Cara Meningkatkan Jumlah Pembaca Cerita di Wattpad Meski Memiliki Follower Sedikit

Halo. Kali ini aku akan membuka rahasia meningkatkan jumlah pembaca atau viewer cerita di Wattpad meski kita hanya memiliki follower sedikit.

Siapa sih yang nggak seneng kalau tulisan di Wattpad dibaca ribuan bahkan jutaan kali?

Semua author pasti akan senang dan berharap bisa seperti itu. Selain menjadi hal yang membahagiakan sekaligus membanggakan, larisnya sebuah cerita di Wattpad bisa menjadi pintu gerbang menjadi seorang penulis profesional bagi pengarangnya. Sudah banyak cerita-cerita di Wattpad yang ditawar penerbit untuk dibukukan malah ada yang sampai di filmkan.

Membaca Wattpad Novel Online

Tapi, agar cerita yang ditulis di Wattpad sukses dibaca hingga ribuan bahkan jutaan kali itu bukan perkara gampang! Butuh kerja keras dan strategi yang tepat. Lain hal kalau kamu seorang seleb Wattpad, yang memiliki pengikut puluhan ribu, memperoleh ribuan pembaca mungkin tidak akan terlalu sulit.

Sementara bagi para newbie, penulis-penulis pendatang baru di Wattpad, atau yang sudah lama punya akun tapi followersnya segitu-gitu aja, untuk mendapat 1000 view saja itu sulit serta butuh kesabaran. Kita yang harus aktif menjemput pembaca.

Tapi tidak perlu pesimis. Harus kudu musti wajib tetap semangat! Berikut ini ada beberapa tips mendongkrak jumlah pembaca, meski kita baru menjadi warga Wattpad yang belum memiliki banyak pengikut.

Cekidot!

Buat Cover Yang Unik dan Menarik

Meski ada quotes legendaris “Jangan menilai buku dari sampulnya!”, jangan lantas membuat cover asal-asalan. Para pembaca juga tidak akan peduli dengan quotes itu. Sampul yang terlihat bagus akan membuat netizen penasaran untuk membuka isinya.

Termasuk aku, umpama di beranda Wattpad ada rekomendasi lima cerita, pasti yang akan aku klik adalah buku dengan sampul yang paling unik dan menarik. Di situ kadang ungkapan 'jangan menilai buku dari kulitnya’ baru akan terbukti. Banyak cover-cover PHP, Pemberi Harapan Palsu. Sampulnya bagus banget, ternyata isinya biasa-biasa saja bahkan buruk!

Sebaliknya, ada beberapa buku bercover ala kadarnya, tapi nggak nyangka isinya warbyasah. Seperti buku genre humor yang sedang kubaca sekarang-sekarang ini. Keren dan lucunya lucu banget. Kalau mau ikutan membaca silakan Klik Disini!

Dalam dunia perbukuan termasuk dunia perbukuan online seperti Wattpad, cover turut mempengaruhi keberhasilan sebuah buku di pasaran. Cover bisa menjadi daya tarik pertama selain judul. Jadi kalau ingin karya yang akan dipublikasikan di Wattpad meraih sukses besar, salah satu langkah awal yang tak boleh diabaikan adalah membuat cover yang kece badai!

Cara membuat cover buku di Wattpad bermacam-macam. Malah ada aplikasi android khusus membuat sampul Wattpad namanya Covers By Wattpad. Bisa juga diracik sendiri lewat aplikasi edit foto seperti Photoshop, Pixlr Editor, Canva dan lain-lain. Atau kalau nggak bisa membuat sendiri, bisa pesan ke jasa pembuat sampul buku yang banyak beredar di internet.

Judul Yang Keren

Selain sampul, judul juga ikut andil dalam menarik minat readers untuk membaca karya kita. Membuat judul memang bukanlah pekerjaan yang mudah tapi sebenarnya juga tidak terlalu susah. Susah-susah gampang. Gampang-gampang susah.

Namun jika ingin buku yang kamu terbitkan di Wattpad dibaca banyak orang, jangan meremehkan faktor judul. Pikirkan judul yang unik, tidak pasaran, mampu membuat penasaran pembaca dan mudah merasuk dalam ingatan mereka.

Buat Prolog Sebagus-bagusnya

Prolog merupakan bagian awal sebuah buku cerita fiksi, yang bisa menentukan nasib buku tersebut apakah akan terus dibaca atau ditinggalkan.

Tanpa bermaksud mengesampingkan bagian-bagian lain, bagian prolog perlu diberi penanganan khusus. Tulis prolog sebaik-baiknya, sehingga mampu memikat pembaca untuk membaca bagian-bagian berikutnya hingga akhir!

Share ke Sosial Media

Cara paling mudah meraup banyak pembaca adalah dengan membagikan setiap bagian cerita ke jejaring sosial dan surat elektronik. Jika mengakses melalui website di desktop (komputer/laptop), tinggal klik ikon-ikon sosmed yang ada di akhir setiap part. Media sosial yang tersedia cukup komplit seperti Facebook, Twitter, Google Plus, Tumblr, Pinterest dan Email.

Ikon Share berbagai Sosial Media

Sementara kalau via aplikasi Wattpad di smartphone Android ataupun iOS, media sharingnya jauh lebih banyak lagi. Bisa ke semua aplikasi sosial yang ada di gadget kamu, seperti BBM, WhatsApp, Line, ShareIt, Blogger, Instagram, SMS, Bluetooth dan aplikasi sosial lain yang terinstal di handphone kamu.

Dan biar sharingnya efektif, lakukan di waktu-waktu pengguna media sosial sedang banyak yang online. Tapi sebaiknya bagikan sewajarnya saja. Kalau terlalu sering bisa-bisa kita malah dianggap nyepam dan dihapus dari daftar pertemanan.

Promosikan di Blog Pribadi

Bagi author yang merangkap sebagai seorang blogger, punya kesempatan bagus merekomendasikan karya yang diposting di Wattpad kepada para pembaca blognya.

Dari pengamatanku, di search engine, tulisan-tulisan di blog lebih unggul dibanding tulisan yang ada Wattpad. Oleh karena itu, blog bisa menjadi media yang tepat untuk mempromosikan novel kamu yang dipublikasikan di Wattpad.

Cara mempromosikannya dengan menulis artikel review yang berisi sinopsis novel dan keunggulan-keunggulannya. Selain itu, juga bisa dengan membuat barner iklan di sidebar yang ditanami link menuju cerita kamu yang ada di Wattpad.

Rajin Membaca dan Mengapresiasi Karya Author Lain


Menjadi penulis tapi malas membaca apalah jadinya. Membaca adalah salah satu nutrisi penting bagi seorang penulis. Membaca akan memperkaya kosa kata. Dari membaca bisa mendapat banyak inspirasi. Tanpa membaca, lama-lama seorang penulis bisa mengalami kekeringan ide.

Dan sebagai penulis di Wattpad, membaca dan mengapresiasi karya author lain bisa mendapat lebih dari itu. Kita bisa memperoleh ilmu sekaligus berteman akrab dengan mereka. Di kesempatan lain, mereka pasti gantian membaca dan mengapresiasi tulisan kita.

Cara mengapresiasinya cukup dengan memberi vote dan komen setiap selesai membaca satu part karya mereka. Pastikan kamu benar-benar membaca tulisan mereka, sehingga komen yang kamu berikan tidak melenceng jauh dari isi cerita.

Sapa Mereka Para Kutu Buku

Tidak semua orang yang membuat akun Wattpad bertujuan untuk mempublikasikan karya. Banyak banget yang tujuannya murni sebagai pembaca. Ciri-cirinya; tidak memiliki karya, mengikuti banyak author, punya pengikut sedikit bahkan 0 followers, reading list-nya banyak, dan di riwayat aktivitas di dindingnya ia sangat aktif memberi vote dan komen pada buku-buku yang dibacanya.

Nah, kalau ketemu akun dengan ciri seperti itu, jangan sungkan menyapa mereka. Tawarkan ceritamu kepada mereka. Lakukan dengan kata-kata sopan dan bersahabat. Jangan memaksa.

Gabung di Komunitas

Banyak sekali komunitas-komunitas Wattpad di sosial media, termasuk di group-group sosial media messenger berbasis chating kayak Line, BBM dan WhatsApp. Bergabunglah di komunitas yang menurut kamu cocok. Tapi jangan sekedar gabung. Sesekali kamu harus aktif berdiskusi di dalam komunitas itu. Jangan cuma sekedar promosi-promosi cerita sendiri.

Biasanya di dalam group juga ada pengguna Wattpad yang berbaik hati menawarkan jasa merekomendasi cerita. Jangan sia-siakan kesempatan itu, coba tawarkan karya kamu.

Rutin Menulis

Salah satu ciri khas Wattpad adalah cerita yang diposting secara berkala part demi part. Mirip episode dalam sinetron TV. Supaya jumlah pembaca karangan kita terus naik, kita harus rutin menerbitkan kelanjutan cerita yang kita tulis sampai tamat. Entah satu hari satu part, tiga hari satu part, atau seminggu satu part.

Kalau tidak rutin meneruskan cerita, apalagi dibiarkan terbengkalai hingga berbulan-bulan, dijamin para pembaca lama akan lari dan sulit mendapatkan pembaca baru.

Membuat Banyak Part

Jika menulis untuk penerbit ada batas maksimal jumlah halaman dan karakter, menulis di Wattpad tidak ada aturan seperti itu. Author bebas menumpahkan imajinasi fiksi sebanyak yang dia mampu. Selama mampu menyajikan plot cerita yang menarik, syah-syah saja seorang pengarang di Wattpad menulis hingga ratusan part.

Cara ini sangat efektif meningkatkan jumlah viewer sebuah cerita. Misalnya kamu bisa menulis 100 part, kemudian dalam satu part dibaca 10.000 kali saja, tinggal dikalikan berapa total viewnya. Udah jutaan! Saking efektifnya, beberapa author ada yang sengaja menambah-nambah part yang padahal bukan termasuk plot cerita.

Membuat Judul Yang Nyerempet-nyerempet Buku Populer

Cara ini semacam mendompleng judul cerita lain yang sedang ngehits di Wattpad. Sering terjadi, membuat judul yang sedikit mirip dengan buku-buku yang sedang populer, juga akan berimbas kepada cerita yang berjudul mirip tersebut ikut laris manis. Hal ini terjadi karena sistem di Wattpad yang selalu merekomendasikan cerita-cerita serupa kepada pembacanya. Semakin banyak pembaca buku yang sedang ngetop itu, semakin sering pula buku-buku lain yang berjudul mirip-mirip tersebut direkomendasikan.

Misalnya ada buku berjudul ‘Wali Kelasku Tunanganku’ dibaca jutaan kali dan selalu masuk 10 besar ranking story Wattpad, nah terkadang ada author-author yang memanfaatkan situasi ini dengan memodifikasi judul tersebut tapi dengan jalan cerita yang berbeda. Misalnya diberi judul 'Asmara Wali Kelas’, 'Ada Apa Dengan Wali Kelas?’, 'Walikelas Berkelas’, 'Walikelas Vs Walikota’, dan sebagainya.

Isi Konten Yang Sebaik Mungkin!

Puncak dari segala cara di atas adalah isi buku yang bagus! Meliputi plot cerita yang menarik, nama-nama tokoh yang nggak pasaran, konflik yang bikin baper dan membuat penasaran pembaca untuk terus menikmati hingga part terakhir. Penempatan tanda baca yang tepat pada tempatnya. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami walau tidak mengikuti EYD secara paripurna.

Percuma saja kita rajin promosi ke lapak-lapak author lain, gencar share ke sosial media, sampul buku yang amat sangat artistik, judul buku yang super duper keren, prolog yang begitu memukau, tapi isi ceritanya justru amburadul dan sama sekali tidak menarik. Jalan cerita yang biasa-biasa saja bahkan cenderung tak jelas.

Apalagi kalau diperparah dengan banyaknya singkatan-singkatan bahkan terselip tulisan-tulisan alay. Kalau seperti ini, baru membaca dua atau tiga bagian saja, pembaca akan segera enyah dan tak akan kembali lagi.

Demikianlah tips meningkatkan jumlah pembaca tulisan di Wattpad bagi author yang hanya memiliki sedikit follower. Beberapa cara di atas sudah aku terapkan di novel Zuck Linn, novel komedi yang telah aku terbitkan di Wattpad. Dan hasilnya cukup lumayan menaikkan trafik pembaca meski di dunia orange tersebut aku hanyalah seorang fakir follower. Happy Writing. ^^

Candi Cetho Lereng Gunung Lawu, Perpaduan Apik Wisata Alam dan Sejarah Kerajaan Majapahit

Candi Cetho merupakan kompleks bangunan bersejarah bercorak agama Hindu yang berada di lereng Gunung Lawu. Candi yang dibangun pada masa-masa menjelang runtuhnya kerajaan Majapahit  ini, telah mengalami banyak pemugaran sehingga menjadi semegah seperti bisa kita lihat sekarang ini. Dulu, saat pertama kali ditemukan pada tahun 1842, kondisi Candi Cetho begitu memprihatinkan. Hanya berupa runtuhan bangunan yang tertutup lumut dan sebagian teruruk tanah.


Pesona Candi Cetho Karanganyar

Pagi itu, bersama travelmate Anggun Josie Pasemawati, aku mendatangi Candi Cetho untuk mengisi hari libur akhir pekan. Kami datang nggak dijemput pulang nggak diantar. Mirip-mirip jelangkung memang. Tapi tak apa.

Kami berangkat dari kota Surakarta kira-kira jam tujuh dan berharap ketika sampai tempatnya sudah buka. Menurut informasi yang kami peroleh dari sumber terpercaya, jam buka Candi Cetho adalah dari jam 08.00 pagi sampai jam 17.00 sore Waktu Indonesia Barat.

Lokasi atau alamat Cetho ada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Posisinya yang berada di ketinggian 1.496 mdpl, membuat suhu di kawasan Candi Cetho begitu sejuk dan kerap berkabut. Kawasan Candi Cetho juga merupakan jalur baru pendakian Gunung Lawu 3.266 mdpl, melengkapi dua jalur sebelumnya yang sudah lebih dulu populer; Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu.

Cara menuju lokasi Candi Cetho jika dari arah kota Solo kayak kami, ketika sampai di pertigaan Candi Sukuh pilih yang berbelok ke kiri. Jarak tempuhnya dari kota Solo ke pertigaan ini sekitar satu jam perjalanan. Sebaliknya, jika datangnya dari arah kota Tawangmangu atau Magetan, di pertigaan Candi Sukuh beloknya belok kanan. Dan nggak perlu khawatir, di persimpangan itu jalan yang mengarah ke Candi Cetho sangat mudah terlihat karena juga merupakan jalan besar dan ada papan petunjuk arah.

Indahnya Candi Cetho

Aku pribadi, dari pertigaan ke Candi Cetho menghabiskan waktu sekitar sejam. Jaraknya sebenarnya sudah tidak terlalu jauh. Hanya saja, suasana dan kondisi di jalan yang membuat aku tidak bisa melarikan motor kencang-kencang.

Misalnya saat melewati kebun teh Kemuning. Aku terpaksa melambatkan laju motor karena sambil tolah-toleh melihat indahnya pemandangan alam lereng gunung Lawu. Sesekali bahkan harus berhenti untuk foto-foto dan demi lebih khusyuk menikmati kecenya perkebunan teh yang terhampar luas bagaikan bentangan karpet hijau.

Selain terhambat oleh pemandangan indah, penyebab perjalanan kami tidak bisa cepat juga karena kondisi jalan yang banyak menanjak dan sesekali dihiasi lubang-lubang dari aspal yang mulai rusak mungkin akibat pergaulan bebas.

Foto cewek cantik di Candi Cetho

Bahkan dua kilometer menjelang tiba di kompleks Candi Cetho, treknya benar-benar berubah ganas. Berkelok-kelok disertai tanjakan-tanjakan yang tajam. Sudut kemiringannya mungkin mencapai 50 derajat. Hal yang wajar mengingat letak Candi Cetho berada di kaki gunung Lawu. Kendaraan harus merayap menyusuri lereng-lereng gunung untuk menuju lokasi. Kulihat beberapa pengunjung yang mengendarai motor bebek dan motor matic, terpaksa menurunkan penumpangnya karena motor tidak sanggup dipakai berboncengan.

Spot foto keren di Candi Cetho

Serunya saat aku ke sana, kabut di sekitar Candi Cetho sedang tebal banget. Lampu motor hanya tembus sekitar sembilan meter saja. Kalau tidak hati-hati bisa terperosok keluar badan jalan. Untungnya di setiap tikungan ada petugas yang memberi aba-aba.

Tiba di tempat, kami disambut beberapa warga sekitar yang mengibar-ngibarkan bendera menawarkan jasa parkir. Tapi aku memilih parkir di tidak jauh dari loket. Biaya parkir kendaraan di Candi Cetho untuk sepeda Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk kendaraan roda empat alias mobil.

Sementara harga tiket masuk ke Candi Cetho adalah Rp 7.500. Harga segitu untuk turis lokal. Buat kamu yang berasal dari luar negeri harga karcisnya Rp 25.000. Selain itu masih ada biaya sewa kain Kapuh. Kain Kapuhnya bercorak kotak-kotak hitam putih mirip papan catur. Harga sewanya seikhlasnya. Setiap pengunjung yang masuk lokasi Candi Cetho wajib mengenakan kain Kampuh dengan cara diikat melingkar lebar di pinggang. Semacam tapih gitulah kalau dalam bahasa Jawanya. Tidak boleh dengan cara lain misalnya digunakan sebagai syal atau diikat kecil kayak sabuk. Kalau tidak tahu cara memasangnya, bisa minta bantu ke petugas-petugas yang bertugas di sana.

Luas kompleks percandian Cetho sekitar satu hektar dikelilingi ladang-ladang warga dan hutan lereng Gunung Lawu. Bangunan candinya memanjang naik berbentuk punden berundak-undak sebanyak 14 tingkat. Sembilan tingkat di antaranya sudah dipugar cantik dan terbuka untuk umum.

Setiap tingkatan atau punden memiliki spot foto yang keren-keren. Terutama di gapura utama yang berbentuk candi bentar yang ala-ala Bali itu. Di sana paling laris digunakan pelancong untuk foto-foto. Berdiri di gapura itu, kita akan disuguhi pemandangan alam di sekitar Candi Cetho yang begitu mempesona. Kalau cuaca cerah berawan tak berkabut, pengunjung bisa merasakan sensasi berdiri sejajar dengan awan.

Tapi seyogyanya setiap pengunjung bisa sedikit merenung, bahwa Candi Cetho bukan sekedar tumpukan batu yang bagus untuk background foto yang akan dipamer di sosial media. Di baliknya, tersimpan sejarah kelam kemunduran kerajaan Majapahit. Hasil penelitian mengungkapkan, pembangunan Candi Cetho adalah sebagai sarana pemujaan dan meruwat kerajaan Majapahit, yang pada masa itu terus dilanda konflik perpecahan jelang kehancurannya.

Setelah membeli karcis dan mengenakan kain Kampuh, kami mulai memasuki kompleks Candi Cetho. Cuaca begitu dingin. Kabut tebal menyelimuti kawasan candi membuat suasana tampak gelap meski hari sudah beranjak siang.

Di tingkat pertama kami disambut papan informasi tentang Candi Cetho dan sepasang arca penjaga yang berdiri saling membelakangi. Naik ke teras tingkat kedua, gantian megahnya gerbang berbentuk candi Bentar yang menyambut kami. Gapura ini merupakan bangunan tambahan saat pemugaran. Walau banyak para ahli arkeologi meragukan kebenaran keberadaan gerbang seperti itu di masa  Candi Cetho yang asli dulu, tapi tak bisa dipungkiri bahwa adanya gapura itu sukses membuat destinasi ini semakin menarik.

Dari tingkat tiga sampai tingkat lima lebih merupakan halaman candi. Masuk ke teras keenam ada gapura yang pada dindingnya berisi tulisan tahun pembuatan candi berserta tujuan pembangunannya dalam bentuk tulisan Jawa kuno.

Candi Cetho objek wisata unggulan di Karanganyar

Pengunjung Candi Cetho menggunakan kain Kampuh

Pemandangan indah di Candi Cetho

Di tingkatan-tingkatan selanjutnya, ada batu yang dijejer-jejer rapi menyerupai gambar kura-kura raksasa. Ada yang menyimbolkan alat reproduksi pria. Ada juga beberapa simbol beberapa jenis hewan. Ada beberapa arca dan tempat pertapaan. Dan di tingkat paling atas terdapat bangunan berbentuk kubus dibalut bendera merah putih. Tapi bagian puncak ini tertutup dan terkunci. Wisatawan tidak diperkenankan masuk.

Candi Cetho lereng Gunung Lawu

Kurang lebih dua jam aku dan Neng Josie jalan-jalan selow di kompleks Candi Cetho. Terbayang betapa hebatnya orang-orang pada masa lampau. Mendirikan tempat pemujaan di medan yang berat lereng gunung, lalu untuk melaksanakan peribadatan harus berjalan kaki mendaki gunung membelah belantara dalam suhu yang begitu dingin. Apa kabar aku yang untuk ke masjid berjarak 100 meter aja males-malesan?

Kiranya sampai di sini cerita tentang perjalanan kami ke Candi Cetho, pariwisata andalan Karanganyar, Jawa Tengah. Buat yang berniat ngetrip ke sini, jangan lupa selama di kompleks Candi menjaga perilaku serta sopan santun. Jangan bersenda gurau berlebihan, ketawa cekakakan, ngomong asal jeplak, jangan alay pecicilan dan jangan buang sampah sembarangan. Sebab selain objek wisata nan eksotis, Candi Cetho juga merupakan tempat pemujaan bagi umat Hindu yang sangat dikeramatkan. Happy Travelling.


Kebun Teh Kemuning, Satu Lagi Tempat Bagus di Tawangmangu Untuk Travelling

Alamat atau Lokasi Kebun Teh Kemuning ada di Ngargoyoso, Desa Kemuning, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Panorama kebun tehnya yang menyegarkan, serta letaknya yang strategis berada di jalur keluar masuk pengunjung Candi Cetho dan pendaki Gunung Lawu via jalur Candi Ceto membuat Kebun Teh Kemuning kerap dijadikan tempat ampiran favorit oleh para traveler.

Pemandangan alam objek wisata kebun teh Kemuning

Sering terjadi, saat traveling menuju ke suatu tempat kita akan melewati tempat-tempat lain yang tak kalah menarik. Kejadian seperti ini pasti akan dialami oleh para wisatawan yang akan bertandang ke Candi Cetho. Sebelum sampai di tujuan, suka tidak suka mereka akan disuguhi pemandangan indah kebun teh lereng Gunung Lawu. Itu mutlak. Karena salah satu jalan di kebun teh tersebut, merupakan satu-satunya akses menuju ke dan kembali dari Candi Cetho. 

Mayoritas pengunjung Candi Cetho terutama saat pulang, pasti akan berhenti menikmati hijaunya kebun teh yang terhampar luas. Berbukit-bukit dan berselimut kabut. Banyak spot foto keren yang Instagenik dan Instagramable. Udaranya segar. Suasananya sudah pasti adem. Perkebunan itu ada di sepanjang jalan, jadi pelancong yang berhenti tidak terfokus di satu tempat. Mereka bisa memilih sembarang.

Argowisata Kebun Teh Kemuning Tawanangu Karanganyar

Sebenarnya tanpa harus mampir, panoramanya tetap bisa dinikmati sambil jalan. Tapi tentu tingkat kepuasannya tidak maksimal. Juga tidak bisa foto-foto untuk dipamerkan kepada teman-teman yang kurang piknik. Dan model menikmati pemandangan sambil jalan itu sudah dipakai saat berangkat tadi. Jadi pulangnya memang banyak menyempatkan yang mampir.

Pun aku dan Neng Josie. Kami singgah di kebun teh karena mau melihat pohon teh. Pastinya seperti itu. Namanya juga kebun teh, tentu yang dilihat pohon teh. Kalau yang mau dilihat nyamuk, semut rang-rang, laler ijo, harimau, gajah, tentu singgahnya ke kebun binatang.

Menyaksikan tanaman teh secara langsung seperti itu bagiku adalah peristiwa yang sangat langka. Jadi kesempatan itu harus dimanfaatkan sejadi-jadinya. Sebelumnya aku baru dua kali melihat kebun teh: kebun teh Sirah Kencong, Blitar dan Kebun Teh di Pematang Siantar. Tapi sekedar melihat. Yang di Blitar melewati kebun teh dengan tujuan utamanya ke air terjun Sirah Kencong. Yang di Pematang Siantar lebih parah lagi, cuma bisa melihat dari dalam mobil.

Sementara di kebun teh Kemuning ini aku bisa berbaur di tengah-tengah mereka. Bisa memandang dari dekat warna mereka yang hijau kayak daun. Dan bersentuhan langsung dengan daunnya, yang konon air olahannya yang telah basi bisa dimanfaatkan untuk membesarkan sesuatu.

Foto gadis cantik di kebun teh

Baiklah, supaya kamu yang menemukan artikel ini tidak cuma membaca cerita perjalanan yang nggak berkesan dan tanpa makna, aku share sedikit informasi tentang kebun Teh Kemuning. Siapa tahu bisa menjadi referensi serta menambah wawasan wisata kita semua.

Harga tiket masuk ke objek wisata kebun teh Kemunin, kalau sekedar muter-muter di kawasan perkebunan adalah Rp 0 alias gratis. Tapi di area yang dinamakan Kali Pucung, ada berbagai wahana permainan dan hiburan seperti flying fox, paralayang, menyusuri arus sungai menaiki ban, menunggang kuda, paint ball, dan sebagainya. Nah untuk menikmati semua itu nggak gratis, kecuali kalau itu semua milik nenek lo.

Ada juga trek bersepeda yang seru banget, menembus kabut dan membelah luasnya perkebunan teh. Lintasan sepeda ini berada di area Padepokan Segara Gunung dan Dusun Sumber Sari. Udah giti bagi traveler yang mau kemah, panitia juga telah menyediakan beberapa camping ground. Tapi paling favorit adalah Bumi Perkemahan Segara Gunung.

Biar traveling ke kebun teh Kemuning semakin klop, jangan lupa minum teh asli yang dipetik dari perkebunan teh Kemuning. Sajian istimewa itu bisa didapatkan warung-warung teh yang banyak terdapat di sana seperti Resto Kemuning Indah, Omah Kodok, Bale Branti dan kabarnya yang paling terkenal adalah kedai teh Ndoro Dongker. Di sini aku cuma sekedar ngasih tau aja. Soalnya aku sendiri juga nggak mampir di satu pun warung yang aku promosikan itu.

Spot Foto keren di kebun teh Kemuning

Itulah sepenggal kisah kami singgah di Argowisata Kebun Teh Kemuning Tawangmangu Karanganyar. Buat teman-teman traveler yang punya planning ke Candi Cetho atau mendaki Gunung Lawu via Candhi Cetho, sambil lewat tidak ada salahnya mampir ke sini. Happy Traveling.

Trip Santai ke Umbul Pecinan dan Kolam Renang Objek Wisata Batu Seribu Sukoharjo

Objek wisata Batu Seribu atau ada juga yang menyebutnya Bangseng, merupakan kawasan wisata yang sudah beroperasi sejak tahun 1993. Di dalamnya ada banyak tempat menarik untuk dihampiri. Cocok buat travelers yang ingin mengunjugi banyak destinasi dalam satu lokasi.

Kepala Naga di Kolam Renang Batu Seribu Sukoharjo

Soal travelling, aku bukan tipikal orang yang selektif pilih-pilih tempat. Mau apakah itu ke objek wisata terkenal atau bukan, bahkan biar pun itu sama sekali bukan tempat wisata. Yang penting ketika sudah berada di sana aku merasa bahagia. Entah bahagianya karena pemandangannya bagus, menemukan pengalaman baru, bisa melihat tempat-tempat yang jauh, mengenal masyarakat sekitarnya, puas karena bisa mencapai tempat tersebut, bersama teman traveling yang menyenangkan, dan berbagai sumber kebahagiaan lain yang terkadang muncul tak terduga di dalam perjalanan.

Seperti salah satu cerita perjalananku ini, ke kolam renang di kawasan wisata Bukit Seribu, Sukoharjo. Meskipun berada di kawasan wisata, yang namanya kolam renang di mana-mana modelnya kurang lebih sama saja: kolam berisi air untuk jeguran. Dan tempat rekreasi semacam ini banyak banget bertebaran di mana-mana di seluruh pelosok seantero negeri. Ngapain harus byayakan jauh sampai ke Sukoharjo. Apa nggak kurang jauh, Mas?!

Apalagi kalau dihitung dari alamat yang tertulis di kartu-kartu identitasku, Pekanbaru. Ribuan kilometer menyebrang laut segala. Dihitung dari tempat tinggalku saat itu saja, Surabaya, sudah kejauhan banget mainnya, kalau yang dituju cuma kolam renang.

Kurang apa Water Boom Kenjeran Surabaya? Dari segi kemewahan dan kelengkapan sarana, Water Boom Kenjeran Surabaya memang jauh lebih baik. Tapi biarpun banyak water boom yang lebih baik di luar sana, tidak ada yang bisa menghapus kenyataan bahwa aku pernah ke Kolam Renang Batu Seribu. Aku pernah menjejakkan kaki di sana. Seperti apa bahagia dan bangganya itu aku sulit menjelaskan. Hanya bisa dirasakan oleh traveler-traveler divisi bawah kayak aku begini.

Wisata Umbul Pecinan Objek Wisata Batu Seribu

Mungkin ada yang mengira aku ke Kawasan Wisata Batu Seribu sekedar mampir, karena ada acara keluarga di Sukoharjo. No! Jangankan keluarga, sekedar teman yang kenal secara pribadi pun aku tak punya di wilayah Sukoharjo. Baru ketika aku posting di Facebook dan Instagram, bahwa aku lagi jalan-jalan di Sukoharjo, ada beberapa teman social media yang kaget dan berkirim pesan.

Loh sampeyan sampai Sukoharjo, Mas Zuk?! Kok nggak bilang-bilang?! Kok mampir?! Rumahku juga di situ. Aku di rumah punya ayam banyak, kalau sampeyan mampir nanti tak sembelih…

Tentu saja aku memilih nggak mampir. Daripada disembilih pemuda setempat yang kejam itu. Lagi pun saat posting itu aku sudah nggak di Sukoharjo lagi. Aku sudah kambek di kota Pahlawan.

Kawasan Wisata Alam Batu Seribu Sukoharjo

Jadi memang seperti itu. Kunjunganku jauh-jauh ke kolam renang ini adalah murni travelling. Bukan kunjungan bilateral mempererat hubungan antar ke dua Negara, mencari kitab suci, atau pun kepentingan-kepentingan nggak penting lainnya hihihi.

Memang selama beberapa jam di Sukoharjo, tak cuma kolam renang Batu Seribu yang kami satroni. Sejam sebelumnya kami baru saja turun dari pendakian Gunung Sepikul, bekas lokasi syuting sinetron Wiro sableng yang legendaris itu. Kolam renang aku datangi karena masih sekawasan wisata Batu Seribu. Mungkin kalau traveler-traveler lain, bakal langsung pergi sehabis dari Bukit Sepikul. Cuma kolam renang ini.

Selain Bukit Sepikul dan Kolam Renang, di taman wisata Batu Seribu juga terdapat gardu pandang di puncak batu seribu, Sendang Kyai Truna Lele, Umbul Pecinan, camping ground bagi pelancong yang ingin kemah, ada juga playground sebagai tempat bermain bagi pengunjung anak-anak.

Lokasi atau alamat lengkap objek wisata Batu Seribu ada di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan merupakan salah satu objek wisata andalan di wilayah Solo Raya.

Spot Foto Keren di Kawasan Wisata Batu Seribu Sukoharjo

Banyak treveler yang mengatakan ‘Setiap tempat memiliki cerita yang berbeda’ itu seratus persen bener banget. Meski ada banyak kolam renang di bumi ini, Kolam Renang Batu Seribu tetaplah memiliki perbedaan.

Bila kebanyakan kolam renang berada di daerah pemukiman, kolam renang Batu Seribu dibangun jauh di tengah hutan. Airnya bersumber langsung dari mata air alami Umbul Pecinan. Udah gitu untuk menuju lokasi harus melewati hutan-hutan jati, beraspal sempit dan bergelombang.

Dari Bukit Sepikul ke kolam renang Umbul Pecinan menelan waktu sekitar 20 menit. Sebelum memasuki hutan jati, ada sebuah kolam yang terkenal dengan sebutan Sendang Kyai Truna Lele. Masyarakat setempat percaya di dalam sendang itu ada ikan lele putih keramat jelmaan Raja Trunalele. Pengunjung diperbolehkan berdiri di sekitar sendang, melihat ikan-ikan berenang dan memberi makan mereka. Tapi tidak diizinkan mengambil foto dan video.

Setelah Sendang Kyai Truna Lele, perjalanan berlanjut menyusuri hutan jati. Di dalam hutan nanti kita akan bertemu pos. Pos itu bukan pos ronda apalagi posyandu. Itu adalah loket tempat pengunjung membeli karcis. Harga tiket masuk ke kolam renang Batu Seribu cuma Rp 4.000 per orang.

Dari loket perjalanan berlanjut kembali menyusuri hutan yang banyak pohonnya. Tak berapa lama kita akan sampai di lapangan parkir. Biaya parkirnya Rp 2.000 untuk sepeda motor. Untuk mobil aku tidak tahu.

Di lokasi parkir ada naga raksasa lagi mangap dan dikawal sepasang babi bertaring panjang. Untuk menuju lokasi kolam renang, kita harus memasukkan diri ke badan naga melalui mulutnya yang terus menganga itu. Kita jadi kayak ditelan hidup-hidup oleh sang naga. Mulut naga itu memang merupakan pintu masuk dan badannya menjadi terowongan menuju kolam renang. Keluar dari terowongan kita akan menuruni anak tangga hingga ke dasar bukit. Lokasi kolam renang memang berada di bawah bukit, dan juga dikelilingi bukit-bukit dengan pohon-pohon tinggi dan berdaun lebat. Suasananya jadi sejuk kayak di hutan.

Selanjutnya sebelum ke kolam renang, kita bisa mampir dulu melihat Umbul Pacinan yang berada di bawah pohon Gondang. Umbul atau kalau dalam bahasa Indonesia artinya mata air, mengeluarkan air dari celah-celah akar pohon Gondang tersebut. Air yang keluar membentuk genangan, lalu dialirkan melalui pipa-pipa untuk mengisi kolam renang.

Hal lain yang membedakannya, jika di banyak tempat biasanya kolam renang disertai wahana permainan air lain, di Kolam Renang Batu Seribu tidak. Di sini murni kolam renang tok. Ada tiga kolam renang dengan kedalaman yang bervariasi. Kolam yang pertama airnya nggak terlalu bening, tapi ukurannya lebih luas. Kolam kedua ukurannya lebih kecil, tapi airnya bening banget sampai membiru karena dinding kolamnya dicat biru. Dan yang ketiga kolam renang dangkal yang diperuntukkan bagi perenang anak-anak.

Kalau kolam 1 free, kolam 2 dan 3 kayaknya harus beli karcis lagi. Soalnya lokasinya berpagar dan di pintu masuknya ada semacam ruangan loket. Tapi pas aku ke sana, pintu pagarnya dibiarkan terbuka lebar. Penjaga loketnya nggak ada, mungkin sedang mudik lebaran. Atau mungkin karena lagi sepi pengunjung jadi dibebaskan masuk. Di dunia ini segala kemungkinan bisa terjadi.

Kolam renang Umbul Pecinan Batu Seribu Sukoharjo

Menyaksikan beningnya kolam 2, waktu itu aku sempat ingin menceburkan diri ke dalamnya. Memamerkan kemampuanku berenang gaya batu kepada orang-orang. Tapi sayang saat itu kolam sedang sepi banget. Nggak ada pengunjung lain selain kami. Jadi percuma pamer kebolehan kalau nggak ada yang nonton. Lagian aku juga lupa nggak bawa bikini xixixi.

Itulah ceritaku dolan ke kolam renang Umbul Pecinan Batu Seribu, Sukoharjo. Terima kasih sudah menyisihkan waktu berharganya untuk membaca postingan tak seberapa ini. Semoga menginspirasi. Happy Travelling.

Baca Juga: Kebun Teh Kemuning, Satu Lagi Tempat Bagus Di Tawangmangu Untuk Travelling

Bendungan Lahor Karangkates, Wisata Seru di Perbatasan Blitar – Malang

Bendungan Lahor pasti sudah tidak asing lagi bagi warga kabupaten Blitar dan Malang. Lokasi Bendungan Lahor memang berada di perbatasan kedua kabupaten itu, tepatnya di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dan tidak jauh dari waduk utama yaitu Bendungan Karangkates alias Bendungan Ir. Sutami.

Bendungan Lahor Karangkates Malang

Luas Bendungan Lahor sekitar lima hektar. Selain sebagai sumber perairan, waduk ini juga digunakan untuk pembudidayaan ikan keramba dan juga bisa menjadi spot mancing mania yang mantap abis. Dan selain itu semua, Bendungan Lahor juga menjadi destinasi wisata yang tak pernah sepi dikunjungi wisatawan.

Sudah berkali-kali aku melewati Bendungan Lahor ini, dan setiap kali lewat aku melihat tempat ini tidak pernah sepi pengunjung meski juga tidak pernah padat-padat banget. Pas lewatnya siang hari, banyak pengunjung duduk-duduk santai berteduh di bawah pohon atau di gazebo-gazebo di tepi danau. Banyak juga yang lesehan manja di warung-warung di pinggir jalan sekitar bendungan.

Di siang hari jarang ada yang nongkrong di pagar bendungan. Kalau pun ada cuma sebentar foto-foto kemudian pergi lagi. Alasannya sudah pasti karena panas. Padahal kalau ingin puas menikmati keindahan pemandangan alam Bendungan Lahor dan sekitarnya secara utuh, atau ingin mendapat hasil foto kece dengan background luasnya perairan, lokasi yang tepat adalah dari daerah sekitar pertengahan pagar bendungan.

Pemandangan Indah Wisata Waduk lahur

Sementara ketika aku lewat sore atau malam hari, kulihat suasananya sering berubah menjadi sebaliknya. Di dalam warung-warung tidak terlalu ramai, gantian di trotoar dan pagar bendungan yang ramai diduduki pengunjung. Apalagi malam minggu, hampir di sepanjang trotoar di samping pagar bendungan penuh dipadati wisatawan.

Mulai dari pasangan muda-mudi pacaran, orang berekreasi sekeluarga, gerobak orang jualan, hingga rombongan-rombongan jomblo yang kehadirannya cuma nambah-nambahin sesak tempat itu saja. Di malam hari seperti itu, akan terlihat puluhan sepeda motor berderet parkir di samping trotoar. Padahal jelas-jelas ada tulisan dilarang parkir di tempat itu. Parah banget, ya? Udah jomblo, suka melanggar peraturan pula!

Selalu ramainya Bendungan Lahor salah satunya karena merupakan tempat wisata yang murah meriah. Pengunjung yang dari arah Malang, harga tiket masuk ke Bendungan Lahor Karangkates untuk sepeda motor cuma Rp 1.000, dan Rp 3.000 untuk mobil. Dan diskriminasinya, pengunjung yang masuk dari arah Blitar tidak dikenakan karcis alias gratis. Berkali-kali aku memasuki Bendungan Lahor dari arah Blitar, di loket pintu masuknya, aku dibiarkan lewat begitu saja.

Spot Foto keren bendungan Lahor Malang

Tapi harga karcis di atas sebenarnya hanya untuk pembayaran biaya melintasi jalan di atas bendungan. Yah semacam bayar tol gitulah. Kalau mau masuk ke dalam taman wisata Waduk Lahor, akan dikenakan tiket lagi. Di dalam Taman Wisata Bendungan Lahor terdapat berbagai macam wahana permainan. Ada arena outbond. Ada banana boat dan speed boat bagi yang wisatawan yang mau keliling bendungan. Disediakan juga taman bermain untuk traveler cilik alias anak-anak.

Selanjutnya informasi tarif parkir kendaraan Bendungan Lahor. Untuk sepeda motor kalau parkir di depan warung lesehan, tarifnya cuma Rp 1.000. Tapi kalau mau melanggar peraturan kayak gerombolan jomblo tadi, parkir saja sembarangan di tepi trotoar dekat pagar bendungan, maka tidak akan dikenakan biaya parkir. Tapi rasakan sendiri kalau nanti dimarahi petugas.

Selain biaya masuk yang murah banget, cara menuju lokasi Bendungan Lahor juga mudah banget. Tidak harus melompati jurang yang dalam atau menyusuri hutan yang penuh onak dan duri. Jalan ke arah bendungan sudah dibuat dua jalur, beraspal bagus dan mulus. Lebih-lebih kalau masuknya dari arah Blitar, lalu lintasnya masih lengang sehingga anti macet dan aman banget buat dipakai kebut-kebutan dengan kecepatan 25 km/h.

Hal lain yang menyebabkan Bendungan Lahor tak pernah sepi pengunjung adalah letaknya yang begitu strategis. Berada persis di tepi jalan lintas Blitar – Malang. Jadi selain orang yang memang sedang berwisata, cukup banyak pengunjung yang aslinya sedang dalam perjalanan dari Blitar ke Malang atau sebaliknya, berhenti sejenak untuk beristirahat.

Banyaknya warung, sejuknya suasana, serta bonus pemandangan alam, membuat Bendungan Lahor banyak dipilih untuk rest area. Pemandangan alam bendungan dan sekitarnya tentu bisa mengobati lelah setelah menempuh perjalanan.
Keindahan Bendungan Lahor perbatasan Malang Blitar

Demikianlah sedikit ceritaku tentang Bendungan Lahor, Karangkates, Malang. Buat sobat traveler yang budiman, kalau kapan-kapan main ke Blitar via Malang, jangan lupa singgah di destinasi ini. Melepas lelah sekaligus menikmati keindahan waduk alias Bendungan Lahor. Happy Traveling.

Baca Juga: Mbolang Ke Air Terjun Coban Pelangi Yang Tak Berpelangi

Mbolang ke Air Terjun Coban Pelangi yang Tak Berpelangi

Lokasi Air Terjun Coban Pelangi masih berada di kawasan Taman Nasional Tengger Bromo Semeru atau sering disingkat TNBS. Tepatnya di Desa Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Air terjun Coban Pelangi Malang

Mengeksplore kawasan TNTBS sepertinya nggak akan tuntas kalau cuma dalam sehari dua hari. Objek wisatanya seabrek-abrek, udah gitu masing-masing tempat memiliki keistimewaan sendiri-sendiri yang sayang kalau dilewatkan. Mungkin, kalau ingin khatam mendatangi seluruhnya, minimal harus meluangkan waktu lebih dari seminggu biar semua tempat terkunjungi dengan baik.

Maksudku terkunjungi dengan baik itu, benar-benar dihampiri, dipuas-puaskan menikmati pemandangannya, menghayati betapa hebatnya Tuhan menciptakan jengkal demi jengkal alam semesta ini. Seperti itu. Bukan seperti traveler-traveler kejar setoran, sekedar mampir sebentar foto-foto terus pergi lagi ke tempat yang lainnya. Kalau begitu caranya mungkin dalam empat hari sudah rampung.

Spot Foto keren di air terjun Malang

Tempat-tempat wisata yang ada di kawasan Taman Nasional Tengger Bromo Semeru (TNBS), selain dua destinasi utama Gunung Bromo dan Gunung Semeru, masih banyak tempat-tempat lainnya seperti Bukit Teletubies, Padang Savana, Lautan Pasir, Penanjakan 1, Penanjakan 2, Bukit Kingkong, Bukit Cinta Bromo, Bukit Cinta Semeru, Oro-oro Ombo, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Puncak B29, Air Terjun Coban Pelangi, Coban Trisula, Omah Kayu dan mungkin masih ada lagi yang belum aku ketahui atau terlewatkan aku tulis. Banyak banget pokoknya.

Di postingan ini, aku akan berbagi cerita tentang jalan-jalanku ke Air Terjun Coban Pelangi beberapa waktu lalu, saat pulang dari Gunung Bromo via jalur Tumpang, Malang. Sekedar info, Gunung Bromo memiliki empat jalur keluar masuk yang disediakan untuk wisatawan, yaitu via Sekopuro, Probolinggo, via Wonokitri, Pasuruan, via Tumpang, Malang dan via Senduro, Lumajang.

Setahun yang lalu saat pertama kali ke Gunung Bromo, pulang perginya aku lewat Probolinggo. Lalu kedua kalinya belum lama ini, masuk melalui Pasuruan, dan keluar lewat Tumpang, Malang. Nah, air terjun Coban Pelangi yang akan kita bahas ini adanya di jalur Tumpang, Malang. Makanya waktu itu aku pulang lewat sana. Selain juga karena ingin mencoba semua jalur masuk Gunung Bromo yang tersedia.

Pemandangan indah air terjun Coban Pelangi Malang

Coban Pelangi berada di ketinggian 1400 mdpl. Sementara tinggi air terjunnya sendiri sekitar 110 meter. Karena ketinggiannya itu, percikan-percikan halus air terjun berterbangan di sekitarnya membentuk kabut. Kabut tersebut, ketika tersorot cahaya matahari berwarnanya akan terlihat warna-warni. Makanya air terjun ini dinamakan Coban Pelangi.

Cara menuju lokasi air terjun Coban Pelangi tidak terlalu sulit. Dari kota Malang kira-kira 1 sampai 2 jam berkendara. Pertamanya ke pasar Tumpang dulu. Sampai di sana nanti ada papan petunjuk jalan menuju Gunung Bromo. Jangan malu bertanya jika merasa kurang yakin dengan jalan yang dipilih. Kalau sudah yakin, lanjutkan terus perjalanan sampai ketemu papan bertuliskan ‘Coban Pelangi’ di tepi jalan sebelah kanan.

Karena waktu itu aku datang dari arah Bromo, papan namanya ada di sebelah kiri. Papan nama itu sebagai pemberitahuan bahwa pengunjung telah berada di lokasi. Tapi jangan seneng dulu. Itu baru sampai areal parkir dan loketnya doang. Untuk sampai di air terjun masih harus jalan kaki.

Harga tiket masuk ke air terjun Coban Pelangi di tahun 2017 ini Rp 10.000 per orang. Sementara biaya parkir kendaraan Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Setelah urusan karcis masuk dan restribusi parkir selesai, perjalanan ke air terjun dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh satu kilometer!

Tapi tenang saja, satu kilometer berjalan kaki itu treknya terus menurun. Jadi masih bersahabat dengan lutut dan tidak bikin nafas ngos-ngosan. Tapi jangan terlalu seneng juga. Jalan yang menurun terus itu, berarti saat pulang nanti akan dibalas dengan menanjak terus.

Dalam perjalanan nanti, terdapat beberapa gazebo dan gubuk yang bisa digunakan untuk istirahat kalau lelah. Ada warung-warung yang bisa digunakan untuk makan minum kalau lapar. Ada banyak pepohonan tinggi yang bisa digunakan untuk penek’an kalau mau.

Banyaknya pepohonan itu karena kawasan air terjun Coban Pelangi merupakan hutan cagar alam yang dikelola Perum Perhutani Malang. Sehingga suasananya benar-benar sejuk dan asri. Dalam perjalanan kita bisa nyambi menikmati hijaunya hamparan hutan.

Menjelang sampai air terjun terdapat camping ground. Cocok banget buat traveler yang ingin kemah karena malas pulang atau sedang diusir dari rumah. Setelah melewati camp area itu, ada sungai kecil tapi batunya Masya Allah besar-besar. Tapi tenang, kita tidak perlu nyemplung untuk menyebrangi sungai tersebut. Di atasnya sudah dibangun jembatan selebar dua orang berjalan berdampingan.

Jembatan cinta air terjun Coban Pelangi Malang

Kontruksi bangunan jembatannya seluruhnya terbuat dari batang bambu. Karena itu seharusnya dinamakan jembatan bambu saja, tapi ternyata jembatan itu namanya Jembatan Cinta! Klise banget. Banyak sekali akhir-akhir ini tempat-tempat wisata yang di titik-titik tertentu diberi nama dengan embel-embel ‘cinta’ tanpa memperdulikan perasaan jomblo seperti apa. Bukit cinta lah, jembatan cinta, teluk cinta, batu cinta, dermaga cinta, putus cinta, eh maap. Yang terakhir tadi itu memang pedih banget, Mblo.

Kenapa jembatan bambu di air terjun Coban Pelangi diberi nama Jembatan Cinta? Maaf banget nih aku nggak bisa ngasih tahu. Soalnya kalau aku kasih tahu bakal membuat hati para jomblo semakin nestapa dan nggak sudi main ke sini. Ujung-ujungnya pendapatan Negara dari sektor pariwisata akan menurun.

Jadi sekali lagi maaf, aku nggak bisa ngasih tau kalau jembatan bambu di Coban Pelangi dinamai Jembatan Cinta karena lebarnya didesain pas untuk sepasang kekasih berjalan berduan bergandengan tangan sambil membicarakan masa depan mereka yang ngeblur 17 megapixel. Soshit banget kan?!

Setelah melewati sirotol cinta tersebut, trek berubah sedikit menanjak. Tapi cuma sebentar karena sebentar lagi sudah hampir sampai. Bahkan sambil berjalan sudah terdengar sayup-sayup gemberujuk suara air terjun. Dan belum sampai puncak tanjakan, keindahan air terjun sudah terlihat.

Pemandangan indah air terjun Coban Pelangi Malang

Ya, itulah Coban Pelangi. Yang sayangnya karena aku datang kesorean, penampakan fenomena pelanginya sudah selesai. Agak kecewa tapi tetep ganteng. Lagian emang akunya juga yang kurang teliti, kenapa tidak sejak jauh hari cari-cari informasi tentang jadwal munculnya pelangi di air terjun Coban Pelangi. Kukira pelanginya ada terus selama 24 jam. Ternyata cuma muncul di siang hari antara jam 10.00 hingga jam 14.00. 

Demikian trip aku ke air terjun Coban Pelangi. Buat sobat traveler yang punya planning mendaki Gunung Semeru atau Gunung Bromo via jalur Tumpang, Malang, jangan lupa sisihkan waktu buat singgah di air terjun keren satu ini. Tapi jangan lupa juga, datangnya jangan kesorean biar nggak kayak aku, ketinggalan moment menyaksikan pelangi di air terjun Coban Pelangi. Happy traveling.

Baca JugaTaman Sriwedari Solo, Tongkrongan Seru Buat Para Jomblo