang mengganggu alat pendeteksi gempa yang terdapat di puncak Mahameru. Kata petugas SaVer (Sahabat Volunter Semeru), alat itu sangat sensitif mencatat gerakan. Jadi kalau ada pendaki yang iseng menyentuh apalagi mengoyang alat tersebut, kantor TNBTS bisa geger, masyarakat Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang bisa kalang kabut mengira Semeru akan meletus.

Para Pendaki Gunung Semeru yang begitu keren membawa keril

Demikianlah larangan-larangan yang ada di Gunung Semeru. Cukup banyak memang. Tapi kalau mengaku sebagai pecinta alam garis keras, sudah seharusnya tidak keberatan mematuhi segala larangan tersebut.

Tapi percayalah, meskipun banyak peraturan yang melarang ini itu, tidak akan ada petugas yang mengawasi dan memastikan pendaki tidak melanggar larangan-larangan itu. Di sini dibutuhkan kesadaran hati nurani para pendaki itu sendiri, bahwa semua larangan itu adalah demi kebaikan dirinya sendiri, keselamatan pendaki-pendaki lain, dan juga demi kelestarian alam Semeru milik anak cucu kita di masa depan. Karena itu, sesama pendaki wajib mengingatkan jika ada pendaki lain yang melanggar peraturan! Happy Trekking. ^^