Ingin Bekerja Menjadi TKI Ke Korea Selatan? Ini Dia Syarat, Cara, Serta Biaya Resminya

Cara, syarat serta perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia) ke Korea Selatan. Kalau ngomongin Korea, pastinya banyak warga negara Indonesia yang pengen banget berkunjung ke sana. Kemajuan negaranya, keindahan kota-kota di sana, destinasi wisata yang keren-keren, ditambah lagi lagu-lagu K-POP dan drama Korea banyak yang populer di negara kita, membuat semakin banyak anak bangsa yang bermimpi bisa pergi ke Korea. Baik untuk sekedar jalan-jalan, bekerja menjadi TKI, maupun kombinasi kedua-duanya: bekerja sekaligus bisa traveling keliling Korea. Korea yang dimaksud di sini tentunya Korea Selatan, negerinya Lee Min Ho, Song Joong Ki, Song Hye Kyo, Gong Yoo, dan lain-lain. Bukan Korea Utara miliknya Kim Jong-un.

Negara yang terkenal dengan julukan negeri ginseng ini memang merupakan salah satu negara tujuan kerja yang banyak diminati CTKI (Calon Tenaga Kerja Indonesia). Selain karena negaranya sudah cukup maju, upah yang diberikan di sana juga cukup tinggi dibanding beberapa negara perantauan lainnya.

Lalu berapa sih gaji bekerja jadi TKI di Korea Selatan?

Saat ini, pekerja asing di pabrik-pabrik tertentu di Korsel, bisa mendapat bayaran hingga 30 juta per bulan. Tapi memang tidak semua sebesar itu. Ada juga yang cuma separuhnya. Namun serendah-rendahnya upah di Korea, pekerja setidaknya masih bisa menerima gaji bersih sekitar 10 juta tiap bulan.

Nah buat kamu yang punya mimpi merantau ke Korea namun tidak tahu bagaimana caranya, nggak tau harus mulai dari mana, lewat tulisan ini saya akan memberikan penjelasan mengenai prosedur penempatan TKI ke Korea Selatan.

Baca Juga: Daftar Jenis Pekerjaan Untuk TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Di Korea Selatan 

Untuk diketahui, sekarang ini penempatan pekerja Indonesia ke Korsel sudah sepenuhnya dikelola oleh pemerintah lewat BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), yang bekerja bareng dengan kementerian tenaga kerja Korea melalui program G2G (Government to Government). Jadi kalau ada pihak swasta, oknum LPK, agen penyalur, dan sebagainya yang mengiming-imingi kamu bisa lulus kerja di Korea, kamu perlu hati-hati.

Lulus atau enggaknya kamu dalam seleksi kerja ke Korea adalah tergantung kemampuan, skil dan kondisi kesehatan kamu sendiri. Tidak intervensi dari pihak manapun. Pasalnya proses penempatan TKI ke Korea dijamin beraih dan fair. Tidak ada suap, sogok menyogok, bantuan orang dalam, jimat dukun dan sebagainya.

TKI menikmati Suasana di Korea Selatan

Dan berikut ini tata cara mencari kerja ke Korea Selatan.

1. Memenuhi Segala Persyaratannya


Hal pertama jika kamu punya cita-cita mulya menjadi pahlawan devisa ke negeri Korea Selatan, kamu harus memenuhi segala syarat kriterianya. Antara lain:

  • Pendidikan terakhir minimal SMP sederajat. Bisa MTS (Madrasah Tsanawiyah) dan bisa juga Paket B.
  • Berusia minimal 18 dan maksimal 39 tahun pada saat pendaftaran.
  • Tidak sedang atau pernah menjalani hukuman tindak pidana berat akibat perbuatan kriminal atau lainya.
  • Tidak memiliki catatan pernah dideportasi dari Korea Selatan oleh Pemerintah Korea Selatan.
  • Tidak sedang dicekal bepergian ke luar negeri oleh Pemerintah Indonesia.
  • Diizinkan oleh keluarga yaitu izin orang tua bagi yang masih lajang, dan izin pasangan bagi yang telah menikah.
  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Tidak buta warna parsial.
  • Tidak sedang mengidap penyakit paru-paru, penyakit hepatitis, dan penyakit kelamin.
  • Tidak cacat jari dan amputasi.
  • Tidak pasang susuk dan benda asing lainnya di dalam tubuh.
  • Tidak hamil bagi perempuan.

2. Dokumen-dokumen Yang Diperlukan


Selain syarat kriteria, untuk mencari kerja ke Korea kamu juga harus memiliki berkas-berkas atau dokumen di bawah ini:

  1. KTP Elektronik.
  2. KK (Kartu Keluarga)
  3. Ijazah terakhir minimal SMP.
  4. Akte Kelahiran.
  5. Kartu Pencari Kerja (AK-1) atau Kartu Kuning.
  6. SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dari Polda.
  7. Paspor yang masih berlaku.
  8. Surat izin dari keluarga (orang tua/wali/suami/istri) yang diketahui lurah serta diberi stempel atau cap basah.
  9. Surat Keterangan Tidak Buta Warna yang dikeluarkan dokter dalam jangka waktu 6 bulan terakhir.
  10. Buku rekening tabungan pribadi.
  11. Email pribadi yang masih aktif.

3. Belajar Bahasa Korea


Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan untuk meraih mimpi bekerja ke Korea tentunya adalah menguasai bahasa Korea, baik berbicara, mendengar, menulis dan juga membaca. Kemampuan berbahasa Korea, selain untuk komunikasi nanti pada saat sudah bekerja di sana, juga yang akan diujikan setiap ada pendaftaran penerimaan pekerja ke Korea. Maka dari itu, kemampuan berbahasa Korea adalah mutlak wajib dan tak bisa ditawar-tawar.

Belajar bahasa Korea bisa kamu lakukan mandiri lewat buku-buku, video, internet, mengundang guru privat ke rumah kamu, dan sebagainya. Cara ini tentunya akan lebih murah.

Akan tetapi kalau kesulitan belajar sendiri, kamu bisa ikut kursus bahasa Korea di LPK (Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan) yang membuka kelas untuk calon TKI ke Korea. Kelebihannya jika belajar di LPK, kamu bisa mendapatkan ilmu-ilmu lainnya seputar proses bekerja ke Korea. Sehingga kamu bisa lebih siap saat ikut pendaftaran. Tapi tentunya biaya yang kamu keluarkan untuk belajar di LPK akan lebih mahal dibandingkan jika kamu belajar mandiri.

4. Melakukan Pra Pendaftaran Secara Online


Kalau sudah mahir berbahasa Korea, langkah selanjutnya adalah melakukan pra pendaftaran ketika ada pengumuman pendaftaran CPMI ke Korea dari website BNP2TKI. Pra pendaftaran ini dilaksanakan secara online melalui situs G2G BNP2TKI (g2g.bnp2tki.go.id), jadi bisa kamu lakukan di mana saja yang penting ada akses internet.

Dan ingat, pendaftaran penerimaan CPMI ke Korea ini tidak selalu ada, paling setahun cuma dua tiga kali. Jadi kamu musti rajin-rajin memantau situs BNP2TKI dan menjadi follower sosial medianya biar nggak ketinggalan info.

5. Membayar Biaya Ujian EPS-TOPIK


Setelah melakukan pra pendaftaran secara online, selanjutnya kamu harus membayar biaya ujian sebesar 24 USD alias dolar Amerika. Tinggal dikalikan saja dengan kurs rupiah terhadap dollar pada saat pembayaran. Pembayarannya dilakukan dengan cara ditransfer melalui bank BRI, baik lewat ATM, internet banking, maupun lewat teller. Tidak boleh menggunakan bank lain.

6. Verifikasi Dokumen dan Mengambil Kartu Ujian


Bagi kamu yang telah melakukan pra pendaftaran dan berkas-berkas yang dikirimkan pada saat pra pendaftaran tidak bermasalah, serta sudah membayar biaya ujian, kamu akan dipanggil untuk verifikasi dokumen sekaligus mengambil kartu ujian. Lokasi verifikasi berkas ini biasanya di kota-kota pulau Jawa. Dan kamu wajib datang sesuai jadwal yang telah ditentukan.

7. Mengikuti Ujian EPS-TOPIK


Ujian EPS-TOPIK (Employment Permit System – Test Of Proficiency In Korean) merupakan ujian tahap I. Berupa ujian bahasa Korea, yang berisi ujian membaca (pilihan ganda) dan ujian mendengar masing-masing 20 soal.

Ujian bahasa Korea ini juga dilaksanakan di kota-kota di pulau Jawa, bisa di Jakarta, Bandung atau Semarang. Dan kamu harus datang pada tanggal dan jam yang telah ditetapkan. Tidak tidak ada toleransi kalau sampai kamu telat.

8. Mengikuti Skill Test


Di seleksi tahap I atau ujian EPS-TOPIK biasanya banyak banget peserta yang tidak lulus. Lebih dari separuhnya. Nah kalau kamu beruntung lulus di ujian tahap pertama, kamu berhak mengikuti ujian tahap II yaitu skill test atau tes keterampilan. Tes keterampilan terdiri dari 3 bagian, yaitu test kekuatan fisik, test wawancara dan tes kemampuan dasar.

Skill test ini juga dilaksanakan di pulau Jawa, dan waktunya berbeda dengan ujian bahasa Korea. Tidak dalam satu waktu. Jadi buat kamu yang tinggal di luar Jawa, harus siap bolak balik untuk ikut ujian.

9. Mendapat Sertifikat Digital


Bagi kamu sukses lulus di kedua ujian tersebut di atas, kamu akan mendapatkan sertifikat digital atau e-sertifikat kelulusan. Tapi lulus ujian EPS-TOPIK dan skill test bukan berarti kamu lulus bekerja di Korea. Kamu harus mengirim lamaran kerja dulu ke HRD Korea. E-sertifikat tersebutlah yang akan kamu gunakan untuk melamar kerja ke Korea atau sering disebut sending data.

10. Medical Check Up


Sebelum sending data, kamu wajib MCU (medical check up) atau test kesehatan tahap pertama. Pemeriksaan kesehatan tersebut harus kamu lakukan pada Rumah Sakit atau Klinik yang telah ditentukan oleh BNP2TKI. Nggak boleh di tempat lain.

Nantinya data hasil dari medical checkup itu, juga kamu gunakan untuk mengirim lamaran kerja ke Korea bersamaan dengan e-sertifikat kelulusan dan berkas-berkas yang lain.

12. Membuat Akun EPS-TOPIK


Silahkan membuat akun EPS-TOPIK dengan cara registrasi di situs EPS Korea (eps.go.kr). Akun tersebut nantinya berguna banget untuk memantau perkembangan lamaran kerja kamu. Apakah dicancel, dikembalikan, kontrak kerja diterbitkan, ditandatangani, CCVI keluar, dan lain-lain.

13. Sending Data


Setelah memiliki e-sertifikat kelulusan dan hasil medical check up kamu dinyatakan Fit To Work, kamu sudah bisa sending berkas atau mengajukan lamaran kerja ke Korea. Selain e-sertifikat dan hasil MCU, untuk sending data kamu juga harus mempersiapkan KTP Elektronik, surat ijin keluarga, kartu pencari kerja (AK-1), buku tabungan dan akta kelahiran. Lamaran kerja ini dilakukan dengan sistem online di website G2G BNP2TKI (g2g.bnp2tki.go.id), jadi semua berkas-berkas lamarannya harus kamu scan terlebih dahulu.

Nanti berkas-berkas lamaran kerja kamu akan diverifikasi terlebih dahulu oleh BNP2TKI, untuk selanjutnya dikirimkan ke HRD Korea.

14. Mendapat SLC


Kalau berkas lamaran kamu sudah terkirim dan tidak dikembalikan, itu berarti kamu tinggal menunggu ada majikan pabrik atau perusahaan di Korea yang membutuhkan tenaga kamu untuk dipekerjakan di perusahaannya. Ketika kamu dibutuhkan, maka kamu akan mendapatkan SLC (Standard Labour Contract) atau kontrak kerja.

15. Mengikuti Preliminary Education


Tahap selanjutnya setelah kamu mendapatkan kontrak kerja atau SLC, kamu akan dipanggil untuk melaksanakan Preliminary Training selama 6 hari di Jakarta, atau bisa juga di Cirebon atau Semarang. Kegiatan Prelim ini berisi pelatihan-pelatihan dan berbagai pelajaran sebagai persiapan saat nanti kamu sudah bekerja dan tinggal di Korea sementara waktu sampai kontrak selesai.

Pada saat Preliminary Education selama 6 hari, juga akan ada pemeriksaan kesehatan tahap kedua.

16. CCVI Terbit dan Apply Visa


Setelah selesai mengikuti Preliminary Training, tahap berikutnya ialah menanti CCVI (Confirmation of Certification of Visa Issuance) yang diterbitkan oleh kantor imigrasi Korea sebagai syarat untuk pengajuan visa kerja di Kedutaan Korea Selatan. Kalau CCVI sudah keluar dan visa disetujui, kamu tinggal menunggu panggilan terbang. Yeay!

17. Terbang ke Korea Selatan


Sebelum diberangkatkan, kamu wajib membayar asuransi BPJS Ketenagakerjaan terlebih dahulu. Kamu juga akan dibuatkan E-KTKLN atau Kartu Tanda Kerja Luar Negeri Elektronik. Setelah beres, kamu akan diterbangkan ke Korea beserta CTKI yang lainnya.

18. Training di KBIZ Korea Selatan


Sesampainya di Korea, kamu tidak bisa langsung bekerja. Melainkan akan dikumpulkan terlebih dahulu di gedung KBIZ atau gedung Pelatihan Korean Federation of SMEs Korea Selatan selama tiga hari bersama tenaga kerja asing lainnya dari berbagai negara lain. Di sana akan ada training dan juga tes kesehatan sekali lagi.

19. Mulai Bekerja!


Kalau kamu lulus medical check up pada saat training di KBIZ, kamu akan dijemput oleh perusahaan atau pemilik pabrik yang akan menjadi tempat kamu bekerja. Dengan begitu, berarti kamu telah sukses diterima kerja di Korea. Selamat! Dan kamu akan bekerja di sana sampai habis kontrak yaitu 4 tahun 10 bulan, dengan perpanjangan perjanjian kerja setiap tahun.

20. Biaya Bekerja ke Korea Selatan


Berapas sih biaya yang dibutuhkan untuk bekerja ke Korea Selatan? Berdasarkan rilis terbaru dari BNP2TKI, biaya resmi penempatan TKI ke Korea Selatan adalah sebagai berikut:

  • Biaya ujian 24 USD
  • Pemeriksaan Kesehatan Rp. 800.000
  • Visa Rp 864.000
  • BPJS Ketenagakerjaan 532.000
  • Prelim jika di Jakarta 320.000
  • Tiket Pesawat dan Handling 5.850.000

Sumber: BNP2TKI

Tapi apakah benar cuma segitu biayanya?

Tentu saja tidak, saudara-saudara!

Itu hanya biaya pokoknya saja. Belum mencakup biaya yang kamu keluarkan untuk belajar di LPK, biaya wira wiri pada saat verifikasi berkas, saat ujian EPS-TOPIK, saat tes keterampilan, mengikuti Prelim, apalagi buat kamu yang tinggal di luar Jawa, jelas ongkos transportasinya akan lebih mahal. Belum lagi biaya membuat SKCK, kartu pencari kerja, medical check up pertama, persiapan uang saku, uang jaga-jaga seandainya dideportasi, biaya-biaya fotocopy, dan mungkin masih ada biaya tak terduga lainnya. Makanya jangan heran kalau ada TKI di Korea yang sampai menghabiskan dana 20 juta bahkan lebih untuk membiayai semua prosesnya.

Seperti itulah alur resmi tahap demi tahap yang harus dilalui untuk bekerja menjadi TKI ke negara Korea Selatan. Mohon maaf jika tahap-tahapnya cuma dijelaskan secara ringkas. Kalau masih belum paham, dan ingin mempelajari setiap tahapannya dengan lebih jelas dan rinci, kamu bisa Klik Disini.

Penggemar Manchester United kalau pas lagi sering menang.

Jangan Lewatkan

0 komentar:

Silakan berkomentar dengan tertib dan sopan sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.