3 Cara Menerbitkan Buku Yang Akan Mewujudkan Mimpimu Menjadi Penulis

Di republik ini, meski minat baca rakyatnya tergolong rendah -kalah telak sama nonton sinetron dan main sosmed-, tapi minat orang-orang untuk menjadi penulis buku masih tetap tinggi. Berbagai strategi dilakukan demi mewujudkan impian tersebut. Ikut seminar-seminar menulis, membaca buku-buku kiat menulis, gabung di komunitas-komunitas kepenulisan, ngakrabin penulis-penulis ternama di jejaring sosial, dan tentu saja berusaha menulis naskah yang nantinya akan dibukukan. Terpampangnya nama pena di sampul buku, menjadi khayalan indah disela-sela kesibukan menyelesaikan naskah.

Dan setelah naskah rampung, selanjutnya adalah memikirkan proses penerbitan. Lewat penerbit mana karya yang sudah susah payah diketik itu akan dicetak menjadi sebuah buku.

Penulis Keren

Setidaknya ada tiga cara menerbitkan buku yang perlu teman-teman calon penulis ketahui. Dari tiga cara tersebut menurutku tak ada yang benar-benar unggul. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dimaklumi. Tapi satu yang pasti, semua orang siapapun itu, asal bisa menulis, pasti bisa menerbitkan buku! Pasti!

Berikut ini ketiga caranya:

Melalui Penerbit Mayor

Cara pertama adalah mengirim naskah ke penerbit Mayor semacam Gramedia, Bukune, Gagas Media, Bentang Pustaka, Diva Press, Penerbit Andi dan lain-lain. Tapi menawarkan naskah ke Penerbit Mayor harus siap dengan risiko penolakan. Penerbit jenis ini sangat selektif dalam memilih naskah yang akan dibukukan. Bahkan mungkin jauh lebih banyak naskah yang ditolak daripada yang diterima.

Agar naskah diterima, syaratnya adalah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh penerbit Mayor yang dituju. Tentang berapa maksimal jumlah halaman, genre apa yang diterima, dikirim melalui email atau via pos, dan berbagai persyaratan lainnya. Dan tiap-tiap Penerbit Mayor memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Syarat dan ketentuannya bisa dilihat di website mereka.

Karena sangat selektif dan banyaknya naskah yang masuk, Penerbit Mayor akan sangat lama memberikan jawaban atas nasib naskah yang dikirim apakah layak diterbitkan atau tidak (ditolak). Biasanya penulis akan dikabari antara 4 sampai 6 bulan sejak naskah dikirim.

Indie Publishing Kenapa Tidak?

Jangan putus asa jika karya berhargamu terus ditolak penerbit-penerbit Mayor, tawarkan saja ke penerbit Minor dijamin pasti akan terbit dalam waktu yang tidak terlalu lama! Penerbit Minor alias Penerbit Indie, memang tidak pilih kasih dalam mencetak naskah. Asal tidak melanggar hukum misalnya menjelek-jelekkan SARA dan mengandung pornografi, naskah bergenre apapun akan diterbitkan.

Memang untuk menerbitkan buku di Penerbit Indie, penulis harus menanggung sendiri biaya produksi. Kemudian buku tersebut juga tidak akan diedarkan di toko-toko buku besar kayak TB Gramedia. Buku-buku keluaran penerbit Indie kebanyakan hanya dijual secara online oleh penerbit dan sang penulis. Kadang ada juga yang dititipkan di toko-toko online seperti Tokopedia, Bukalapak, OLX, dan sebagainya. Ada juga yang dijual dalam bentuk ebook di play store.

Tapi jangan berkecil hati walaupun buku terbit di bawah label Indie. Bisa merangkai kata hingga berlembar-lembar, kemudian menerbitkannya menjadi sebuah buku, adalah sebuah prestasi yang tidak semua orang mampu melakukannya. Banyak kok buku-buku Indie yang kualitasnya melebihi buku produksi Penerbit Mayor. Tidak sedikit juga penulis-penulis yang memilih Penerbit Indie untuk membukukan karya-karya mereka, walaupun sebenarnya punya kans menerbitkan di penerbit Mayor.

Meski dipasarkan secara online, asal dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan strategi yang tepat, penghasilan yang didapat dari buku Indie bisa sangat memuaskan. Terbit di penerbit Mayor pun kalau pada cetakan pertama cuma laku sedikit, penulis juga cuma dapat pendapatan kecil. Dan jangan lupa, royalti dari penerbit Indie jauh lebih tinggi dibanding penerbit Mayor.

Itu kalau yang tujuan utama menulis buku adalah materi. Karena banyak juga penulis buku Indie yang tujuannya karena idealisme! Ingin menerbitkan buku yang 100℅ sesuai dengan pemikirannya, tanpa mau mengikuti selera pasar dan tak ingin naskahnya diubah-ubah editor seperti yang dilakukan di penerbit-penerbit Mayor.

Baca Juga: (Membedah Kelebihan dan Kekurangan Antara Penerbit Mayor degan Penerbit Indie)

Self Publishing Juga Bisa!

Alternatif lainnya yaitu dengan cara Self Publishing alias menerbitkan sendiri naskahmu. Ini hampir sama dengan menerbitkan di Penerbit Indie seperti cara nomor dua di atas. Bedanya, kalau lewat Penerbit Indie di atas artinya kamu masih banyak berurusan dengan pihak lain, yaitu pihak Penerbit Indie. Sementara kalau Self Publishing, kamu sendiri yang mengurus segala proses penerbitan secara mandiri. 

Mulai dari mendesain cover, lay out, ukuran kertas, jenis huruf hingga jumlah halaman. Kemudian biar bukumu sekeren buku-buku yang dikeluarkan penerbit besar, kamu perlu membuat nama penerbit beserta logo penerbit yang nantinya dicantumkan di buku. Jangan lupa buatkan akta notaris untuk nama dan logo penerbit yang kamu buat tadi supaya memiliki badan hukum dan tidak dicap penerbit ilegal.

Dan sebelum dicetak, sebaiknya mengurus ISBN (International Standard Book Number) yang nantinya dicantumkan di sampul belakang dalam bentuk barcode. Dengan adanya ISBN membuat bukumu akan diakui secara internasional dan tersimpan dalam arsip perpustakaan nasional hingga limapuluh tahun ke depan.

Pada tahap percetakan kamu juga yang berperan sepenuhnya. Lebih bagus kalau memiliki mesin percetakan sendiri. Kalaupun tidak, bisa menggunakan jasa percetakan yang banyak tersebar di mana-mana. Bahkan ada beberapa tempat fotokopi dan tukang cetak undangan yang juga bisa mencetak buku.

Dengan kata lain, Self Publishing seperti ini membuat kamu resmi memiliki perusahan penerbitan sendiri. Kamu bebas menerbitkan buku-buku kamu berikutnya, dan juga bisa menerima naskah-naskah dari penulis lain untuk diterbitkan di perusahaanmu. Seru bukan?

Itulah beberapa cara menerbitkan buku yang bisa teman-teman pilih salah satu atau boleh juga kalau mau dijajal ketiga-tiganya. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Happy Writing.

Penggemar Manchester United kalau pas lagi sering menang.

Jangan Lewatkan

0 komentar:

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.