Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Menaiki Rakit Penyeberangan Sungai Kampar di Desa Subarak, Edisi Touring Silaturahmi Lebaran

Touring menyeberang sungai Kampar

Siang tadi aku habis touring tipis-tipis dan merasakan serunya naik rakit penyebrangan umum sungai Kampar yang berada di desa Subarak, kecamatan Gunung Sahilan, kabupaten Kampar, provinsi Riau. Rakit ini dikelola oleh masyarakat setempat, dan menjadi alat transportasi pintas bagi warga dari desa Lipatkain, Sungai Paku, Sungai Geringging dan sebagian Kebun Durian yang akan menuju desa Subarak, Suka Makmur dan Gunung Sari. Dan juga sebaliknya.

Pasalnya di daerah tersebut belum ada jembatannya, sehingga dibuatkan rakit besar sebagai alat penyebrangan. Tanpa itu, masyarakat di desa-desa yang telah aku sebutkan tadi, harus memutar via simpang koran atau bisa juga lewat simpang kebun durian yang tentunya butuh waktu yang lebih lama. Jadi rakit ini sangat berjasa dalam mempersingkat perjalanan.

Dan bukan hanya menyebrangkan orang saja, rakit penyeberangan ini juga mengangkut sepeda motor dengan kapasitas hingga sekitar 20 motor dalam sekali jalan. Namun hanya kendaraan motor roda dua saja yang dilayani seperti sepeda ontel dan sepeda motor. Sementara kendaraan roda empat atau lebih seperti mobil, truk, tank, kereta api dan lain sebagainya tidak diizinkan. Haha.

Rakit penyeberangan umum sungai Kampar



Ongkos menyeberang dengan menggunakan rakit penyeberangan umum desa Subarak ini sebesar Rp 3.000 sekali jalan per sepeda motor. Sedangkan jika naiknya PP atau pulang pergi, tarifnya Rp 5.000 tiap sepeda motor. Hanya sepeda motor saja yang dikenakan tarif. Untuk orangnya tidak dikenakan biaya alias gratis! Di atas rakit ada gazebo yang juga menjual minuman ringan, sehingga penumpang bisa berteduh sekalian pesan kopi atau minuman dingin jika mau. Numpang durasi penyeberangannya tidak terlalu lama. Paling cuma lima menit. Kayaknya tanggung kalau mau ngopi.

Saya sudah 3 kali menaiki rakit penyebrangan umum sungai Kampar ini. Pertama sekitar dua tahun lalu ketika ada acara keluarga di pasar Kamis desa Gunung Sari. Kedua, sehari sebulan puasa kemarin dalam rangka nyekar ke makam Mbah Putra dan Mbah Putri. Kebetulan Kakek Nenek aku dimakamkan di desa Gunungsari. Dan yang ketiga siang tadi, untuk bersilaturahmi ke beberapa saudara dan sahabat yang berdomisili di desa Sukamakmur dan juga Gunungsari, dalam merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah.

Rakit Penyeberangan desa Subarak kecamatan Gunung Sahilan

Yang pertama dan kedua aku naik rakit bolak balik soalnya bareng keluarga. Kalau yang ini tadi, karena cuma sendirian aku cuma naik pas berangkatnya doang. Pulangnya sengaja lewat jalan lain yang lebih jauh. Via simpang Kebun Durian yang melewati ibukota kecamatan Gunung Sahilan. Soalnya sambil pengen sekalian touring kecil-kecilan. Dan karena sudah lama banget aku tidak melewati jalan tersebut, juga karena hati dan pikiran sengaja aku kondisikan untuk menikmati perjalanan, rasanya seru juga motoran sore tadi. Ada beberapa titik yang jalannya di atas bukit, sehingga menghasilkan view yang cukup keren, berupa hamparan hutan dan perkebunan yang begitu luas dan hijau.

Begitupun di rakit penyeberangan umum desa Subarak ini, bagi orang yang sudah sering bolak balik menggunakan transportasi tersebut, mungkin sudah terasa biasa-biasa saja. Tapi bagi aku sangat jarang dan baru beberapa kali menaikinya, rasanya seru dan menyenangkan juga. Heningnya suasana alam dan tenangnya sungai Kampar. Ditambah panorama di sekitarnya juga lumayan bagus apalagi jika sore hari dan cuacanya cerah.

Selain seru juga agak deg-degan pas menaiki motor dari dermaga menuju rakit penyeberangan. Harus meniti jembatan kayu, kemudian berbelok menurun dua kali untuk sampai ke rakit penyeberangannya. Jika tidak tangkas, biker bisa jatuh bahkan kecebur ke dalam sungai bersama motornya. Pemotor perempuan dan bapak-bapak yang sudah berumur bahkan banyak yang tidak berani melakukan itu, dan meminta bantuan petugas rakit untuk menaikkan motor ke atas rakit.

Berikut video serunya naik rakit penyeberangan umum sungai Kampar di desa Subarak yang aku terbitkan di YouTube.


Rakit penyebrangan desa Subarak ini bukan lokasi wisata, akan tetapi biasanya setiap satu hari menjelang puasa Ramadhan, akan sangat ramai pengunjungnya. Ramai banget! Karena pada hari tersebut ada acara Mandi Balimau Kasai. Berhubung bulan puasa tahun 1441 H ini ada pandemi virus Corona covid-19, tradisi tersebut terpaksa ditiadakan.

Sedikit tambahan informasi bagi kamu yang ingin tahu, Belimau Kasai merupakan adat tradisi orang Melayu di beberapa daerah di provinsi Riau, dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi ini turun temurun dan sudah ada semenjak dahulu kala dan tetap lestari hingga saat ini. Dilaksanakan satu hari sebelum puasa di berbagai sungai di wilayah Riau, dengan cara mandi atau membasuh badan dengan air bercampur limau (jeruk) dan kasai (lulur). Kasai atau lulurnya ini terbuat dari ramuan rempah alami, yang fungsinya untuk mengharumkan tubuh.

Makna dari diri Belimau Kasai ini adalah membasuh diri atau bersuci, baik secara lahir maupun bathin, supaya ketika mulai berpuasa nanti, segenap jiwa dan raga telah bersih dari kotoran jasmani dan rohani. Sayang banget, jelang puasa Ramadhan kemarin, wabah virus SARS-CoV-2 atau Corona covid-19 belum berakhir, sehingga tidak ada acara mandi Balimau Kasai pada aku menyeberang sungai Kampar menaiki rakit penyeberangan umum ini. Semoga saja pandemi ini segera berakhir, sehingga segalanya bisa kembali normal.

Foto motor naik rakit penyeberangan sungai Kampar

Rakit penyeberangan umum desa Subarak



Akhir kata, karena masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah, aku Zuki Rama, selaku admin dan pengelola weblog ZUCKICI.COM ini, mengucapkan Minalaidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. Jika ada kesalahan saya apapun itu dalam mengelola blog ini, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih.

Posting Komentar untuk "Menaiki Rakit Penyeberangan Sungai Kampar di Desa Subarak, Edisi Touring Silaturahmi Lebaran"

Berlangganan via Email